Pengertian Volatilitas Saham, Jenis, Penyebab dan Cara Mengukurnya

Dalam berinvestasi, seorang investor tidak bisa melakukan tindakan atau kegiatan investasi sembarangan. Setiap instrumen investasi mulai dari pasar modal, reksadana, deposit, logam mulia dan sebagainya memiliki kebijakan dan aturan yang perlu diterapkan para investor.

Selain itu, guna mendapatkan hasil investasi yang maksimal, investor juga wajib memahami berbagai istilah yang biasa digunakan dalam investasi. Seperti halnya jika kamu memilih investasi saham, ada salah satu istilah yang sering kali dipakai dan perlu kamu ketahui, yaitu volatilitas saham.

Agar kamu memahami dengan baik mengenai volatilitas saham, berikut ulasannya mulai dari pengertian, jenis hingga cara menghitung volatilitas saham yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Volatilitas Saham


Volatilitas Saham

Sebelumnya, perlu kamu ketahui bahwa volatilitas ini juga sering digunakan di industri keuangan. Sementara itu, pengertian volatilitas saham adalah kisaran besarnya jarak antara naik dan turunnya dari suatu harga saham atau valas dalam periode tertentu. Jadi, investor menggunakan volatilitas ini untuk melihat harga saham naik tajam atau justru merosot.

Volatilitas ini juga sering disebut dengan market mood. Artinya, jika suatu sekuritas memiliki volatilitas tinggi bisa membuat pergerakan harga saham lebih cepat naik dan turun.

Hal ini membuat selisih antara harga terendah dengan harga tertinggi dalam waktu tertentu lebih besar sehingga investor sering kali mengalami kerugian.

Selain itu, sekuritas yang harga stabil, maka volatilitasnya rendah. Akan tetapi, volatilitas minim ini justru memberikan keutnungan yang lumayan. Namun, investor tak perlu khawatir sebab volatilitas ini memberikan peluang untuk meraup untung.

Jenis-Jenis Volatilitas

Pada volatilitas saham ini memiliki berbagai jenis yang perlu investor pemula tahu, di antaranya:

Jenis Volatilitas

Penjelasan

Volatilitas Harga

beroperasi dengan mengubah penawaran dan permintaan. Dalam prosesnya, jenis ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu musim, cuaca dan emosi.

Volatilitas History

deviasi standar dari nilai aset suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu misal dalam satu tahun, dihitung dari harga historis.

Volatilitas Saham

kenaikan dan penurunan harga saham secara eksponensial yang dapat dilihat dari pengukuran beta.

Volatilitas Pasar

Harga dipasar (pasar saham, komoditas dan valuta asing) mengalami perubahan harga yang cepat.

Volatilitas yang Diharapkan

dihitung dari harga saat ini dengan asumsi harga pasar suatu aset perusahaan mencerminkan resiko yang diharapkan.

Volatilitas Tersirat

gambaran seberapa besar volatilitas yang akan dimiliki saham pada suatu perusahaan tersebut di masa depan.

Baca Juga: Ketahui Jam Bursa Saham dan Kapan Membeli dan Menjual Saham yang Tepat

Faktor Penyebab Terjadi Volatilitas

Kata pepatah, “tak akan ada asap kalau tak ada api”. Maka bisa dipastikan, naik turun pada harga saham (volatilitas), tentu karena ada penyebabnya. Lalu faktor apa saja yang menyebabkan terjadi volatilitas?

1. Ekonomi dan Politik

Namanya investasi, pastinya sangat berhubungan erat dengan ekonomi dan politik. Pada ekonomi, dalam investasi terdapat perjanjian, undang-undang hingga kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengatur berjalannya sebuat investasi yang sesuai dengan ekonomi.

Selain itu, investasi juga tak lepas dari laporan keuangan, inflasi, tinggi rendahnya konsumen dalam belanja dan sebagainya. Ditambah lagi, investasi juga mengikuti suku bunga yang ditetapkan pemerintah. Sementara pada bidang politik, investasi berpengaruh jika terjadinya isu-isu lingkungan hidup, pemilu, dan sebagainya.

2. Kinerja Perusahaan

Volatilitas juga memiliki pengaruh erat pada kinerja perusahaan itu sendiri. Jika perusahaan mengalami kinerja yang baik seperti laporan pendapatan yang sesuai, pelayanan yang bagus, produk yang berkualitas dan sebagainya.

Tak menutup kemungkinan perusahaan tersebut akan memiliki permintaan tajam yang nantinya harga saham juga ikut naik. Begitu sebaliknya.

3. Pengumuman Merger

Pastinya kamu sering mendengar kata merger. Kata ini sering digunakan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan penggabungan. Misalnya saja, merger Indosat dan Tri Indonesia, Blibli Akusisi Pengelola Ranch Market, Tokopedia dengan Gojek dan masih banyak lainnya.

Dengan adanya pengumuman merger pada perusahaan ini, bisa mempengaruhi kekayaan dari perusahaan tersebut dan pandangan masyarakat.

4. Pengumuman Industri Sekuritas

Volatilitas saham perusahaan ini juga memiliki pengaruh terhadap laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga perdagangan saham, pembatasan/penundaan trading.

5. Tren Industri dan Sektor Bisnis

Setiap munculnya tren baru pastinya memiliki perubahan besar terhadap kehidupan. Hal ini juga berlaku pada volatilitas saham. Jika terjadinya tren baru pada industry dan sektor bisnis, maka membuat investasi di bisnis tersebut berkembang pesat.

Akan tetapi, kondisi tren baru ini juga bisa membuat penurunan pada bisnis di sektor lain, apalagi yang tidak ada hubungannya sama sekali. Bahkan, bisa saja bisnis yang turun ini mengalami bangkrut.

Baca Juga: Main Saham Online: Cara Buka Rekening dan Jual Beli Saham untuk Pemula

Cara Mengukur Volatilitas

Untuk mengetahui volatilitas saham, ada cara yang bisa investor lakukan seperti yang dikutip dari accurate.id, yaitu:

  • Kumpulkan harga saham sebelumnya.
  • Temukan rata-rata saham tersebut.
  • Tentukan perbedaan antara setiap harga dalam set dan harga rata-rata.
  • Kuadratkan deviasinya.
  • Tambahkan deviasi kuadrat untuk mendapatkan r.
  • Bagilah jumlah penyimpangan kuadrat dengan banyaknya nilai data.

Contoh Kasus Mengukur Volatilitas


Volatilitas Saham

Agar mempermudah investor dalam mengukur volatilitas pasa suatu saham perusahaan, berikut contoh kasusnya dari situs accurate:

Jika kamu ingin mengetahui volatilitas saham perusahaan AB selama empat hari terakhir dan harga saham per hari sebagai berikut, berapa besaran volatilitasnya?

  • Hari 1= $ 10
  • Hari 2= $ 12
  • Hari 3= $ 9
  • Hari 4= $ 14

Harga rata-rata: $ 10 + $ 12 + $ 9 + $ 14/4 = $ 11,25

Selisih antara setiap harga dan harga rata-rata:

  • Hari 1: 10 – 11.25 = -1.25
  • Hari 2: 12 – 11,25 = 0,75
  • Hari 3: 9 – 11.25 = -2.25
  • Hari 4: 14 – 11,25 = 2,75

Kuadratkan selisih dari langkah sebelumnya:

  • Hari 1: (-1.25) 2 = 1.56
  • Hari 2: (0,75) 2 = 0,56
  • Hari 3: (-2.25) 2 = 5.06
  • Hari 4: (2.75) 2 = 7.56

Jumlahkan selisih kuadrat: 1,56 + 0,56 + 5,06 + 7,56 = 14,75

Temukan variansnya: 14,75 / 4 = 3,69

Temukan deviasi standar:

Simpangan baku = 1,92 (akar kuadrat dari 3,69)

Standar deviasi menunjukkan bahwa harga saham perusahaan AB biasanya menyimpang dari harga rata-rata sahamnya sebesar $ 1,92.

Investor Perlu Menyusun Strategi Investasi yang Tepat

Mengingat setiap harga saham bisa mengalami volatilitas, maka sebagai investor perlu memahami dari berbagai penyebab yang membuat volatilitas itu muncul. Dengan begitu, kamu bisa menyusun strategi investasi yang tepat, jika sewaktu waktu perusahaan mengalami volatilitas tinggi.

Baca Juga: Produk Pasar Modal: Keuntungan dan Risiko yang Mesti Diketahui