Apakah Visa Kerja ke Luar Negeri Dicek BI Checking? Ini Jawabannya!
Bekerja di luar negeri menjadi impian banyak orang karena menawarkan gaji yang kompetitif, pengalaman hidup baru, dan kesempatan besar untuk memperbaiki masa depan. Namun, sebelum bisa terbang ke negara tujuan, kamu wajib melewati proses administrasi yang cukup ketat, salah satunya adalah pengajuan visa kerja.
Di tengah persiapan tersebut, sering muncul kekhawatiran: "Apakah pengajuan visa kerja bakal terhambat kalau aku punya riwayat kredit yang buruk?" atau "Apakah kedutaan bakal mengecek BI Checking (sekarang disebut SLIK OJK)?". Yuk, simak jawaban lengkap dan faktanya di sini agar kamu bisa lebih tenang saat melakukan apply visa!
Apakah Kedutaan Mengecek BI Checking?
Jawaban singkatnya adalah tidak secara langsung. Secara otoritas, kedutaan besar atau pihak imigrasi negara tujuan tidak memiliki akses langsung ke sistem BI Checking atau SLIK OJK milik Indonesia. Sistem perbankan di tanah air tidak terhubung secara otomatis dengan sistem imigrasi negara lain.
Meski begitu, bukan berarti kondisi keuangan kamu sama sekali tidak berpengaruh. Pengaruh riwayat kredit ini muncul secara tidak langsung melalui beberapa hal berikut:
- Stabilitas Rekening Koran: Saat mengajukan visa, kamu biasanya diminta melampirkan rekening koran. Jika ada tunggakan utang yang besar, arus kas di rekening kamu mungkin terlihat berantakan atau tidak stabil, yang bisa memengaruhi penilaian pihak kedutaan.
- Proses Pembiayaan Keberangkatan: Banyak calon pekerja migran yang menggunakan bantuan pinjaman dari bank untuk menutupi biaya keberangkatan. Di sinilah BI Checking menjadi faktor penentu utama. Jika laporan kreditmu buruk, pinjaman modal kerja bisa ditolak, dan rencana kamu untuk terbang pun otomatis tertunda.
Dokumen Penting yang Wajib Kamu Siapkan
Agar proses apply visa kerja kamu berjalan mulus tanpa kendala finansial, pastikan kamu sudah melengkapi dokumen standar berikut:
- Paspor Aktif: Minimal masa berlaku adalah enam bulan sebelum tanggal keberangkatan.
- Job Offer atau Kontrak Kerja: Bukti resmi bahwa kamu sudah memiliki pemberi kerja (employer) di negara tujuan.
- Bukti Kemampuan Finansial: Berupa rekening koran atau slip gaji untuk membuktikan kamu punya dana yang cukup selama masa awal tinggal di sana.
- Surat Keterangan Sehat & SKCK: Meliputi hasil medical check-up dan catatan kepolisian untuk memastikan kamu layak bekerja secara fisik dan hukum.
- Sertifikat Keahlian: Seperti ijazah atau sertifikat kemahiran bahasa asing (misalnya IELTS atau TOPIK).
Solusi Jika Memiliki Laporan Kredit Buruk
Walaupun tidak berpengaruh secara langsung, memiliki laporan kredit yang buruk dapat berdampak di banyak hal, termasuk dalam urusan karier. Untuk itu, berikut solusi yang bisa dilakukan jika laporan kreditmu buruk.
-
Cek Laporan Kredit Secara Berkala
Pertama, kamu harus mengetahui dan memantau detail laporan kreditmu secara berkala. Pengecekan bisa dilakukan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh OJK atau bisa juga melalui Cermati. Dari laporan itu, akan terlihat apakah masih ada tunggakan aktif, status kolektibilitas kredit, atau data kredit yang sudah lunas tapi belum ter-update.
-
Selesaikan Tunggakan atau Ajukan Restrukturisasi Kredit
Jika masih terdapat pinjaman yang belum selesai, sebaiknya coba untuk melunasinya terlebih dahulu. Banyak bank dan lembaga pembiayaan memberikan pilihan restrukturisasi, seperti penjadwalan ulang cicilan atau pengurangan denda. Setelah kewajiban diselesaikan, pastikan menyimpan bukti pelunasan atau surat keterangan lunas sebagai dokumen pendukung.
-
Stabilkan Arus Finansialmu
Beberapa bulan sebelum pengajuan visa kerja, penting untuk memperbaiki kondisi keuangan. Pastikan pemasukan masuk secara konsisten, pengeluaran terkontrol, dan mutasi rekening terlihat wajar. Rekening yang rapi dan stabil bisa membantu meyakinkan pihak kedutaan, meskipun sebelumnya memiliki riwayat kredit kurang baik.
-
Gunakan Jalur Kerja Tanpa Hutang atau Kredit
Kalau ada pilihan, sebaiknya ambil jalur kerja ke luar negeri yang tidak mengharuskan mengambil pinjaman atau berhutang ke bank. Beberapa perusahaan biasanya sudah menanggung biaya awal, seperti tiket keberangkatan atau akomodasi sementara. Selain itu, ada juga program resmi dari pemerintah yang membantu penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan sistem yang lebih jelas dan minim risiko.
-
Gunakan Agen Penyalur Kerja yang Legal dan Berizin
Mengurus kerja ke luar negeri akan lebih mudah kalau dibantu agen penyalur kerja yang resmi dan punya izin. Agen biasanya sudah paham alur pengurusan dokumen, proses pengajuan visa, sampai syarat yang diminta oleh negara tujuan serta bisa memberikan saran sesuai kondisi finansial masing-masing orang. Informasi resmi terkait agen dan penempatan pekerja migran juga dapat diakses melalui BP2MI.
Jadi, Perlu Takut BI Checking Saat Urus Visa Kerja?
Visa kerja ke luar negeri tidak dicek BI Checking secara langsung, karena sistem kredit Indonesia tidak terhubung dengan imigrasi negara lain. Tapi, kondisi finansial tetap menjadi bagian dari penilaian melalui dokumen pendukung seperti rekening koran dan bukti penghasilan. Riwayat kredit yang buruk bisa berdampak jika membuat kondisi keuangan terlihat tidak stabil dan mencurigakan
Jadi sebelum apply visa kerja sebaiknya cek laporan kredit kamu dulu, pahami semua syarat membuat visa, rapikan dokumen, dan pastikan seluruh proses dilakukan secara legal agar peluang lolos visa semakin besar.