9 Tips Memilih Asuransi Syariah Berkualitas

Saat ini banyak orang yang merasa seolah harus kembali ke fitrahnya, mengikuti jalan yang diajarkan oleh agama Islam, termasuk dalam hal kegiatan ekonomi. Pilihan produk syariah seolah menjadi sebuah keharusan. Kondisi tersebut membuat banyak bermunculan lembaga keuangan yang berlabelkan syariah, misalnya Bank Syariah, Asuransi Syariah, Pegadaian Syariah maupun Lembaga Pembiayaan Syariah lainnya.

Hal ini membuktikan bahwa keberadaan Lembaga Keuangan Syariah memang dibutuhkan semua kalangan masyarakat baik kaum muslim maupun non-muslim. Mengapa non muslim ikut juga? Karena dalam bisnis syariah terdapat banyak nilai-nilai universal yang terkandung didalamnya, seperti keadilan bagi nasabah dan transparan dalam pengelolaan usaha sehingga produk ini dapat diterima oleh semua kalangan.

Mengenal Seluk Beluk Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Produk Asuransi

Produk Asuransi via islamiceconomic.org

Bagaimanapun juga saat ini mayoritas masyarakat memang masih banyak yang menggunakan Asuransi Konvensional daripada Asuransi Syariah. Namun sedikit demi sedikit masyarakat mulai beralih ke Asuransi Syariah yang menurut mereka lebih banyak memberikan manfaat dan tentu saja lebih sesuai syariah agama Islam (bagi yang muslim).

Bagi anda yang masih bimbang dan belum paham produk kedua asuransi tersebut sebaiknya mempelajari perbedaan keduanya.

Secara prinsip Asuransi Syariah adalah suatu usaha saling tolong-menolong antara 2 orang atau lebih dengan mengumpulkan dana bersama kemudian dikelola oleh perusahaan asuransi melalui suatu investasi sesuai hukum syariah.

Sedangkan Asuransi Konvensional adalah perjanjian antara peserta asuransi dengan perusahaan asuransi dengan cara membayar premi untuk mengikatkan diri dalam sebuah perjanjian kontrak.

Berikut ini beberapa perbedaan detil tentang Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional:

  1. Asuransi Konvensional merupakan kesepakatan antara pihak penanggung dan tertanggung dengan cara membayar premi untuk mengikatkan diri. Sedangkan Asuransi Syariah merupakan kesepakatan beberapa orang dengan tujuan saling membantu dan bekerja sama demi keuntungan kedua belah pihak.
  2. Asuransi Konvensional berdasarkan pikiran dan kebudayaan manusia yang berkembang mengikuti zaman. Sedangkan Asuransi Syariah berdasarkan ajaran agama Islam.
  3. Investasi dana Asuransi Konvensional menggunakan sistem bunga. Sedangkan Asuransi Syariah menggunakan sistem bagi hasil Investasi.
  4. Dana yang terkumpul pada Asuransi Konvensional menjadi hak milik perusahaan. Sedangkan pada Asuransi Syariah peserta mempunyai hak kepemilikan dana.
  5. Asuransi Konvensional tidak memiliki Dewan Pengawas yang mengawasi kinerjanya. Sedangkan Asuransi Syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang mengawasi kinerjanya.

Dari perbedaan di atas jelas sekali bahwa Asuransi Syariah lebih menguntungkan dibandingkan Asuransi Konvensional, serta sesuai dengan yang diajarkan oleh agama Islam. Namun kita tetap harus berhati-hati dalam memilih Perusahaan Asuransi Syariah yang berkualitas.

Baca Juga: Asuransi Pendidikan Terbaik untuk Anak

Pelajari 9 Tips Memilih Produk Asuransi Syariah yang Berkualitas

Polis Asuransi

Ada Beberapa Hal yang Mesti Diperhatikan via blogspot.com

Asuransi memang penting untuk menjamin dan melindungi kehidupan masyarakat terhadap resiko yang bisa saja muncul dikemudian hari. Sehingga banyak masyarakat yang bersedia bergabung dan memiliki asuransi yang berbasis syariah karena sesuai dengan ekonomi syariah yang diajarkan agama Islam.

Dengan bertambah banyaknya perusahaan asuransi yang menawarkan produk Asuransi Syariah, maka pilihan nasabah juga semakin banyak. Bahkan banyak bank konvensional membuat divisi khusus yang menawarkan produk berbasis syariah.

Memilih Asuransi Syariah yang berkualitas tidaklah mudah, karena semua perusahaan asuransi saling berlomba menawarkan keunggulan produk asuransi mereka untuk menarik nasabah sebanyak-banyaknya.

Supaya tidak salah memilih Asuransi Syariah yang berkualitas, cermatilah beberapa tips memilih Asuransi Syariah yang berkualitas berikut ini:

1. Ketahui Kebutuhan, Jangan Sampai Salah Pilih Produk

Peserta asuransi harus mengetahui jenis asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya. Asuransi memiliki banyak pilihan produk, seperti Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan dan asuransi yang sekaligus menjadi investasi. Dari berbagai jenis asuransi tersebut pilihlah asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika ragu-ragu, mintalah pendapat saudara, sahabat, atau agen asuransi yang Anda percayai.

2. Cari Referensi dan Tentukan Produk Perusahaan Asuransi Syariah yang Ingin Diambil

Saat ini banyak berdiri perusahaan asuransi, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ketika memilih perusahaan asuransi pelajarilah lama berdiri dan kualitas pelayanan dari perusahaan asuransi tersebut. Pelajari berapa lama perusahaan tersebut bergerak dalam bidang Asuransi Syariah. Pelajari juga bagaimana pelayanan perusahaan tersebut dalam pembayaran klaim, apakah ada kendala atau tidak.

3. Pastikan Ada Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Seluruh Perusahaan Asuransi Syariah pasti memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dewan Pengawas Syariah ini memiliki anggota beberapa orang yang memahami benar ekonomi syariah. Dewan Pengawas Syariah ini bertujuan mengatur, mengawasi dan menjamin produk Asuransi Syariah yang ditawarkan benar-benar merupakan produk yang halal dan dijalankan sesuai dengan syariat agama Islam.

4. Pelajari Detil Akad Asuransi Syariah yang Dibuat

Akad Asuransi Syariah merupakan bentuk kesepakatan dalam perjanjian Asuransi Syariah. Pelajari dan pahami dahulu akad yang digunakan perusahaan. Periksa semua hal yang berhubungan dengan produk Asuransi Syariah tersebut. Isi Akad Asuransi Syariah memegang peranan utama menyangkut status premi polis asuransi.

Dalam akad Asuransi Syariah, tidak ada dana hangus untuk asuransi jiwa. Jika nasabah karena sesuatu hal tidak dapat memperpanjang preminya, maka dana premi yang dibayarkan mulai awal ikut asuransi masih tetap ada, walaupun tidak 100%. Hal ini karena premi yang disetor dikurangi biaya administrasi.

5. Pelajari dan Pahami Ilustrasi yang Diberikan

Sebelum Anda melakukan akad Asuransi Syariah, terlebih dahulu agen asuransi akan memberikan ilustrasi yang menjelaskan beberapa hal mengenai produk Asuransi Syariah. Ilustrasi tersebut meliputi perkiraan besaran dana yang akan didapatkan oleh calon nasabah ketika periode kesepakatan telah berakhir.

Perhatikan betul-betul setiap detail ilustrasi yang dijelaskan oleh agen asuransi, agar setiap detail ilustrasi yang dijelaskan tersebut dapat Anda pahami. Apabila ada yang belum dipahami jangan ragu untuk menanyakannya. Jangan mudah tergiur dengan tawaran tinggi yang tidak wajar, seperti tawaran yang jauh di atas keuntungan bank syariah pada umumnya. Cermati asumsi-asumsi yang terdapat di setiap lembar ilustrasi dan sikapi secara bijaksana.

6. Sesuaikan Antara Kebutuhan Asuransi dengan Manfaatnya

Semua produk Asuransi Syariah mempunyai manfaat dan keuntungan masing-masing, maka pilihlah produk yang lebih bermanfaat dan memberikan keuntungan sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebaiknya pelajari dahulu manfaat dan keuntungan setiap produk asuransi yang akan dibeli.

Dengan mengetahui jenis asuransi beserta manfaatnya, Anda akan lebih mudah menentukan jenis asuransi yang sesuai dan perusahaan yang akan menjadi rekan bisnis. Misalnya, Anda membeli produk Asuransi Kematian, maka Anda tidak akan mendapatkan ganti rugi bila hanya sakit atau luka-luka. Atau misalnya, Anda membeli produk Asuransi Kecelakaan, maka Anda tidak akan mendapatkan ganti rugi bila menderita sakit karena penyakit.

7. Bandingkan dan Cari Tarif Premi paling Hemat dari Produk Asuransi Syariah

Premi asuransi yang merupakan kewajiban dan tanggung jawab nasabah mempunyai besaran yang berbeda-beda antara 1 perusahaan dengan perusahaan lainnya. Tarif premi atau polis asuransi inilah yang menjadi perhatian untuk menentukan perusahaan asuransi syariah terbaik yang sesuai dengan kondisi keuangan keluarga Anda.

Pilihlah tarif premi yang wajar dan cukup kompetitif, namun bukan yang murahan. Anda harus waspada dengan premi asuransi yang terlampau murah sangat jauh di bawah tarif premi Asuransi Syariah pada umumnya. Sebab bisa saja perusahaan asuransi ingin mengambil dana yang sebesar-besarnya, tetapi manfaat asuransi yang diberikan kepada nasabah dipersempit. Misalnya asuransi mobil cuma dengan rate 1,00% sangat tidak wajar, sebab dana yang diperoleh pasti belum cukup untuk menutupi biaya operasional perusahaan, apalagi untuk membayar klaim nasabah.

Baca Juga: Asuransi Perjalanan: Manfaat dan Cara Memilihnya

8. Memilih Agen Asuransi Syariah

Agen Asuransi merupakan perwakilan Perusahaan Asuransi yang bertugas menjembatani perusahaan asuransi dengan nasabah. Maka pilihlah agen asuransi yang Anda percayai mampu memberikan penjelasan produk yang dipilih secara detil, benar, dan lengkap. Agen Asuransi yang resmi dan profesional, pasti menjadi anggota AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) serta mempunyai nomor keanggotaan AAJI. Sebab mereka sudah melewati ujian untuk menjadi agen asuransi profesional serta sudah tercatat secara resmi.

Sehingga apabila nasabah suatu saat nanti menghadapi permasalahan dengan polisnya, maka dapat meminta kehadiran agen untuk membantu menyelesaikan masalah, bahkan perusahaan asuransi pun akan ikut bertanggungjawab atas masalah yang ada. Pastikan pelayanan yang Anda dapatkan merupakan pelayanan yang terbaik, karena Anda membeli produk asuransi tersebut untuk jangka panjang.

9. Coba Cari Tahu Sistem Pengelolaan Dana Asuransi Syariah

Sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah berdasarkan Al-Quran dan Hadist dengan memakai sistem dan prinsip Al-Mudharabah yang diajarkan agama Islam. Sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah halal dan dapat diterima semua kalangan baik kaum muslim maupun non-muslim. Jadi dengan mengetahui sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah akan memberikan ketenangan bagi nasabah.

Cermat Dalam Memilih Asuransi 

Dari uraian beberapa tips memilih asuransi syariah yang berkualitas di atas, diharapkan dapat membantu nasabah memahami produk-produk perusahaan asuransi. Khususnya Asuransi Syariah yang sesuai ajaran agama Islam, sehingga lebih memberikan ketenangan bagi kaum muslim yang menjadi nasabahnya. Demikian uraian tips memilih asuransi syariah yang berkualitas, semoga memberikan banyak manfaat.

Baca Juga: BPJS Kesehatan, Apa Kelebihan dan kekurangannya?