Ingin Diterima Kerja? Pakai 6 Strategi Ini saat Interview

Wawancara kerja (interview) adalah satu tahapan penting untuk mendapatkan pekerjaan. Di mana kamu akan berkomunikasi dengan pewawancara.

Komunikasi ini banyak caranya. Ada yang bertemu langsung, via video call atau telepon. Umumnya dalam tahap wawancara kerja, kamu akan diberondong dengan berbagai pertanyaan.

Selanjutnya jawaban yang kamu berikan dapat menjadi pertimbangan pewawancara dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, kamu harus mampu menunjukkan atau menonjolkan sesuatu yang ada dalam diri agar dilirik pewawancara.

Ini yang disebut mempromosikan diri. Layaknya orang jualan, mempromosikan barang dagangannya supaya pembeli tertarik. Tetapi saat wawancara kerja, kamu mempromosikan atau “menjual diri” di depan pewawancara.

Berikut cara mempromosikan atau ‘menjual diri’ ketika wawancara kerja:

Baca Juga: Lakukan 7 Hal Ini Bila Interview Kerja Tak Berjalan Lancar

1. Berpenampilan necis dan sopan

Namanya mau interview kerja, berpakaian yang rapi. Busana yang dikenakan tidak harus baru, tetapi terlihat bersih dan rapi. Baju dan celana atau rok disetrika, sehingga tidak nampak kusut, kumel, dan kucel.

Gunakan aksesoris dan riasan minimalis. Jangan menor bagi pelamar wanita. Rok pun tidak terlalu pendek. Sebaiknya di bawah lutut. Semprot parfum secukupnya agar badan wangi dan segar, serta menunjang penampilan.

Jangan berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Penampilan mencerminkan kepribadianmu. Jika penampilan atau berpakaian asal-asalan menunjukkan kepribadian yang asal-asalan pula. Ini bisa menjadi satu poin minus di mata pewawancara.

2. Datang tepat waktu

Disiplin sangat penting dalam dunia kerja. Untuk memberi kesan awal yang baik, datanglah tepat waktu pada saat wawancara kerja. Baiknya datang lebih awal, sekitar 15-30 menit sebelum jadwal wawancaramu.

Waktu ini bisa kamu gunakan untuk merapikan penampilanmu lagi, menyiapkan berkas yang diperlukan seperti CV, serta menenangkan pikiran. Datang tepat waktu juga dapat memberi kesan pertama yang baik kepada pewawancara. Kamu punya time management yang bagus dalam keseharian.

3. Dilarang jutek

Cara mempromosikan diri lainnya adalah bersikap ramah. Pasang senyum manis, berjabat tangan erat, dan menyapa duluan pewawancara.

Dilarang jutek agar tidak dianggap pemarah, galak, sinis, dan cuek. Sebaiknya kamu menunjukkan bahwa kamu orang yang hangat dan ramah.

Tersenyum dan bersikap ramah itu seperti ‘virus menular.’ Jika kamu tersenyum lebih dulu, maka pewawancara juga akan membalas senyummu. Sebuah kesan pertama epik yang akan diingat oleh pewawancara.

Namun demikian, berikan senyum sewajarnya ya. Dengan senyum, suasana akan lebih mencair dan membuat kalian merasa lebih nyaman. 

4. Tunjukkan kelebihanmu

Saat wawancara kerja adalah waktu terbaik untuk menunjukkan kelebihan. Kelebihan yang kamu sebutkan di dalam surat lamaran kerja. Kini, kamu utarakan di depan pewawancara.

Bahwa kamu memiliki kemampuan dan keahlian dalam bekerja atau di bidangnya, termasuk juga untuk fresh graduate tanpa pengalaman kerja. Misalnya public speaking, analytical thinking, problem solving, atau lainnya.

Kelebihan tersebut yang akan menjadi sisi terbaik, nilai tambah kamu dibanding kandidat lain. Buatlah contoh berupa kasus nyata, berdasarkan pengalaman, di mana kamu menggunakan kelebihan tersebut dalam pekerjaan. Jadi bukan sekadar omongan kosong belaka.

5. Menjaga etika

Menjaga etika saat proses wawancara adalah mutlak. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan pewawancara untuk menerimamu bekerja. Percuma punya keahlian memadai, tetapi kalau etika selama wawancara jelek, imej kamu bakal rusak.

Pewawancara bukan hanya mencari kandidat yang memiliki skill, namun juga atittude yang baik. Oleh sebab itu, jaga etikamu saat diwawancara. Contohnya terlalu banyak tertawa, memainkan rambut, pandangan ke mana-mana, berbohong, banyak bicara, menggunakan bahasa atau kalimat yang buruk, dan lainnya.

Duduklah dengan sopan, postur tubuh tegak, jangan bicara bila tidak ditanya kecuali dipersilakan bertanya, hindari membual atau berbohong, gunakan kalimat yang baik, serta fokus atau tetap menjaga kontak mata ketika wawancara.

6. Bersikap percaya diri

Dalam dunia kerja, sikap percaya diri alias pede sangat penting. Agar tidak dipandang sebelah mata orang lain. Percaya diri pada kekuatan dirimu. Bahwa kamu datang dengan kemampuan, keahlian, dan kompetensi, bukan ‘otak kosong.’

Selain itu, percaya diri dalam menjawab pertanyaan pewawancara. Dengan begitu, jawabanmu akan meyakinkan pewawancara.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Apa Itu Remote Working dan Jenis-Jenis Profesinya