Exchange Traded Fund ETF, Investasi Kekinian yang Lebih Murah dari Harga Skincare

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi favorit masyarakat, selain emas dan saham. Investasi ini cocok untuk pemula karena modal kecil, mudah dicairkan, serta tak perlu repot mengurusnya.  

Reksadana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam suatu portofolio efek, seperti saham dan obligasi. Pengelolaan dananya dilakukan oleh Manajer Investasi yang mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selama ini, banyak orang mungkin termasuk kamu hanya mengetahui empat jenis reksadana. Yaitu reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan reksadana saham.

Sebetulnya jenis reksadana lebih dari itu. Di antaranya ada Reksadana ETF (Exchange Traded Fund). Ini termasuk investasi yang lagi tren alias kekinian.

Baca Juga: Cara Menghitung Keuntungan Reksadana, Lengkap dengan Contoh

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Apa Itu Exchange Traded Fund atau ETF?

loader
Ilustrasi investasi ETF

ETF adalah reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Produk ETF diperdagangkan atau bisa diperjualbelikan seperti saham yang ada di bursa efek.

Dengan demikian, ETF merupakan produk investasi yang menggabungkan dua karakteristik, yakni pengelolaan dananya seperti reksadana dengan mekanisme saham dalam transaksi jual beli.

Jadi, kalau masih takut investasi saham, mulai saja dulu dengan investasi ETF. Membeli satu produk ETF sama dengan membeli seluruh saham yang ada di indeks terpilih.

Contohnya membeli produk ETF R-LQ45X yang aset dasar atau underlying asset-nya indeks LQ45, berarti kamu membeli 45 saham unggulan di indeks tersebut.

Perbedaan ETF vs Reksadana Saham

ETF dengan reksadana saham berbeda. ETF adalah reksadana yang diperdagangkan di bursa efek. Berisikan kumpulan saham-saham yang performanya mengikuti indeks terpilih dan menjadi acuan.

Sedangkan reksadana saham adalah jenis reksadana yang melakukan investasi minimal 80% dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk efek bersifat ekuitas, dalam hal ini saham.

Berikut perbedaan ETF vs Reksadana Saham seperti dikutip dari laman BEI:

 

ETF

Reksadana Saham/Reksadana Konvensional

Perdagangan melalui

Dealer partisipan di pasar primer dan broker manapun di pasar sekunder

Manajer investasi atau agen penjual reksadana (APERD)

Minimum pembelian

·         Pasar primer : 1.000 lot = 100 ribu unit

·         Pasar sekunder: 1 lot = 100 unit

1 unit

Biaya transaksi

Sesuai dengan biaya komisi broker (perusahaan sekuritas)

Biaya pembelian dan penjualan (umumnya 1% hingga 3%

Risiko transaksi

Dapat dikontrol (lebih rendah) karena transaksi jual beli ETF dilakukan setiap saat selama jam bursa berlangsung

Risiko manajer investasi dari pengelolaan portofolio

Perhitungan NAB/UP

Perhitungan indikasi NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan) dilakukan setiap saat selama jam perdagangan BEI

Perhitungan NAB/UP dilakukan satu kali setelah penutupan jam perdagangan BEI

Harga

Real time

Akhir hari

Underlying

Indeks acuan

Saham

Settlement (penyelesaian transaksi/)

T+2 (dua hari setelah transaksi dilakukan)

T+7 (tujuh hari setelah transaksi dilakukan)

Dealer partisipan (anggota bursa yang bekerja sama dengan manajer investasi pengelola ETF untuk membeli atau menjual UP ETF)

Ada (Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Indopremier Sekuritas, dan Panin Sekuritas)

Tidak ada

Keunggulan ETF

loader
Ilustrasi investasi ETF

Investasi ETF dapat memberi keuntungan bagi investor, antara lain:

1. Mudah dan fleksibel

Dapat dibeli dan dijual kapanpun selama jam perdagangan bursa layaknya saham

2. Risiko rendah dan biaya murah

Risiko relatif lebih rendah karena likuiditas terjamin. Selain itu, biaya pengelolaan atau management fee serta biaya transaksi untuk ETF lebih murah dibanding reksadana.

Umumnya biaya pengelolaan reksadana konvensional sekitar 2% sampai 4%. Dan biaya transaksinya sekitar 1% hingga 5%.

Sedangkan biaya ETF lebih rendah dari itu. Misalnya ETF R-LQ45X memberikan biaya pengelolaan sebesar 0,5%. Sementara biaya transaksi disesuaikan dengan komisi broker untuk transaksi beli dan jual masing-masing 0,19% dan 0,29%.

3. Cakupan luas

Memiliki 1 ETF sama dengan memiliki puluhan saham-saham unggulan dalam sekali order. Jadi, tak perlu bingung memilih saham yang tepat seperti investasi saham. ETF yang ditawarkan juga beragam

4. Transparan

Informasi mengenai ETF dan saham-sahamnya, serta pergerakan harganya dapat dipantau kapanpun dan di manapun melalui sistem

5. Harganya murah

Investasi ETF sangat receh. Bahkan lebih murah dari harga skincare kamu atau seharga boba. Modal mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu sudah bisa beli produk ETF yang berisi saham-saham pilihan.

6. Dapat diperdagangkan di pasar primer dan sekunder

Investor bisa menghindar dari kerugian terus menerus karena keuntungan ini. Pasar primer adalah tempat jual beli dari pihak Penjamin Emisi melalui Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer) yang bertindak sebagai Agen Penjual Saham kepada investor. Sedangkan pasar sekunder adalah jual beli ETF dilakukan dari satu investor ke investor lainnya.

7. Sudah teregulasi

ETF sudah teregulasi di bawah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 49 Tahun 2015 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek.

8. Produk ETF variatif

Ada 48 produk ETF yang sudah tercatat di BEI. Daftar ETF tersebut dapat dilihat di situs resmi BEI atau klik di sini.

Baca Juga: Cara Mengumpulkan Biaya Nikah dengan Investasi Reksadana

Kelemahan ETF

Kekurangan investasi di produk ETF adalah biaya atas selisih jual beli ditanggung investor. Investor juga harus menanggung biaya atas selisih (spread) antara harga permintaan (bid)  dan harga penawaran (offer).

3 Produk ETF dengan Return Tertinggi

loader
Ilustrasi investasi ETF

Berdasarkan data Infovesta per 8 September 2021, 5 produk ETF yang mencetak return atau keuntungan tertinggi dalam setahun:

1. Premier ETF Indonesia State-Owned Companies 19,25% (harga penutupan harian Rp 645 per unit)

2. Premier ETF SMINFRA18 14,53% (harga penutupan harian Rp 313 per unit)

3. Syailendra ETF MSCI Indonesia ESG Universal Index 10,52% (harga penutupan harian Rp 126 per unit).

Baca Juga: 6 Manajer Investasi Reksadana Terbaik Beserta Produknya

Cara Memilih Produk ETF yang Tepat

  • Tetapkan strategi investasi

Penting menetapkan strategi investasi sebelum membeli ETF. Strategi investasi ini meliputi, apa tujuan investasimu, berapa lama jangka waktu investasi, berapa return atau keuntungan yang diharapkan, dan seperti apa profil risiko kamu.

Kamu harus menjabarkan strategi investasi tersebut. Misalnya, tujuan investasi kamu untuk persiapan masa pensiun. Periode investasi 20 tahun di umur 55 tahun (saat ini usia 35 tahun).

Kamu tipe investor agresif. Return atau keuntungan yang diharapkan sekitar 15% atau lebih. Dengan begini, nantinya kamu dapat memilih produk ETF yang tepat.

  • Kenali dan pahami produk ETF

Setelah membuat strategi investasi, langkah selanjutnya adalah mempelajari ragam produk ETF yang sudah mejeng di BEI. Kenali dan pahami setiap ETF supaya kamu mendapatkan produk yang sesuai dengan strategi investasimu.

Cari tahu indeks acuannya, underlying asset-nya, pengelolaannya pasif atau aktif, dan karakteristik lainnya hingga biaya, serta informasi lainnya. Sebaiknya disarankan membaca prospektus atau fund fact sheet sebelum memutuskan membeli.

Contoh untuk persiapan dana pensiun. Kamu dapat memilih produk Premier ETF Index IDX30 (XIID). Cocok untuk investasi jangka panjang yang mampu memberi return lumayan besar. Sebanding lurus dengan tingkat risikonya yang tinggi.

  • Pilih broker yang sesuai dengan gaya investasi kamu

Ada 6 dealer partisipan atau broker atau perusahaan sekuritas yang sudah menjadi anggota bursa sebagai pengelola ETF. Pilih yang sesuai dengan gaya investasimu, termasuk melihat sisi lainnya, seperti rekam jejak broker, biaya yang ditawarkan.

Pastikan kamu memilih broker yang juga sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, kamu dapat berinvestasi dengan tenang dan nyaman karena dana dikelola pada lembaga yang terpercaya.

Batu Loncatan untuk Investasi Saham

Investasi ETF merupakan investasi gaya baru yang pas bagi semua kalangan. ETF sifatnya mirip reksadana, sehingga dapat dijadikan jembatan sebelum masuk ke produk investasi yang lebih kompleks seperti saham.

Jadi, tidak perlu ikut-ikutan atau FOMO investasi saham. Coba gali peluang cuan besar di investasi ETF. Sama menguntungkan, lebih aman, dan paling penting modalnya kecil.

Tertarik? Untuk investasi ETF, kamu tinggal menghubungi broker atau dealer partisipan pilihan untuk membuka rekening dana nasabah dan ikuti petunjuk atau arahan.

Baca Juga: Cara Mencairkan Reksadana di IPOTGO, Tokopedia, Bukalapak, dan Bareksa