Harga Emas Tembus Rp 1 Juta per Gram, Saatnya Jual atau Beli?

Investor emas bisa jadi lagi kibas-kibas duit sekarang ini. Menikmati cuan dari hasil jual emas yang harganya sedang mahal. Mungkin juga masih harap-harap cemas, menunggu harga emas jauh lebih tinggi.

Jika diamati, sudah dua pekan lebih harga emas batangan bertengger di level Rp 1 jutaan. Tepatnya pada 28 Juli 2020, emas Antam menembus harga Rp 1.022.000 per gram. Melonjak Rp 25.000 dari harga sehari sebelumnya Rp 997.000 per gram.

Harga emas bahkan sempat mencetak rekor termahal sepanjang sejarah pada 7 Agustus 2020, yakni Rp 1.065.000 per gram. Dan per 13 Agustus 2020, harga emas Antam per gramnya dibanderol Rp 1.028.000. Dalam kurun waktu sepekan anjlok Rp 37.000.

Baca Juga: Anda Butuh Uang Cepat? Enaknya Jual atau Gadai Emas Ya?

Punya Emas? Segini Untung Ruginya


Harga emas sedang tinggi

Investasi emas memang punya risiko naik turun. Tapi nilainya masih relatif stabil kok. Itulah kelebihan investasi emas. Jadi tempat banyak orang menanamkan uangnya karena dianggap paling aman (safe haven).

Mari kita sedikit berhitung berapa untung dan rugi kalau kamu beli atau jual emas sekarang ini. Tapi sebelumnya, kamu harus tahu istilah buyback. Yaitu patokan harga bila kamu menjual emas ke Antam.

  • Misalnya kamu membeli emas batangan Antam tanggal 13 Agustus 2020 seharga Rp 1.028.000. Jika dijual lagi, harga yang berlaku adalah harga buyback per tanggal tersebut = Rp 911.000. Jadi kamu rugi sebesar = Rp 117.000 per gram atau 11,4%.
  • Beli emas pekan lalu 7 Agustus 2020 = Rp 1.065.000, lalu dijual tanggal 13 Agustus 2020 dengan harga buyback = Rp 911.000, maka selisihnya = Rp 154.000 per gram atau rugi 14,5%.
  • Tapi kalau kamu beli emas setahun lalu 13 Agustus 2019 = Rp 764.000, kemudian dijual 13 Agustus 2020 dengan harga = Rp 911.000, maka untung = Rp 147.000 per gram atau 19,2%.
  • Beli emas 4 tahun lalu tepatnya 13 Agustus 2012 seharga = Rp 524.000, dan dijual lagi tanggal 13 Agustus 2020 dengan harga buyback Rp 911.000, selisihnya = Rp 387.000 atau untung 73,9%.

Dari perhitungan di atas, kamu bisa lihat bahwa emas sangat menguntungkan bila diinvestasikan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Investasi Emas: Pilih Emas Perhiasan atau Batangan

Harga Emas Lagi Mahal, Waktunya Jual atau Beli?


Pilih beli atau jual ya saat harga emas tinggi?

Harga emas saat ini memang bikin melotot. Di sisi lain, pemiliknya pasti galau. Mau jual atau beli lagi ya. Termasuk milenial yang mau coba-coba investasi.

Dilema, kalau dijual, khawatir harganya makin tinggi, malah jadi gak dapat untung banyak. Mau beli, harga emas lagi mahal. Nanti kalau jeblok, malah buntung.

Daripada bingung, simak dulu nih apa kata analis soal investasi dan harga emas. Jadi, kamu bisa mengambil keputusan yang tepat.

Dihubungi Cermati.com, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, tren penguatan emas masih terbuka karena perekonomian global masih dilanda krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, pelonggaran moneter global masih berlangsung, sehingga mendorong penguatan harga emas. Prediksi Ariston, harga emas masih akan betah di level Rp 1 jutaan hingga akhir tahun.

“Potensi (harga emas) mungkin masih bisa ke kisaran Rp 1.130.000 (per gram),” ungkapnya.

Meski begitu, investor tetap harus hati-hati. Ariston memperkirakan bakal ada faktor yang akan mengubah arah harga emas di akhir tahun ini. Peluang harga emas bergerak ke bawah, balik ke harga Rp 900 ribuan.

Faktor tersebut, yaitu penemuan vaksin Covid-19 yang sudah bisa dicoba dan kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu Amerika Serikat (AS).

“Iya ke arah sana (harga emas Rp 900 ribuan),” tutur Ariston.

Rekomendasi dari Ariston bagi kamu yang mau investasi emas saat ini:

  • Boleh Jual

Bagi kamu pengoleksi emas, bisa menjual sebagian aset tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Sebagian emas lain disimpan. Jaga-jaga kalau harga emas terus naik.

  • Tahan Beli

Lebih baik tahan dulu untuk membeli emas, karena ada risiko harga emas turun. Sebaiknya membeli emas ketika kembali ke harga Rp 800-900 ribuan.

Jurus Investasi Emas Biar Gak Ambyar


Strategi investasi emas biar gak buntung

1. Tetapkan Tujuan Investasi

Investasi apapun jangan asal, termasuk emas. Jangan cuma ikut-ikutan saja, tanpa tahu arah dan tujuannya. Tetapkan tujuan investasi. Ngumpulin emas buat apa? Apakah untuk biaya menikah, membeli rumah, biaya pendidikan anak, atau lainnya.

Kemudian, tetapkan kebutuhan dananya dan jangka waktu investasi. Hitung dengan membuat simulasi berdasarkan harga emas per gramnya. Dengan begitu, kamu bisa tahu berapa uang yang harus dikeluarkan setiap bulan untuk investasi emas.

2. Tentukan jenis emas dan cara investasinya

Langkah berikutnya, tentukan bentuk emas yang mau diinvestasikan. Apakah emas perhiasan, batangan, atau logam mulia. Selanjutnya tetapkan cara investasinya.

Mau beli tunai di gerai resmi atau seperti yang sedang tren sekarang ini melalui sistem tabungan emas, baik offline (Antam atau Pegadaian) maupun online (Tokopedia, Bukalapak). Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Cari tahu dulu sebelum memutuskan, agar tidak salah pilih.

3. Jual lagi emas di tempat resmi

Pastikan kamu menyimpan surat atau kuitansi pembelian emas maupun sertifikat emas dengan baik. Jangan sampai hilang agar harga emas tidak turun terlalu jauh saat kamu menjualnya kembali.

Sedarurat apapun kondisimu, usahakan jual lagi emas di tempat resminya. Misalnya di toko emas tempat kamu membeli. Lebih terjamin dan terpercaya.

4. Investasi dalam jangka panjang

Agar investasi menguntungkan, beli emas sedikit-sedikit, tapi untuk disimpan jangka panjang. Misalnya 4-5 tahun atau lebih supaya mendapatkan profit signifikan.

Emas, Investasi Jadul yang Tetap Kekinian

Investasi emas kelihatannya memang lawas. Meski jadul, membeli emas tidak ada ruginya. Harganya cenderung stabil, bahkan terus naik. Imbal hasil investasi emas juga gak main-main, sekitar 10-12% per tahun. Lebih tinggi dari deposito. Jadi cocok banget buat pemula dan milenial yang mau terjun jadi investor.

Baca Juga: 7 Tempat Jual Beli Emas yang Paling Aman