Book Value: Definisi, Pengertian Price to Book Value dan Cara Hitung

Saham sudah menjadi instrumen investasi favorit banyak orang saat ini. Mulai dari mereka yang baru beranjak menjadi mahasiswa sampai yang sudah pensiunan tertarik untuk belajar dan bermain saham. Baik dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan besar atau sebagai alternatif menabung untuk kebutuhan lain.

Nah, dalam belajar saham terdapat berbagai istilah yang harus dikenali guna untuk memaksimalkan profit, mengurangi risiko dan memperkuat strategi dalam berinvestasi saham.

Diantara banyaknya istilah saham yang harus diketahui, book value adalah salah satu istilah yang akan banyak ditemukan ketika ingin menetapkan strategi dan keputusan investas. Harus dipahami dengan baik oleh baik para investor dan trader saham, apa itu book value?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Pengertian Book Value

loader

Book Value atau Nilai Buku adalah nilai sebuah aset atau kelompok aset dikurangi dengan sejumlah penyusutan nilai yang dibebankan selama umur penggunaan aset tersebut. Nilai buku suatu aset dalam periode tertentu bisa berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Dalam investasi saham book value adalah teknik yang digunakan untk menghitung dan menganalisi saham dan juga perbedaa harga saham degan sebutan book value per share.

Book Value Per Share (BVPS) atau Nilai Buku per Lembar Saham adalah nilai dari ekuitas dibagi jumlah lembar saham yang beredar. Bisa dikatakan juga adalah nilai ekuitas per saham. Secara teori, ini adalah nilai yang akan didapatkan oleh pemilik saham bila perusahaan bangkrut dan dilikuidasi.

Jadi nilai book value sangat berarti untuk melihat imbal hasil dari investasi.

Baca Juga: Short Selling - Pengertian dan Alasannya Dilarang untuk Pemula

Book Value untuk Menganalisi Saham

loader

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Informasi mengenai nilai Book Value per lembar saham (BVPS) ini juga seringkali dipakai dalam menganalisis harga sebuah saham.

Terdapat sebuah rasio yang sering dipakai oleh para investor dan analis utnuk membadingkan harga sebuah saham dengan ekuitasnya yaitu Rasio Harga Pasar per Nilai Buku (H/NB) atau yag dikenal juga dengan istilan Price to Book Value (PBV).

PBV atau price to book value adalah rasio yang digunakan untuk menilai apakah harga sebuah saham dari suatu perusahaan termasuk murah atau mahal. Perbandingan rasio ini diperoleh dari nilai book value dari perusahaan tersebut.

Price to book value adalah acuan investor dalam memilih harga saham. Apabila nilai PBV kurang dari 1 maka bisa dibilang harga saham murah. Tetapi sebaliknya, jika nilainya lebih dari 1, maka harga saham pada emiten tersebut cenderung maha

Rasio ini didapat dengan membagi harga saham yang ada di pasar saham dengan nilai book value per lembar saham tersebut. Rasio ini juga digunakan untuk memperkirakan nilai wajar saham.

Saham yang memiliki rasio PBV yang besar bisa dikatakan memiliki valuasi yang tinggi (overvalue) sedangkan saham yang memiliki PBV dibawah 1 memiliki valuasi yang rendah (undervalue).

Jadi, semakin rendah price to book value ratio suatu perusahaan, maka akan semakin bagus. Namun, jika sangat rendah, maka bisa jadi ada masalah internal di dalamnya. Karena itu PBV tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya acuan dalam menentukan kualitas saham milik emiten.

Fungsi dan Manfaat PBV untuk Investasi Saham

Pada dasarnya, fungsi price to book value adalah membantu investor untuk melihat valuasi saham suatu emiten. PBV biasanya juga menjadi tumpuan investor dalam mengambil keputusan jual beli dan beli saham. Selain itu, ada beberapa fungsi lain dari PBV, diantaranya sebagai berikut.

  • Menilai harga saham, apakah sudah murah atau masih mahal.
  • Membandingkan harga saham real time dengan book value per share atau nilai buku per lembar saham.
  • Melihat potensi dan resiko suatu emiten di masa depan.
  • Fungsi price to book value adalah untuk melihat bagaimana penilaian investor pada valuasi perusahaan.

Untuk manfaatnya sendiri, dengan PBV investor memiliki cara untuk membandingkan harga saham antara perusahaan satu dengan yang lainnya dalam satu industri. Dengan begitu, mereka bisa memilih saham yang memiliki harga dan kualitas terbaik guna memaksimalkan profit akan diperoleh.

Baca Juga: Mengenal Arus Kas Pendanaan, Ini Pengertian, Jenis Dana, Rumus, dan Contoh Perhitungannya

Cara Menghitung Price to Book Value

loader

Sebelum menghitung price to book value, investor harus tahu rumu perhitunga book value terlebih dahulu. Yaitu:

Rumus Book Value = Nilai Ekuitas / Jumlah Lembar Saham yang Beredar

Contohnya:

PT. ABC JAYA merupakan sebuah perusahaan besar di bidang konveksi. Nilai ekuitas yang dimiliki sebesar Rp10 triliun. Sementara, saham yang beredar 8 miliar lembar. Untuk harga sahamnya sendiri senilai Rp 2 ribu per lembar. Jika mengacu pada PBV, apakah saham PT. ABC JAYA dibeli?

Book Value

= Total Ekuitas / Total Lembar Saham

= Rp10 triliun / 8 miliar

= 1.250

Dari perhitungan tersebut, maka diperoleh book value sebesar Rp1.250.

Setelah menemukan berapa book valuenya, berikutnya adalah menetukan nilai price to book value, dengan rumus berikut:

Rumus Price to Book Value = Harga Saham per Lembar / Book Value

PBV

= Harga Saham Per lembar / Book Value

= 2000 / 1.250

= 1.6

Yang hasilya dari perhitungan tersebut adalah ditemukan bahwa pada PT. ABC JAYA. Besara price to book value yang dimiliki adalah 1.6 atau lebih besar dari 1. Jadi bisa dibilang bahwa harga saham perusahaan tersebut tergolong cukup mahal.

Namun, dalam melakukan analisis saham investor tidak bisa melihat dari satu sisi saja. Jadi meskipun perusahaan tersebut memilik nilai PBV yang tinggi atau harga saham yang mahal. Investor juga tetap harus mencari tahu lagi bagaimana pertumbuhannya selama ini.

Pelajari dan Manfaatkan Fungsinya secara Maksimal

Dengan mempelajari rasi dan cara hitung book value ini , nantinya kamu bisa memanfaatkan fungsi dari cara tersebut semaksimal mungkin dalam meraih keuntungan sebanyak mungkin dari investasi saham yang kamu lakukan.

Tapi ingat, meskipun sering dijadikan sebagai tolak ukur, kamu harus tetap ingat bahwa keputusan pribadi adalah langkah yang paling tepat untuk menerima dan segala keuntungan dan risiko kerugian dalam berinvestasi.

Baca Juga: Seputar Bullish: Pengertian, Ciri-ciri, dan Faktor Penyebab