Apa Itu Liquidity Pool dalam Crypto? Simak Kegunaan dan Cara Kerjanya

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang bisa menukar aset kripto di platform desentralisasi tanpa perlu menunggu ada penjual di sisi lain? Rahasianya ada pada liquidity pool. Di ekosistem Decentralized Finance (DeFi), teknologi ini menjadi jantung yang memungkinkan transaksi berjalan otomatis, cepat, dan transparan.

Bagi kamu yang ingin mendalami dunia investasi aset digital, memahami liquidity pool adalah langkah krusial. Yuk, bedah tuntas konsep, cara kerja, hingga risikonya dalam artikel ini!

Investasi Kripto di Cermati Sekarang!  

Apa Itu Liquidity Pool?

loader

Secara sederhana, liquidity pool adalah sekumpulan aset kripto yang "dikunci" di dalam sebuah smart contract (kontrak pintar). Kumpulan aset ini digunakan untuk memfasilitasi perdagangan, peminjaman, dan berbagai fungsi lainnya di bursa desentralisasi (DEX).

Jika di bursa tradisional (centralized exchange) transaksi menggunakan sistem order book yang mempertemukan pembeli dan penjual, maka di DEX, transaksi dilakukan langsung terhadap "kolam likuiditas" tersebut. Para penyedia aset ke kolam ini disebut sebagai Liquidity Providers (LP).

Bagaimana Cara Kerja Liquidity Pool?

Liquidity pool bekerja menggunakan algoritma yang disebut Automated Market Maker (AMM). Berikut adalah mekanismenya secara sistematis:

  1. Penyetoran Aset: Liquidity Provider menyetorkan dua jenis aset kripto dengan nilai yang setara (misalnya 50% ETH dan 50% USDT) ke dalam kolam.
  2. Penerimaan LP Token: Sebagai bukti setoran, LP akan menerima Liquidity Provider Token (LP Token) yang merepresentasikan pangsa kepemilikan mereka di kolam tersebut.
  3. Eksekusi Transaksi: Saat pengguna ingin menukar (swap) ETH ke USDT, mereka tidak perlu mencari penjual. Sistem AMM akan mengambil USDT dari kolam dan memasukkan ETH milik pengguna ke dalam kolam.
  4. Penentuan Harga: Harga aset ditentukan oleh rasio jumlah aset di dalam kolam. Semakin banyak satu aset diambil, harganya akan naik secara otomatis sesuai rumus matematika (biasanya $x * y = k$).
  5. Imbal Hasil: Setiap transaksi di dalam kolam dikenakan biaya (trading fees). Biaya ini kemudian dibagikan secara proporsional kepada para LP sebagai insentif.

Kegunaan Liquidity Pool dalam Ekosistem DeFi

Selain memfasilitasi pertukaran aset, liquidity pool memiliki peran vital lainnya:

  • Yield Farming: Pengguna bisa memindahkan LP token mereka ke protokol lain untuk mendapatkan imbal hasil tambahan.
  • Pinjam Meminjam (Lending): Menjadi sumber dana bagi protokol peminjaman seperti Aave atau Compound.
  • Governance: Beberapa kolam memberikan hak suara kepada pemegang token untuk menentukan kebijakan protokol.

Risiko yang Wajib Kamu Perhatikan

Investasi di liquidity pool memang menawarkan passive income, namun bukan tanpa risiko. Perhatikan dua poin utama ini:

  • Impermanent Loss: Kondisi di mana nilai aset di dalam kolam menjadi lebih rendah dibandingkan jika kamu hanya menyimpannya di dompet (wallet). Ini terjadi jika harga kedua aset di kolam berubah secara drastis secara tidak seimbang.
  • Smart Contract Risk: Karena sistem dijalankan oleh kode program, terdapat risiko peretasan atau celah keamanan (bug) pada kontrak pintar tersebut.

Baca juga: 5 Keuntungan Investasi Kripto di Cermati: Cuan Maksimal, Hati Tenang

Bijak Pilih Layanan Liquidity Pool

Memahami konsep liquidity pool adalah langkah awal yang cerdas bagi kamu yang ingin memaksimalkan potensi cuan di dunia digital. Namun, selain pemahaman teknis, memilih platform yang aman dan terpercaya adalah kunci utama dalam berinvestasi. 

Nah, bagi kamu yang ingin mulai membangun portofolio aset digital dengan cara yang praktis dan terjamin, kamu bisa mengeksplorasi berbagai pilihan investasi kripto melalui Cermati

Yuk, mulai perjalanan investasimu sekarang, pantau cash flow kamu secara bijak, dan jadikan aset kripto sebagai bagian dari strategi finansial jangka panjangmu hanya di Cermati!