Investasi Langsung: Pengertian, Manfaat dan Tips Investasinya

Investasi sekarang sedang diminati oleh banyak orang, namun tidak banyak yang tahu bahwa investasi bukan sekedar emas dan saham saja. Investasi sendiri memiliki banyak jenis, kategori dan klasifikasi sendiri didalamnya.

Banyaknya jenis, kategori sampai klasifikasi pada investasi tujuannya bukan untuk menyulitkan atau membingungkan para investor/calon investor.

Tapi untuk membagikan secara jelas investasi-investasi apa saja yang sesuai dengan kebutuhan investor tersebut itu sendiri termasuk dari segi kemudahan akses, cara investasi dan modalnya.

Nah, salah satu jenis investasi yang harus diketahui adalah jenis investasi langsung.

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Pengertian Investasi Langsung

loader
Investasi Langsung

Secara singkat, investasi langsung adalah penanaman modal oleh investor secara langsung. Investasi ini berkaitan dengan pembelian lahan, pendirian pabrik, serta mesin-mesin perusahaan.

Investasi langsung atau direct investment umumnya juga bisa berupa properti tanah, rumah, bangunan seperti apartemen, hingga emas. Di dalam perusahaan, investasi jenis ini meliputi biaya untuk mendirikan gedung pabrik dan juga pembelian alat.

Untuk jenis investasi langsung, investor harus menjadi orang pertama yang melibatkan diri untuk mengelola, mengontrol kegiatan, dan ikut bertanggung jawab jika ada kerugian.

Beberapa jenis aset yang dikelola jenis investasi ini masuk kedalam aset investasi sektor riil dan aset berwujud.

Jenis-Jenis Investasi Langsung

loader
Emas, Merupakan Salah Satu Jenis Investasi Langsung

Untuk jenis investasi langsung terbagi menjadi 2 kategori yaitu investasi untuk diperjual belikan dan investasi tidak untuk diperjualbelikan yaitu:

1. Investasi yang tidak diperjualbelikan

  • Tabungan
  • Deposito bank

2. Investasi diperjualbelikan

  • Properti seperti tanah, rumah, ruko, apartemen dan tanah.
  • Logam mulia seperti emas dan berlian.
  • Produk di pasar uang misalnya treasury bill.
  • Produk dari pasar modal misalnya saham biasa, saham preferen, T-bond dan sebagainya.

Catatan penting, jika kamu memilih investasi dalam bentuk produk finansial dari pasar modal dan pasar uang maka harus memiliki menjadi nasabah perusahaan yang sudah mempunyai izin PPE atau Perantara Pedagang Efek lebih dulu.

Baca Juga: Investasi Properti: Pengertian, Keuntungan, dan Caranya

Keunggulan dan Manfaat Berinvestasi di Investasi Langsung

Seperti jenis investasi lainnya, jenis investasi langsung juga memiliki kelebihan dan dan manfaat baik untuk menambah penghasilan atau untuk meningkatkan kualitas finasial pribadi.

Berikut masing-masing keunggulan dan manfaat dari investasi langsung:

Keunggulan Investasi Langsung

Manfaat Investasi Langsung

 

1. Bersifat jangka panjang, sehingga dianggap cocok menjadi tabungan untuk masa depan

 

 

1. Bisa meningkatkan nilai uang yang dimiliki saat ini. Karena investasi bisa menambah jumlah uang beberapa kali lipat dalam beberapa tahun mendatang.

2. Investor berhak dan bisa secara langsung mengontrol instrumen investasi yang dimilikinya

 

2. Bisa mendapatkan bunga dan pengembalian dana dari investasi dan ketika diinvestasikan kembali, kamu bisa mendapatkan bunga lagi atau yang biasa disebut efek compounding atau efek bergulung.

 

3. Investor bisa menganalisis dan mengambil keputusan yang dianggap teriat dengan investasi yang dilakukannya secara langsung (tanpa melalui pihak manapun)

 

3. Menjadi sumber penghasilan pasif karena tetap bisa menghasilkan meski tidak bekerja/tanpa bekerja.

4. Investor memiliki pengaruh paling besar pada investasi yang dilakukannya

4. Tahan dari inflasi, karena beberapa instrumen investasi seperti tanah, properti, deposito dan emas.

 

5. Bagi investor yang memiliki pengetahuan serta ketajaman konsep investasi sangat besar peluangnya untuk mendapatkan keuntungan cukup besar.

5. Merdeka secara finansial, karena investasi bisa meningkatkan kualitas finansial dan membuat kamu tidak perlu lagi khawatir dengan persiapan keuangan di masa depan sampai hari pensiun tiba.

 

Tapi tentu dibalik banyaknya manfaat pada investasi langsung, tetap memiliki kekurangan atau pada investasi disebut dengan risiko.

Tapi tenang saja, risiko pada investasi lansung sama dengan risiko pada investasi lainnya. Yang terpenting adalah kamu memiliki pengetahuan yang cukup pada jenis investasi yang dipilih untuk meminimalisir potensi risiko pada investasi yang dipilih

Baca Juga: Investasi Publik: Pengertian, Contoh dan Analisisnya

Tips Sukses Investasi Langsung

loader
Tips Investasi Langsung

Untuk kamu yang tertarik untuk berinvestasi di investasi langsung, berikut beberapa tips sukses memulai investasi langsung pertamamu;

1. Siapakan Modalnya

Menyiapkan modal bukan hanya sekedar menyiapkan cash atau sejenisnya. Tapi menyesuaikan jenis investasi yang cocok dengan besaran modal yang dimiliki.

Jika modal yang kamu miliki tidak terlalu besar, kamu bisa mencoba berinvestasi di emas, deposito dan saham atau reksa dana saham.

Namun jika kamu memang berkeinginan untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang cukup lama seperti 10-15 tahun bisa mencoba berinvestasi properti dan tanah, baik melalui KPR atau KPT. Tentu saja bangunan atau tanah yang ingin dibeli, harga jualnya sudah cocok dengan kemampuan menyicil kamu.

2. Pilih Platform yang Tepat

Untuk jenis investasi langsung online kamu harus berhati-hati memilih platform tempat kamu akan berinvestasi seperti saham, reksa dana dan emas.

Pilih platform online yang sudah berlisensi dibawah pengawasan OJK (otoritas jasa keuangan) jangan lupa juga untuk membandingkan setiap aplikasi investasi online yang bisa kasih biaya adminitrasi yang lebih murah, bisa dimulai dengan modal yang murah dan bahkan saat ini banyak aplikasi investasi online yang memberikan promo cashback.

3. Jangan Menggabungkan Uang Hasil Profit Investasi dengan Tabungan

Jika kamu memiliki beberapa pos keuangan sampai tabungan, simpanan khusus, dana darurat, dan lain sebagainya pada 1 rekening lebih baik untuk tidak menambah hasil return investasi kedalamnya. Karena itu akan lebih merepotkan untuk kamu dalam mengatur dan memisahkannya nanti.

Apalagi jika hasil return investasi dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Lebih baik membuka rekening baru untuk hasil uang investasi agar tidak tercampur sehingga perencanaan keuangan menjadi lebih rapih dah baik.

4. Fokus pada Investasi Jangka Panjang

Untuk investasi jangka panjang, kamu bisa lebih santai dalam melakukannya karena kamu tidak harus menyusun banyak strategi dan menghabiskan banyak waktu dalam mengawasi investasi. Dengan menargetkan investasi pada 5-10 tahun kamu bisa menjadi lebih tenang dan menjadikannya sebagai tabungan masa depan dengan keuntungan lebih.

5. Tidak Memiliki Lebih dari 2 Instrumen Investasi

Sebagai pemula dalam berinvestasi, kamu tidak perlu menuntut diri kamu untuk mencoba semua jenis investasi yang ada.

Karena dimana-mana kualitas akan lebih baik daripada kuantitas. Jadi, lebih baik memiliki sedikit investasi tapi dengan profit yang pasti. Daripada memiliki banyak investasi tapi, profitnya meragukan dan hanya menghabiskan kocek kamu saja. Semakin banyak mencoba memang bagus. Tapi tidak dengan di banyak investasi.

Pilih Investasinya, Maksimalkan Keuntungannya

Tidak ada orang yang memilih berinvestasi hanya untuk sekedar menyimpan uang yang menganggur. Pasti ada target profit yang diincar. Nah, karena setiap berinvestasi itu profitnya tidak datang begitu saja dan bahkan ada beberapa investasi yang membutuhkan kesabaran yang ekstra dalam mencapainya.

Jadi ketika profit itu sudah ditangan kamu, bijak-bijaklah dalam menggunakanya. Maksimalkan dengan baik profit yang sudah kamu dapat dengan kebutuhan dan hal yang kamu inginkan.

Baca Juga: Investasi Sektor Riil: Pengertian, Jenis dan Tips Sukses Investasi untuk Pemula