Gaji Pas-pasan, Pilih Berhemat atau Menambah Penghasilan?

Hidup hemat sejatinya mesti diterapkan dalam kondisi keuangan sehat sekalipun. Dari kebiasaan baik tersebut, kamu dapat menabung atau investasi lebih banyak untuk persiapan masa depan.

Berhemat akan membawamu pada kestabilan finansial. Mampu membelanjakan keuangan dengan bijak dengan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.

Selain itu, belanja sesuai rencana. Selalu menaati daftar pengeluaran yang telah disusun atau direncanakan, sehingga menghindari terjadinya keuangan yang membengkak.

Baca Juga: BI Sebar Uang Tunai Rp 175,3 Triliun untuk Ramadhan dan Idul Fitri 2022

Berhemat


Berhemat

Berikut cara menghemat uang yang baik dan benar:

1.  Mengontrol mata 

Bukan lagi dari mata turun ke hati, melainkan ke kantong. Sebab, apa yang kamu lihat dan sukai pada saat itu, pasti dibeli. Akibatnya, uang pasti cepat habis.

Kamu tidak dilarang membeli sesuatu, tapi sebaiknya jauhkan prinsip “begitu suka langsung dibeli”. Lihat dulu manfaatnya. Jika tidak terlalu penting, sebaiknya tunda atau singkirkan keinginan tersebut.

2. Meredam keinginan belanja 

Kalau tidak terlalu butuh, tapi kamu memutuskan untuk membelinya, itu artinya kamu mengikuti keinginan. Buang jauh-jauh keinginan tersebut untuk menyelamatkan uangmu.

Pikirkan biaya yang timbul pada hari esok agar kamu tidak sembarangan menghabiskan uang. Beli hanya ketika kamu membutuhkan barangnya.

Itu juga kalau kamu belum punya. Kalau sudah, lebih baik pakai barang lama agar tujuan penghematan berhasil.

3. Mengevaluasi pengeluaran 

Jumlah pengeluaran pasti berbeda setiap bulan, tapi biasanya tidak terlalu signifikan asal daftar belanjaan sama. Kalau ternyata berbeda, kamu perlu mengevaluasi pengeluaran.

Mana yang sebenarnya masuk dalam kategori prioritas, mana yang tidak. Dengan evaluasi juga, kamu bisa memangkas bujet pada pos-pos pengeluaran yang masih bisa dihemat.

Misalnya, bujet transportasi karena kamu bisa memilih antara naik ojek online atau naik kendaraan umum. Mana yang lebih murah, itulah yang digunakan, sehingga selisih bujet bisa dialihkan ke pos pengeluaran lain.

4. Menjaga kesehatan 

Tahu kan kalau biaya rawat inap di rumah sakit mahal? Coba perhatikan lagi kesehatan tubuhmu agar tidak jatuh sakit. Misalnya, menjauhkan stres yang dapat memicu beberapa penyakit atau memperparah penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Mulai dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti rajin olahraga, tidur yang cukup, menjaga pola makan, banyak minum air putih, dan bahagia. Sebab, kebahagiaan menjadi obat paling manjur untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Baca Juga: 9 Tips Cerdas Menikmati Liburan dengan Budget Minim

5. Kurangi bepergian di akhir pekan

Selain membuang suntuk, bepergian juga membantumu melihat sekaligus mengetahui hal-hal yang belum pernah diketahui sebelumnya. Tapi tetap harus waspada, karena bepergian butuh modal.

Bayangkan kalau dalam seminggu kamu bisa bepergian tiga kali, biayanya mungkin setengah dari biaya makan seminggu.

Lebih baik gunakan waktu kosongmu untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat, seperti beristirahat atau beres-beres rumah. Capek sih iya, tapi hemat dan tubuh pun jadi bergerak aktif.

6. Perbanyak kumpul keluarga 

Kumpul bersama teman memang lebih seru dibandingkan keluarga karena perbedaan usia, gaya hidup, dan cara pikir. Meski demikian, kamu tidak boleh jauh-jauh dari keluarga karena mereka inilah yang akan menjaga, mendukung, sekaligus yang ada di sisimu saat satu per satu temanmu punya kehidupan baru alias menikah.

Di sisi lain, kumpul bersama keluarga pastinya bikin kamu tambah hemat. Sekalipun ada acara kecil-kecilan, biasanya uang keluarga yang keluar bukan uang dari kantong pribadimu. Kondisi yang berbeda jauh kalau kamu bandingkan dengan kumpul sama teman.

Meningkatkan Penghasilan

 
Jualan online untuk menambah penghasilan

Jika dirasa sudah tidak ada lagi pengeluaran yang bisa kamu hemat alias sudah mentok, tetapi gaji atau penghasilan masih pas-pasan, kamu bisa meningkatkan penghasilan.

Caranya dengan mencari pekerjaan sampingan atau kerja tambahan. Mulai dari jualan online, jadi freelancer, driver atau ojek online, dan sebagainya. Pilih yang sesuai passion serta keahlian.

Baca Juga: Memberi Uang Bulanan Orangtua, Berapa Besar Idealnya?

1. Pilih pekerjaan yang fleksibel 

Sudah pasti karena kamu harus memprioritaskan pekerjaan utama, pilih pekerjaan sampingan yang fleksibel, baik dari segi waktu dan tempat agar kamu tidak keteteran mengerjakannya.

Kalau seandainya hari ini lagi sibuk, kamu bisa kerjakan besok. Yang penting pekerjaannya selesai tepat waktu, jadi kamu bisa lanjut ke tugas berikutnya.

2. Gajinya lumayan 

Gaji pekerjaan sampingan, khususnya freelancer sebenarnya tidak bisa diprediksi, tapi setidaknya kamu sudah bicarakan masalah gaji sejak awal kepada klien. Apabila gajinya tidak cocok, kamu bisa menolak secara halus maupun bernegosiasi.

Bagi Waktumu dengan Baik 

Kalau kamu berhemat sekaligus meningkatkan penghasilan, artinya kamu harus pintar membagi waktu karena tanggung jawabmu otomatis bertambah.

Apalagi ada pekerjaan utama yang juga menyita waktu dan perhatianmu. Buat timetable sebagai pedoman bekerja, jadi kamu tahu kapan harus mengerjakan pekerjaan lain.

Baca Juga: 4 Investasi Modal Kecil dan Keuntungannya per Tahun