Lebih Untung Investasi Emas atau Reksa Dana? Ini Penjelasannya

Reksa dana dan emas adalah dua jenis instrumen investasi berisiko rendah, tetapi memberikan imbal balik yang cukup menarik. Yang pasti keuntungan keduanya di atas bunga deposito dan tabungan. Jika Anda memiliki kedua jenis investasi ini, tentu paham betul kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, bagi Anda yang baru saja akan memulai, pasti akan bertanya, manakah yang lebih untung untuk investasi? Reksa dana atau emas?

Reksa dana baru muncul seiring dengan hadirnya pasar modal dan bursa saham. Jenis investasi ini termasuk yang paling kecil risikonya dibandingkan investasi lain di pasar modal, semisal saham. Karena belum banyak yang tahu, wajar saja bila orang-orang yang mengerti instrumen investasi ini masih sedikit.

Sementara emas sudah jauh lebih lama dikenal sebagai investasi sejak zaman orang tua dulu. Mereka biasa menyimpan aset dalam bentuk emas atau tanah. Sampai saat ini emas masih dinilai sebagai investasi yang diminati dan mudah dicairkan. Selain itu, harga emas diprediksi masih memiliki potensi untuk naik dan lebih aman dibandingkan investasi lain.

Ulasan di bawah ini akan memberikan gambaran sisi plus dan minus kedua jenis instrumen investasi tersebut. Terlebih reksa dana yang belum banyak dikenal orang agar mereka dapat mengenal lebih jauh tentang investasi reksa dana tersebut.

Baca Juga: Melek Investasi, Inilah Beda Saham, Reksa Dana, SBR, ORI dan Deposito

Fakta tentang Emas dan Reksa Dana untuk Investasi

Investasi Emas Vs Reksa Dana

Idealnya, reksa dana ataupun emas sebaiknya digunakan untuk tujuan investasi jangka panjang, yaitu di atas lima tahun. Lebih bagus lagi jika investasi di dua instrumen ini termasuk bagian dari rencana keuangan untuk tujuan pensiun, biaya pendidikan anak, atau mempersiapkan pernikahan anak.

Namun, apabila kedua jenis investasi ini digunakan untuk jangka pendek, di bawah lima tahun, maka harganya masih berfluktuasi sehingga imbal baliknya juga dirasa kurang maksimal. Oleh sebab itu, sebelum Anda memutuskan untuk investasi reksa dana atau emas tujuan jangka pendek, jangan berharap cuan tinggi.

Adapun apabila Anda ingin investasi emas atau reksa dana, gunakanlah uang 'dingin' alias uang yang memang disisihkan untuk tujuan investasi, bukan uang pinjaman bank/pinjaman online atau pinjaman dari orang lain. Ingat, selain itu, Anda juga harus sudah memenuhi kebutuhan pokok Anda dan memiliki uang cadangan (dana darurat)  untuk menutupi kebutuhan jangka pendek lainnya.

Sekilas tentang Investasi Emas

Kadang sering ada salah kaprah dalam investasi emas. Kalau tujuan Anda hanyalah investasi, jangan membeli emas dalam bentuk perhiasan. Beberapa orang beranggapan kalau membeli emas berbentuk perhiasan, harganya juga akan naik saat harga emas naik.

Perlu Anda ketahui emas perhiasan tidak cocok untuk investasi karena ada komponen biaya pembuatan saat dibeli dan dijual. Selain itu, toko emas tidak hanya menghitung kadar dan beratnya, tetapi juga biaya pembuatan perhiasan. Dengan kata lain, makin rumit bentuk emas itu maka makin mahal ongkos yang harus dikeluarkan.

Untuk meminimalkan risiko investasi emas, terutama agar tidak mendapatkan emas berkualitas jelek, sebaiknya membeli dan menjual emas standar Logam Mulia (LM) yang kadar kemurniannya 99,99%. Ada baiknya juga Anda membelinya dan mendapatkannya langsung di PT Aneka Tambang (Antam), Pegadaian, atau toko emas terpercaya. Dengan catatan, apabila Anda membeli di toko emas, pastikan toko tersebut memiliki sertifikat asli dari Antam atau toko emas yang telah mengeluarkan logam mulia yang terpercaya, seperti emas logam mulia UBS. 

Baca Juga: Bingung Mau Investasi Emas UBS atau Antam? Ketahui Perbedaannya

Tahun ini emas menjadi populer karena harga emas semakin naik sejak pertengahan tahun 2020. Tentu kadang di saat harga emas naik, kini sudah mencapai Rp1 juta per gram, apakah ini waktu yang pas untuk beli emas? 

Anda bisa membaca ulasan lengkapnya di artikel berikut ini: Harga Emas Tembus Rp1 Juta, Saatnya Jual atau Beli?

Sekilas tentang Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Mereka melakukannya dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana.

Investasi ini sendiri dikelola perusahaan pengelola dana investasi di bawah tanggung jawab Manajer Investasi.

Ada empat jenis reksa dana yang bisa dipilih sesuai dengan profil risiko yang dimiliki investor. Jenis reksa dana tersebut adalah: 

  • Reksa dana Pasar Uang (RDPU), reksa dana ini dikelola Manajer Investasi (MI) yang menginvestasikan uang ke dalam instrumen-instrumen investasi pasar uang, seperti deposito dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  • Reksa dana Pendapatan Tetap (RDPT), reksa dana yang dikelola MI dengan memasukkan sebagian besar uang Anda ke dalam investasi obligasi dan sisanya bisa diinvestasikan ke saham dan/atau instrumen-instrumen investasi pasar uang.
  • Reksa dana Campuran (RDC), reksa dana yang dikelola MI dengan menginvestasikan uang Anda secara berimbang ke dalam saham dan obligasi.
  • Reksa dana Saham (RDS), reksa dana yang dikelola MI dengan menginvestasikan sebagian besar uang Anda ke dalam saham.

Di dalam investasi, khususnya reksa dana, terdapat prinsip high risk, high return (makin besar risiko, makin tinggi imbal baliknya) dan reksa dana saham memiliki risiko terbesar dengan potensi imbal balik yang besar juga. Sebaliknya, reksa dana pasar uang, memiliki risiko yang rendah, dengan potensi imbal hasil yang kecil. 

Waktu yang Tepat Berinvestasi di Reksa Dana

Pertanyaan berikutnya, kapan waktu yang terbaik untuk melakukan investasi reksa dana?

Pertanyaan ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Sebab reksa dana adalah instrumen investasi yang bagus untuk jangka panjang sehingga waktu investasi yang paling tepat adalah ketika masih muda.

Namun, tak perlu khawatir. Tak ada kata terlambat untuk investasi reksa dana. Hal yang terpenting adalah selalu sesuaikan investasi dengan profil risiko Anda.

Tanyakan ke diri Anda sendiri, apakah Anda tipe investor yang moderat - pilih aman untuk investasi dengan untung sewajarnya - atau tipe investor yang berani ambil risiko yang selalu ingin untung besar tapi risiko juga tinggi.

Selanjutnya, pilihlah investasi yang dalam waktu minimal lima tahun agar terlihat untungnya. Jangan lupa untuk mengecek reputasi MI sebelum Anda investasi reksa dana. Hal ini penting karena merekalah yang membantu Anda di dalam memilihkan hingga mengelola aset investasi reksa dana Anda.  Jangan lupa Anda harus memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan agar tidak sampai terjadi salah pilih.

Baca Juga:  Apa itu Manajer Investasi Reksa Dana? dan Cara Memilih MI  Terbaik

Perbedaan Investasi Reksa Dana dan Emas

Ilustrasi pertumbuhan Investasi 

Menurut ukuran popularitas, emas lebih populer daripada investasi reksa dana. Hal ini dikarenakan banyak orang yang tidak tahu bahwa sebenarnya investasi reksa dana memiliki banyak keunggulan dibandingkan emas.

Banyak yang berpandangan kalau emas tetaplah investasi yang jelas keuntungannya. Asumsi mengenai emas itulah yang sudah tertanam di benak banyak orang. Produk reksa dana memang baru dalam instrumen investasi sehingga belum banyak dikenal orang. Padahal, keuntungan reksa dana relatif lebih besar dibanding emas asalkan tepat dalam memilihnya.

Keunggulan Reksa Dana Dibanding Emas

Sebagai instrumen investasi pasar modal, reksa dana memiliki banyak keuntungan yang perlu Anda ketahui sebagai investor pemula. Kami sudah merangkumnya untuk Anda. Paling tidak ada 8 keunggulan reksa dana, di antaranya:

1. Imbal balik hasi investasi reksa dana di atas rata-rata emas.

Bloomberg, salah satu media analis di pasar modal, menunjukkan reksa dana memiliki imbal balik (return) yang lebih tinggi. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa keuntungan emas merosot atau stagnan. Sementara keuntungan reksa dana meningkat.

2. Investasi reksa dana hanya butuh modal kecil.

Investasi reksa dana bisa dimulai dengan modal paling kecil yaitu Rp100.000. Anda sudah bisa melakukan investasi reksa dana secara online. Sementara investasi emas, menurut data di situs PT Aneka Tambang (Antam), harga terendah Logam Mulia (LM) per 27 Agustus 2020 kini mencapai Rp1.019.000 per gram.

Untuk investasi emas, beli logam mulia 1 gram Anda butuh uang sekitar Rp1 juta. Namun, bila Anda tak punya modal besar, Anda kini juga bisa beli emas dengan cara mencicil atau istilahnya nabung emas.

Metode mencicil investasi emas bisa dilakukan di Pegadaian atau platform investasi emas, yakni minimum pembelian mulai dari 0,01 gram atau sekitar Rp10.000,-. Namun, ingat investasi emas dengan metode mencicil ada biaya tambahan, misalnya di Pegadaian ada biaya penitipan emas sebesar Rp30.000 dan biaya administrasi Rp10.000.

3. Reksa dana tidak berisiko hilang seperti emas.

Karena wujudnya tidak dalam bentuk fisik, reksa dana tidak akan berisiko hilang seperti emas. Fungsi penyimpanan harta reksa dana, seperti bunga atau dividen, diserahkan kepada bank kustodian yang bertanggung jawab untuk mengelola dan menyimpan harta reksa dana.

4. Reksa dana tidak butuh biaya penyimpanan.

Reksa dana tidak memerlukan biaya penyimpanan layaknya emas yang butuh tempat khusus, seperti Safe Deposit Box (SDB) yang terletak di bank. SDB sendiri membutuhkan biaya cukup mahal per tahunnya, sedangkan reksa dana cukup disimpan di bank kustodian dengan biaya relatif kecil.

5. Untuk meminimalkan risiko, reksa dana bisa didiversifikasikan.

Keunggulan reksa dana adalah adanya diversifikasi. Hal ini dilakukan dengan menyebar investasi ke berbagai jenis sehingga bisa meminimalkan risiko yang terjadi.

6. Dikelola Manajer Investasi yang profesional.

Pengelola dana reksa dana adalah Manajer Investasi. Investasi akan lebih memberikan imbal balik yang maksimal apabila dikelola MI yang profesional.

7. Bisa dilakukan secara online.

Seiring dengan perkembangan teknologi, proses pencairan investasi di reksa dana amat mudah dan bisa dilakukan secara online. Hasil pencairan reksa dana akan langsung ditransfer ke rekening Anda.

8. Aman dari risiko pemalsuan.

Berbeda dengan emas yang rawan penipuan, reksa dana cenderung aman dari pemalsuan karena  tidak ada fisik barang yang berpindah tangan. Proses jual beli dilakukan tanpa perlu memakai sertifikat (scriptless).

Jadi, Pilih Emas atau Reksadana?

Prinsipnya, baik investasi emas maupun reksa dana, keduanya memberi keuntungan selama Anda pandai mengelolanya. Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, investasi emas atau reksadana sama-sama memiliki potensi imbal hasil yang cukup menjanjikan dan cocok dipilih sebagai alternatif investasi jangka panjang. 

Untuk investasi jangka pendek, Anda bisa memilih reksa dana yang rendah risiko yakni reksa dana pasar uang. Selain itu, Anda juga bisa menjadikan emas sebagai instrumen untuk tujuan dana darurat. Sebab, emas tergolong produk investasi yang bisa dijual sewaktu-waktu dan memiliki kecenderungan harga yang terus naik meskipun sangat kecil.

Jadi, setelah Anda familiar dengan perbedaan dan keunggulan emas dan reksa dana, Anda bisa mulai mengambil aksi untuk investasi. Tak perlu menunda-nunda investasi karena modalnya terjangkau. 

Tak perlu ragu memilih, Anda pun bisa memilih keduanya, yakni investasi emas dan reksa dana. Hal yang terpenting adalah sesuaikan pilihan investasi Anda dengan tujuan investasi ya agar cuan yang didapat juga maksimal. 

Selanjutnya, jangan lupa untuk disipilin investasi. Secara rutin sisihkan sebesar 10%-20% dari penghasilan Anda untuk pos investasi. Semangat investasi sobat Cermat!

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Reksa Dana Bukalapak vs  Tokopedia, Modal receh Rp10 ribu