7 Istilah Keuangan yang Perlu Anda Tahu

Dalam hal keuangan, bukan berarti hanya pihak bank atau orang yang bekerja di bagian keuangan saja yang harus memahami beberapa istilah penting di dalamnya. Kita sebagai masyarakat awam, penting juga untuk tahu tentang istilah keuangan, karena sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebut saja seperti kata aset, yang bisa diartikan sebagai harta milik seseorang atau perusahaan. Nah, memahami istilah keuangan ini, tentu akan menguntungkan kita pada saat melakukan transaksi.

Bahkan, bila kita menjalankan sebuah bisnis, memahami istilah keuangan ini menjadi sangat penting, agar bisa membuat pembukuan dengan baik. Berikut tujuh istilah keuangan yang perlu dipahami:

1. Bunga Gabungan


Ilustrasi bunga gabungan

Istilah suku bunga dalam keuangan biasanya ditemui pada transaksi perbankan. Pengertian dari bunga itu sendiri adalah suatu imbalan atas sejumlah uang yang didepositokan nasabah.

Lalu, pernahkah Anda mendengar istilah bunga gabungan? Adakalahnya suku bunga dari beberapa transaksi digabungkan.

Misal, Anda menggunakan kartu kredit dan pada lembar tagihan terdapat bunga gabungan. Bunga tersebut bisa berarti beban bunga yang harus ditanggung plus denda yang ada karena telat membayar cicilan.

Ini sama halnya jika melakukan investasi dan tabungan, Anda akan mendapat bunga gabungan, yaitu bunga akumulasi dan bunga deposito.

2. Kekayaan Bersih


Kenali istilah kekayaan bersih

Istilah kekayaan bersih juga sering disebut dalam dunia keuangan. Adapun pengertiannya adalah selisih dari aset yang dimiliki dan utang yang dibebankan.

Lalu, apa yang dimaksud aset itu sendiri adalah harta berupa uang, kendaraan, tanah atau reksa dana. Sementara utang adalah beban pinjaman, seperti cicilan leasing atau cicilan kredit.

Baca Juga: Pahami Sistem Klaim Asuransi Kesehatan Berikut untuk Memudahkan Klaim Asuransi

3. Alokasi Aset


Alokasi aset

Alokasi aset dalam istilah ini berarti cara menempatkan beberapa aset yang dimiliki. Perlu diketahui, terdapat 3 wadah dalam keuangan, yaitu saham, obligasi, dan tunai.

Setiap wadah aset tersebut tentunya memiliki risiko masing-masing. Kita harus bisa melakukan alokasi aset dengan tepat. Misal, deposito untuk jangka pendek dan saham cocok untuk jangka panjang.

4. Capital Gains


Ilustrasi dapat untung dari penjualan modal

Pernahkah Anda mendengar istilah capital gains ini? Capital sendiri artinya modal atau berkaitan dengan harga. Bila capital gains adalah selisih harga yang dibeli saat ini. Selisih harga tersebut akan terjadi bila kita benar-benar menjual modalnya.

5. Portofolio Rebalancing


Keseimbangan penempatan dana

Kata dasar balance berarti seimbang. Jika rebalancing, maka artinya adalah mengembalikan porsi untuk portofolio saham dan juga obligasi.

Jika target mengelola portofolio saham sebesar 60% untuk saham, maka sebesar 20% untuk obligasi. Sisanya, 20% lagi untuk uang tunai.

Ketika keadaan pasar sedang kurang stabil, saham menurun dan tidak mencapai 60% harus dilakukan rebalancing. Caranya dengan menambah jumlah dana pada pengelolaan saham.

Baca Juga: 9 Tips Memilih Asuransi Syariah Berkualitas

6. Asuransi Term-Life


Kenali juga istilah yang ada pada asuransi

Asuransi adalah proteksi untuk kehidupan kita. Dalam asuransi, dikenal istilah Asuransi Term-Life, yang artinya suatu kondisi term jangka waktu perlindungan hingga 30 tahun.

Apabila sebelum mencapai usia yang ditetapkan sebagai perlindungan, lalu meninggal, maka ahli waris dapat melakukan klaim. Tanpa klaim, maka ahli waris tidak mendapatkan apapun. Jika waktu habis, maka bisa dilakukan perlindungan ulang tanpa penalty.

7. Payung Asuransi


Kenali istilah payung asuransi

Istilah lain yang juga sering digunakan adalah payung asuransi (umbrella insurance)Jenis asuransi ini tidak hanya berperan menjaga aset yang kita miliki. Tapi payung asuransi juga bisa melindung aset dari tindakan kriminal, seperti pencurian.

Mengenali Istilah Keuangan Akan Menguntungkan

Pada saat melakukan transaksi keuangan, Anda pasti akan menemukan istilah-istilah yang kadang belum benar-benar dimengerti. Sebaiknya, Anda membekali diri terlebih dahulu dengan istilah-istilah keuangan yang ada agar memudahkan dan menguntungkan Anda ketika melakukan kegiatan yang berhubungan dengan keuangan.

Baca Juga: Asuransi dari Kantor Sudah Cukup? Kenali 4 Jenis Asuransi Jiwa untuk Karyawan