Tips Cespleng Investasi Risiko Kecil, Tapi Tetap Cuan Berlimpah

Siapa yang resolusi investasinya meleset di tahun ini? Tenang, kamu masih punya kesempatan merealisasikannya tahun depan.

Biasanya orang cenderung maju mundur investasi karena takut dengan risikonya. Asal kamu tahu ya, risiko investasi itu bisa kamu pilih.

Dalam berinvestasi, ada tingkatan risiko. Risiko rendah, menengah, dan tinggi. Risiko yang kamu pilih, akan sebanding dengan imbal hasil atau keuntungannya.

Namun demikian, risiko ini bukan tidak bisa diminimalisir. Sangat mungkin, asalkan memiliki strategi pengelolaan risiko yang tepat, maka kamu dapat mengurangi, bahkan menghindari risiko tersebut sehingga cuan tetap maksimal.

Berikut tips investasi rendah risiko, tetapi keuntungan bisa lumayan gede:

Baca Juga: Mau Investasi Cuan di 2021? Buruan Serok Saham Pilihan Ini

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

1. Tetapkan tujuan dan instrumen investasi

Investasi
Tetapkan tujuan dan instrumen investasi 

Mau investasi, harus tahu dulu apa tujuannya. Jadi gak asal investasi, taruh duit, selesai. Tetapkan tujuan investasimu. Misalnya ingin investasi rendah risiko untuk biaya pendidikan anak, DP rumah, atau biaya menikah.

Selanjutnya tetapkan jangka waktunya, dan pilih instrumen investasinya. Investasi rendah risiko, contohnya deposito, reksadana, surat utang negara (SUN), properti, emas, fintech lending, dan barang antik.

Selain itu, pelajari setiap risiko dari instrumen yang kamu pilih. Meskipun termasuk rendah risiko, tetapi mengetahui seluk beluk risiko investasi adalah sebuah keharusan.

Dengan demikian, kamu dapat mengelola risiko tersebut dengan tepat agar menghindari kamu dari kerugian besar.

2. Mampu menganalisa dengan baik

Laporan Keuangan
Mampu menganalisa dengan baik 

Seorang investor harus mampu menganalisa. Contohnya kamu mau investasi di reksadana, kamu harus bisa menganalisa kinerja produk reksadana sebuah sekuritas. Pun dengan dana kelolaan perusahaan sekuritas tersebut.

Jadi jangan asal saja menempatkan dana di sekuritas A, pada produk reksadana B tanpa dianalisa lebih dulu. Kalau investasi pada produk atau perusahaan yang salah, uangmu bukan bertambah malah ludes. Bukan untung, malah buntung.

Kamu perlu tahu, kapan waktunya untuk menambah modal investasimu, kapan harus menarik atau menjualnya. Semua itu diawali dengan analisa supaya memperoleh keuntungan besar.

3. Diversifikasi investasi

Investasi
Diversifikasi investasi 

Boleh saja mendekap instrumen investasi rendah risiko. Tetapi lazimnya, investasi minim risiko, imbal hasilnya pun kecil.

Oleh karena itu, kamu perlu melakukan diversifikasi investasi. Misal, sudah investasi di reksadana yang rendah risiko. Diversifikasi dengan investasi di instrumen yang risikonya lebih tinggi, seperti saham.

Kalau kinerja reksadana maupun saham sedang bagus, wah cuan banyak. Tetapi jika harga saham lagi rontok, kamu tetap mendapat imbal hasil dari reksadana yang tidak terlalu turun performanya. Dengan kata lain, seperti subsidi silang.

Baca Juga: Biar Investasi Pertama Berjalan Mulus, Coba 5 Tips Ini

4. Investasi dalam jangka panjang

Investasi
Investasi dalam jangka panjang 

Salah satu cara agar mendapat hasil maksimal, walaupun kamu berinvestasi pada instrumen rendah risiko adalah menanam modal dalam jangka panjang.

Ibaratnya seperti menabung saja. Tetapi investasi menawarkan imbal hasil yang lebih besar dari tabungan. Semakin besar investasi yang kamu tanamkan, dan dalam jangka waktu lama, semakin besar pula keuntungannya.

5. Investasi pada perusahaan resmi

Investasi
Investasi pada perusahaan resmi

Jika mau untung, jangan berinvestasi di instrumen dan perusahaan bodong atau ilegal. Tanamkan modalmu pada produk dan perusahaan legal, yang resmi terdaftar dan diawasi oleh otoritas.

Misalnya kamu investasi di reksadana di sekuritas A. Pastikan sekuritas tersebut berizin resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jangan tergiur dengan keuntungan besar, tetapi tanpa risiko. Itu mustahil. Setiap investasi pasti ada risikonya, meskipun kecil. Kalau ada yang mengiming-imingi seperti itu, lebih baik urungkan niat menyetor modal, karena dapat dipastikan bahwa itu ilegal.

Investasi Rendah Risiko Cocok Buat Kamu yang Cari Aman 

Sah-sah saja investasi pada instrumen yang rendah risiko. Apalagi buat kamu yang cari aman. Karakternya takut atau baru memulai investasi.

Apapun pilihan investasinya, pastikan kamu mengenali dan memahami produk investasi yang akan dipilih, cari tahu untung ruginya, serta bagaimana cara mengelola risikonya dengan tepat.

Jadikan investasi sebagai cara untuk menyelamatkan uang maupun aset berhargamu di kala resesi. Paling penting, investasi adalah jalan untuk mengembangbiakkan uangmu agar tidak habis digerogoti inflasi.

Jangan takut investasi di masa pandemi dan resesi. Kamu tetap bisa untung asal mampu mengelola risikonya. Selamat mencoba.

Baca Juga: Reksadana Pendapatan Tetap: Pengertian, Cara Hitung Untung, dan Produk yang Paling Cuan