Liburan Akhir Tahun Pakai Pinjaman KTA, Masalah Gak Ya?

Liburan itu penting, setiap orang termasuk kamu berhak mendapatkan liburan sebagai waktu untuk healing dan menikmati waktu santai tanpa memikirkan beban pekerjaan baik sendiri, bersama teman atau keluarga tercinta.

Kebutuhan liburan sendiri tidak hanya untuk beristirahat tapi juga menghindari kamu dari berbagai kemungkinan penyakit mental seperti stress berlebihan sampai depresi.

Kalau mau merencanakan liburan, harus direncanakan dengan baik seperti mau kemana, ingin melakukan apa saja, dengan siapa saja, termasuk berpikir soal anggaran. Jika sudah tahu tujuan liburan, maka tinggal menyusun biaya kebutuhan liburan, kemudian menghitung total keseluruhan pengeluaran.

Jika tidak mau repot mikir printilan keperluan liburan, seperti tiket pesawat, transportasi, akomodasi, tiket masuk lokasi wisata, dan sebagainya, kamu dapat menggunakan jasa open trip. Asalkan sudah siap dengan dananya.

Lebih Baik Liburan Pakai Dana Tabungan atau KTA?

Mungkin gak sih menabung kilat untuk membiayai liburan? Jawabannya bisa saja. Misalnya, kamu mau liburan ala backpacker ke Korea Selatan. Perkiraan biayanya sekitar Rp10 juta, belum termasuk belanja. Kalau mau cepat terkumpul, sisihkan gaji sebesar Rp3 juta di bulan pertama, Rp3 juta di bulan kedua, lalu Rp4 juta di bulan ketiga.

Tapi bayangin lagi deh, meski kamu punya kemampuan menabung sebesar itu, toh untuk tiket pesawat (PP Jakarta-Seoul) saja, baru dapat terbeli setelah menabung dua bulan. Berarti di akhir bulan November. Sementara harga tiket jauh lebih murah bila dipesan jauh-jauh hari, kecuali ada promo mendadak dari maskapai maupun agen perjalanan.

Begitupun jika kamu memakai jasa open trip. Tur dari Jakarta ke Korsel dibanderol Rp10 juta. Mau ikut, siapkan DP 50% atau Rp5 juta. Sisanya 25% dicicil saat pengurusan, dan 25%-nya lagi dilunasi dua minggu sebelum keberangkatan. DP tersebut harus kamu siapkan saat mendaftar. Kalau gak punya tabungan, uang dari mana untuk membiayai liburan?

Sebetulnya solusi keuangan terakhir dari rencana liburan yang mepet adalah dengan pinjaman. Pilihannya beragam, bisa mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), pinjaman online, paylater aplikasi travel, atau memanfaatkan kartu kredit.

“Hukum” dan Perhitungan Pakai KTA untuk Liburan


"Hukum" dan perhitungan pakai KTA untuk liburan

Dibanding utang pakai kartu kredit, pinjol, maupun paylater, liburan menggunakan KTA punya kelebihan, yaitu:

1. Pinjaman tanpa memberikan jaminan apapun. Jadi aset pribadi, seperti rumah, tanah, sertifikat, kendaraan, emas, dan lainnya akan tetap aman.

2. Pengajuan KTA relatif lebih cepat dan mudah. Asal persyaratan lengkap, dana KTA dapat cair hanya dalam waktu satu jam.

3. Mengajukan KTA, ada yang tidak memberlakukan syarat harus punya kartu kredit. Jadi siapapun berkesempatan mengakses pinjaman ini.

Tapi perlu diperhatikan, meminjam KTA harus siap dengan konsekuensi bunga relatif tinggi. Bahkan ada yang mengenakan hingga 2,5% per bulan. Balik lagi, tingkat bunga ini tergantung kebijakan masing-masing bank. Belum lagi ada biaya pinalti jika melunasi KTA sebelum jatuh tempo.

Coba hitung, kalau kamu pinjam KTA Rp10 juta untuk dana liburan, tenor 1 tahun (12 bulan), suku bunga 2,5% per bulan. Maka, pokok bunga yang harus dibayar sebesar Rp250 ribu per bulan. Dikalikan 12 bulan, berarti Rp3 juta. Jadi, kamu harus melunasi kewajiban pinjaman sebesar Rp13 juta ke pihak bank. Dibagi 12 bulan, maka cicilannya sebesar Rp1.083.333 per bulan.

Dengan KTA, liburan mendadak pun tak jadi masalah. Duit tersedia. Akan tetapi, kamu akan dibayangi utang usai liburan panjang. Beda kalau kamu menabung jauh-jauh hari untuk biaya liburan, pikiran dan hati tenang karena tak ada beban utang yang mengejar.

Perencana Keuangan, Aidil Akbar seperti dikutip dari wolipop.detik menyarankan agar jangan menggunakan utang untuk liburan. “Liburan buat refreshing. Tapi pas balik ke Jakarta, stres lagi mikirin utang. Jangan pernah liburan pakai utang,” katanya.

Dari sudut pandang berbeda, liburan dengan KTA atau jenis pinjaman lain sebetulnya tidak jadi masalah bagi:

1. Orang yang selama ini punya rekam jejak bagus melunasi kredit. Artinya disiplin membayar tagihan kredit.

2. Liburan tersebut digunakan untuk mencari penghasilan tambahan, seperti hobi fotografi. Hasil jepretanmu dapat dijual ke situs jual beli foto, dan menghasilkan uang. Lumayan kan liburan, sekalian hunting foto, dapat duit lagi.

3. Liburan tersebut akan membawamu pada ide-ide segar, sehingga berpengaruh ke produktivitas kerja. Kamu tambah bersemangat, punya ide atau inovasi baru untuk pengembangan bisnis atau perusahaan yang mampu mencetak uang lebih banyak, gaji naik, sehingga dapat membayar cicilan KTA.

Tips Liburan dengan KTA

Seperti kata pepatah "berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian". Agar bisa berlibur dengan asik, aman dan nyaman harus ada perencanaan yang apik termasuk dalam menggunakan dana liburan. Nah, meskipun liburan pakai KTA namun bukan alasan untuk tidak berhemat. Berikut tips liburan hemat pakai KTA:

  1. Jangan pergi saat peak season atau musim liburan.
  2. Booking tiket pesawat atau transportasi umum lainnya juga tempat menginap dari jauh-jauh hari, minimal 2 minggu sebelum hari keberangkatan.
  3. Manfaatkan promo.
  4. Jangan lupa lakukan perbandingan harga.
  5. Memilih destinasi wisata dengan harga tiket yang terjangkau.
  6. Kulineran dengan sistem makan tengah dengan partner liburan.
  7. Gunakan transportasi umum saat bepergian.

Putuskan dengan Cerdas

Memenuhi kebutuhan biaya liburan akhir tahun, apakah dengan cara menabung, investasi, ataupun pinjaman, seperti KTA sebetulnya kembali lagi ke tanganmu. Putuskan dengan bijak dan cerdas agar tidak menyesal nantinya.

Jika kamu ingin terbebas dari stres akibat utang pasca liburan, sebaiknya hindari pinjaman. Sebaliknya, bila kamu tipe orang yang mampu mengukur diri bahwa utang tak jadi masalah selagi punya komitmen melunasinya, maka KTA bisa menjadi solusi modal liburanmu.