Uang Fiat: Sejarah, Fungsi, hingga Kelebihan dan Kekurangannya

Uang fiat merupakan uang yang dipakai oleh masyarakat luas di dalam keseharian mereka. Pada umumnya, uang ini bisa ditemukan dalam 2 bentuk yang berbeda, yakni uang kertas dan juga uang logam.

Uang yang kita gunakan untuk berbagai transaksi sehari-hari merupakan contoh uang fiat itu sendiri. Pada dasarnya, uang fiat dan uang komoditas tidak sama, sebab keduanya memiliki perbedaan pada nilainya.

Baca Juga: Cara Mengambil Uang di Western Union

Apa Itu Uang Fiat?

Pengertian Uang Fiat

Uang fiat adalah uang yang secara resmi dikeluarkan oleh pemerintah sebuah negara, di mana uang tidak mengacu pada harga emas maupun komoditas fisik lainnya. Mata uang fiat di negara kita tentu saja rupiah, sebab ini adalah mata uang resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. 

Berdasarkan pengertian uang fiat di atas, maka bisa dipastikan setiap negara akan memiliki uang fiatnya masing-masing, sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah negara tersebut. Contoh uang fiat lainnya adalah dolar amerika, euro, peso, dan masih banyak lagi. 

Mata uang fiat sangat populer dan tentu saja digunakan oleh hampir semua orang di dunia ini. Namun pada kenyataannya, uang fiat adalah bentuk baru dari uang itu sendiri, yang pada akhirnya digunakan sebagai alat tukar resmi. 

Saat uang fiat belum dibuat dan dikenal secara luas, masing-masing negara harus mencetak uang dengan mengacu pada tabungan komoditas fisik, di mana komoditas fisik yang biasa dijadikan acuan adalah emas dan juga perak. Hal ini menunjukkan bahwa uang fiat dan uang komoditas memiliki perbedaan.

Uang fiat adalah uang yang bisa dicetak oleh pemerintah tanpa harus mempertimbangkan jumlah cadangan emas dan juga perak yang dimiliki oleh negara. Mata uang fiat ini tidak didasari jumlah simpanan emas maupun perak, namun akan mengacu pada jumlah permintaan dan juga penawaran dari masyarakat itu sendiri.

Sejarah Uang Fiat

Jika melihat sejarahnya, uang fiat adalah uang yang muncul pertama kali di masa pemerintahan Dinasti Yuan, Song, Ming, dan Tang pada abad ke-10. Mata uang fiat ini dibuat untuk memenuhi permintaan akan uang koin yang begitu tinggi pada masa tersebut. 

Permintaan uang koin yang tinggi ini tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan baku, sehingga masyarakat Cina pada masa tersebut menghadapi kondisi uang yang langka dan sulit untuk didapatkan. 

Untuk mengatasi kondisi di atas, pemerintah Cina memutuskan untuk membuat dan mengedarkan uang kertas di tengah-tengah masyarakatnya. Uang inilah yang pada akhirnya populer dan mulai menyebar ke wilayah Barat di abad ke-18 silam. 

Uang fiat menjadi lebih dikenal luas dan mendapatkan kepopulerannya di abad ke-20, tepatnya ketika mata uang fiat ini disahkan oleh Richard Nixon, yang kala itu menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. 

Di dalam perkembangannya, uang fiat semakin populer dan banyak digunakan di berbagai belahan dunia. Dolar Amerika Serikat adalah contoh uang fiat yang paling banyak digunakan, sebab mata uang yang satu ini banyak dipakai dalam perdagangan global. 

Bagaimana Cara Kerja Uang Fiat?

Uang fiat dan uang komoditas memiliki perbedaan yang cukup signifikan. 

Uang komoditas akan mengacu pada nilai intrinsiknya, di mana uang ini akan tetap berharga sekalipun sudah tidak lagi berbentuk mata uang. 

Sedangkan, uang fiat sejak awal tidak mengacu pada komoditas tertentu. Nilai uang tersebut akan ditentukan sepenuhnya oleh pihak pemerintah yang bertindak sebagai pengelola dan penjamin uang fiat itu sendiri. 

Berdasarkan penjelasan di atas, jelas terlihat jika uang fiat dan uang komoditas tidak sama. Keduanya memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan, begitu juga dengan tujuan pembuatannya. 

Jaminan nilai yang didapatkan uang fiat dari pihak pemerintah merupakan penyebab utama mengapa masyarakat percaya untuk menggunakan uang tersebut sebagai alat untuk bertransaksi. Nilai dari uang fiat sendiri akan terkoreksi, ketika uang tersebut berada atau digunakan di negara lain.

Di dalam praktiknya, uang fiat akan digunakan sebagai alat pengganti ekonomi barter yang sempat populer dan banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat luas. 

Saat seseorang membutuhkan telur dan ayam, maka yang bersangkutan bisa segera membelinya sesuai dengan harga yang ditentukan penjual, di mana pembelian ini dilakukan dengan menggunakan uang fiat yang dimilikinya. Orang tersebut tidak perlu membawa barang-barang lainnya untuk dibarter.

Uang fiat membuat transaksi menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Masyarakat bisa membeli apapun yang mereka inginkan dengan uangnya, tanpa perlu menyesuaikan keinginan penjual akan barang tertentu sebagai barternya.

Baca Juga: Begini Cara Ambil Uang di ATM Beserta Cara Aman Mengambil Uang di ATM!

Fungsi Uang Fiat

Jika melihat pengertian uang fiat dan juga contoh uang fiat, maka jelas fungsi utama uang ini adalah sebagai alat pembayaran. Namun untuk bisa menjalankan fungsi tersebut dengan baik, uang fiat juga harus memenuhi sejumlah fungsi lainnya, antara lain: 

  1. Medium of Exchange 

    Uang fiat wajib memenuhi fungsi sebagai alat pembayaran jika bisa dipakai sebagai alat pembayaran yang sah, tanpa menggunakan sistem barter sama sekali. Pemilik uang bisa memakai uang yang mereka miliki untuk membeli berbagai barang maupun jasa yang nilainya sama dengan uang yang dibayarkan. 

  2. Unit of Account 

    Sebuah mata uang bisa dinyatakan sebagai uang fiat apabila bisa menjadi satuan ukur hitung. Misal, 1 bungkus roti dihargai sebesar Rp20 ribu, 1 kaleng sirup dihargai sebesar Rp40 ribu, dan yang lainnya. 

  3. Store of Value 

    Uang fiat juga wajib memiliki nilai yang bisa menyatakan jumlah kekayaan pemiliknya. Dalam hal ini, semakin banyak uang yang dimiliki oleh seseorang, maka akan semakin tinggi juga nilai kekayaannya. 

Kelebihan dan Kekurangan Uang Fiat

Kelebihan

Kekurangan

  • Uang fiat adalah uang yang mengalami perkembangan bersama dengan perubahan ekonomi global, bahkan ikut menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. 
  • Mata uang fiat dibuat dari berbagai material yang bisa diperbarui, sehingga memiliki kemungkinan untuk dirilis kembali, di mana hal ini akan menjadi urusan bank sentral.
  • Uang fiat akan diatur secara resmi oleh pihak pemerintah, di mana hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sebuah negara. Jika ekonomi sebuah negara stabil, maka nilai uang fiat juga akan cenderung stabil.
  • Memungkinkan sebuah negara miskin atau negara yang tidak memiliki cadangan emas untuk memiliki mata uang sendiri, sehingga negara tersebut bisa menjalankan perekonomiannya dengan baik.
  • Uang fiat bisa menjadi pemicu hilangnya kepercayaan masyarakat luas kepada negara. Jika hal ini sampai terjadi dan masyarakat tidak lagi percaya pada sebuah mata uang, maka nilai mata uang tersebut akan merosot atau bahkan menghilang. 
  • Peredaran mata uang fiat harus diawasi dengan ketat, agar nilainya tetap terjaga. Jika pemerintah mencetak uang ini terlalu banyak, maka nilainya akan mengalami penurunan. Hal sebaliknya juga berlaku, jika peredaran mata uang terlalu sedikit. 
  • Uang fiat tidak mengacu pada komoditas fisik seperti emas dan yang lainnya, sehingga sangat rentan terhadap inflasi. Hal ini tentu sangat berisiko menimbulkan kerugian dalam keuangan.

Uang Fiat Membuat Transaksi Menjadi Mudah dan Simpel 

Uang fiat adalah uang yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah sebuah negara, di mana uang inilah yang akan menjadi alat tukar yang sah di tengah masyarakatnya. Selain membuat setiap transaksi menjadi lebih mudah, nilai uang fiat juga bisa menjadi salah satu tolak ukur kestabilan ekonomi sebuah negara.

Baca Juga: Daripada Disia-Siakan, Inilah Tips Menabung Uang Receh