Nilai Pasar: Pahami Pengertian, Kelebihan dan Metode Hitungnya

Kian kemari semakin banyak orang, khususnya kalangan anak muda yang termotivasi untuk melakukan investasi. Sebagian besar dari mereka sudah sadar bahwa, investasi penting dilakukan untuk menjaga kondisi keuangan sekaligus bisa menambah aset keuangan dan juga keuntungan yang lumayan.

Investor pemula berhak memilih instrumen investasi sesuai kemampuan pengetahuan dan finansialnya. Nah, instrumen investasi yang sekarang ini banyak digandrungi investor pemula adalah saham.

Alasan investor pemula terjun investasi saham, tak lain dan tak bukan tergiur ingin mendapatkan keuntungan yang cepat dan banyak. Akan tetapi, untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan, tidak bisa dengan instan.

Investor pemula wajib memahami berbagai hal mengenai saham agar investasi bisa berjalan lancar dan terhindar dari kerugian. Dari keseluruhan, salah satunya yang penting untuk dipahami, yaitu nilai pasar (market value) dari saham itu sendiri.

Lantas, apa itu nilai pasar dan bagaimana cara menghitung nilai pasar dari suatu saham?

Simak ulasannya berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Apa Itu Nilai Pasar?


Nilai Pasar

Kamu jangan langsung daftar sebagai investor, kemudian membeli saham. Tanpa landasan ilmu mengenai investasi saham yang kuat hanya akan membuat investasi kamu bisa berujung rugi dan modal yang kamu siapkan sia-sia begitu saja.

Lain halnya, jika kamu memiliki ilmu investasi saham yang memadai, maka kamu bisa menyusun strategi investasi yang tepat dan investasi saham menguntungkan.

Hal pertama yang bisa kamu pelajari, yaitu mengenai nilai pasar. Nilai pasar adalah suatu nilai yang menggambarkan besaran nilai aset atau surat berharga pada suatu perusahaan. Nilai pasar ini juga sering disebut dengan kapitalisasi pasar dari perusahaan publik.

Dikutip dari situs OCBC NISP, Kapitalisasi pasar adalah sebuah ukuran yang didasarkan pada nilai agregat perusahaan. Kapitalisasi ini berasal dari total pengalian jumlah outstanding shares (saham) perusahaan yang beredar dengan harga satu lembar di pasaran.

Nilai Pasar VS Harga Saham

Dari pengertian, market value berhubungan erat dengan harga pasar. Nilai pasar ini bergantung pada kesepakatan harga antara pembeli dan penjual atau permintaan dan penawaran saham di pasar terbuka.

Artinya nilai pasar bisa berubah berdasarkan perkembangan bisnis. Misalnya saja, nilai pasar bisa menurun jika terjadi resesi dan meningkat jika terjadi ekspansi ekonomi.

Ada beberapa faktor yang membuat naik turunnya nilai pasar suatu perusahaan, antara lain:

1. Sektor perusahaan

Setiap perusahaan yang sahamnya dijual di bursa efek pastinya memiliki peluang untung. Akan tetapi, keuntungan yang diperoleh investor dari setiap pembelian saham tentu berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh sektor perusahaan itu bergerak.

Contohnya saja, perusahaan A bergerak dibidang farmasi. Maka bisa dipastikan nilainya pasarnya tinggi karena diincar para investor yang di masa pandemi ini kebutuhan obat-obatan, vaksin dan lainnya meningkat.

Selain itu, perusahaan B yang bergerak dibidang finansial atau perbankan juga pasti memiliki nilai pasar yang tinggi karena setiap orang membutuhkan akses bank untuk segala transaksi.

2. Profit perusahaan

Investor saham bisa melihat perubahan harga per lembar saham dan keuntungan dengan memperhatikan laba bersih per periode dari suatu perusahaan, kemudian dibagi dengan jumlah saham yang sudah beredar.

Jika nilai keuntungan selalu meningkat maka harga saham pun meningkat. Hal ini tentunya menarik minat investor saham untuk membeli saham perusahaan tersebut. Begitu sebaliknya, apabila nilai aset perusahaan menurun beberapa waktu, pastinya minat beli saham pada emiten tersebut menurun.

3. Beban utang perusahaan

Market value suatu aset juga dipengaruhi oleh pemakaian utang perusahaan. Perusahaan yang pemakaian utangnya tidak terkontrol dengan baik, maka kredibilitas perusahaan tersebut menjadi buruk. Alhasil harga saham bisa anjlok.

4. Ketentuan Dividen

Setiap perusahaan berhak menentukan besaran dan waktu pembagian dividen kepada masing-masing pemegang saham. Jika ketentuan dividen ini menarik dan menguntungkan tentunya akan menarik minat beli investor, sehingga harga saham ikut berubah dan begitu sebaliknya.

Baca Juga: Nilai Intrinsik: Ketahui Pengertian Hingga Cara Menghitung Nilainya

Aspek Nilai Pasar

Nilai pasar pada suatu saham dibagi berdasarkan tiga aspek, yaitu:

1. Harga Dasar

Perusahaan yang IPO dengan harga dasar rendah, tapi performa perusahaan sudah terlihat dan terbukti berkembang baik dan pesat, pastinya menjadi incaran banyak investor. Hal ini tentunya investor bisa meraup untung yang maksimal.

2. Harga Saat ini

Harga saham saat ini mengalami perubahan setiap waktunya tergantung dari pertumbuhan perusahaan tersebut. Jika perusahaan bagus, dan harga saham lebih tinggi dari harga beli maka saham akan diburu.

3. Keuntungan

Aspek ini berdasarkan pada besaran laba atau keuntungan yang didapatkan dari hasil operasional perusahaan.

Kriteria Pasar Efisien

Adapun kriteria yang membuat pasar beroperasi dengan efisien atau adil, antara lain:

  • Tidak ada kontrak yang membuat penjual dan pembeli merasa kesulitan dalam membuat kesepakatan jual beli. Misalnya, investor harus buru-buru membeli saham A padahal harganya belum sesuai.
  • Pembeli dan penjual memiliki waktu untuk meriset, analisis pasar hingga bisa mencapai atau menemukan kesepakatan.
  • Dalam transaksi jual beli saham, investor dan penjual tidak disarankan adanya paksaan.

Kelebihan dan Kekurangan Nilai Pasar


Nilai Pasar

Investor pemula juga perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan nilai pasar ini. Kelebihannya, nilai pasar memberikan gambaran terhadap suatu saham atau perusahaan tinggi atau rendah.

Sementara kekurangan nilai pasar adalah untuk menganalisa nilai pasar suatu perusahaan, investor memerlukan beberapa data atau dokumen. Misalnya saja, laporan keuangan, riwayat data penjualan saham dan sebagainya.

Jika data atau dokumen tidak akurat, maka investor sulit untuk menganalisa. Maka kemungkinan besar gagal membeli saham tersebut lebih besar.

Cara Menghitung Nilai Pasar

Nilai pasar ini bisa kamu hitung dengan beberapa metode pendekatan seperti berikut:

Pendekatan

Jenis

Penjelasan

Pendekatan Pendapatan

Arus Kas Diskontinu atau Discounted Cash Flow (DCF)

Nilai pasar dihitung dari arus kas yang didiskontokan dengan suku bunga yang berlaku dan tingkat risiko bisnis

Berkapitalisasi

Dihitung dari nilai property penghasil pendapatan bersih dalam periode tertentu dan dibagi tingkat kapitalisasi atau potensi pengembalian investasi

Pendekatan Aset

-         

Nilai pasar dihitung dari aset (berwujud, diluar neraca dan lainnya) dan kewajiban yang disesuaikan perusahaan

Pendekatan Pasar

Perusahaan Terbuka Sebanding

Nilai pasar dievaluasi dengan membandingkan semua perusahaan dengan sektor industri dan wilayah yang sama

Transaksi Sebelumnya

Metode nilai pasar ini biasanya digunakan jika suatu perusahaan merger dan akuisisi. Kamu hanya tinggal melihat harga dalam transaksi sebelumnya.

Baca Juga: Investasi Saham: 5 Cara Menghitung Pendapatan Investasi Biar Cuan Maksimal

Gambaran Simple Nilai Pasar

Untuk memudahkan kamu untuk memahami nilai pasar, simak contohnya beriku ini:

Suatu perusahaan beroperasi jual beli kendaraan, mulai dari mobil tipe A, motor tipe A dan sepeda tipe A dengan masing-masing harga Rp240 juta, Rp25 juta dan Rp10 juta. Namun, banyak pelanggan yang menawar mobil Rp200 juta, motor menjadi Rp20 juta dan sepeda Rp7 juta dan kendaraan tersebut belum laku-laku.

Maka bisa dipastikan, nilai pasar mobil tipe A Rp200 juta, motor tipe A Rp 20 juta dan sepeda tipe A Rp7 juta

Pahami dan Analisa Investasi Penting

Sebagai investor jangan hanya tergiur dengan arahan dari kerabat atau nilai pasar saja. Akan tetapi, kamu wajib memahami berbagai hal mengenai instrumen investasi yang kamu pilih. Setelah itu, barulah kamu bisa menganalisa investasi, sehingga bisa membuat keputusan membeli atau menjual investasi dengan tepat. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dan maksimal.

Baca Juga: Pasar Saham Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Jam Perdagangan