Keputusan Investasi: Dasar, Tujuan, dan Cara Pengambilan Keputusan Investasi

Investasi menjadi salah satu pilihan favorit sebagai salah satu bagian dari perencanaan keuangan oleh banyak orang. Baik itu untuk tujuan pribadi atau bisnis, untuk persiapan masa tua atau sebagai aset berharga.

Mengingat investasi telah menarik minat banyak orang, hal-hal dasar mengenai investasi pun semakin banyak diulik untuk bisa dijadikan materi kuat dalam menyempurnakan strategi dalam sukses menjalankan sebuah investasi agar mendapatkan profit tinggi.

Dari sekian banyak hal-hal dasar mengenai investasi, keputusan investasi merupakan salah satu hal penting yang perlu dipahami sebelum kamu mencoba berinvestasi pada satu hal. Dan keputusan investasi perlu diterapkan tidak hanya pada investasi saham, tapi juga jenis investasi lainnya. Dengan tujuan memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir risiko/kerugian.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Pengertian dari Keputusan Investasi

loader

Jadi, apa itu keputusan investasi?

Keputusan investasi adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh manajer keuangan dalam mengalokasikan sejumlah dana ke dalam bentuk investasi. Dari keputusan tersebut investor pasti mengharapkan adanya laba dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Keputusan investasi juga berkaitan dengan proses pemilihan satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai menguntungkan dari sejumlah alternatif investasi yang tersedia bagi perusahaan.

Tidak hanya soal keuntungan besar yang mendasari keputusan investasi, tetapi juga menyangkut risiko. Langkah-langkahnya pun tidak hanya sebatas analisis risiko. Begitu pula dengan sifat investasi yang harus anda ketahui terlebih dahulu sebelum yakin menempatkan dana berupa:

1. Independent Project

Sifat ini adalah ketika memutuskan untuk berinvestasi di suatu entitas usaha, dimana investor yakin investasinya akan tepat. Alasannya bisa datang dari penerapan proyek investasi perusahaan tersebut memang dirancang demikian. Atau karena fungsi proyek investasi setiap investor yang berbeda satu sama lain. Sehingga tidak menutup peluang banyak investor untuk mendapatkan profit.

2. Mutually Exclusive Project

Sifat ini akan memberikan keputusan investasi yang lebih selektif. Sebab satu-satunya adalah persoalan fungsi proyek investasi yang sama antara investor satu sama lain. Jika kamu mengincar suatu entitas usaha untuk berinvestasi, pastikan dana alokasi investasi yang kamu miliki kuat agar peluang untuk diterima semakin besar.

Selain itu, keputusan investasi tidak berhenti hanya karena telah mengetahui sifat investasi dan memilih instrumen yang sesuai. Proses ini akan berlanjut hingga evaluasi keputusan yang diambil, apakah kinerja sesuai dengan harapan di awal atau justru belum.

Itu sebabnya keputusan investasi bukan hanya persoalan memutuskan sesuatu tapi merupakan bagian dari sebuah perencanaan investasi yang memiliki beberapa tahap krusial didalamnya guna mensukseskan proses investasi yang akan dilakukan setelahnya.

Baca Juga: Stock Split: Pengertian, Tujuan, Contoh, dan Untung Ruginya

Dasar Keputusan Investasi

Proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan risiko suatu investasi. Hubungan return risiko dan return harapan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linier. Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus di pertimbangkan. Atau bisa juga disebut sebagai dasar keputusan investasi.

Berikut penjelasan secara lengkapnya:

  • Return

Merupakan sebutan untuk keuntungan yang didapat dari menanam dana pada sebuah instrument investasi. Ada 2 jenis return pada konteks manajemen investasi yaitu:

  • Return harapan (expected return) yang merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang
  • Dan return aktual atau yang terjadi (realized return) yang merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu.
  • Risiko

Merupakan sebutan untuk kerugian yang dialami oleh investor karena berbagai faktor kebanyakan risiko terjadi karena hal tidak terduga, strategi yang tidak matang dan kesalahan pada kalkulasi dan analisis seorang investor.

  • Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan

Yang merupakan hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.

Oleh karena itu, sebelum yakin mendapatkan sebuah keputusan, investor biasanya akan membuat pertimbangan menyeluruh yang baik dan matang terutama pada bagian dasar keputusan investasinya. Karena salah sedikit saja, dampak merugikan sangat mungkin terjadi pada penempatan investasi.

Cara Pengambilan Keputusan Investasi

Dalam mengambil keputusan investasi terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan guna mendaapatkan solusi terbaik dan strategi investasi paling menguntungkan. Langkah-langkah tersebut bisa dikatakan sebagai proses keputusan investasi.

Proses keputusan investasi terdiri dari lima tahap keputusan yang berjalan terus-menerus sampai tercapai keputusan investasi yang terbaik. Berikut langkah/tahapan pada proses keputusan investasi:

1. Penentuan Tujuan Investasi

Pada tahap ini investor harus tahu apa tujuan mereka dalam berinvestasi apakah itu jangka panjang atau pendek, risiko tinggi dengan potensi keuntungan yang tinggi atau risiko rendah tapi dengan keuntungan yang rendah.

2. Penentuan Kebijakan Investasi

Tahapan ini dimulai dengan penentuan keputusan alokasi aset (asset allocation decision). Keputusan ini menyangkut pendistribusian dana yang dimiliki pada berbagai kelas aset yang tersedia (saham, obligasi sekuritas luar negeri).

3. Pemilihan Strategi Portofolio

Ada dua strategi portofolio yang bisa dipilih, yaitu:

·       Strategi portofolio aktif yang meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik.

·       Strategi portofolio pasif yang meliputi aktivitas informasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar.       

4. Pemilihan Aset

Tahap selanjutnya adalah pemilikan aset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio. Tahap ini memerlukan pengevaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukkan dalam portofolio.

Tujuan tahap ini adalah untuk mencari kombinasi portofolio yang efisien, yaitu portofolio yang menawarkan return diharapkan tertinggi dengan tingkat risiko tertentu atau sebaliknya menawarkan return diharapkan tertentu dengan tingkat risiko terendah.

5. Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Portofolio

Tahap ini bisa dikatakan sebagai tahap final dan penentuan. Apakah keputusan investasi sudah layak atau belum

Jika tahap pengukuran dan evaluasi kinerja telah dilewati dan ternyata hasilnya kurang baik, maka proses keputusan investasi harus dimulai lagi dari tahap pertama, demikian seterusnya sampai dicapai keputusan investasi yang paling optimal.

Baca Juga: Main Saham Online: Cara Buka Rekening dan Jual Beli Saham untuk Pemula

Tips Mengambil Keputusan Investasi yang Tepat

loader

Sama ketika sudah mulai berinvestasi, mengambil sebuah keputusan invetasi juga memiliki stretegi tertentu agar tidak salah langkah dalam memilih instrument yang tepat dalam menanamkan modal investasi. Untuk kamu yang baru terjun ke dunia investasi berikut beberapa tips cara pengambilan keputusan investasi yang tepat:

1. Kenali Dulu Jenis Investasinya

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi sebaiknya kamu mencari tahu dulu mengenai jenis investasi yang menguntungkan dan tidak menimbulkan resiko.

Kamu harus menentukan mana investasi mana yang baik dan tidak untuk kebutuhan dan kemampuan finansialmu. Karena hal ini akan mempermudah tujuan investasi di masa mendatang dan kelak tidak menyebabkan kerugian yang besar alias risiko yang rendah

2. Tentukan Tujuan dan Kebijakannya

Menetapkan tujuan investasi akan lebih memaksimalkan hasil dari keputusan investasi. Karena tujuan investasi akan lebih memotivasi investor dalam melakukan yang terbaik untuk perencanaan keuangannya dengan investasi menjadi bagiannya.

Setelah menetapkan tujuan investasi, langkah selanjutnya adalah menentukan kebijakan investasi. Kebijakan yang ditetapkan oleh setiap investor berkorelasi atau berhubungan dengan tujuan yang telah mereka tetapkan sebelumnya.

Dimulai dari penentuan keputusan alokasi aset yang menyangkut pendistribusian dana yang dimiliki pada berbagai klas-klas aset yang tersedia, seperti: saham, obligasi, real estate, atau sekuritas luar negeri.

3. Tetapkan Strategi Portfolio Investasi

Terdapat dua strategi portofolio yang dapat dipilih, diantaranya adalah strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif.

Strategi portofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik estimasi secara aktif dalam mencari kombinasi portofolio yang lebih baik.

Sedangkan strategi portofolio pasif adalah aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar. Artinya, portofolio yang dilakukan hanya mengikuti indeks pasar yang ada.

4. Melakukan Diversifikasi

Diversifikasi merupakan satu cara untuk mengendalikan risiko karena walaupun berinvestasi pada beberapa aset investasi yang kamu miliki. Diversifikasi juga dikaitkan sebagai strategi untuk menyempurnakan portfolio. Diversifikasi cocok dilakukan untuk jenis investasi seperti reksa dana dan saham.

5. Menghitung Tingkat Keuntungan dan Risiko

Sebagai pemodal kamu harus bisa menghitung dengan cermat atas dua hal tersebut. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka artinya kamu juga harus siap menanggung risiko yang besar juga.

Namun, sebaliknya, jika semakin rendah risiko yang ditanggung maka semakin rendah maka tingkat keuntungan yang dapat diharapkan.

6. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Menentukan jangka waktu investasi diawal bisa membantu dalam menentukan berapa kisaran resiko yang kelak ditanggung. Biasanya, orang yang berinvestasi untuk jangka panjang dapat menanggung risiko yang lebih besar.

Ini disebabkan karena investasi saham mengalami fluktuasi yang tinggi dari waktu ke waktu. Namun investasi jangka panjang juga memiliki tingkat keuntungan yang stabil juga.

7. Mengenali Karakter Diri Sendiri sebagai Investor

Karakter investor pada umumnya terbagi menjadi 3 yaitu:

  1. Pengambil risiko yang biasanya bersikap agresif dan spekulatif
  2. Penghindar risiko yang cenderung menghindari berita dan surat kabar, atau sumber media berita lainnya agar tidak mengganggu rencana keputusan investasinya.
  3. Netral yang cenderung lebih fleksibel tapi tetap bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Dengan mengenali diri sendiri menjadi investor seperti apa kamu nanti. Kamu bisa Menyusun strategi keputusan investasi lebih baik lagi karena bisa disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan.

8. Evaluasi Kinerja Portofolio

Evaluasi kinerja perlu dilakukan secara rutin. Ini guna untuk bisa mengukur dan mengevaluasi kinerja portfolio dengan lebih baik. Akan lebih baik lagi jika kamu melakukannya kembali ketika akan membuat keputusan yang baru.

Pahami dan Sempurnakan

Belajar investasi tidak bisa hanya dilakukan 1 atau 2 hari saja. Seperti berbisnis, dalam berinvestasi kamu tidak hanya siap mendapatakan keuntungan tapi juga kerugian. Oleh karena itu, mempelajari hal-hal mendasar seperti keputusan investasi sebelum berinvestasi tidak hanya bisa mengantarkan aset investasi ke strategi yang tepat tapi juga keuntungan yang tinggi dengan risiko yang rendah.

Baca Juga: 10 Sekuritas Terbaik di Indonesia untuk Investasi Saham