Membandingkan Produk Bank dengan Sistem Syariah dan Konvensional

Perbankan syariah dan konvensional memiliki produk keuangan yang hampir mirip, misalnya tabungan, deposito, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kartu kredit, Giro dan lain-lain. Meskipun demikian banyak yang masih bingung untuk memilih apakah mereka akan mengambil produk keuangan yang berasaskan syariah atau tetap setia pada bank konvensional.

Berikut ada beberapa produk perbankan yang dekat dengan masyarakat, termasuk diantaranya tabungan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kartu kredit, dan deposito. Mari kita bandingkan produk-produk itu dengan sistem syariah dan konvensional. Siapa tahu Anda bisa berubah pikiran atau akan tetap setia dengan bank sebelumnya

1. Produk Tabungan

Menabung Di Bank

Menabung Di Bank via bareksa.com

 

Tabungan merupakan produk perbankan yang pasti ditawarkan pada nasabah di semua bank, baik konvensional maupun yang syariah. Tabungan adalah simpanan yang penarikannya melalui beberapa ketentuan yang sudah dijelaskan oleh pihak bank pada nasabah. Sarana penarikannya bisa menggunakan buku tabungan, ATM, slip penarikan dan juga melalui metode canggih lain misalnya internet banking.

Apa sih perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional? Bisa dicek dibawah ini:

Tabungan Syariah

Berikut ini adalah ciri khas Tabungan Syariah:

  • Menerapkan akad wadi’ah, yang artinya tabungan yang kita simpan tidak mendapatkan keuntungan karena cuma dititip.
  • Tidak ada bunga yang diterima nasabah.
  • Tetapi bank halal memberikan hadiah atau bonus kepada nasabahnya.
  • Nasabah juga bisa mengambil tabungan itu kapan pun baik lewat teller atau ATM.

Tabungan Konvensional

Berikut ini adalah ciri khas Tabungan Konvensional:

  • Ada bunga langsung yang dijanjikan bank kepada pihak
  • Bunga tidak akan berubah meskipun kondisi kinerja bank sedang buruk ataupun sedang untung besar.
  • Dana tabungan bisa diambil kapan pun baik melalui ATM maupun teller.
  • Sering ada undian berupa mobil atau mobil untuk nasabah yang memiliki tabungan dan rajin melakukan transaksi.

 

Baca Juga: Mengenal Deposito Syariah Dan Manfaatnya

2. Deposito

Produk Deposito

Produk Deposito via mitrainvestor.co.id

 

Kata “deposito” pasti tidak asing lagi di telinga kita. Betul, deposito adalah produk bank sejenis jasa tabungan yang baru bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan.Kalau deposito ini dicairkan sebelum waktunya, nasabah akan terkena penalti dari pihak bank.

Mau tahu beda deposito syariah dan konvensional? Ini dia.

Deposito Syariah

Berikut ini adalah ciri khas Deposito Syariah:

  • Mengunakan akad mudharabah artinya tabungan dengan sistem bagi hasil (nisbah) antara nasabah dan bank.
  • Ada tenggang waktu tertentu dimana nasabah tidak bisa menarik uang begitu saja karena bank membutuhkan waktu untuk melakukan investasi.
  • Keuntungan deposito dengan akad mudharabah ini biasanya memakai perbandingan 60: 40 untuk nasabah dan bank.
  • Makin besar untung yang bank dapat, makin besar untung yang diperoleh oleh nasabah.
  • Bisnis atau investasi yang dijalankan sudah masuk kategori halal dalam agama
  • Ada dua jenis akad mudharabah yaitu yang bersifat mutlaqah (unrestricted investment account, URIA) dan bersifat muqayyadah (restricted investment account, RIA) yang keduanya berbeda soal batasan dan persyaratan untuk bank melakukan investasi.

Deposito Berjangka Konvensional

Berikut ini adalah ciri khas Deposito Berjangka Konvensional:

  • Ada bunga yang akan diterima nasabah.
  • Nilai bunganya tetap, sehingga besaran keuntungan sudah bisa diprediksi sejak awal menaruh dana.
  • Dana diputar untuk investasi dan bisnis apapun selama itu dianggap menguntungkan.

3. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Kredit Pemilikan Rumah

Kredit Pemilikan Rumah via asianbrainhippo.com

 

Baik bank syariah dan bankkonvensional sama-sama mewajibkan pemohon KPR untuk melengkapi persyaratan administrasi seperti berbagai dokumen, namun kedua bank ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup mencolok soal Kredit Pemilikan Rumah.

KPR Syariah

Berikut ini adalah ciri khas KPR Syariah:

  • Ada dua macam akad yang berlaku untuk KPR yaitu akad murabahah (jual beli) dan akad Musyarakah Mutanaqishah  (akad kepemilikan bertahap). Akad murabahah lebih sering ditawarkan.
  • Tenor pinjaman paling lama 15 tahun.
  • Cicilan angsuran tetap karena bersifat fixed rate.
  • Tidak berpengaruh dengan naik turunnya suku bunga di Bank Indonesia, karena bank syariah sudah mematok keuntungan untuk bank saat akad.
  • Denda terlambat mencicil biasanya lebih tinggi dari bank kovensional.

KPR Konvensional

Berikut ini adalah ciri khas KPR Konvensional:

  • Tenor pinjaman bisa sampai 20 tahun.
  • Cicilan angsuran berubah-ubah tergantung suku bunga.
  • Ada promosi fixed interest rate atau suku bunga rendah diawal pengambilan KPR hingga 2-5 tahun, tergantung bank.
  • Denda keterlambatan mencicil lebih rendah dibanding syariah.
  • Harus membayar biaya penalti jika melunasi KPR sebelum waktunya.

Baca juga: 4 Keunggulan Kartu Kredit Syariah yang Wajib Diketahui

4. Kartu Kredit

Kartu Kredit

Kartu Kredit via jakartakita.com

 

Yup, baik seperti layaknya bank-bank konvensional lain, bank syariah juga mengeluarkan produk berupa kartu kredit. Kartu kredit tersebut juga bisa menarik uang cash dari ATM atau pun Gesek Tunai (gestun) di toko atau merchants yang mempunyai lambang bank bersangkutan.

Bagaimana dengan perbedaannya?

Kartu Kredit Bank Konvensional

Berikut ini adalah ciri khas Kartu Kredit Bank Konvensional:

  • Bunga untuk kartu kredit dari bank konvensional besarnya dua hingga empat persen.
  • Sistemnya bunga berbunga, yaitu membayar bunga dari jumlah total tagihan, dan bunga lainnya untuk sisa tagihan yang belum terbayar.
  • Ada juga biaya admistrasi yang dipungut setiap tahun
  • Banyak terdapat promosi, diskon, termasuk cash back dan lain-lain untuk membuat para nasabah “rajin” memakai kartu kreditnya
  • Ada merchant fee, yaitu pihak merchant membayar sejumlah uang kepada bank.

Kartu Kredit Syariah

Berikut ini adalah ciri khas Kartu Kredit Syariah:

  • Memiliki tiga jenis akad, yaitu ijarah (akad untuk iuran tahunan/ keanggotaan), qardh (akad pemberian pinjaman untuk pengambilan tunai) dan kafalah (penjaminan transaksi)
  • Biaya keanggotaan sering disebut juga rusum al-udhwiyah yaitu izin pengunaan kartu yang pembayarannya berdasarkan kesepakatan antara bank dan nasabah.
  • Tidak menarik biaya dari merchant untuk bank. Adanya justru ujrah (upah) atas jasa pelantara (samsarah), pemasaran (taswiq) dan penagihan (tehsil al-dayn)
  • Membayar dua jenis biaya keterlambatan kalau tagihan nasabah jatuh tempo. Yang pertama disebut ta’widh yaitu membayar biaya penagihan bank sebesar yang menjadi aturan bank. Sementara biaya denda kedua adalah 3 persen dari total tagihan yang disebut qardhul hasan dan akan disumbang ke badan amal. Jadi biaya denda itu bukan bunga dan bukan hak dari bank untuk menerimanya.

5. Giro

Layanan Giro

Mendaftar Giro via victoriabank.co.id

 

Sudah tahu apa itu giro? Secara gampangnya giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mengunakan cek atau bilyet giro atau pemindahbukuan.

Giro merupakan sarana untuk kebutuhan transaksi bisnis perorangan dan perusahaan yang didukung juga oleh fasilitas cash management

Perbedaan adalah Giro bank konvensional dan Giro Syariah bisa dilihat dibawah ini:

Giro Syariah:

Berikut ini adalah ciri khas Giro Syariah:

  • Akad yang dipakai bisa wadiah dan mudharabah, tergantung produk rekening giro itu sendiri.
  • Kalau giro yang memakai akad wadiah, artinya dana dari giro itu hanya titipan atau simpanan.
  • Sementara giro dengan akad mudharabah maksudnya dana yang ada dalam giro itu dapat dipergunakan bank untuk investasi dan mengunakan berjanjian bagi hasil antara bank dan si pemilik giro.
  • Tidak ada keuntungan atau bunga dari giro jenis wadiah untuk nasabah, sementara giro jenis mudharabah akan mendapatkan keuntungan berdasarkan bagi hasil investasi yang dilakukan bank
  • Khusus giro wadiah, bank boleh memberikan bonus atau insentif untuk menarik perhatian nasabah, tetapi tidak dijanjikan di awal kerja sama.
  • Pemilik giro wadiah bisa sewaktu-waktu menarik simpanannya. Beda dengan giro jenis mudharabah yang tidak bisa ditarik serta merta karena dananya sedang diinvestasikan dalam jangka waktu tertentu.
  • Hanya berlaku dua hingga tiga jenis mata uang yaitu Rupiah, Dollar Amerika dan Dollar Singapura (tiap bank memiliki jumlah jenis mata uang berbeda untuk transaksi) .
  • Ada biaya administrasi, biaya pengelolaan rekening, biaya materai, cetak laporan transaksi dan penutupan rekening yang diminta oleh bank dari nasabah.

Giro Konvensional

Berikut ini adalah ciri khas Giro Konvensional:

  • Memberlakukan bunga hingga 2 persen pertahun. Tergantung bank tempat rekening giro itu dibuat.
  • Mengunakan beragam jenis mata uang, termasuk rupiah, Euro, Dollar dan lain-lain
  • Bisa menarik dana kapan pun.

6. Gadai

Aktivitas Pegadaian

Aktivitas Pegadaian via jurnal.asia

 

Bank syariah ternyata tidak hanya terpaku dengan usaha mengambil keuntungan dari produk yang sudah dijelaskan di atas. Bank jenis ini juga mencoba peruntungan dengan membuka usaha gadai yang masuk dalam produk jasa perbankan. Usaha gadai tersebut harus sesuai dengan syariat Islam.

Gadai Syariah

Berikut ini adalah ciri khas Gadai Syariah:

  • Mengunakan akad Rahn, yaitu perjanjian bahwa bank akan memberikan pembiayaan dengan jaminan dari nasabah
  • Biaya pemeliharaan barang yang digadai berdasarkan nilai jaminan bukan pinjaman
  • Barang sendiri alias bukan milik orang lain
  • Tujuan peminjaman dana harus sesuai dengan syariah Islam, artinya bukan untuk digunakan di jalan yang dilarang agama Islam.
  • Bisa mencari pemberi jaminan lain kalau tidak mampu menebus barang tersebut.

Gadai Konvensional

Berikut ini adalah ciri khas Gadai Konvensional:

  • Memberlakukan bunga untuk setiap dana yang dipinjam nasabah
  • Perjanjian dengan kredit gadai
  • Nasabah tidak berhak mencari pemberi jaminan lain kalau gagal menebus jaminan tersebut.
  • Pihak pengadai tidak akan mempermasalahkan uang yang dipinjam akan digunakan sesuai dengan syariah Islam atau tidak.

7. Kredit Modal Usaha

Gunakan Kredit Modal Usaha

Gunakan Kredit Modal Usaha via duajurai.com

 

Kredit modal kerja termasuk dalam produk pembiayaan dari bank. Baik bank konvensional maupun syariah memberikan fasilitas kredit untuk modal usaha. Namun demikian ada beberapa perbedaan yang perlu diketahui

Kredit Modal Usaha Syariah

Berikut ini adalah ciri khas Kredit Modal Usaha Syariah:

 

  • Menggunakan prinsip bagi hasil atau nisbah dengan akad musyarakah, mudharabah dan murabahah dimana sesuai dengan kebutuhan modal usaha tersebut.
  • Beberapa bank syariah terkadang melakukan kombinasi dari ketiga akad tersebut di atas untuk mendapatkan akad kredit terbaik bagi nasabahnya.
  • Plafon pinjaman minimal Rp 100 jutaan
  • Jangka waktu pembiayaan disesuaikan dengan modal kerja. Tetapi biasanya 1-2 tahun,
  • Ada asuransi bila nasabah yang meminjam meninggal dunia.
  • Tidak ada biaya penalti bila pinjaman dilunasi sebelum waktunya.
  • Ada biaya administrasi

Kredit modal Usaha Konvensional

Berikut ini adalah ciri khas Kredit Modal Usaha Konvensional:

  • Berlaku bunga yang biasanya tetap
  • Plafon minimal Rp 100 jutaan
  • Ada Asuransi jiwa yang akan melindungi nasabahnya
  • Tenor pinjaman 1-3 tahun
  • Ada biaya penalti bila melunasi pinjaman sebelum waktu tenor habis.
  • Ada bank yang membebaskan biaya administrasi

Jadi, Mau Pilih yang Mana?

Mau Pilih Mana

Mau Pilih Mana via webinarsforprofit.com

 

Berdasarkan tiga contoh produk perbankan itu Anda bisa melihat kalau masih-masing perbankan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun persyaratannya relatif sama, tapi terdapat banyak perbedaan dari cara kerja dan layanan.

 

Baca Juga: Mengenal Istilah Bagi Hasil (Nisbah) Perbankan Syariah

Kalau Anda ingin mendapatkan layanan yang lebih mudah diambil, maka produk dari bank konvensional adalah jawaban yang tepat. Namun, kalau ingin mendapatkan layanan bank yang mendukung gaya hidup syariah, menggunakan produk bank syariah adalah jawabannya. Jadi, mau pilih yang mana? Berikutnya tergantung Anda yang memilih.