Maksimal Dulang Cuan Trading dengan Bollinger Bands, Ini Pengertian, Fungsi, dan Cara Gunakannya

Di dunia trading, potensi keuntungan yang bisa didapatkan oleh trader secara garis besar tergantung dari kemampuannya dalam membaca pergerakan pasar di waktu mendatang. Guna membantu trader dalam melakukan hal tersebut, ada banyak indikator dan strategi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan keinginan. Salah satu contohnya adalah Bollinger Bands. 

Secara umum, Bollinger Bands merupakan satu di antara sederet indikator populer yang kerap digunakan oleh investor ataupun trader. Termasuk sebagai metode analisis teknikal, indikator ini berguna untuk memprediksi tren pergerakan suatu emiten. Umumnya, indikator Bollinger Bands ini lebih kerap digunakan oleh trader yang melakukan scalping saham karena memberi sinyal yang terbilang cukup akurat. 

Bagi kamu yang terjun ke dunia investasi atau trading, indikator yang satu ini tentu tidak boleh sampai terlewat dan wajib dipahami cara kerjanya. Nah, jika ingin tahu lebih jauh tentang apa itu trading dengan Bollinger Bands, fungsi, cara kerja, hingga strategi menerapkannya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Pengertian Bollinger Bands

loader

Bollinger Bands adalah metode analisis teknikal yang mampu digunakan untuk memperkirakan tren sebuah pasar atau emiten di waktu mendatang. Khususnya bagi trader yang gemar melakukan scalping untuk tujuan mendulang keuntungan dalam kurun waktu singkat, strategi analisis ini sangat penting untuk dipahami.

Dikembangkan pertama kali oleh seorang analis finansial asal Amerika Serikat, John Bollinger, di tahun 1980an, indikator ini dirancang untuk menemukan tanda atau sinyal jual maupun beli. Hal tersebut dilakukan melalui identifikasi sebuah aset apakah akan mengalami oversold alias jenuh jual, atau malah overbought alias jenuh beli.

Metode analisis ini umumnya berfokus pada volatilitas dan harga aset saja. Oleh karena itu, ada baiknya bagi trader yang menggunakan Bollinger Bands untuk mengkombinasikannya dengan indikator lainnya agar mampu memberi informasi dan hasil prediksi lebih akurat. 

Penggunaan Bollinger Bands akan membentuk saluran sekitar pergerakan harga dari sebuah aset. Saluran tersebut terbentuk melalui standar deviasi serta moving average. Dua parameter itulah yang menjadikan metode analisis ini berfokus terhadap volatilitas sekaligus memudahkan penggunanya untuk mengetahui tren serta arah pembalikannya. 

Walaupun secara umum lebih ideal digunakan pada aktivitas scalping, tapi strategi Bollinger Bands juga bisa digunakan pada kegiatan investasi jangka panjang. Pasalnya, metode tersebut mampu memprediksi tren nilai aset di masa depan. Dengan menggunakan strategi ini pula investor mampu mengetahui garis pergerakan nilai, yang mana garis ini memetakan 2 deviasi standar di titik positif serta negatif. 

Selain itu, penggunaan strategi ini bisa juga menjauhkan 2 deviasi standar dari SMA atau simple moving average stabilitas valuasi sebuah aset selama 20 hari. Akan tetapi,penggunaan dari indikator ini tetap mampu disesuaikan dengan kebutuhan investor maupun trader

Fungsi Bollinger Band

Pada dasarnya, fungsi dari Bollinger Bands adalah untuk menentukan kondisi pasar sebuah aset. Umumnya, terdapat 2 hasil analisis dari metode Bollinger Bands, yakni oversold dan overbought.

Yang dimaksud dengan overbought adalah kondisi di mana sebuah aset telah mencapai titik jenuh terkait pembeliannya. Hal tersebut umumnya didahului dengan tren nilai yang terus mengalami kenaikan secara signifikan dan selanjutnya berhenti di satu titik. DI titik perhentian itulah trader perlu melepas aset agar bisa dijual dengan harga tertingginya. 

Di lain sisi, oversold mengacu pada kebalikan dari overbought, yaitu kondisi di mana sebuah aset berada di titik jenuh penjualannya. Kondisi tersebut terjadi sebagai dampak dari tren nilai aset yang menurun drastis. Dalam titik terjenuhnya tersebut, trader tentu perlu melakukan pembelian agar bisa mendulang potensi keuntungan paling optimal. 

Nah, melalui Bollinger Bands, kamu dapat memperkirakan kapan kondisi oversold atau overbought tersebut bakal terjadi. Caranya dengan melihat 2 garis indikator utamanya, yaitu garis bawah dan garis atas dari moving average. 

Di saat nilai sebuah aset menyentuh garis bawah selama kurun waktu tertentu, bisa dikatakan aset tersebut berada pada kondisi oversold. Sebaliknya, ketika aset berada pada garis atas cukup lama, bisa dipahami jika aset tersebut tengah mengalami fase overbought. 

Umumnya, trader melakukan pembelian terhadap aset ketika di fase oversold agar bisa memaksimalkan peluang keuntungannya. Tidak hanya itu, metode analisis ini juga dapat digunakan untuk menentukan arah maupun tren pasar menuju kondisi oversold atau overbought. 

Cara Baca Bollinger Band  Saham

loader

Prinsip dasar penggunaan analisis Bollinger Bands sebenarnya terbilang sederhana. Saat candlestick harga berada di upper band serta harga penutupan tetap di bawahnya, artinya aset tersebut berada di kondisi overbought. Sebaliknya, apabila candle harga berada di lower band serta harga penutupannya masih melebihi lower band, hal tersebut mengindikasikan kondisi oversold. 

Pada analisis Bollinger Bands, terdapat 2 garis trend yang berada di bawah atau di atas garis SMA. Pita yang ada di atas garis SMA merupakan upper band, sementara yang berada di bawahnya adalah lower band. 

Pengurangan atau penambahan nilai SMA pada garis deviasi ini yang menentukan lower band atau upper band. Sedangkan volatilitas ditentukan berdasarkan standar deviasi, sekaligus mengukur sejauh mana harga dapat berubah dari nilai aslinya. 

Berikut adalah rumus mengetahui upper band atau lower band. 

Upper Band: SMA + (Nilai Deviasi x Standar Deviasi)

Lower Band: SMA – (Nilai Deviasi x Standar Deviasi) 

Berdasarkan rumus tersebut, bisa dilihat jika cara baca Bollinger Band saham umumnya berfokus terhadap pengukuran volatilitas, dan membuat lower band atau upper band bergerak menyesuaikan harga aset. Rumus tersebut memang tergolong rumit, serta sekadar dijadikan informasi tambahan. Sehingga, trader perlu memahaminya dan menggunakannya untuk menguatkan pertimbangan saat menentukan strategi trading. 

Menjadikan Bollinger Bands Sebagai Support & Resistance

Tidak kalah pentingnya, trader juga bisa menggunakan lower bands sebagai support, dan upper bands sebagai resistance. Sementara untuk garis SMA bertugas sebagai acuan ataupun benchmark. Pada kondisi tersebut, harga saham berpotensi besar bakal kembali ke tingkat garis MA apabila gagal menembus upper atau lower band. 

Akan tetapi, pada prakteknya, tidak jarang nilai saham yang mencapai lower band atau upper band tak langsung rebound atau berbalik arah. Malahan, pada beberapa kondisi, yang terjadi adalah tren kenaikan atau penurunan malah terus berlanjut. Karena alasan inilah trader perlu menggabungkan analisis serta indikator lain agar bisa memastikan pergerakan atau tren harga selanjutnya dan mendukungnya dengan analisis Bollinger Bands. 

Tak hanya dijadikan sebagai resistance dan support, Bollinger Bands bisa juga digunakan dalam mengidentifikasi perubahan arah trend. Tren baru bisa terbentuk apabila jarak dari band yang sebelumnya cenderung lebar mulai menjadi lebih sempit.

Strategi Menerapkan Bollinger Bands

Pada penerapan metode Bollinger Bands, ada beberapa rekomendasi strategi investasi atau trading yang bisa kamu ikuti, antara lain:

Jenis Strategi Penjelasan
Scalping Merupakan strategi trading dengan sering melakukan pembukaan atau penutupan posisi dalam satu periode waktu atau satu hari. Biasanya, strategi ini mempunyai tujuan memperoleh keuntungan skala kecil, antara 5 sampai 10 pip saja. 
Trading breakout Merupakan kondisi ketika harga melampaui tingkat yang penting. Contohnya adalah supply & demand, maupun support & resistance. Teknik trading breakout tersebut dapat memberi kesempatan mendapat keuntungan maksimal bagi trader. 
Teknik Double Bollinger Band Merupakan metode trading forex di mana para trader mengandalkan perubahan trend candlestick serta indikasi Bollinger Bands. Metode ini dianggap mampu memberi penawaran keuntungan maksimal apabila entrinya memenuhi ketentuan. 
Trend following Sebuah metode trading yang entry posisinya mengikuti pergerakan trend yang sedang berlangsung. Sebagai contoh, ketika tren sedang bullish, trader umumnya mengambil posisi membeli, dan saat tren bullish, saran entry yang dilakukan adalah menjual. 
Swing trading Menggunakan trend jangka pendek dalam memperoleh keuntungan dan memanfaatkan perubahan harga pasar. Dengan cara kerjanya tersebut, gaya swing trading kerap dianggap cocok dikombinasikan dengan Bollinger Bands sebagai indikator strategi trading. 

Gunakan Bollinger Band untuk Lengkapi Analisis Teknikal 

Secara umum, Bollinger Bands adalah metode analisis yang digunakan dalam memprediksi trend sebuah pasar. Akan tetapi, umumnya metode analisis ini tak dijadikan sebagai informasi utama dalam mengambil keputusan investasi atau trading. Dalam kata lain, trading dengan Bollinger Bands sebaiknya hanya digunakan untuk melengkapi analisis teknikal trader yang dilakukan dengan strategi atau metode lain agar bisa meraih hasil perkiraan yang lebih akurat.