Kesalahan yang Harus Dihindari saat Menjual Rumah

Zaman lagi susah seperti ini, menjual rumah tidak semudah ketika kondisi ekonomi sedang baik. Apalagi rumah tersebut bukan rumah baru alias bekas.

Terkadang meski sudah ditawarkan secara offline dan online, belum tentu ada peminatnya. Sebab, orang juga akan berpikir dua kali untuk membeli rumah bekas.

Agar rumah bekas cepat laku, hindari kesalahan berikut ini saat menjual rumah bekas.

Baca Juga: Duit Ngepas, Mending Beli Rumah Baru atau Rumah Bekas?

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

  • Pasang harga terlalu tinggi

loader
Menjual rumah

Harga yang terlalu tinggi bisa saja menjadi alasan mengapa rumah kamu tak kunjung laku. Takut untuk menego meski kamu sudah memberikan penawaran bisa negosiasi.

Itu karena bujet calon pembeli tidak cukup. Harga jual rumah bekas yang tidak sesuai dan terlalu mahal membuat kamu sulit mendapatkan pembeli dalam waktu cepat.

Mungkin juga menurut calon pembeli, dengan harga sebesar itu, lebih baik mereka membeli rumah baru. Risiko perbaikan atau renovasi tidak ada, sehingga tidak akan ada biaya tambahan seperti membeli rumah bekas.

Oleh karenanya, tentukan harga jual rumah bekas yang tepat. Kalau bingung menentukan harga jual rumah, coba lihat bukti PBB atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB).

Di surat bukti PBB tersebut, ada yang namanya NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Ada NJOP bumi atau tanah, serta NJOP bangunan.

Contoh: Luas tanah dan bangunan masing-masing 104 meter persegi. NJOP tanah sebesar Rp 3,3 juta per meter persegi dan NJOP bangunan Rp 1,2 juta meter persegi.

  • NJOP Tanah = Rp 3,3 juta x 104 = Rp 343, 2 juta
  • NJOP Bangunan = Rp 1,2 juta x 104 = Rp 124,8 juta
  • Harga Jual = Rp 343,2 juta + Rp 124,8 juta = Rp 468 juta.

Berarti, kamu bisa menawarkan penjualan rumah seharga Rp 468 juta.

Baca Juga: Hitung-Hitungan Biaya Membangun Rumah Minimalis

  • Tidak melakukan renovasi

loader
Tidak melakukan renovasi rumah

Menjual rumah bekas juga tidak asal. Ditawarkan ke orang lain dalam keadaan kotor dan rusak parah. Sudah pasti tidak akan ada yang beli, kecuali dijual banting harga.

Jika ingin menjual rumah bekas, cepat laku, dan harga tinggi, pastikan kamu melego dalam kondisi bersih dan siap huni. Kerusakan sudah diperbaiki dengan renovasi minor.

Contohnya seperti ‘mendandani’ teras dan halaman rumah sebagai ‘wajah’ rumah, sehingga orang tertarik membeli. Mengecat rumah agar seluruh bagian rumah tampak baru dan lebih indah.

Selain tiu, cek semua bagian rumah secara detail dan catat bagian mana saja yang membutuhkan perbaikan. Misal pintu macet, plafon jebol atau bocor, keran air tidak berfungsi, dan sebagainya.

Dan paling penting pula membersihkan setiap sudut rumah, seperti di area dapur, kamar mandi, taman dan teras, halaman belakang, dan yang lainnya. Sapu, pel, dan bersihkan kerak-kerak yang menempel di di dinding dan lantai agar kesan kotor dan tidak terawat hilang.

Rumah jadi bersih, rapi, indah, bagus, dan siap dijual karena sudah nyaman untuk ditinggali penghuni baru.

  • Pakai foto yang tidak menarik

loader Menggunakan foto yang tidak menarik

Mengiklankan rumah merupakan salah satu cara untuk lebih cepat bertemu dengan calon pembeli. Namun ini tidak akan berhasil dengan baik, jika kamu salah memasang foto rumah untuk iklan.

Misalnya pengambilan angle yang tidak menarik atau menggunakan foto bagian rumah yang belum dibersihkan. Calon pembeli akan menjauh.

Selain memperbaiki rumah secara detail, menggunakan foto yang baik dan menarik merupakan poin penting di dalam proses penjualan rumah bekas. Kamu harus mendapatkan foto yang tepat dan berkualitas baik.

Jika perlu, pakai jasa fotografer freelance agar hasilnya memuaskan. Semakin bagus gambar yang kamu pasang di iklan akan menarik minat calon pembeli.

Baca Juga: Renovasi Rumah dengan Pinjaman, Apa Untungnya?

  • Pakai jasa agen properti yang tidak profesional

loader
Pakai jasa makelar yang tidak profesional

Menggunakan jasa agen properti agar cepat dapat pembeli memang tepat. Namun bila salah memilih agen, justru kamu akan dirugikan.

Bukannya untung dapat pembeli, malah tekor karena harus membayar fee meski belum ada pembeli. Maka dari itu, pastikan memilih agen properti yang sudah profesional dan memiliki pengalaman di bidang properti.

Biasanya agen properti akan memberikan kamu kemudahan, termasuk saran di awal persiapan penjualan rumah bekas. Mereka akan membantumu memasang iklan yang menarik, termasuk menentukan harga jual yang paling tepat untuk rumah kamu.

Jual Rumah Bekas dengan Cara yang Tepat

Menjual rumah bekas di kondisi pandemi Covid-19 harus cerdas. Salah satunya memberi gimmick menarik bagi calon pembeli, seperti harga jual masih bisa dinego, pendampingan saat pengurusan sertifikat atau balik nama, dan lainnya.

Selain itu, gunakan media pemasaran yang paling ampuh, yakni media sosial sebagai wadah jualan atau promosi. Contohnya menjual via Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, atau media sosial lainnya.

Cara ini lebih mudah, murah, efektif, dan efisien. Iklankan rumah yang ingin kamu jual dengan apik. Foto-foto dan video produk bagus, menarik dari setiap sudut dan angle. Agar calon konsumen terpikat.

Tak lupa lengkapi deskripsi produk yang mampu membuat calon konsumen penasaran, dan tertarik membeli.

Baca Juga: Beli Rumah di Pinggir Kota, Kenapa Tidak?