Dear Shopaholic, Begini 5 Cara Kendalikan Nafsu Belanja ketika New Normal

Apa Anda suka belanja? Bahkan Anda termasuk orang yang doyan sekali belanja. Apalagi kini belanja semakin mudah, cukup di rumah aja, belanja online apa saja dari ponsel pintar Anda. Dalam hitungan menit barang yang Anda incar dapat dengan mudah didapatkan dan dibeli.

Di zaman sekarang, belanja bukan lagi sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidup dan gaya hidup. Bagi sebagian orang, belanja dijadikan sebagai suatu pelampiasan ketika mereka merasa stres atau sedih. Inilah, sebabnya, kenapa ada orang yang doyan belanja dan kebablasan hingga mendapat julukan shopaholic.  

Bagi shopaholic apapun akan dibeli tanpa berpikir dua kali sebab mereka cenderung membuat keputusan berdasarkan emosi atau perasaan sesaat.

Misalnya, perasaan seperti, “Saya akan bahagia rasanya kalau punya sepatu dan tas edisi baru tersebut.” Tidak heran jika melihat diskon sedikit saja, shopaholic akan langsung belanja padahal barang tersebut belum tentu dibutuhkan atau mungkin sudah punya.

Menyoal belanja di era new normal ini, sebaiknya shopaholic dapat mengendalikan nafsu belanja yang berlebihan. Tujuannya, agar keuangan tetap sehat sembari melatih diri agar Anda tidak terjerumus dalam tumpukan utang akibat perilaku konsumtif.

Jadi, apa saja cara praktis yang harus dilakukan para candu belanja online atau offline menghadapi masa new normal? Simak ulasanya, seperti dikutip dari Cermati.com berikut ini.

loader

Ilustrasi belanja online

1. Tentukan Anggaran untuk Belanja

Anggaran dibutuhkan sebagai pedoman untuk mengatur pengeluaran. Tanpa anggaran, kas keluar bisa tidak terkendali apalagi ditambah godaan belanja yang tinggi sehingga bisa berpotensi memperburuk kondisi finansial. 

Khusus bagi Anda yang termasuk doyan belanja dan tak pernah buat anggaran sama sekali. Hentikan kebiasaan buruk ini, mulai latih diri Anda sekarang juga untuk mulai membuat anggaran belanja.

Caranya sederhana, catat seluruh anggaran untuk sebulan dan fokus untuk kebutuhan pokok. Contohnya, belanja kebutuhan pangan, belanja kesehatan, bayar tagihan dan cicilan, tabungan dana darurat dan lain sebagainya. Lalu, barulah di pos terakhir sisihkan anggaran pos belanja ‘konsumtif’.

Cara ini emang tak mudah, godaan belanja di pusat perbelanjaan/Mall yang mulai buka dengan beragam diskon menanti. Percayalah, Anda tidak sendiri dan Anda bisa melawan godaan belanja hal-hal yang tidak perlu. Ingat kondisi keuangan Anda hari esok, ingatlah apa Anda sudah punya dana darurat yang cukup? 

2. Kendalikan Rasa Penasaran

Coba cek, sudah berapa kali paket belanja online datang ke rumah Anda? Bisa jadi sudah tak terhitung jumlahnya karena terlalu sering belanja online. Dorongan belanja tinggi seseorang ini bisa jadi disebabkan oleh rasa penasaran dan tak pernah puas.

Apabila Anda tipe orang yang penasaran terhadap barang-barang keluaran terbaru atau barang dengan label diskon. Bisa jadi semuanya bisa jadi terlihat murah dan butuh karena rasa penasaran tersebut.

Rasa penasaran yang tidak terkontrol dapat mendorong tindakan impulsif yang menimbulkan hasrat untuk belanja berlebih. Masih untung apabila barang yang dibeli sesuai kebutuhan, harganya murah, dan berkualitas pula. Tapi kalau tidak, ujung-ujungnya Anda merugi. 

Latih diri Anda untuk mengendalikan rasa penasaran untuk lihat-lihat di e-commerce atau toko favorit Anda. Di tengah pandemic ini cobalah untuk memaksimalkan barang yang ada daripada membeli yang baru. Lebih baik, uangnya di tabungkan saja untuk dana darurat.  

3. Unsubscribe dan Uninstall Situs Belanja Online

Lakukan review keuangan sederhana dulu, selama masa di rumah saja atau masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah habis berapa uang yang Anda belanjakan untuk keperluan konsumtif?

Tentunya, semua keinginan belanja itu didorong oleh kemudahan infomasi seperti berbagai info terbaru mengenai produk, brand, dan diskon dari situs belanja dan aplikasi e-commerce yang terinstal di ponsel Anda.

Jadi, cara untuk kurangi hasrat belanja adalah dengan lakukan unsubscribe dan uninstall aplikasi belanja online. Sebagai gantinya, mulailah install aplikasi investasi, aplikasi mengatur keuangan dan sejenisnya untuk mengingatkan Anda agar lebih baik investasi daripada belanja ‘berlebih’ dan menjadi konsumtif.

Baca Juga: Cara Gunakan Kartu Kredit Agar Tidak Konsumtif

4. Cari Aktivitas Positif

Cara ini memang klasik, tapi bisa efektif untuk membuat Anda lebih bahagia tanpa harus belanja. Apabila, kebiasaan Anda selama ini sering menghabiskan banyak waktu untuk scrolling online shop, saatnya Anda mencari aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

Misalnya, belajar tentang mengelola keuangan pribadi, investasi, pengembangan diri, leadership, dan lain sebagainya. Semuanya bisa diakses dari smartphone Anda. Mulailah ganti pelan-pelan aplikasi belanja online dengan aplikasi yang memberikan Anda nilai lebih dan membuat keuangan dan pribadi menjadi lebih baik.  

Aktivitas lainnya, Anda juga bisa membaca, mendekor, menonton, main musik, atau berkebun. Apapun aktivitasnya, pastikan membuat pikiran dan hati senang. Jangan ragu untuk mencobanya, ya!

5. Perkuat Dana Darurat

Di tengah pandemi yang tak pasti kapan akan usai ini, pastikan dana darurat Anda tercukupi. Idealnya, dana darurat adalah sebesar 3 kali – 6 kali pengeluaran bulanan. Fungsi dana darurat adalah sebagai dana jaga-jaga apabila ada kebutuhan keuangan mendesak, Anda tidak panik.