Jurus Jitu Tangkis Penipuan Berkedok Kirim Kode Rahasia

Seiring perkembangan teknologi, makin canggih pula gaya dan modus penipuan. Masih ingat kan dengan SMS ‘mama minta pulsa?’ Kini ada lagi model penipuan terbaru, yakni dengan meminta dikirimi kode rahasia.

Sebenarnya modus penipuan ‘kirim kode rahasia’ mirip dengan ‘mama minta pulsa.’ Pelaku mengirimkan SMS, email, atau menghubungi korban melalui panggilan telepon. Isinya SMS atau pesannya bahwa kamu memenangkan hadiah, berupa uang tunai maupun barang berharga nan menggiurkan, seperti mobil atau motor.

Sebelum mendapatkan hadiah, ada link website palsu pada pesan tersebut. Link ini jika Anda klik maka ada perintah untuk mengirim atau mengetik data diri Anda, bahkan meminta dikirim kode rahasia, seperti PIN, One-Time Password (OTP), atau tiga digit nomor Card Verification Value (CVV) pada kartu kredit.

Setelah memperoleh informasi data diri yang dicuri, pelaku dengan mudah masuk ke akun-akun keuangan dan mulai menggasaknya sampai ludes. Ngeri kan kalau ini sampai menimpa Anda. Oleh karena itu, cari tahu cara menghindari penipuan berkedok kirim kode rahasia seperi berikut ini:

Baca Juga: Waspada Penipuan Kartu Kredit! Oknum Minta Nomor Kartu dan CVV

1. Tidak memberikan data pribadi kepada sembarang orang


Tidak memberikan data pribadi ke sembarang orang

Mulai sekarang hati-hati dengan orang yang meminta data pribadi Anda. Ada yang minta data KTP, SIM, nomor ponsel, sampai PIN kartu debit atau kartu kredit, CVV, OTP, nama ibu kandung. Bijaklah memberikan data pribadi. Bisa jadi pelaku menyamar sebagai petugas bank atau institusi resmi lainnya.

Penipu bisa jadi menyamar di tempat keramaian, contohnya car free day, pusat perbelanjaan, dan pusat keramaian lain. Pelaku pun dapat memalsukan identitas sebagai petugas survei. Pastikan tidak ada yang tahu mengenai data penting Anda.

2. Jangan sembarangan membuka situs website


Jangan sembarangan membuka situs website

Selain di tempat umum, modus penipuan lain juga bisa melalui telpon, email atau SMS. Hati-hati dengan situs yang Anda kunjungi di internet. Apalagi meminta isi data pribadi. Biasanya penipu akan mengirimkan pesan singkat melalui SMS, email atau telpon berisikan link website tertentu.

Lalu Anda digiring untuk membuka situs tersebut. Tampilan web sudah dirancang sedemikian rupa agar terlihat profesional. Pada login screen ada kolom untuk mengisi username dan password. Jika melalui telepon, maka penipu akan meminta tolong Anda untuk mem-forward SMS yang diterima dari sebuah nomor baru atau nomor yang mengaku dari operator.

Dalam SMS tersebut ada kode rahasia yang akan digunakan untuk mengambil jumlah pulsamu. Penelepon bisa menyamar menjadi petugas operator atau orang biasa yang mengaku salah kirim. Sehingga Anda harus mem-forward kode itu ke nomornya.

3. Jaga kartu ATM dan kartu kredit Anda


Jaga kartu ATM dan kartu kredit Anda

Jangan pernah memberikan tiga digit nomor CVV, OTP, PIN, atau tanggal kadaluarsa yang tertera pada belakang kartu kredit maupun ATM. Termasuk nama ibu kandung. Petugas bank yang asli tidak akan meminta data-data seperti itu. Jangan menulis nomor-nomor penting Anda di sembarang tempat. Jadi, Anda harus pandai merahasiakannya. 

Baca Juga: Awas, Ada Penipuan Cashback. Begini Modus dan Cara Menghindarinya

4. Tidak mudah percaya dengan orang yang baru ditemui 


Tidak mudah percaya dengan orang yang baru ditemui

Maksudnya adalah harus selalu waspada. Bukan berarti Anda tidak boleh ramah kepada orang yang baru ditemui. Namun alangkah baiknya untuk lebih berhati-hati. Anda tidak tahu maksud dan tujuan seseorang.

Apabila ada gerak-gerik mencurigakan, lebih baik segera menghindar. Apalagi jika sampai ditanya hal bersifat privasi. Lebih baik batasi komunikasi jika dirasa mencurigakan.

5. Tidak mudah tergoda dengan iming-iming hadiah


Jangan gampang tergoda iming-iming hadiah

Jika mendapatkan SMS atau telepon yang menyatakan Anda sebagai pemenang dari hadiah tertentu, jangan mudah percaya. Pastikan dengan menghubungi call center perusahaan atau instansinya atau melihat website resminya. Apakah memang diadakan ada undian berhadiah dan Anda sebagai pemenang.

6. Bersikap tenang


Bersikap tenang

Kalau pikiran tenang, maka Anda dapat lebih mudah berpikir dengan jernih sehingga Anda mampu membedakan mana modus penipuan, mana yang bukan.

Abaikan SMS, Email, dan Telepon dari Penipu

Cara paling aman menghindari penipuan berkedok kirim kode rahasia ini adalah dengan mengabaikannya. Apalagi dari nomor tak dikenal. Jika dari telepon, pelaku sudah meminta data pribadi Anda, segera matikan. Namun bila lewat SMS atau email, lebih baik langsung hapus saja.

Baca Juga: Sering Dapat SMS Penipuan, Ini Caranya Lapor ke OJK