Pasar Saham & Kripto Lagi Merah? Ini Racikan Portofolio "Anti Panik" Biar Tetap Cuan!

Melihat portofolio saham atau aset kripto yang isinya "kebakaran" alias merah semua memang bikin ketar-ketir. Apalagi buat kamu para pemula, milenial, atau Gen Z yang baru mulai terjun ke dunia investasi. Rasanya ingin cut loss dan tarik semua uang, kan?

Eits, tunggu dulu! Pasar yang sedang turun (bearish) bukan alasan untuk berhenti investasi. Justru, ini momen yang tepat untuk mengatur ulang strategi dengan membuat portofolio tahan banting.

Artikel ini akan membocorkan racikan portofolio "Anti Panik" yang menggabungkan stabilitas reksa dana pasar uang, potensi cuan reksa dana pendapatan tetap, dan keamanan emas digital.

Tujuannya simpel: Tetap cuan, tidur nyenyak, dan modal aman.

Apa Itu Portofolio "Anti Panik"?

Portofolio ini dirancang khusus untuk kamu yang ingin menjaga kewarasan mental di tengah pasar yang fluktuatif.

Target Utama Portofolio Ini:

  • Stabil: Meminimalisir risiko saat pasar saham/kripto anjlok.

  • Likuid: Mudah dicairkan kapan saja saat butuh dana darurat.

  • Terjangkau: Bisa dimulai dari modal Rp100.000-an (bahkan emas bisa dari Rp10.000).

  • Tetap Cuan: Masih memberikan potensi imbal hasil di atas tabungan bank.

Bedah Komposisi Portofolio

Agar seimbang antara keamanan dan keuntungan, kamu tidak boleh menaruh semua telur dalam satu keranjang. Berikut rekomendasi pembagiannya:

Jenis Aset Alokasi Disarankan Fungsi Utama
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) 40% Menjaga likuiditas (mudah cair) & stabilitas.
Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) 30% Mengejar cuan stabil dari obligasi/sukuk.
Emas Digital 20% Safe Haven (pelindung nilai) saat krisis.
RD Campuran / Saham 10% (Opsional) Pemanis cuan jika berani ambil sedikit risiko.

Rekomendasi Produk Pilihan Reksa Dana

Bingung mau pilih produk apa? Berikut adalah beberapa contoh produk reksa dana dan emas dengan kinerja historis yang menarik sebagai referensi kamu:

1. Pondasi Kokoh: Reksa Dana Pasar Uang

Instrumen ini paling aman karena isinya deposito dan surat utang < 1 tahun.

  • Insight Retail Cash Fund: Mencatat kinerja historis +6.29%.

  • HPAM Ultima Money Market: Mencatat kinerja historis +5.45%.

2. Mesin Cuan: Reksa Dana Pendapatan Tetap

Fokus pada obligasi pemerintah atau korporasi yang memberikan imbal hasil rutin.

  • Insight Renewable Energy: Mencatat kinerja memukau +10.33%.

  • Insight Haji Syariah: Mencatat kinerja +10.06%.

3. Benteng Pertahanan: Emas Digital

Saat pasar saham hancur, harga emas biasanya justru naik (berbanding terbalik).

  • Cermati Emas Digital: Bisa beli mulai dari Rp10.000 saja.

  • Tips Cuan: Pantau terus promo di aplikasi Cermati biar dapat cashback atau diskon pembelian emas.

4. Peningkat Imbal Hasil (Opsional)

Jika kamu masih punya nyali dan ingin return lebih tinggi untuk jangka panjang:

  • Syailendra Balanced Opportunity Fund: Kinerja historis +21.35%.

  • Sam Indonesia Equity Fund: Kinerja historis +26%.

> Catatan: Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Selalu cek Fund Fact Sheet sebelum membeli.

Strategi Jitu: Bagaimana Cara Investasinya?

Punya produk bagus saja tidak cukup, kamu butuh strategi eksekusi yang tepat.

1. Dollar Cost Averaging (DCA)

Jangan coba-coba menebak kapan harga terendah (timing the market). Gunakan metode DCA alias nabung rutin nominal yang sama setiap bulan (misal: Rp500 ribu tiap tanggal gajian).

  • Keuntungan: Kamu akan otomatis mendapat lebih banyak unit saat harga turun, dan lebih sedikit unit saat harga naik. Ini meminimalisir risiko "nyangkut di pucuk".

2. Rebalancing Tiap 6 Bulan

Pasar terus berubah. Lakukan evaluasi portofolio setidaknya 6 bulan sekali.

  • Jika porsi sahammu turun drastis karena pasar merah, kamu bisa pindahkan sedikit keuntungan dari Emas atau RDPU untuk membeli saham/RDPT lagi di harga murah. Sesuaikan kembali dengan tujuan keuanganmu.

Kenapa Portofolio Ini Cocok Buat Kamu?

  • Untuk Pemula: Risiko sangat terukur. Kamu bisa belajar investasi tanpa takut kehilangan modal besar secara tiba-tiba.

  • Untuk Milenial: Sangat pas untuk tujuan jangka menengah (3-5 tahun) seperti mengumpulkan DP Rumah, biaya menikah, atau dana liburan ke luar negeri.

  • Untuk Gen Z: Modal "uang jajan" pun bisa jadi aset. Kamu bisa belajar disiplin finansial sejak dini sambil tetap punya dana yang likuid (bisa diambil) buat nonton konser atau hangout.

Waktu Terbaik untuk Memulai Adalah Sekarang

Nggak perlu nunggu punya uang ratusan juta atau nunggu pasar hijau untuk mulai investasi. Justru strategi terbaik dibangun saat kondisi pasar sedang menantang.

Portofolio di atas hanyalah panduan. Kamu bebas menyesuaikannya kembali dengan profil risiko dan target pribadimu. Yang penting, jangan cuma dibaca, tapi dipraktikkan!

Segera buka aplikasi Cermati, pilih produk reksa dana atau emas jagoanmu, dan aktifkan fitur debet otomatis biar investasimu makin disiplin. Siap jemput cuan masa depan?