Growth Stocks: Saham "Mahal" yang Bisa Bikin Cuan Berlipat
Dalam dunia investasi saham, kamu mungkin sering mendengar perdebatan klasik: lebih baik membeli saham murah yang fundamentalnya bagus (Value Investing) atau membeli saham yang harganya sudah tinggi tapi berpotensi naik terus (Growth Investing)?
Nah, tipe yang kedua itulah yang disebut dengan Growth Stocks.
Saham jenis ini adalah primadona bagi investor yang menginginkan pertumbuhan aset agresif dan tidak terlalu peduli dengan dividen. Tapi, apakah strategi ini cocok untukmu? Yuk, kita bedah tuntas apa itu growth stocks, karakteristiknya, dan risikonya.
Pengertian Growth Stocks
Growth Stocks
Growth Stocks adalah saham dari perusahaan yang diharapkan dapat tumbuh—baik dari segi pendapatan (revenue) maupun laba bersih (earnings)—dengan laju yang jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata industri atau pasar saham secara keseluruhan.
Sederhananya, ini adalah saham dari perusahaan yang sedang "lari kencang" melakukan ekspansi. Investor rela membayar harga mahal (premium) saat ini karena mereka yakin di masa depan perusahaan ini akan menjadi raksasa yang jauh lebih besar.
Poin Penting: Tujuan utama membeli growth stocks adalah Capital Gain (kenaikan harga saham), bukan Dividen.
Ciri-Ciri Utama Growth Stocks
Bagaimana cara membedakan growth stocks dengan saham biasa di Bursa Efek Indonesia? Perhatikan tanda-tanda berikut:
1. Jarang Membagikan Dividen
Perusahaan growth biasanya tidak membagikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Mengapa? Karena hampir seluruh laba bersihnya diputar kembali (reinvest) untuk modal ekspansi bisnis, riset teknologi, atau akuisisi pesaing.
2. Valuasi Terlihat "Mahal"
Jika kamu melihat rasio P/E (Price to Earning Ratio) atau PBV (Price to Book Value), angka saham growth biasanya sangat tinggi. Ini terjadi karena harga sahamnya sudah naik duluan mendahului kinerja keuangannya, didorong oleh ekspektasi tinggi investor.
3. Volatilitas Tinggi
Harga saham ini bisa naik drastis dalam waktu singkat, tapi juga bisa terjun bebas jika kinerja perusahaan meleset sedikit saja dari target.
Cara Mengidentifikasi Contoh Saham Growth Stock
Terdapat sederet karakteristik saham growth stock yang penting untuk diketahui guna lebih mudah mengidentifikasinya. Berikut adalah beberapa di antaranya.
- Saham growth stocks yang diterbitkan perusahaan umumnya mempunyai rasio P/E tinggi. Karenanya, investor biasanya mengharapkan pertumbuhan capital gain pada saham di masa mendatang ketimbang pembagian dividen.
- Perusahaan dengan jenis saham growth stock juga umumnya tak membagikan dividen karena mayoritas keuntungan akan dialokasikan untuk kebutuhan ekspansi bisnis.
- Perusahaan growth stock umumnya mempunyai keunggulan kompetitif yang tak dipunyai oleh kompetitor pada sektor bisnis yang serupa. Keunggulan kompetitif ini kerap dijadikan sebagai senjata pamungkas perusahaan growth stock agar bisa mendorong perkembangan bisnisnya dengan lebih signifikan.
- Selain itu, perusahaan dengan jenis saham growth stock kebanyakan berfokus pada investor loyal demi menjamin pertumbuhan bisnis.
Growth Stocks vs. Value Stocks: Mana yang Lebih Baik?
Jika memahaminya secara sekilas saja, mungkin tidak sedikit investor yang menganggap jika value stocks dan growth stocks identik. Padahal, kedua jenis instrumen investasi tersebut mempunyai perbedaan yang cukup jelas. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu dipahami untuk mengetahui perbedaan keduanya.
Ini adalah pertanyaan paling umum. Agar kamu tidak bingung, mari kita bandingkan keduanya secara head-to-head. Tabel ini akan membantumu menentukan gaya investasi yang pas.
| Karakteristik | Growth Stocks (Saham Bertumbuh) | Value Stocks (Saham Salah Harga) |
| Fokus Utama | Potensi masa depan yang agresif | Nilai intrinsik saat ini (diskon) |
| Harga Saham | Cenderung mahal (Premium / Overvalued) | Cenderung murah (Diskon / Undervalued) |
| Dividen | Jarang / Tidak Ada | Sering & Rutin (Yield Tinggi) |
| Risiko | Tinggi (Volatilitas Ekstrem) | Rendah - Menengah |
| Contoh Sektor | Teknologi, Bank Digital, Energi Terbarukan | Perbankan Konvensional, Consumer Goods, Komoditas |
Contoh Saham Growth Stock
Contoh Saham Growth Stock
Di Indonesia (IHSG) maupun global, growth stocks biasanya datang dari sektor yang sedang tren atau mendisrupsi pasar, seperti:
-
Teknologi: Perusahaan e-commerce atau jasa digital.
-
Bank Digital: Bank yang fokus pada pertumbuhan nasabah lewat aplikasi tanpa banyak kantor cabang.
-
Kendaraan Listrik (EV): Perusahaan yang fokus pada nikel dan baterai masa depan.
Tips Investasi Growth Stocks untuk Pemula
Tertarik mengoleksi saham jenis ini? Berikut strateginya:
-
Lihat Pertumbuhan Laba/Pendapatan: Pastikan revenue perusahaan konsisten tumbuh double digit setiap tahun.
-
Cek Keunggulan Kompetitif: Apakah perusahaan ini punya moat (keunggulan) yang susah ditiru pesaing?
-
Siapkan Mental: Siap melihat portofolio naik-turun seperti roller coaster. Jangan panik saat koreksi wajar.
-
Diversifikasi: Jangan taruh semua uangmu di growth stocks. Seimbangkan dengan value stocks atau reksa dana.
Sudah siap berburu saham-saham "pelari cepat" ini? Pastikan kamu menggunakan platform investasi yang aman dan terpercaya.
Jadi, Apakah Memilih Saham Jenis Growth Stock Sesuai dengan Strategi Investasimu?
Intinya, growth stocks adalah jenis saham yang mengutamakan pertumbuhan capital gain di masa mendatang. Karenanya, perusahaan dengan jenis saham ini umumnya jarang, atau bahkan sama sekali tidak memberi investornya dividen karena alokasi keuangannya difokuskan untuk ekspansi. Mengetahui hal tersebut, apakah memilih saham jenis ini sesuai dengan strategi investasimu?