Pengeluaran Membengkak? Begini Cara Hemat di Bulan Ramadan

Banyak yang berpikir jika selama bulan puasa pengeluaran akan lebih hemat, sebab hanya makan sahur dan berbuka puasa saja. Sementara jatah buat jajan makanan atau kopi dapat dilakukan berbarengan dengan makan malam.

Namun, jika dihitung kembali, biaya pengeluarannya tidak jauh berbeda di bulan-bulan biasanya. Malah, terkadang pengeluarannya bisa jauh lebih besar lagi.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan pengeluaran selama bulan ramadan jauh lebih boros. Dari mulai kebutuhan harian untuk sahur dan berbuka puasa, undangan berbuka puasa bersama hingga belanja menjelang lebaran. Jika tidak pandai dalam mengatur, bisa-bisa terjadi pembekakan biaya selama bulan ramadan.

Agar pengeluaran selama bulan ramadan tetap terkontrol dan bebas dari pemborosan yang merugikan, ada beberapa tips hemat mengatur keuangan selama bulan puasa. Simak ulasannya berikut ini!. 

  1. Buat Daftar Menu Berbuka dan Sahur Sebulan Penuh


    Buat daftar menu untuk buka puasa dan sahur untuk satu bulan penuh. Tujuannya supaya bisa lebih mudah untuk mengatur menu apa saja yang ingin dikonsumsi selama bulan ramadan. Tujuan lainnya, agar memudahkan untuk menghitung berapa besar pengeluaran yang diperlukan untuk menu makanan selama ramadan sesuai kebutuhan.

  2. Tahan Diri untuk Tidak Berbelanja ketika sedang Lapar

    Sangat disarankan untuk tidak berbelanja ketika sedang lapar. Pasalnya, hal tersebut akan membuat seseorang cenderung menjadi lebih "lapar mata". Sehingga berkeinginan untuk membeli semua makanan sebanyak-banyaknya agar dapat memuaskan rasa laparnya.

    Sementara, apa yang dibutuhkan untuk berbuka puasa tidaklah banyak. Bukankah hal ini hanya akan mubazir dan buang-buang uang?

  3. Kurangi Pemakaian Kartu Kredit

    Satu hal yang perlu ditekankan dalam penggunaan kartu kredit adalah kartu ini berfungsi hanya sebagai alat pembayaran saja. Bukan sebagai penghasilan tambahan yang bisa digunakan sesuka hati. Karena penggunaan kartu kredit yang kurang bijak dapat mengakibatkan konsekuensi finansial yang berat di masa mendatang.

    Sehingga, ketika memiliki niat untuk belanja lebih saat bulan Ramadan, maka sangat disarankan untuk menabung lebih dulu. Hal ini bisa dimulai beberapa bulan sebelum masuk bulan ramadan, agar keinginan belanja lebih tidak membebani finansial. Ketika kita mengetahui jumlah saldo yang bisa digunakan berbelanja, maka ini bisa menghindarkan diri jeratan utang kartu kredit.

  4. Kurangi Keinginan Ngabuburit di Luar Rumah

    Kalau memang benar-benar ingin lebih hemat saat bulan puasa, maka pastikan untuk membatasi keinginan buka puasa atau ngabuburit di luar rumah. Karena kebiasaan ini cenderung membuat pengeluaran jadi lebih boros. Apalagi jika memilih buka puasa di restoran.

    Tentunya, kita bukan hanya ingin membeli makanan saja, bisa jadi ada rasa ingin mampir ke pusat perbelanjaan yang sedang memberikan banyak diskon. Hal inilah yang akan membuat jiwa konsumtif kita semakin diuji.

  5. Lebih Cermat saat Acara Berbuka Bersama

    Momen Ramadan kerap dimanfaatkan sebagai ajang untuk silaturahmi dengan kerabat dekat maupun jauh. Tidak mengherankan jika banyak undangan berbuka bersama yang datang ke rumah. Sebenarnya menghadiri acara berbuka bersama bukan masalah yang besar.

    Akan tetapi, pengeluaran bisa saja membengkak jika ternyata masih ada pengeluaran lain yang kita lakukan sehabis acara buka bersama tersebut. Karena itulah, anggaran untuk acara berbuka bersama juga sangat perlu untuk diatur dengan baik.

  6. Kurangi Kebiasaan Konsumtif

    Ketika menjelang lebaran, banyak orang yang berlomba-lomba untuk mengganti semua perabot rumahnya dengan yang baru. Mulai dari TV baru, gadget baru, hingga mengganti kendaraan dengan yang baru. Terlebih lagi kini banyak sekali e-commerce yang menawarkan promo diskon spesial hingga cashback selama bulan Ramadan.

    Akan tetapi, cobalah untuk berpikir kembali dengan jernih apakah semua perabotan atau gadget yang saat ini digunakan harus diganti? Pastikan betul apakah mengganti perabotan rumah merupakan kebutuhan yang tak bisa ditunda atau justru hanya sekedar keinginan.

    Seringkali banyak dari kita yang tidak menyadari jika kebiasaan belanja konsumtif belum tentu karena kebutuhan, melainkan bisa saja hanya sekedar keinginan sesaat saja.

    Jika memang ingin mengganti perabot atau perlengkapan rumah dengan yang baru, sangat disarankan untuk menentukan skala prioritas lebih dulu. Tentukan dengan pertimbangan matang apa saja yang perlu segera diganti lebih dulu. Jangan semua diganti sekaligus.

    Akan jauh lebih baik jika beberapa bulan menjelang Lebaran, kita sudah membuat list tentang perabotan atau peralatan apa yang harus segera diganti. Sehingga beban pengeluaran ketika Lebaran tidak terjadi penumpukan dan bisa dibiayai dengan THR.

  7. Mengurangi Jatah Salam Tempel

    Berbagi THR atau salam tempel ke saudara atau tetangga sudah merupakan tradisi yang tidak bisa lepas dari bulan ramadan, apalagi jika sudah mendekati hari raya Lebaran. Nah, jika memang sedang berhemat karena harus mendahulukan hal yang lebih penting tidak ada salahnya untuk mengurangi jatah salam tempel yang biasanya jumlahnya sudah kamu tentukan setiap tahunnya.

    Kamu bisa memangkas hingga 50% dari jumlah tersebut untuk meringankan pengeluaran. Ingat salam tempel hanyalah tradisi bukanlah kewajiban. Jadi kamu tidak usah merasa bersalah jika tidak bisa memberikan sebanyak tahun lalu.

Kenali dan Hindari Pemicu Boros

Tak salah jika mengira bulan ramadan bakal bisa bikin pengeluaran lebih hemat. Tapi sayangnya, perkiraan tersebut jauh dari ekspektasi, nyatanya bulan ramadan menjadi bulan paling konsumtif selama satu tahun. Tidak ada kata terlambat untuk merubah, segera kenali kebiasaan atau yang menyebabkan keuangan menjadi lebih boros. Setelah itu, hindari kebiasaan boros tersebut dan terapkan tips-tips keuangan di atas.