Transaksi Kartu Kredit Gagal tapi Saldo Terpotong? Lakukan 5 Langkah Ini!
Saat ini hampir semua orang sudah terbiasa dengan transaksi menggunakan kartu kredit. Selain aman, transaksi juga cepat, tinggal gesek atau klik, pembayaran langsung beres. Tapi seperti pembayaran lain, tetap ada kemungkinan kendala teknis yang muncul. Salah satunya ketika transaksi tercatat gagal, tapi saldo atau limit kartu kredit justru berkurang.
Kalau mengalami kejadian seperti itu, pasti akan langsung panik dan bingung harus bagaimana, karena secara logika transaksi tidak berhasil, tapi dana sudah terpotong. Nah biar tidak semakin panik, berikut cara mengurus transaksi kartu kredit yang gagal tapi saldo sudah berkurang.
Mengapa Saldo Terpotong Padahal Transaksi Gagal?
Sebelum bahas caranya, sebaiknya pahami dulu kenapa transaksi kartu kredit bisa gagal dan saldo berkurang. Masalah ini memang sering terjadi karena sistem perbankan error yang error. Tapi ada beberapa penyebab lainnya juga, lho.
- Gangguan Sistem: Terjadi error pada sistem bank penerbit atau platform pembayaran online saat proses otorisasi.
- Koneksi Tidak Stabil: Sinyal yang terputus di tengah proses pembayaran dapat menyebabkan data "nyangkut" di sistem.
- Waktu Proses Terlalu Lama: Sistem membatalkan transaksi secara otomatis (timeout) jika respon bank terlalu lambat, padahal dana sudah terlanjur terblokir.
- Kesalahan Mesin EDC: Perangkat yang tidak diperbarui (update) bisa menyebabkan status gagal di sisi pengguna namun tetap tercatat di sistem bank.
Cara Mengurus Transaksi Kartu Kredit yang Gagal dan Mengurangi Saldo
Nah, tidak perlu panik, ini dia langkah-langkah yang bisa dilakukan kalau mengalami saldo berkurang tapi transaksi gagal.
-
Cek Mutasi dan Status Transaksi
Kalau kejadian hal di atas, sebaiknya cek dulu mutasi kartu kredit lewat mobile banking atau internet banking. Perhatikan status transaksi tersebut. Biasanya akan tertulis “pending”, “hold”, atau “reversal in process”. Kalau muncul status tersebut, berarti dana masih ditahan dan tidak benar-benar hilang, ya.
-
Tunggu Proses Reversal Otomatis
Di banyak kasus, sistem bank akan otomatis mengembalikan saldo yang terpotong. Proses ini disebut reversal dan biasanya butuh waktu antara 1 sampai 14 hari kerja, tergantung kebijakan bank dan merchant.
Selama status transaksi terakhir masih pending, sebaiknya jangan lakukan transaksi yang sama berulang kali karena bisa memperpanjang prosesnya.
-
Simpan Bukti Transaksi
Screenshot notifikasi gagal, simpan struk EDC, atau email konfirmasi itu harus dilakukan. Bukti ini akan berguna kalau harus mengajukan komplain ke pihak bank atau merchant. Jadi sebaiknya simpan dulu, kalau sampai beberapa hari kerja status transaksi masih belum berubah, sebaiknya ajukan komplain dengan melampirkan bukti tersebut.
-
Hubungi Layanan Pelanggan Bank Penerbit
Kalau setelah beberapa hari saldo belum kembali, segera hubungi call center bank penerbit kartu kredit. Jelaskan kronologi secara singkat dan jelas. Biasanya petugas akan membuatkan laporan resmi dan memberikan nomor tiket pengaduan.
-
Hubungi Merchant Terkait
Selain bank, merchant juga punya peran. Terutama saat transaksi online, pihak merchant bisa membantu mengecek status pembayaran dari sistem mereka. Kadang-kadang, dana memang sudah kembali tapi belum ter-update di sistem bank. Nggak jarang juga, pihak bank akan meminta bukti bahwa merchant belum menerima dana, jadi sebaiknya hubungi merchant untuk meminta konfirmasi.
-
Pantau Secara Berkala
Setelah laporan dibuat, pantau terus perkembangan kasusnya. Biasanya bank akan menghubungi kembali via email atau telepon kalau proses reversal sudah selesai. Kamu juga bisa minta update kalau masih belum dapat konfirmasi dari bank atau waktu yang diberikan sudah melebihi SLA yang dijanjikan.
Baca juga: Jangan Panik, Ketahui Cara Menyelesaikan Kartu Kredit Macet
Estimasi Waktu Pengembalian Saldo
Pengembalian saldo dari transaksi kartu kredit yang gagal tidak bisa disamakan, bisa berbeda karena dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti kebijakan bank penerbit kartu kredit, sistem merchant tempat transaksi dilakukan, dan jenis transaksinya, apakah dilakukan secara online atau offline.
Biasanya pihak bank akan memproses pengembalian dana melalui mekanisme reversal otomatis. Proses ini memakan waktu sekitar 3 hingga 14 hari kerja. Selama periode tersebut, saldo atau limit kartu kredit memang masih berkurang, tetapi statusnya hanya ditahan sementara dan akan kembalikan ke akunmu setelah proses selesai.
Tips Supaya Kejadian Tidak Terulang
Nah biar tidak mengalami hal seperti itu terus menerus. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.
- Pastikan Koneksi Stabil: Terutama saat melakukan pembayaran nominal besar secara online.
- Cek Limit Berkala: Selalu pastikan sisa limit kartu mencukupi sebelum melakukan gesek atau klik bayar.
- Update Aplikasi: Gunakan versi terbaru dari aplikasi perbankan atau belanja untuk menghindari bug sistem.
Tenang, Saldo Terpotong Belum Tentu Hilang
Masalah transaksi kartu kredit gagal tapi saldo terpotong memang bikin deg-degan. Tapi dananya bisa kembali, kok, asalkan ditangani dengan benar. Kuncinya tetap tenang, teliti, dan lakukan komunikasi yang jelas dengan pihak bank serta merchant.
Kejadian seperti ini memang nggak bisa selalu dihindari, apalagi di era transaksi serba digital. Tapi kalau sudah tahu penyebabnya dan paham harus ngapain dulu, masalah seperti ini bisa selesai dengan mudah. Tinggal ikuti prosesnya, pantau statusnya, dan tunggu hingga saldo kembali ke akunmu.