Cara Hitung Return Reksadana Pasar Uang dan Tips Investasinya

Menjadi salah satu instrumen investasi termurah dan termudah, peminat dari reksadana sendiri pun semakin tinggi saja. Tidak hanya, platform yang menyediakan fitur investasi reksadana pun semakin banyak. Tidak hanya bank, tapi juga e-commerce sampai aplikasi e-wallet.

Menjadi salah satu instrumen investasi paling murah dan mudah, peminat dari reksadana sendiri pun semakin tinggi saja. Tidak hanya, platform yang menyediakan fitur investasi reksadana pun semakin banyak. Tidak hanya bank, tapi juga e-commerce sampai aplikasi e-wallet.

Tapi tahukah kamu ternyata selain itu reksadana sendiri memiliki berbagai kategori investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan investor. Reksadana juga terbagi lagi kedalam kategori lain yaitu, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana pasar uang.

Membahas tentang jenis-jenis reksadana, reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang paling banyak digunakan saat ini karena dianggap lebih menguntungkan, mudah dan rendah risiko. Jadi apa itu reksadana pasar uang?

Pengertian Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang adalah reksadana yang 100% berinvestasi di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun.

Reksadana ini tidak mengenakan biaya pembelian dan penjualan kembali dan menawarkan potensi tingkat pengembalian lebih tinggi daripada rekening tabungan/koran.

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang memiliki risiko lebih rendah dibanding jenis reksadana lainnya tapi imbah hasilnya juga lumaya bahkan bisa lebih baik dibandingkan deposito.

Dengan memilih berinvestasi menggunakan reksadana pasar uang, dana yang kamu investasikan akan 100% diolah menjadi instrumen pasar uang, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Obligasi dengan masa batas waktu tidak lebih dari satu tahun.

Artinya, untuk bisa merasakan keuntungan atau return return reksadana pasar uang kamu dengan cepat tanpa harus menunggu bertahun-tahun.

Baca Juga:  Investasi Reksadana: Jenis, Keuntungan dan Risikonya

Cara Menghitung Return Reksadana Pasar Uang

Berbicara soal keuntungan/return reksadanan pasar uang, sangat penting untuk kamu para investor/calon investor mengetahui cara menghitung return reksadana pasar uang. Gunanya agar investor bisa memilih unit/produk yang tepat untuk dibeli dan diinvestasikan.

Nah, sebelum mencoba menghitung return reksadana pasar uang, kamu harus mengetahui dulu ap aitu NAB (nilai aktiva bersih) dan unit pernyetaan saat melakukan pembelian produk reksadana.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah harga dari reksadana yang kamu miliki, dan bisa berubah-ubah setiap harinya. Bila NAB hari ini mengalami penurunan, berarti reksadana yang kamu miliki juga menurun, begitu pula sebaliknya apabila NAB mengalami kenaikan.

Sedangkah unit penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan kamu di dalam reksadana tersebut. Jumlah unit penyertaan akan selalu sama tergantung dari harga reksadana atau NAB ketika kamu membelinya.

Jadi, sebelum berinvestasi kamu wajib tahu waktu yang tepat untuk berinvestasi baik itu, produk reksadana apa yang dibeli, serta berapa jumlah unit penyertaan yang ada di dalam reksadana. Berikutnya barulah bisa mencari tahu apakah hasil investasi reksadana tersebut untung atau rugi.

Contoh menghitung return reksadana pasar uang yang harus diketahui sebelum berinvestasi:

Kamu akan membeli reksadana pasar uang secara online dari perusahaan A pada 13 Juni sebesar Rp10.000.000 dengan harga terkini reksadana Rp1000/unit yang berdasarkan profil risiko dan tujuan investasimu.

Artinya kamu akan memiliki jumlah unit pernyataan reksadana sebesar:

  • 10.000.000 / Rp1000 = 10.000 unit.

Namun pada tanggal 13 Juli kamu berencana akan menarik dan menjual hasil investasi reksadana pasar uang dan ingin mencari tahu apakah investasi reksadana mu mengalami keuntungan atau kerugian. Nah kamu bisa mengetahuinya dari harga terkini reksadana tersebut (harga per 13 Juli).

Jika mengalami kenaikan menjadi Rp1200/unit artinya investasi reksadana pasar uang kamu mendapatkan keuntungan.

Cara hitungnya adalah:

  • 10.000 unit x Rp1200 = Rp12.000.000

Hasil ini merupakan jumlah investasi reksdana pasar uang yang dimiliki per tanggal 13 Juli. Jadi total keuntungan yang diperoleh adalah sebesar:

  • 12.000.000 (nilai investasi per 13 Juli) – Rp10.000.000 (nilai investasi per 13 Juni)
  • = Rp2.000.000 (total return reksadana pasar uang dari 13 Juni – 13 Juli)

Sedangkan untuk menghitung tingkat return reksadana pasar uang dalam bentuk persen (%), berikut cara hitungnya:

  • 2.000.000 / Rp10.000.000 x 100% = 20%

Artinya, terdapat peningkatan 20% pada NAB produk investasi reksadana pasar uang milikmu.

Baca Juga:  Reksadana Syariah: Pengertian, Keuntungan, Bentuk, dan Cara Kerjanya

Tips Investasi Reksadana Pasar Uang

Meskipun reksadana dikatakan sebagai salah satu instrument investasi yang ramah kepada para investor pemula, tetap saja dibutuhkan pengetahuan dan strategi yang tepat agar bisa mendapatkan imbah hasil yang diinginkan.

Agar bisa mendapatkan cuan maksimal dalam berinvestasi reksadana pasar uang atau jenis reksadana lainnya, berikut beberapa tips mudah yang bisa dilakukan:

1. Pilih Reksadana yang Sesuai dengan Kebutuhan bukan Tingginya Imbah Hasil

Setelah mengetahui jenis reksadana yang ada, berikutnya adalah menyesuaikan jenis reksadana dengan kebutuhan dan ketersediaan modal yang kamu miliki.

Untuk melakukan tahap ini dengan baik, pengetahuan terhadap masing-masing jenis produk reksadana itu penting banget loh. Asal memilih karena cuman mengincar keuntungan tanpa tahu level risiko masing-masing jenis reksadana akan mengantarkan kamu ke kegagalan dalam berinvestasi.

Contohnya, jika kamu adalah pribadi yang senangnya hal-hal yang simple bisa mencoba reksadana pendapatan tetap.

Dengan sistem kerja seperti deposito dimana kamu hanya perlu menyetorkan langsung dana investasi kamu dan mengambilnya sesuai dengan settingan waktu yang kamu inginkan baik 3 bulan atau 1 tahun.

Walaupun bisa dicairkan kapan saja, tapi demi keuntungan maksimal lebih baik cobalah untuk bersabar dan biarkan dana investasi kamu diolah dengan reksadana dalam periode waktu tertentu.

2. Platform yang Tepat untuk Membeli Reksadana

Jangan sampai karena tergoda imbah hasil yang tinggi akhirnya kamu jadi menginvestasikan uang kamu ke website investasi reksadana bodong. Bukannya untung malah buntung.

Penjualan produk reksadana yang serba online membuat banyak akun atau investasi bodong beredar dimana-mana dengan iming-iming menjual reksadana dengan modal rendah, imbah hasil tinggi dan risiko rendah dalam modus penipuannya.

Penting untuk mencari tahu tempat membeli reksadana yang kredibel dan berlisensi. Jadi jangan sembarangan tanam dana yah.

3. Mengetahui dengan Baik Strategi Investasi yang Cocok dengan Produk Reksadana yang Dipilih

Umumnya ada empat strategi investasi yang bisa dipraktikan pada investasi reksadana yang telah dipilih, yaitu:

  • Strategi ‘Market Timing’
  • Strategi ‘Buy and Hold’
  • Strategi ‘Lump Sump’
  • Strategi ‘DCA (Dollar Cost Averaging)

Masing-masing strategi bisa di praktikan ke setiap jenis reksadana yang kamu pilih. Namun, tetap saja memilih mana yang tepat itu butuh pertimbangan apalagi strategi itu harus disesuaikan juga dengan kebutuhan kamu.

Misalnya, jika tujuan kamu sebagian besar adalah menabung untuk jangka waktu hingga bertahun-tahun bisa menerapkan strategi ‘Buy and Hold’.

Tapi untuk yang senang dengan tantangan, bisa mencoba strategi ‘Market Timing’.

4. Bersabar untuk Tidak Mencairkan Reksadana setidaknya 1-2 Tahun

Salah satu kunci kesuksesan dari melakukan investasi adalah kesabaran. Dia yang gegabah adalah dia yang semakin dekat dengan kerugian. Jadi tidak usah buru-buru mencairkan reksadana walaupun imbah hasil sudah didepan mata.

Sebuah investasi akan lebih maksimal keuntungannya dalam jangan waktu setidaknya 1 tahun dan keatas. Jadi terlalu terburu-buru mencairkan reksadana hanya menjauhkan kamu dari keuntungan yang lebih besar lagi.

Santai saja, anggap saja sedang menyimpan uang dengan keuntungan ekstra.

Jangan Takut Berinvestasi

Momok paling yang paling sering membuat orang tidak mau berinvestasi adalah isu-isu tentang penipuan, modal besar sampai risiko yang terlalu tinggi. Wajar saja, apalagi bagi mereka yang benar-benar tidak familiar dengan dunia investasi.

Namun, dengan banyak perkembangan saat ini masa iya kamu mau kondisi finansial kamu stuck disitu-situ saja. Dengan belajar berinvestasi kamu bisa mendapatkan segudang manfaat selain menambah nilai aset dan uang kamu.

Seperti lebih pintar untuk urusan keuangan, terhindar dari inflasi, belajar mempersiapkan kebutuhan untuk masa yang akan dating, merdeka finansial, menambah wawasan, sampai belajar untuk lebih bertanggung jawab hingga belajar mengambil keputusan yang tepat.

Baca Juga: Reksa Dana Terproteksi: Pengertian, Karakteristik, hingga Risikonya