RUPS: RUPS Tahunan dan Luar Biasa

Dalam dunia investasi, saham dikenal sebagai salah satu instrumen yang mampu memberikan peluang keuntungan paling tinggi. Karenanya, tidak mengherankan jika banyak investor tertarik untuk menanamkan modalnya pada instrumen investasi tersebut.

Nah, bagi investor yang telah lama berkecimpung di dunia investasi saham, istilah RUPS tentu sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Ya, RUPS adalah salah satu kegiatan yang umum dilakukan oleh pemilik saham di sebuah perusahaan. Merupakan singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham, RUPS bisa dibilang sebagai rapat penting pada sebuah perusahaan agar nantinya mampu menghasilkan keputusan yang penting sesuai kesepakatan bersama. 

Tentunya, RUPS ini mempunyai berbagai tujuan dan manfaat yang amat berpengaruh terhadap perkembangan sebuah perusahaan di masa depan. Di samping itu, rapat ini juga memiliki beberapa jenis dan mekanisme yang wajib dipahami oleh para pemilik saham sebuah perusahaan. Nah, agar mampu memahami apa itu RUPS lebih jauh dan akurat, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Corporate Action: Kenali Jenis Hingga Ragam Aksi Perusahaan Setelah Go Public

Apa Itu RUPS?

loader

RUPS

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, RUPS adalah singkatan Rapat Umum Pemegang Saham. Dalam rapat tersebut, para pemilik saham berkesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, dan kritik terkait suatu kebijakan atau langkah yang akan diambil oleh perusahaan ke depannya.

Aktivitas tersebut adalah salah satu proses yang umum terjadi pada suatu perusahaan terbatas. RUPS juga merupakan bagian aktivitas perusahaan yang mempunyai kuasa atas semua hal yang tak dimiliki oleh pihak direksi atau dewan komisaris. 

Jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Thn. 2007, dijelaskan bahwa rapat umum dari pemilik saham ini mempunyai fungsi yang krusial bagi para pemilik saham. Khususnya saat para pemilik saham tersebut turut serta dalam menentukan kebijakan dan keputusan bisnis dari sebuah perusahaan. 

Perbedaan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa

Pada dasarnya, sebagai agenda yang biasa dilakukan oleh sebuah perusahaan, RUPS bisa dibagi ke dalam 2 jenis. Jenis yang pertama yaitu RUPS tahunan, dan jenis yang kedua adalah RUPS luar biasa. 

Tentunya, kamu perlu memahami apa saja perbedaan RUPS tahunan dan RUPS luar biasa agar tak sampai keliru memaknainya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pembahasan terkait perbedaan RUPS tahunan dan RUPS luar biasa.

 

RUPS Tahunan

RUPS Luar Biasa

Pengertian

Terlihat dari namanya, RUPS tahunan adalah rapat umum yang dilakukan secara tahunan atau setahun sekali. Rapat umum ini merupakan agenda yang pasti akan dilakukan oleh sebuah perusahaan paling tidak satu tahun sekali.

RUPS luar biasa adalah jenis rapat umum yang diselenggarakan di luar agenda rapat umum tahunan. Agenda dari RUPS jenis ini dapat terjadi kapan saja.

Agenda

Pihak pemegang saham umumnya akan membahas berbagai hal yang sudah terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Pada rapat umum tahunan ini pula setiap anggota komisaris dan direksi akan memberi laporan ke setiap pemegang saham perusahaannya. Isi dari laporan tersebut umumnya berhubungan dengan kinerja perusahaan selama setahun belakangan. Selain itu, pada RUPS jenis ini dilaporkan pula hal-hal terkait keuangan, perkembangan perusahaan, modal, laba, modal, serta berbagai catatan penting lainnya seputar perusahaan. 

Biasanya, hasil atau outcome dari RUPS tahunan ini ialah para pemilik saham akan memberikan saran terkait hal apa saja yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Rapat umum tersebut akan menjadi sarana untuk memberi serta melakukan evaluasi dari kinerja perusahaan di tahun sebelumnya. Dengan begitu, saran di rapat umum tahun ini nantinya mampu menjadi bahan evaluasi di rapat umum tahunan yang selanjutnya.

Rapat umum luar biasa kerap dilakukan ketika ada terlalu banyak masalah yang harus dibahas pada rapat umum tahunan sehingga perlu diadakan kembali agenda rapat lanjutan. 

Meski begitu, yang biasanya terjadi pada jenis rapat umum ini adalah adanya suatu masalah besar dan harus bisa segera diselesaikan melalui pengambilan keputusan bersama para pemilik saham. Tentunya, pihak yang berwenang untuk mengambil keputusan atau kebijakan terkait masalah tersebut adalah pemegang saham.

Ada beberapa alasan yang biasanya melatarbelakangi dilakukannya rapat umum luar biasa ini. Salah satu contohnya adalah terdapat rencana melakukan penggabungan, pengambilalihan, pemisahan, atau peleburan perusahaan. Di samping itu, pengangkatan atau pemberhentian dewan komisaris ataupun dewan direksi juga bisa menjadi penyebab mengapa rapat umum ini perlu diagendakan. 

Perusahaan juga perlu melakukan rapat umum luar biasa untuk memberi tanggapan terkait permohonan perusahaan dalam mengajukan permohonan bangkrut atau pailit pada pengadilan niaga. Alasan terakhir, RUPS luar biasa harus dilakukan jika muncul rencana pembubaran perusahaan.

Baca Juga: Pemegang Saham: Pengertian, Hak dan Kewajiban Mereka

Tujuan dari Dilakukannya RUPS

  1. Laporan Aktivitas Perseroan

    Seluruh kegiatan yang sudah dilakukan perusahaan pada periode setahun berjalan akan dijelaskan di laporan ini. Kemudian, pemilik saham mampu mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dalam periode waktu tersebut. Menurut laporan ini, pemegang saham juga mampu mengetahui apakah kondisi perusahaan terlihat masih menjanjikan atau tidak.

  2. Laporan Keuangan

    RUPS juga menjadi aktivitas untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan. Selayaknya laporan aktivitas perusahaan, laporan keuangan juga bisa menjadi bahan penilaian apakah perusahaan sedang untung atau merugi. 

    Tidak hanya itu, melalui laporan ini pula pemegang saham mampu membandingkan kondisi keuangan perusahaan dengan tahun lalu secara detail, mulai dari perubahan modal, arus kas, neraca akhir tahun, dan sebagainya. Jadi, investor bisa melihat apakah ada perkembangan terhadap finansial perusahaan atau tidak. 

  3. Penentuan Dewan Komisaris dan Direksi beserta Gaji atau Tunjangannya

    Rapat umum ini juga dilakukan untuk mengangkat atau menghentikan dewan komisaris atau direksi perusahaan. Maka dari itu, penunjukan tersebut perlu dilakukan serta diketahui oleh seluruh investor guna memastikan pihak pemegang saham mengetahui siapa pihak penanggung jawab perusahaan. Pada rapat tersebut pula ditentukan berapa besar gaji dan juga tunjangan yang akan diberikan pada jajaran direksi dan komisaris perusahaan sesuai kesepakatan bersama.

  4. Menentukan Arah Bisnis Perusahaan

    Tujuan lain dari RUPS adalah menentukan arah perkembangan perusahaan. Hal ini bisa dilakukan dengan mengetahui visi misi pihak komisaris dan direksi. Dengan begitu, pihak pemegang saham mampu menilai individu mana yang dirasa pantas mengisi posisi krusial dalam perusahaan tersebut. 

  5. Merinci Masalah di Perusahaan

    Terakhir, rapat umum ini juga bertujuan untuk menginformasikan masalah yang terjadi pada perusahaan. Pihak investor tentu nantinya mampu memberikan saran dan masukan terhadap perusahaan agar mampu menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, perincian masalah juga berhubungan dengan transparansi serta keterbukaan dari pihak perusahaan. 

Mekanisme Persiapan Melakukan RUPS

  1. Membuat Laporan pada Pengadilan Negeri

    Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menyelenggarakan RUPS adalah membuat laporan pada PN setempat. Kemudian, pihak PN akan memberi ketetapan pengadilan yang akan dijadikan sebagai dasar penyelenggaraan RUPS.

  2. Menghubungi Pihak Pemegang Saham

    Setelah mendapatkan ketetapan dari pihak pengadilan negeri, penyelenggara perlu memanggil seluruh pemegang saham hingga memenuhi kuorum. Apabila jumlah kehadiran pemegang saham tak memenuhi jumlah kuorum, maka ketetapan pengadilan akan hangus. 

  3. Melakukan Laporan Ulang

    Lalu, jika pada pemanggilan yang pertama jumlah investor yang datang tak sesuai kuorum dan ketetapan pengadilan menjadi hangus, pihak penyelenggara harus melakukan pelaporan ulang pada PN setempat. Proses laporan tersebut wajib dilakukan dari awal dan perlu terus diulang hingga RUPS berhasil diselenggarakan. 

Contoh Laporan RUPS Tahunan

Agar lebih memahami tentang apa itu RUPS tahunan, ada baiknya untuk melihat contoh pemberitahuan hasil keputusannya. Berikut adalah contoh laporan RUPS tahunan.

loader

Contoh Laporan RUPS Tahunan (Sumber: grha165.co.id)

RUPS Adalah Agenda Rutin yang Penting Dilakukan oleh Perusahaan dan Para Pemegang Sahamnya

Itulah penjelasan mengenai apa itu Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS, jenis, tujuan, dan juga mekanisme pelaksanaannya. Sebagai rapat yang membahas tentang perkembangan perusahaan dan penyelesaian masalah yang mungkin sedang dihadapi, baik perusahaan dan para pemegang sahamnya wajib menjadikan RUPS sebagai agenda rutin setiap tahun. Jika dirasa masalah belum bisa diselesaikan atau ada keputusan harus diambil, perusahaan perlu mengagendakan rapat umum lanjutan melalui RUPS luar biasa hingga keputusan akhir bisa diambil. 

Baca Juga: Dewan Direksi: Jenis, Tugas, Tanggung Jawab dan Anggotanya