Pasar Saham Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Jam Perdagangan

Pasar saham adalah tempat untuk melakukan transaksi jual beli saham publik. Kegiatan jual beli saham ini melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pasar saham bisa disebut juga bursa saham. Di pasar saham Indonesia, BEI bertindak selaku pengelolanya. Penjualnya adalah perusahaan sekuritas dan pembelinya adalah para investor.

Sementara barang yang dijual sudah pasti saham. Selain itu, pasar saham yang masuk pasar modal Indonesia juga menjual obligasi atau surat utang, ETF, reksadana, dan lainnya.

Pasar saham di Indonesia memiliki banyak ketentuan maupun aturan yang harus dipatuhi emiten, serta investor. Yuk, mengenal lebih jauh tentang pasar saham Indonesia.

Baca Juga: Stock Split BCA: Sejarah, Harga, dan Cara Beli Saham BBCA

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Jenis Pasar Saham Indonesia

loader
Pasar Saham Indonesia

Pasar saham adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli saham, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan saham, seperti pialang saham, perusahaan sekuritas, broker saham, dan sebagainya.

Ada tiga jenis pasar saham di Indonesia, antara lain:

1. Pasar reguler

Pasar reguler adalah jenis pasar di mana perdagangan saham di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh anggota bursa efek melalui JATS.

Penyelesaian transaksinya dilakukan pada hari bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi bursa (T+3). Di pasar reguler, saham yang diperdagangkan berada dalam satuan lot (1 lot = 100 lembar).

JATS adalah Jakarta Automated Trading System. Yakni sistem perdagangan efek yang berlaku di bursa untuk perdagangan yang dilakukan secara otomasi dengan menggunakan sarana komputer.

2. Pasar tunai

Pasar tunai adalah jenis pasar di mana perdagangan saham di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan oleh anggota bursa efek melalui JATS.

Namun penyelesaiannya transaksinya dilakukan lebih cepat, yaitu pada hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0). saham yang diperdagangkan berada dalam satuan lot (1 lot = 100 lembar).

3. Pasar negosiasi

Pasar negosiasi adalah jenis pasar di mana perdagangan saham dilakukan secara pribadi, langsung antara penjual dan pembeli dengan proses negosiasi atau tawar menawar. Jadi, tidak melalui bursa. Namun transaksi ini tetap dipantau dan hasilnya harus disepakati oleh bursa.

Biasanya ini untuk pembelian saham dalam jumlah besar. Maka dari itu, masa penyelesaian transaksi bisa dinegosiasikan.

Jam Pasar Saham Indonesia

Jam pasar saham Indonesia mengikuti jadwal perdagangan bursa. Masing-masing jenis pasar memiliki jam perdagangan berbeda.

Jenis Pasar Saham Indonesia

Hari

Jam

Pasar Reguler

Senin - Jumat

 Jam 9.00 - 11.30 (Sesi I)

Jam 13.30 - 14:49:59 (Sesi II)

Pasar Tunai

Senin - Jumat

Jam 09.00 - 11.30 (Sesi I)

Pasar Negosiasi

Senin - Jumat

 Jam 09.00 - 11.30 (Sesi I)

Jam 13.30 - 15.15 (Sesi II)

Jadwal pasar saham Indonesia, khususnya pasar reguler menggunakan sesi pra pembukaan, pra penutupan, dan pasca penutupan yang dilakukan setiap hari bursa:

Sesi

Waktu

Agenda

Pra Pembukaan

08:45:00 - 08.55.00

Anggota bursa efek memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli

08.55.01 - 08.59.59

JATS memproses pembentukan harga pembukaan dan memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli pada harga pembukaan berdasarkan price dan time priority.

Pra Penutupan

14.50.00 - 15.00.00

Anggota bursa efek memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli

15.00.01 - 15.04.59

JATS memproses pembentukan harga penutupan dan memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli pada harga berdasarkan price dan time priority.

Pasca Penutupan

15.05.00 - 15.15.00

Anggota bursa efek hanya dapat memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli pada harga penutupan. Dan JATS memperjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli untuk saham yang sama secara keseluruhan maupun sebagian berdasarkan time priority.

Baca Juga: Rekomendasi 30 Saham Murah Bagus untuk Investasi

Pasar Saham Syariah Indonesia

loader
Pasar saham syariah Indonesia

Kinerja pasar saham Syariah Indonesia dapat dilihat dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). ISSI adalah indeks komposit saham syariah yang tercatat di BEI.

Indeks Saham Syariah Indonesia

1. Jakarta Islamic Index (JII)

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham yang isinya 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI.

2. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

Jakarta Islamic Index 70 (JII70) adalah indeks saham syariah yang merupakan kumpulan 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI.

3. IDX-MES BUMN 17

IDX-MES BUMN 17 adalah indeks saham yang terdiri dari 17 saham syariah yang merupakan BUMN dan afiliasinya. Saham-saham di indeks saham IDX MES BUMN 17 memiliki likuiditas baik dan kapitalisasi pasar besar serta didukung fundamental yang bagus.

Contoh Saham Syariah yang ada di Pasar Modal Indonesia

No

Indeks Saham Syariah Indonesia

JII

JII70

IDX MES BUMN 17

1

ACES

AALI

ADHI

2

ADRO

ACES

ANTM

3

ANTM

ADHI

BRIS

4

BRIS

ADRO

ELSA

5

BRPT

AGII

IPCC

6

BUKA

AKRA

KAEF

7

CPIN

ANTM

PEHA

8

ERAA

APLN

PGAS

9

EXCL

ASRI

PPRE

10

ICBP

BEST

PTBA

11

INCO

BMTR

PTPP

12

INDF

BRIS

SMBR

13

INKP

BRPT

SMGR

14

INTP

BTPS

TLKM

15

JPFA

BUKA

WEGE

16

KLBF

CPIN

WIKA

17

MDKA

CTRA

WTON

18

MIKA

DMAS

 

19

MNCN

ELSA

 

20

PGAS

EMTK

 

21

PTBA

ERAA

 

22

PTPP

EXCL

 

23

PWON

GJTL

 

24

SMGR

HEAL

 

25

TKIM

HOKI

 

26

TLKM

HRUM

 

27

TPIA

ICBP

 

28

UNTR

INCO

 

29

UNVR

INDF

 

30

WIKA

INKP

 

31

 

INTP

 

32

 

IPTV

 

33

 

ISAT

 

34

 

ITMG

 

35

 

JPFA

 

36

 

KAEF

 

37

 

KLBF

 

38

 

KPIG

 

39

 

LINK

 

40

 

LPKR

 

41

 

LPPF

 

42

 

LSIP

 

43

 

MAPI

 

44

 

MDKA

 

45

 

MIKA

 

46

 

MNCN

 

47

 

MPMX

 

48

 

MYOR

 

49

 

PGAS

 

50

 

POWR

 

51

 

PTBA

 

52

 

PTPP

 

53

 

PWON

 

54

 

RAJA

 

55

 

RALS

 

56

 

SCMA

 

57

 

SIDO

 

58

 

SMBR

 

59

 

SMGR

 

60

 

SMRA

 

61

 

SSIA

 

62

 

TKIM

 

63

 

TLKM

 

64

 

TPIA

 

65

 

UNTR

 

66

 

UNVR

 

67

 

WEGE

 

68

 

WIKA

 

69

 

WOOD

 

70

 

WTON

 

Baca Juga: Cara Beli Saham BRI Online, Setoran Awal dan Biayanya

Cara Kerja Pasar Saham Indonesia

loader
Cara kerja pasar saham Indonesia

Transaksi jual beli saham di pasar saham Indonesia menggunakan fasilitas JATS NEXT-G. Perdagangan efek di bursa hanya dapat dilakukan oleh anggota BEI yang juga menjadi anggota kliring KPEI.

Anggota bursa efek bertanggung jawab terhadap seluruh transaksi yang dilakukan di bursa, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.

Di pasar saham Indonesia juga dikenal dengan pasar perdana dan pasar sekunder.

  • Membeli Saham di Pasar Perdana

Investor bisa membeli saham perusahaan yang melakukan IPO atau mencatatkan sahamnya untuk pertama kali di Bursa Efek Indonesia. Caranya datang saat IPO, kemudian mengikuti prosedur yang ada untuk membeli saham.

Namun jika kamu sudah menjadi nasabah perusahaan efek penjamin emisi, maka dapat langsung memesan dan membeli saham IPO. Atau sekarang bisa online melalui e-IPO.

Selain itu, kamu dapat membuka rekening nasabah perusahaan efek penjamin emisi, sehingga dapat memesan dan membeli saham IPO tanpa harus datang ke gerai penawaran umum.

  • Membeli Saham di Pasar Sekunder

Artinya investor membeli saham yang telah tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Caranya investor harus terlebih dahulu menjadi nasabah di salah satu broker saham atau perusahaan sekuritas yang menjadi anggota BEI.

Investasi di Pasar Saham Indonesia Menguntungkan

Pasar saham Indonesia hari ini masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Indopremier Sekuritas, pergerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengalami peningakatan atau pertumbuhan sekitar 83,12% selama 10 tahun terakhir.

Bagaimana dengan portofolio investasi saham kamu? Jika tingkat keuntungan atau kinerja portofolio saham kamu masih di bawah persentase tersebut, tak perlu bersedih hati maupun menyerah.

Potensi pasar saham di Indonesia sangat menjanjikan. Jadi, teruslah investasi jangka panjang agar mendapat keuntungan maksimal.

Baca Juga: Ciri-ciri Investasi Saham yang Bagus untuk Jangka Panjang