Harga Saham BBCA Hari Ini - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Harga Saham BBCA Hari Ini

Berikut ini adalah informasi harga saham BBCA selama beberapa tahun terakhir sampai dengan periode terbaru. Dapatkan informasi mengenai grafik saham BBCA beserta analisa teknikal pembeliannya hanya di cermati.com.

Analisa Harga Saham BBCA Hari Ini

Profil PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

InformasiKeterangan
Nama Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk
Kode Emiten BBCA
Alamat Kantor Perusahaan Menara BCA, Grand Indonesia, Jl. MH Thamrin No. 1, Jakarta, 10310
Alamat E-mail Perusahaan investor_relations@bca.co.id
No. Telepon 1500888
No. NPWP Perusahaan 01.308.449.6-091.000
Situs Resmi https://www.bca.co.id/
Bidang Usaha/Sektor Jasa Perbankan/ Keuangan

Sumber: www.bca.co.id dan www.idx.co.id

Sejarah Singkat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Sejarah PT Bank Central Asia Tbk / BBCA Saham

Pada tahun 1955 Bank Central Asia atau BCA didirikan sebagai NV Perseroan Dagang & Industrie Semarang Knitting Factory. Berlandaskan dari bisnis tersebut, BCA mulai menjalankan operasional usahanya di tahun 1957, tepatnya pada tanggal 21 Februari dengan kantor pusat yang berlokasi di Jakarta.

Efektif sejak 2 September 1975, nama bisnis perbankan tersebut diganti menjadi PT Bank Central Asia Tbk atau BCA dan memperkuat jaringan pelayanan cabang. Di tahun 1977, BCA terus berkembang dan menjadi Bank Devisa. Upaya pengembangan dan perluasan jaringan kantor cabang oleh Bank BCA terus berlanjut secara agresif di tahun 1980-an, sejalan dengan kegiatan deregulasi sektor perbankan Indonesia.

Perjalanan PT Bank Central Asia Tbk

Di dekade berikutnya, BCA melakukan pengembangan terhadap alternatif jaringan layanannya dengan meluncurkan ATM dan dilakukan dengan intensif. Jaringan serta fitur ATM tersebut dijalankan dengan menjalin kerja sama dengan PT Telkom dalam hal pembayaran tagihan layanan telepon via ATM BCA. Fitur ATM BCA tersebut juga bisa digunakan oleh nasabah kartu kredit dari Citibank untuk membayar tagihan.

Namun, perkembangan Bank BCA sempat terjegal dengan terjadinya krisis moneter di tahun 1998. Bahkan, BCA sempat mengalami fenomena bank rush, dan mengharuskannya untuk menjadi BTO atau Bank Take Over. 

Hal tersebut juga membuat Bank BCA disertakan pada program rekapitalisasi serta restrukturisasi yang dicanangkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN. Proses rekapitalisasi tersebut rampung dari tahun 1999, dan akhirnya Pemerintah memiliki lebih dari 90 persen saham BCA.

Bangkit dari keterpurukan, Bank BCA terus memperkuat serta mengembangkan layanan dan produknya, khususnya di sektor perbankan elektronik dengan pengenalan Debit BCA, internet banking, mobile banking, Tunai BCA, dan sebagainya. BCA juga meningkatkan kompetensi pada aspek penyaluran kredit, tak terkecuali melalui ekspansi di bidang pembiayaan mobil via BCA Finance. 

Melalui beberapa penawaran saham ke publik, perlahan kepemilikan BPPN terhadap Bank BCA menurun dan berakhir di sekitar tahun 2005. Kala itu, Pemerintah Indonesia melakukan divestasi terhadap semua sisa kepemilikan saham Bank BCA via PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA.

Di tahun 2007, BCA menawarkan produk KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah sekaligus menjadi pelopornya di Indonesia. Di tahun 2010 sampai 2013, BCA mencoba lini bisnis anyar dengan meluncurkan perbankan Syariah, asuransi umum serta sekuritas, dan sebagainya.

Melanjutkan perjalanan bisnisnya, Bank BCA terus melakukan upaya dengan membangun kolaborasi bersama perusahaan fintech maupun e-commerce, mengakuisisi perusahaan perbankan yang menjanjikan, dan banyak lagi yang lainnya. Terakhir, Bank sejuta umat ini melakukan pengambilalihan saham Rabobank International Indonesia pada tahun 2020. 

Pergerakan dan Perkembangan BBCA Saham Indonesia

Awal mula penjualan saham BBCA terjadi di tahun 1997, tepatnya saat krisis ekonomi terjadi dan mengalami bank rush. Ketika IPO, BBCA saham dibuka di kisaran harga 1.350 sampai 1.750 Rupiah per lembar.

Semenjak pertama kali dijajakan ke publik tersebut, BBCA saham terus mengalami peningkatan yang menjanjikan. Walaupun, pasang surut harga saham perusahaan perbankan tersebut tetap tidak bisa dielakkan. 

Terbilang mahal, BBCA saham juga sempat beberapa kali melakukan split agar lebih terjangkau oleh investor yang ingin membeli sahamnya. Yang paling baru adalah pembagian saham BBCA dengan perbandingan 1:5 beberapa waktu terakhir. Hal tersebut membuat harga saham BBCA saat ini berada di titik 7,375 per 4 November 2021. 

Struktur Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

NamaJabatan
Djohan Emir Setijoso Presiden Komisaris
Tonny Kusnadi Komisaris
Cyrillus Harinowo Komisaris Independen
Raden Pardede Komisaris Independen
Sumantri Slamet Komisaris Independen
Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur
Suwignyo Budiman Wakil Presiden Direktur
Armand Wahyudi Hartono Wakil Presiden Direktur
Subur Tan Direktur
Rudy Susanto Direktur
Lianawaty Suwono Direktur
Santoso Direktur
Vera Eve Lim Direktur
Gregory Hendra Lembong Direktur
Haryanto Tiara Budiman Direktur
Frengky Chandra Kusuma Direktur
John Kosasih Direktur

Sumber: www.bca.co.id

Informasi Afiliasi Anak Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Nama PerusahaanPersentase
BCA Finance Limited 100%
PT BCA Finance 100%
PT Bank BCA Syariah 100%
PT Asuransi Umum BCA 100%
PT BCA Multi Finance 100%
PT Central Capital Ventura 100%
PT Bank Digital BCA 100%
PT BCA Sekuritas 90%
PT Asuransi Jiwa BCA 90%

Sumber: www.bca.co.id

Informasi IPO PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

InformasiKeterangan
IPO Date 31 Mei 2000
Saham Penawaran 662.400.000
Saham Pendiri 2.252.146.140
Total Saham Terdaftar 2.914.546.140
Persentase 22,50%
Harga Penawaran 1.400 (IDR)
Dana Terkumpul 927.360.000.000 (IDR)
Biro Administrasi Efek PT Raya Saham Registra
Penjamin Emisi Utama PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities
Papan Pencatatan Main 

Sumber: www.idnfinancials.com

Pembagian Dividen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

TahunBonus SahamDividen TunaiJenis
2020   432,00 (IDR) Final
2020   98,00 (IDR) Interim
2019   455,00 (IDR) Final
2019   100,00 (IDR) Interim
2018   255,00 (IDR) Final
2018   85,00 (IDR) Interim
2017   175,00 (IDR) Final
2017   80,00 (IDR) Interim
2016   130,00 (IDR) Final
2016   70,00 (IDR) Interim
2015   105,00 (IDR) Final
2015   55,00 (IDR) Interim
2014   98,00 (IDR) Final
2014   50,00 (IDR) Interim
2013   75,00 (IDR) Final
2013   45,00 (IDR) Interim
2012   71,00 (IDR) Final
2012   43,50 (IDR) Interim
2011   70,00 (IDR) Final
2011   43,50 (IDR) Interim
2010   70,00 (IDR) Final
2010   42,50 (IDR) Interim
2009   70,00 (IDR) Final
2009   40,00 (IDR) Interim
2008   65,00 (IDR) Final
2008   35,00 (IDR) Interim
2007   63,50 (IDR) Final
2007   55,00 (IDR) Interim
2006   55,00 (IDR) Interim
2006   115,00 (IDR) Interim
2005   90,00 (IDR) Final
2005   50,00 (IDR) Interim
2004   80,00 (IDR) Final
2004   50,00 (IDR) Interim
2003   112,50 (IDR) Final
2002   225,00 (IDR) Final
2001   140,00 (IDR) Final
2001   85,00 (IDR) Interim

Sumber: www.idnfinancials.com

Informasi Pemegang Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Nama Pemegang SahamJumlah SahamModal DisetorPersentase
PT Dwimuria Investama Andalan 13.545.990.000 (Saham) 846.624.375.000 (IDR) 54,94%
Public (each below 5%) 11.065.369.358 (Saham) 691.585.584.875 (IDR) 44,88%
Djohan Emir Setijoso 21.243.579 (Saham) 1.327.723.688 (IDR) 0,09%
Jahja Setiaatmadja 8.159.597 (Saham) 509.974.813 (IDR) 0,04%
Suwignyo Budiman 7.639.660 (Saham) 477.478.750 (IDR) 0,03%
Subur Tan 2.913.027 (Saham) 182.064.188 (IDR) 0,01%
Tonny Kusnadi 1.252.410 (Saham) 78.275.625 (IDR) 0,01%
Armand W. Hartono 851.213 (Saham) 53.200.813 (IDR) 0,00%
Rudy Susanto 428.008 (Saham) 26.750.500 (IDR) 0,00%
Santoso default (Saham) default (IDR) 0,00%
Frengky Chandra Kusuma 277.389 (Saham) 17.336.813 (IDR) 0,00%
Lianawaty Suwono 267.797 (Saham) 16.737.313 (IDR) 0,00%
Vera Eve Lim 197.053 (Saham) 12.315.813 (IDR) 0,00%
Haryanto Tiara Budiman 36.197 (Saham) 2.262.313 (IDR) 0,00%
Gregory Hendra Lembong 34.508 (Saham) 2.156.750 (IDR) 0,00%
John Kosasih 2.000 (Saham) 125.000 (IDR) 0,00%

Sumber: www.idnfinancials.com

Temukan juga berbagai informasi saham lainnya di Cermati.com: