Pilih Kerja atau Kuliah, Setelah Lulus SMA Mau Kemana?

Ujian nasional telah usai! Selamat buat kamu yang siswa SMA/SMK yang baru saja menyelesaikan ujian nasional. Saat ini kamu pasti merasakan kelegaan yang luar biasa setelah ujian, tetapi juga dag-dig-dug menunggu pengumuman hasil ujian.

Sembari menunggu berita kelulusan, apakah kamu sudah memiliki rencana setelah lulus sekolah? Rencananya kamu mau kuliah atau kerja? Sudahkah kamu memutuskan pilihanmu? Atau kamu saat ini masih bingung mau kemana setelah lulus sekolah?

Bekerja atau kuliah setelah lulus SMA/SMK masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Agar tidak bingung dalam merencanakan tujuan hidupmu, simak gambaran perbedaan dari bekerja dan kuliah yang bisa kamu jadikan referensi dalam membuat keputusan.

Baca Juga : Management Training: Pengertian, Manfaat, Tugas, dan Besaran Gajinya

Perbandingan Kerja VS Kuliah Setelah Lulus SMA/SMK

Kerja vs Kuliah

Kerja

Kuliah

Memiliki Penghasilan Sendiri

Kisaran gaji lulusan SMA/SMK terbatas dan nilainya lebih kecil ketimbang lulusan S1. Saat ini kisaran gaji UMR lulusan SMA/SMK adalah Rp2 juta - Rp2,8 Juta. Sedangkan, lulusan S1 gaji UMR yang diperoleh di angka Rp3,3 juta.

Menambah Beban pengeluaran

Biaya kuliah tidak murah. Kisaran biaya yang dikeluarkan selama 4 tahun untuk :

Universitas Negeri ialah minimal Rp24 juta 

Universitas Swata ialah minimal Rp40 juta

(biaya ini belum termasuk biaya pendaftaran, uang gedung, uang buku, praktikum dan lain-lainnya)

Mandiri Secara Keuangan

Karena sudah bekerja dan menerima gaji, kamu bebas mengatur keuangan pribadi, semisal menggunakan gaji untuk biaya hidup, menabung dan kebutuhan lainnya.

Masih bergantung kepada orang tua

Umumnya, jika kamu kuliah, tidak ada penghasilan sendiri. Otomatis, kamu masih bergantung dari uang saku bulanan dari orang tua untuk biaya hidup dan kuliah.

Jenis Profesi Terbatas

Tidak banyak pilihan posisi lowongan pekerjaan yang dipercayakan kepada para lulusan SMA atau SMK.

Peluang Profesi Terbuka Lebar

Ketika kamu kuliah dan memilih jurusan yang kamu ingin pelajari, setelah lulus pun kamu memiliki kesempatan lebih besar untuk bekerja di bidang yang sama atau lintas bidang.

Jenjang Karir Tidak Sebaik Lulusan S1

Faktanya, persaingan di dunia kerja semakin ketat. Jika kamu hanya mengandalkan ijazah SMA/SMK, maka jenjang karir yang kamu dapatkan cenderung stagnan dan sulit mengalami kenaikan.

Jenjang Karir Lebih Jelas

Selesai kuliah, dengan modal ijazah sarjana, kamu sudah memiliki modal untuk bekerja dan jenjang karir yang lebih jelas di masa depan.

Solusi Ingin Kuliah, Namun Tidak Memiliki Dana

Saat ini dana yang dibutuhkan untuk kuliah memang tidak sedikit. Namun bukan berarti tidak ada dana, tidak bisa kuliah. Berikut tips yang bisa dipertimbangan dan dipraktikkan buat kamu yang ingin kuliah tapi masih bingung dananya dari mana?

Bekerja sambil Kuliah

Jika memang ingin kuliah tanpa ingin membebani orang tua, kamu bisa mengatasinya dengan kuliah sambil bekerja. Jika memang masih ragu untuk memulainya, berikut beberapa tips cermat kuliah sambil bekerja :

  • Pilih pekerjaan yang waktunya cukup fleksibel, sehingga waktu kuliah sama bekerja Kamu tidak bertabrakan dan akhirnya menyusahkan diri sendiri. Seperti bekerja secara part time atau menjadi freelancer.
  • Jika tidak sanggup mengikuti kelas perkuliahan jam reguler kamu bisa memilih kelas untuk karyawan, agar bisa lebih mudah mengatur waktu antara bekerja dan kuliah.
  • Upayakan pilih jurusan sesuai dengan pekerjaan yang sedang ditekuni, sehingga bisa membantu dalam meningkatkan karir.
  • Selalu sisihkan setidaknya 40% dari gaji untuk dikumpulkan sebagai dana untuk kebutuhan kuliah baik untuk membayar uang semester dan kebutuhan lainnya.

Manfaatkan Pinjaman Pendidikan

Terdapat beberapa bank yang memang menyediakan pinjaman untuk dana pendidikan. Jadi terhalang kuliah karena masalah keuangan sudah tidak lagi menjadi alasan. Berikut beberapa pilihan program perbankan untuk pinjaman dana pendidikan:

  • Mandiri Kredit Pendidikan 

    Merupakan bagian dari Mandiri KSM (Kredit Serbaguna Mikro), mahasiswa yang mengikuti program bantuan pendidikan miskin berprestasi (Bidikmisi) di Universitas Gajah Mada dapat mengjukan pinjaman ini.

  • Briguna Pendidikan (Bank BRI)

     Briguna Pendidikan dari Bank BRI meminjamkan dana khusus untuk mahasiswa S2 dan S3 dengan penghasilan tetap. Bunga yang ditawarkan sebesar 0,4-0,5% dan jumlah pinjaman mencapai Rp250 juta dengan tenor 6 tahun (mahasiswa S2) dan 10 tahun (mahasiswa S3).

  • KTA Cimb Niaga

    Program KTA dari bank CIMB Niaga juga menyediakan pinjaman dana pendidikan sampai dengan Rp300 juta dengan jangka tenor sampai 5 tahun.

Selain program pinjaman bank, kamu juga  bisa ajukan pinjaman dana pendidikan dari lembaga non pemerintah yang menyediakan pinjaman khusus, seperti danadidik.com.

Baca Juga : Cara Mudah Membuat Kartu Kredit Khusus Bagi Pelajar dan Mahasiswa

Program Beasiswa

Baik lembaga masyarakat dan pemerintah, ada banyak yang menyediakan program pemberian beasiswa untuk dana kuliah. Contohnya, beasiswa bidikmasa dan Djarum beasiswa plus atau mengunjungi beasiswa unggulan.kemdikbud.go.id. yang diberikan khusus untuk kamu yang berprestasi. Rajin-rajinlah mencari informasi beasiswa dari berbagai sumber, uang beasiswa bisa membuat biaya kuliah kamu lebih ringan, bahkan ada beasiswa yang menanggung 100% biaya pendidikan S1 di Indonesia. 

Niat dan Bersungguh-sungguh

Baik bekerja atau kuliah merupakan pilihan yang sama-sama memiliki plus minus masing-masing. Pikirkan baik-baik sebelum memutuskan! Apapun keputusan yang kamu pilih, jika kamu menaruh niat yang baik dibarengi dengan usaha yang maksimal maka kesuksesan bisa diraih.

Baca Juga : 10 Kartu Kredit Terbaik untuk Belanja Kebutuhan Ramadan