Tentang Kredit Multiguna Properti

Kredit Multi Guna (KMG) Properti adalah sebuah produk pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dimana sertifikat rumah dapat dijadikan sebagai jaminan atas sejumlah dana yang dipinjam. Dalam produk pinjaman multi guna ini, dana yang dapat dipinjaman tergantung dari nilai bangunan yang dijaminkan. Maka tidak heran bila jumlah dana yang dipinjamkan dengan jaminan sertifikat ini bisa berjumlah milyaran rupiah. Dengan menjaminkan sertifikat rumah, kita sebagai calon peminjam tidak hanya mendapatkan sejumlah pinjaman dengan jumlah yang besar tetapi juga dalam jangka waktu (tenor) pengembalian yang cukup lama.

Di Cermati.com kredit multiguna properti ini sangat cocok bagi orang-orang yang ingin mendapatkan dana dalam jumlah besar dan memiliki sertifikat rumah / properti sebagai jaminan. Anda bisa mendapatkan pinjaman dana dengan waktu pencairan yang relatif cepat dan proses yang mudah bila surat-surat kelengkapan Anda lengkap dan memenuhi persyaratan yang tersedia.

Berikut adalah produk-produk kredit multi guna Properti di cermati yang tersedia sesuai dengan kebutuhan Anda:

Dengan mengajukan Kredit Multi Guna Properti, Anda akan memperoleh beberapa keuntungan sebagai berikut:

  • Mendapatkan dana pinjaman dengan plafon pinjaman sampai milyaran rupiah
  • Tenor pengembalian dana cukup panjang (rata-rata diatas 3 tahun)
  • Melayani berbagai jenis properti sebagai jaminan (rumah, ruko, rukan, dll)
  • Syarat pinjaman mudah
  • Waktu pencairan dana pinjaman relatif singkat
  • Pembiayaan hingga 70 - 80% harga Properti

Pihak bank atau multifinance tidak akan langsung memberikan pinjaman secara langsung karena perlu adanya proses appraisal untuk menentukan harga aset dari properti yang dijaminkan. Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi pertimbangan bagi bank atau perusahaan multifinance untuk menentukan nilai pinjaman Anda berdasarkan properti yang Anda jaminkan:

  • Harga Pasaran Properti Tersebut:
    Dalam proses appraisal, harga properti yang Anda ajukan sebagai jaminan akan dibandingkan dengan harga pasaran yang beredar. Dengan melakukan proses perbandingan ini pihak bank akan menentukan nilai dari properti tersebut sebelum memberikan pinjaman ke calon nasabah yang mengajukan.
  • Speifikasi dan Kondisi Bangunan:
    Nilai dari sebuah bangunan juga dapat ditentukan dari kondisi dari properti tesebut yang meliputi beberap hal seperti:
    • Luas tanah dan bangunan
    • Jenis lantai (apakah keramik, marmer, atau bahan lainnya)
    • Material bangunan
    • Lokasi rumah pembanding (harus satu area / kompleks)
  • Kelengkapan Dokumen yang Diajukan:
    Dalam proses pengajuan tentu saja kelengkapan surat-surat yang ada juga akan menentukan nilai dari properti tersebut, bila dokumen yang disediakan lengkap tentu saja harga yang ditawarkan bisa lebih tinggi

Berikut adalah hal-hal yang dapat dibiayai oleh Kredit Multi Guna Properti:

  • Biaya Merenovasi Rumah
  • Biaya Pernikahan
  • Biaya Pendidikan Anda/anak
  • Biaya Pengobatan
  • Biaya Pembelian Barang Berharga/Elektronik
  • Modal Usaha/Bisnis
  • Kebutuhan finansial lainnya

Dalam pengajuan kredit multi guna Propertiada beberapa peryaratan umum yang harus dipenuhi yaitu:

  • Memiliki pendapatan bulanan yang sesuai dengan produk KMG Propertiyang diajukan (Cth: minimum penghasilan Rp 7.000.000.-)
  • Usia pemohon kredit harus diatas 21 tahun
  • Usia pemohon kredit dibawah 55-60 tahun pada saat masa pelunasan

Untuk pengajuan berbagai produk kredit multi guna Propertidi cermati, calon peminjam diharapkan dapat melengkapi berbagai dokumen-dokumen sebagai berikut:

Dokumen/Jenis Pekerjaan

Karyawan

Wirausaha

Profesional

Formulir Aplikasi Pinjaman yang sudah ditandatangani debitur

     

Fotokopi KTP/KITAS dan pasangan (bila sudah menikah)

     

Fotokopi Kartu Keluarga

     

Fotokopi Akta Nikah / Akta Cerai / Akta Kematian (untuk debitur dengan status janda/duda)

     

Fotokopi NPWP (untuk istri bisa menggunakan NPWP milik suami)

     

Fotokopi Rekening Tabungan (3 bln terakhir)

     

Bukti Penghasilan (Slip Gaji/SKP/SPT) 

     

Fotokopi Rekap Penghasilan (Bon / Salinan Piutang / Catatan Penjualan 3bln terakhir

     

Fotokopi Surat Izin Profesi

     

Fotokopi akta pendirian/SIUP/TDP

     

Foto Usaha / Tempat Praktek

     

Fotokopi Rekening Listrik 6 Bulan Terakhir atau PBB 2 tahun terakhir

     

Fotokopi Sertifikat Rumah, IMB, Denah Bangunan, AJB, dan PBB

     

Secara umum terdapat 3 (tiga) jenis penghitungan bunga untuk produk pinjaman, termasuk untuk produk KMG, yaitu sebagai berikut:

Suku Bunga Flat:
Suku bunga flat adalah perhitungan bunga yang paling mudah. Tiap bulan angsurannya sama, bunganya sama, cicilan pokoknya sama. Biasanya perhitungan bunga ini dipakai pada KMG (Kredit Tanpa Agunan). Dalam kredit bunga flat atau bunga tetap, plafon kredit dan besarnya bunga akan dihitung secara proposional sesuai dengan jangka waktu kredit. Nilai bunga akan tetap sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari prosentasi bunga dikalikan pokok pinjaman awal. Jadi jumlah pembayaran pokok + bunga setiap bulan akan sama besarnya.

Suku Bunga Efektif:
Dalam kredit dengan bunga efektif atau kadang disebut sliding rate, perhitungan bunganya dilakukan pada setiap akhir periode angsuran. Bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya. Bunga dihitung berdasar nilai pokok yang belum dibayar. Jadi bunga per bulan akan berubah-ubah berdasar nilai pokok yang masih terutang. Nilai bunga yang dibayar debitur setiap bulan akan semakin mengecil. Karena bunganya yang dibayar mengecil, maka angsuran per bulan akan semakin menurun dari waktu ke waktu. Angsuran bulan kedua lebih kecil daripada angsuran bulan pertama, begitu seterusnya.

Suku Bunga Anuitas:
Kredit bunga anuitas adalah modifikasi dari perhitungan kredit bunga efektif. Modifikasi ini dilakukan untuk mempermudah nasabah dalam membayar per bulannya, karena angsuran tiap bulannya sama. Dalam kredit dengan bunga anuitas, angsuran bulanannya tetap. Namun komposisi bunga dan pokok angsuran akan berubah tiap periodenya. Nilai bunga per bulan akan mengecil, angsuran pokok per bulannya akan membesar. Jadi angsuran bulanannya tetap, hanya komposisi antara pokok dan bunga berbeda.

Biaya Provisi:
Pada awal pengajuan kredit perorangan, baik KTA maupun KMG, Anda akan dikenakan biaya provisi. Provisi adalah biaya balas jasa ke bank karena disetujuinya pinjaman. Ada yang bilang biaya provisi ini hampir sama juga dengan biaya administrasi.
Biaya provisi dikenakan sebanyak satu kali di awal proses pengambilan kredit dengan memotong langsung dari dana pinjaman yang dicairkan bank. Ada juga bank yang tidak menerapkan biaya provisi pada pemohon kredit, tetapi mengenakan biaya administrasi yang cukup tinggi untuk pengurusan kredit tadi. Besaran biaya provisi untuk KTA tergantung masing-masing bank. Biasanya sekitar 1 – 3,5% dari total kredit yang didapatkan.

Biaya di Muka:
Yang dimaksud biaya di muka ini adalah biaya yang harus dibayarkan di luar cicilan. Jumlahnya tergantung pihak bank. Untuk KTA, biaya yang dibayar di muka adalah antara 1.5 – 5% dari total pinjaman.

Biaya Bunga:
Pihak bank seperti biasa akan menetapkan bunga pada kredit yang Anda minta. Besaran bunganya berbeda-beda, tergantung bank yang mengeluarkan kredit tersebut. Bunga yang dikenakan oleh KTA cukup tinggi yaitu antara 10 – 23% per tahunnya. Tingginya bunga KTA ini dikarenakan KTA tidak meminta jaminan aset atau apapun dari pihak penerima kredit, sehingga risiko kerugian bank lebih besar. Bunga yang berlaku pada KTA bersifat flat. Misalnya Anda meminjam KTA dengan bunga cicilan 23% per tahun, maka hingga cicilan Anda telah sedikit, bunga yang sama tetap berlaku.

Biaya Penalti:
Biaya penalti adalah biaya yang dikenakan bank bila pelunasan KTA atau KMG dipercepat sesuai dengan ketentuan masing-masing bank. Untuk KTA, biaya penalti ini mencapai 5 – 6% dari sisa tagihan KTA Anda.

Biaya Materai:
Beberapa bank meminta pihak pengambil kredit untuk membayar materai dan itu berlaku untuk KTA dan KMG juga. Namun ada juga bank yang murah hati dan membayarkan biaya materai, terutama untuk kredit jenis KMG.

Biaya Asuransi:
KTA atau KMG menerapkan asuransi jiwa yang akan melindungi pihak penerima kredit. Bukan apa-apa secara tenornya cukup lama, ditambah jumlah pinjaman yang besar membuat bank tidak mau mengambil risiko bila yang menerima kredit meninggal dunia. Asuransi yang dipilih juga berdasarkan penunjukkan bank, bukan pilihan Anda yang akan diasuransikan.

Beberapa pihak penyedia KMG menawarkan cara yang bervariasi dalam memudahkan nasabah untuk melakukan pembayaran cicilan pinjaman, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Dengan melakukan setoran otomatis (autodebet) dari rekening debitur.
  • Dengan metode transfer antarbank.
  • Dengan menggunakan layanan e-channel bank: internet banking, Propertie banking, atau ATM.
  • Dengan melakukan setoran manual/langsung ke teller.

Di Cermati.com, ada beberapa jenis produk KMG yang bisa Anda ajukan tergantung dari jenis aset yang akan dijadikan jaminan yaitu: