Tips Pintar Menggunakan Kartu Kredit Agar Kamu Makin Untung

Apakah kamu termasuk pengguna kartu kredit? Kartu sakti ini memang bertujuan memudahkan para penggunanya untuk belanja online maupun offline, makan di restoran, traveling, sampai membeli tiket konser musik, dan transaksi lainnya. Kartu kredit juga dapat membantu kamu dalam menopang keuangan sehari-hari.

Kalau lagi bokek menjelang akhir bulan, kamu bisa menggunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tinggal gesek, permasalahan keuangan teratasi dengan cepat. Dengan kartu kredit, kamu pun tak perlu repot selalu membawa uang tunai dalam jumlah banyak.  

Namun ibarat pisau bermata dua, kartu kredit seketika bisa menjadi bencana apabila kamu tidak bijak memanfaatkannya. Gesek sana gesek sini, belanja ini itu tanpa memperhatikan risikonya. Akhirnya tanpa disadari, kamu sudah terlalu banyak mengeluarkan uang, tidak sebanding dengan kondisi finansialmu.

Akibatnya kamu harus menanggung utang yang sudah menggunung. Sebagai konsekuensi, kamu wajib mencicil tagihan kartu kredit setiap bulan, termasuk bunganya. Telat sedikit membayar, bakal kenal biaya denda. Kalau kelamaan nunggak dan sampai terjadi kredit macet, debt collector siap beraksi menagih tunggakan.

Jika tidak ingin mengalami hal seperti itu, kamu harus pintar-pintar memanfaatkan berbagai keuntungan dari kartu kredit. Bagaimana? Berikut sederet tipsnya.

Baca Juga: 10 Keuntungan Utama Memiliki Kartu Kredit

4 Tips Pintar Menggunakan Kartu Kredit

  1. Jangan Bayar Tagihan dalam Jumlah Minimum


    Jangan Bayar Tagihan dalam Jumlah Minimum

    Salah satu fasilitas yang diberikan pihak bank penerbit kartu kredit adalah pembayaran tagihan minimum. Artinya, kamu tidak harus melunasi tagihan secara penuh, tapi bisa mencicil dengan nominal minimum sebagaimana telah ditentukan oleh bank. Namun hal inilah yang justru bisa menjadi masalah besar di kemudian hari. Ingat, dalam membayar cicilan kartu kredit, akan dibebankan bunga. Jika mencicil dengan jumlah minimum, otomatis jangka waktu sampai tagihan lunas menjadi lama, sementara bunga terus terakumulasi.

    Sarannya, lebih baik jika kamu segera melunasi utang kartu kredit tersebut. Atau paling tidak, jangan pilih opsi pembayaran minimum. Meski biaya yang harus dikeluarkan lebih besar, namun selain bisa terbebas dari beban bunga yang semakin menumpuk, kamu pun bisa hidup lebih tenang lantaran tidak memiliki tanggungan lagi.

    Agar bisa melunasi utang kartu kredit secara langsung, tentu saja kamu harus mulai mengatur keuangan dengan porsi anggaran lebih besar untuk pembayaran cicilan. Kamu juga harus hidup berhemat, stop menggunakan kartu kredit dulu sampai utang lunas, dan belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan.

  2. Membayar Cicilan Lebih Cepat dari Tanggal Jatuh Tempo

    Salah satu penyebab dari membengkaknya utang kartu kredit adalah pembayaran lewat dari tanggal jatuh tempo. Jangan sampai ini menimpamu. Kalau gaji sudah turun atau punya uang, sementara belum jatuh tempo, segera bayar tagihan. Jangan ditunda-tunda lagi. Apalagi bayar saat mepet tanggalnya.

    Hal ini sangat penting agar kamu terhindar dari yang namanya denda. Saat ini, pembayaran tagihan kartu kredit bisa dilakukan lewat fasilitas mobile banking maupun internet banking selama 24 jam, jadi tidak ada alasan untuk menunda melunasi tagihan kartu kredit. Butuh kedisiplinan dan konsistensi dari kamu dalam pembayaran cicilan kartu kredit.

  3. Hindari Transaksi Melebihi Limit Kartu Kredit


    Hindari Transaksi Melebihi Limit Kartu Kredit

    Biasanya bank penerbit memberikan limit atau batas pinjaman sesuai dengan gaji calon pengguna. Usahakan agar tidak melampaui limit tersebut. Contohnya, limit kartu kredit kamu sebesar Rp10 juta, maka jangan sampai transaksi jor-joran melebihi nominal tersebut. Ini penting untuk diperhatikan mengingat ada denda yang akan dikenakan untuk over limit kartu kredit.

  4. Hindari Gesek Tunai atau Tarik Tunai Kartu Kredit

    Gesek tunai atau biasa disingkat Gestun adalah salah satu hal yang kerap dilakukan oleh pemilik kartu kredit di saat keadaan darurat. Di mana, kamu, sebagai pemilik kartu kredit, akan berpura-pura melakukan transaksi secara offline melalui mesin EDC atau secara online di toko penyedia jasa gesek tunai untuk kemudian diberikan sejumlah uang tunai (yang sudah dipotong dengan bunga).

    Tidak berhenti sampai di situ, saat ini bank penyedia layanan kartu kredit juga sudah menyediakan layanan tarik tunai. Di mana, kamu bisa menggunakan kartu kredit untuk melakukan penarikan dana di mesin-mesin ATM. Serupa dengan transaksi gesek tunai, bank juga akan membebani kamu sejumlah bunga. Biasanya lebih besar dari bunga transaksi belanja.

    Nah, meskipun terlihat menguntungkan, nyatanya praktik gesek tunai atau tarik tunai hanya akan membuatmu terlena dan membebani cicilan kartu kreditmu di masa yang akan datang.

Baca Juga: Pilihan Kartu Kredit Pertama Anda

Kartu Kredit Tak Menakutkan Asal...

Memang benar, kartu kredit ibarat pisau bermata dua. Namun istilah tersebut bisa menjadi nyata, bila kamu tidak cerdas dan bijak dalam menggunakan kartu kredit. Hal ini yang sering menimpa banyak pengguna. Utang kartu kredit menumpuk dan akhirnya depresi, sampai stres. Akan tetapi, bagi yang pandai mengatur keuangan maupun mengelola kartu kredit, kamu akan terhindar dari jeratan utang kartu kredit dan masih merasakan manfaat dari kartu tersebut. Sekarang keputusan ada di tangan kamu, ingin menjadi tipe pengguna yang mana. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Kartu Debit vs Kartu Kredit, Mana Pilihan Anda?