Beri Portofolio Investasi dengan Return Tertinggi, Ini Pengertian Efficient Frontier dan Contoh Perhitungannya

Ketika berinvestasi, kamu pasti menginginkan tingkat keuntungan atau imbal hasil yang paling tinggi, sekaligus risiko kerugian paling rendah atau setidaknya bisa ditoleransi. Biasanya, hal tersebut hanya bisa dilakukan ketika investor mampu melakukan analisis instrumen atau produk investasi secara akurat dengan sedikit bumbu keberuntungan.

Tapi, tahukah kamu jika ada alternatif yang bisa dilakukan oleh investor untuk bisa mendapatkan portofolio investasi dengan tingkat imbal hasil tertinggi serta risiko rendah? Caranya dengan mengetahui tentang apa itu efficient frontier.

Pada dasarnya, efficient frontier adalah suatu opsi bagi investor yang menginginkan portofolio investasi yang memiliki tingkat return tertinggi. Pengertian efficient frontier lainnya adalah serangkaian portofolio yang menjanjikan tingkat pengembalian modal tinggi, tapi risikonya terbilang rendah.

Untuk memahami lebih lanjut tentang apa itu efficient frontier, termasuk cara membuat dan contoh perhitungannya, simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Portofolio Efek - Arti, Contoh, dan Cara Mengelolanya

Pengertian Efficient Frontier

Efficient Frontier

Jadi, apa yang sebenarnya dimaksud dengan efficient frontier? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, efficient frontier adalah suatu kumpulan portofolio yang menjanjikan tingkat pengembalian atau imbal hasil tinggi dan risiko rendah. Selain itu, pengertian efficient frontier adalah suatu gagasan yang amat penting pada konsep teori portofolio yang modern.

Istilah efficient frontier sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Harry Markowit di tahun 1952. Oleh Markowitz, istilah ini diartikan sebagai suatu alat finansial yang mampu membantu investor dalam menyusun portofolio investasinya.

Fungsi dari efficient frontier ini sendiri ialah untuk memperoleh tingkat pengembalian investasi yang terbaik yang sesuai tingkat risiko yang diambil. Pada segi bentuknya, efficient frontier adalah suatu garis melengkung. Pasalnya, tiap peningkatan risiko yang diambil atau ditentukan pada perhitungan tersebut menghasilkan jumlah imbal hasil yang cenderung lebih kecil.

Secara sederhana, terdapat prinsip pengembalian atau imbal hasil marginal di mana semakin rendah risiko portofolio, potensi keuntungan juga menjadi lebih terbatas. Hal tersebut juga menyebabkan munculnya kelengkungan pada penggunaan metode penyusunan portofolio investasi ini.

Baca juga: 7 Cara Menghadapi Portofolio Investasi yang Minus

Cara Buat Efficient Frontier

Efficient Frontier

Penggambaran atau representasi dari efficient frontier ialah dengan menunjukkan pengembalian atau imbal hasil yang diinginkan pada portofolio investasi dan juga standar deviasinya. Terkait penggunaannya pada grafik portofolio investasi, sumbu Y menjadi lambang pengembalian atau imbal hasil yang diharapkan oleh investor dari portofolio tersebut. Sedangkan untuk sumbu x menjadi lambang dari standar deviasi pengembalian, serta menjadi ukuran risiko.

Kemudian, portofolio investasi digambarkan pada suatu grafik dengan dasar tingkat pengembalian atau imbal hasil yang diinginkan berdasarkan dari standar deviasi. Hal tersebut dilakukan dengan cara portofolio investasi diplot pada grafik menyesuaikan tingkat pengembalian atau imbal hasil yang diinginkan sekaligus standar deviasinya.

Apabila suatu portofolio digambarkan pada sisi kanan dari grafik, artinya hal tersebut akan menunjukkan potensi risiko lebih tinggi. Di sisi lain, apabila portofolio investasi digambarkan pada sisi yang berlawanan dengan grafik, artinya hal tersebut akan menggambarkan pengembalian atau imbal hasil lebih rendah.

Baca juga: Tentang Balanced Investment Strategy, Cara Investasi untuk Seimbangkan Risiko dan Return

Contoh Perhitungan dari Efficient Frontier

Agar lebih memahami tentang efficient frontier, ada baiknya kamu melihat contoh perhitungannya pula. Berikut adalah contoh dari perhitungan efficient frontier.

Diasumsikan ada 2 aset pada suatu portofolio, sebut saja A dan B. Lalu, untuk menghitung tingkat risiko dan potensi pengembalian pada aset yang mempunyai return atau imbal hasil serta standar deviasi sesuai informasi berikut ini.

  • Pengembalian yang diinginkan pada aset A adalah 15 persen, sementara aset B adalah 25 persen.
  • Standar deviasi aset A sebesar 20 persen, sementara standar deviasi aset B adalah 30 persen.
  • Koefisien korelasi aset A dan B adalah 0,05 persen.

Terkait keterangan tentang potensi portofolio untuk investasi pada aset tersebut adalah sebagai berikut.

Portofolio

Bobot A

Bobot B

X

80

Y

20

65

Z

40

40

Berdasarkan sederet informasi di atas, berikut adalah rumus perhitungan tingkat imbal hasil yang diharapkan.

Imbal hasil yang diinginkan = Bobot aset A x Pengembalian aset A) + (Bobot aset B x Pengembalian aset B)

Menggunakan rumus tersebut, maka perhitungan tingkat imbal hasil yang diinginkan menjadi sebagai berikut ini.

Portofolio X

Imbal hasil yang diinginkan = (1 x 15 persen) + (80 x 25 persen)

= (0,15 + 20) poin

= 20,15 poin

Portofolio Y

Imbal hasil yang diinginkan = (20 x 15 persen) + (65 x 25 persen)

= (3 + 16,25) poin

= 19.25 poin

Portofolio Z

Imbal hasil yang diinginkan = (40 x15 persen) + (40 x 25 persen)

= (6 + 10) poin

= 16 poin

Untuk rumus perhitungan dari risiko portofolio adalah sebagai berikut.

Risiko Portofolio adalah √ ((Bobot Aset A2 * Standar Deviasi Aset A2) + (Bobot B2 * Standar Deviasi B2 ) + (2 * Koefisien Korelasi * Standar Deviasi A * Standar Deviasi B))

Portofolio X

Risiko Portofolio adalah √ ((12  * 0,22) + (0,82 * 0,32) + (2 * 0,05 * 0,2 * 0,3))

= √ ((0,040) + (0,05760) + (0,0060))

= √ (0,10360) 

= 0,32 atau 32 persen

Portofolio Y

Risiko Portofolio adalah √ ((0,22  * 0,22) + (0,652 * 0,32) + (2 * 0,05 * 0,2 * 0,3))

= √ ((0,00160) + (0,0380250) + (0,0060))

= √ (0,046250)

= 0,22 atau 22 persen

Portofolio Z

Risiko Portofolio adalah √ ((0,42  * 0,22) + (0482 * 0,32) + (2 * 0,05 * 0,2 * 0,3))

= √ ((0,00640) + (0,01440) + (0,0060))

= √ (0,02680)

= 0,16 atau 16 persen

Maka, melalui perhitungan di atas, diketahui hasilnya sebagai berikut.

Portofolio

Risiko

Imbal Hasil

X

32

20,15

Y

22

19,25

Z

16

16

Mengacu dari perhitungan tersebut, bisa dibuat grafik portofolio investasi yang mana sumbu X adalah risiko, sementara sumbu Y adalah tingkat imbal hasil. Lalu, berdasarkan penarikan dari kedua sumbu tersebut, garis efisiensi alias efficient frontier bisa diketahui.

Baca juga: Dasar, Tujuan, dan Cara Pengambilan Keputusan Investasi

Keunggulan dan Kekurangan dari Efficient Frontier

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap investor pastinya mendambakan portofolio investasi yang mampu memberikan potensi imbal hasil yang maksimal, tapi dengan risiko yang minimal. Akan tetapi, untuk bisa membuat portofolio investasi yang sepenuhnya terbebas dari risiko nyaris tidak mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan dalam dunia investasi dan pasar saham, risiko pasti melekat dengan potensi imbal hasil yang mungkin didapatkan oleh pemilik modal.

Hal ini berlaku pula pada efficient frontier yang juga mempunyai keunggulan dan kekurangan yang penting untuk diketahui oleh penggunanya. Berikut adalah penjelasan dari kelebihan serta kekurangan perhitungan efficient frontier.

  • Keunggulan Efficient Frontier

    Di antara sederet keunggulan dari efficient frontier, perannya yang mampu membantu investor dalam meraih hasil investasi yang terbaik merupakan salah satu yang paling dibutuhkan. Selain itu, metode ini juga mampu menjadi bahan pertimbangan untuk menganalisis risiko serta imbal hasil portofolio investasi, sekaligus menyesuaikan alokasi dari modal individu dengan lebih tepat.

    Tidak hanya itu, metode efficient frontier bisa juga membantumu dalam menentukan apakah lebih baik menarik atau mencairkan dananya dengan potensi risiko serta imbal hasil tertentu. Di sisi lain, pertimbangan dari perhitungan ini juga mampu memberi informasi produk investasi yang mempunyai risiko yang lebih rendah, tapi potensi imbal hasilnya setara.

  • Kekurangan Efficient Frontier

    Sementara untuk kekurangannya sendiri, efficient frontier memiliki aspek keterbatasan yang perlu diperhatikan penggunanya. Salah satu jenis keterbatasan dari metode perhitungan ini adalah bergantung terhadap asumsi yang tak selalu realistis.

    Sebagai contoh, asumsi jika seluruh investor memiliki pemikiran yang rasional serta menghindari risiko. Padahal, kenyataannya, asumsi ini tak selalu benar dan akurat. Pasalnya, sejumlah investor barangkali tak membuat keputusan dengan rasional serta mempunyai toleransi tinggi pada risiko, sementara investor lainnya tidak demikian.

Baca juga: Sharpe Ratio, Metode yang Penting Diketahui Investor untuk Ketahui Tingkat Risiko dan Return Investasi

Gunakan Efficient Frontier untuk Maksimalkan Return dan Menekan Risiko Investasi

Intinya, efficient frontier adalah serangkaian portofolio investasi yang bisa digunakan oleh investor untuk memaksimalkan potensi keuntungan, tapi tetap bisa memastikan tingkat risikonya seminimal mungkin. Dengan peran dan fungsinya tersebut, efficient frontier menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui investor guna melancarkan aktivitas menanam modal yang dilakukannya.