Produk Pasar Modal: Keuntungan dan Risiko yang Mesti Diketahui

Berinvestasi di pasar modal dapat menjaga nilai dana yang Anda miliki sekarang, tidak tergerus oleh inflasi. Di pasar yang memperjual-belikan komoditas keuangan ini pula, Anda dapat berperan sebagai penyetor modal yang sering disebut sebagai investor. Menanamkan investasi Anda di pasar modal tentu saja dengan harapan uang Anda dapat berkembang dan mengeruk keuntungan lebih banyak dibandingkan lembaga keuangan lain.

Sama seperti lembaga-lembaga keuangan yang mengeluarkan berbagai produk keuangan untuk dijual kepada masyarakat, di pasar modal Anda juga akan menemukan beragam jenis bentuk investasi, mulai dari saham, obligasi, maupun reksadana.

Bentuk-bentuk investasi di pasar modal dapat Anda pilih sesuai keinginan dan kebutuhan Anda. Tiap jenisnya memiliki keunggulan dan risikonya masing-masing. Oleh sebab itu, menjadi penting bagi Anda yang ingin bertransaksi di pasar modal guna mengetahui faktor kelebihan maupun ancaman kerugian dari tiap bentuk investasi agar tidak menyesal di kemudian hari. 

Berikut berbagai keuntungan dan resiko dari berbagai produk pasar modal :

Saham

  Saham - Produk Pasar Modal

Saham - Produk di Pasar Modal via vaybemedia.com

 

Dengan melakukan investasi berupa saham, secara tidak langsung Anda sudah menjadi pemilik dari perusahaan yang sahamnya Anda beli. Tentunya besar kecilnya kepemilikan Anda tersebut bergantung seberapa banyak saham yang Anda beli. Saham sendiri dapat diartikan sebagai bukti kepemilikan perusahaan.

Anda dapat memilih saham mana yang mau Anda beli. Di Indonesia, terdapat 500 jenis saham yang terdaftar di Burse Efek Indonesia dan dapat Anda pilih untuk menjadi bagian investasi Anda. Kepemilikan tersebut tentu juga akan memberikan keuntungan maupun risiko sebagai berikut.

1. Keuntungan

Ada dua potensi keuntungan dari kepemilikan perusahaan yang Anda beli. Pertama, Anda bisa memperoleh dividen setiap kali perusahaan yang Anda beli sahamnya mendapat untung. Arti dari dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada para pemegang saham.

Selain dividen, Anda juga bisa mendapat capital gain dari nilai saham yang Anda miliki. Capital gain ini dapat Anda peroleh jika menjual saham tersebut dengan harga yang lebih tinggi daripada sewaktu Anda membelinya. Selisih dari penjualan dan pembelian tersebutlah yang disebut sebagai capital gain.

2. Risiko

Selain keuntungan, Anda juga harus waspada terhadap risiko yang bisa Anda jumpai dalam aktivitas Anda bermain saham. Secara umum, ada tiga risiko mendasar yang mesti Anda ketahui agar tidak terjebak di dalamnya, yakni capital loss, risiko likuiditas, dan risiko kebangkrutan.

Kebalikan dari capital gain, capital loss adalah kondisi saat Anda hanya berhasil menjual saham Anda dengan nilai yang lebih rendah dibandingkan ketika Anda membelinya. Tentu saja ini berarti Anda kehilangan sejumlah modal akibat penjualan tersebut.

Namun nyatanya, risiko tida selalu hadir saat Anda sedang bertransaksi jual beli di pasar modal. Ada kemungkinan risiko likuiditas dan kebangkrutan yang selalu mengancam para investor yang menitipkan dananya di lembar saham perusahaan. Risiko likuiditas membuat Anda akan kesulitan menjual saham Anda di waktu yang diinginkan. Biasanya ini terjadi karena perusahaan saham tersebut mulai tidak mendapat kepercayaan publik atau ada prediksi nilai sahamnya semakin rendah dan tidak akan berkembang.

Sementara itu, risiko kebangkrutan adalah kondisi saat perusahaan tempat Anda menanamkan modal tiba-tiba tidak dapat melanjutkan usahanya karena dinyatakan bangkrut oleh pengadilan. Dalam situasi seperti ini, Anda tidak dapat memperoleh keuntungan lagi dan investasi yang Anda tanamkan bisa saja hilang.

Baca Juga : Average Down: Strategi Jitu Untuk Memperbaiki Nilai Investasi Saham

Obligasi

  Obligasi - Produk di Pasar Modal

Obligasi - Produk di Pasar Modal via missold-investments-bond.co.uk

 

Nama lainnya adalah surat utang. Untuk melakukan investasi dengan obligasi, Anda harus membeli surat utang yang dikeluarkan suatu pihak, bisa negara maupun swasta. Dana yang telah Anda berikan kepada pihak tersebut dibuktikan dalam lembar surat utang yang berisi waktu jatuh tempo Anda dapat memperoleh kembali dana Anda. Dengan kata lain, Anda menjadi pemberi utang dan mendapat surat perjanjian yang disebut obligasi.

Modal yang Anda pinjamkan kepada pihak tersebut baru akan dibayarkan sesuai kesepakatan dalam surat utang. Namun, Anda juga akan mendapatkan bunga pinjaman yang dibayarkan sesuai jangka waktu perjanjian, bisa sebulan sekali, tiga bulan sekali, bahkan setahun sekali. Modal pokoknya sendiri baru dibayarkan sesuai tanggal jatuh tempo.

Negara maupun perusahaan menerbitkan obligasi untuk mencari modal baru guna kegiatannya. Meskipun terkesan lebih aman karena bersifat utang dan memiliki bukti perjanjian pengembaliannya, tentu ada risiko dari obligasi. Namun, keuntungannya pun juga menjanjikan.

1. Keuntungan

Seperti yang telah dibahas, dari kepemilikan obligasi Anda bisa mendapatkan bunga yang dibayarkan tiap jangka waktu kesepakatan. Persentasenya bahkan cenderung besar daripada deposito. Inilah yang disebut sebagai kupon obligasi.

Selain kupon, Anda juga dapat mengincar keuntungan dengan menjual surat utang tersebut saat nilai pasarannya tengah menanjak. Selisih harga jual yang Anda terima dapat menjadi keuntungan yang disebut sebagai capital gain.

2. Risiko

Sama seperti ketika Anda bermain saham, ada tiga risiko yang mengancam para pelaku investasi yang bermain di sektor obligasi. Risiko tersebut adalah capital loss, likuiditas, dan, kebangkrutan.

Reksa Dana

Reksa Dana - Produk di Pasar Modal

Reksa Dana - Produk di Pasar Modal via alexedmans.com

 

Anda akan membutuhkan banyak dana untuk bisa menaruh modal di bentuk investasi saham maupun obligasi. Hal inilah yang sering menjadi kendala bagi masyarakat dengan dana terbatas yang ingin menumbuhkembangkan uangnya. Tidak hanya itu, cepatnya perubahan nilai komiditas keuangan di pasar modal membuat Anda harus punya keahian untuk mengetahui waktu dan perusahaan yang tepat untuk membeli dan menjual saham maupun obligasi Anda. Dana yang terbatas dan keahlian yang minim memang akan menyulitkan Anda bermain saham maupun obligasi. Meskipun demikian, pasar modal menyediakan bentuk investasi yang lebih bersahabat bagi Anda yang mempunyai kedua kriteria tersebut. Instrumen investasi tersebut dikenal dengan istilah reksa dana.

Investasi reksa dana sebenarnya merupakan wadah untuk menghimpun modal dari para investor yang hanya memiliki dana minim. Modal-modal tersebut dikumpulkan untuk diinvestasikan dalam bentuk saham ataupun obligasi dan dikelola oleh manajer investasi yang memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan reksa dana, dua kendala untuk melakukan investasi di pasar modal menjadi terpecahkan. Dana Anda yang minim dapat dikolektifkan dengan dana-dana dari pihak lain untuk dibelikan saham atau obligasi. Anda pun tidak perlu bingung dalam pengelolaannya sebab ada manajer investasi yang akan melakukan segala kegiatan di pasar modal, mewakilkan Anda dan para pemodal lainnya.

Keuntungan dan risiko dari pasar modal tidak ada bedanya dengan keuntungan dan risiko yang mungkin Anda alami jika membeli saham maupun obligasi. Namun yang membedakannya, segala keuntungan dan risiko tersebut ditanggung bersama pemodal-pemodal lainnya sehingga nilainya tidak terlalu besar. Bentuk investasi reksa dana ini memiliki bermacam-macam jenis yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Jenis reksa dana didasarkan dari penempatan dana kolektif yang Anda miliki. Berikut ini adalah jenis-jenis dari reksa dana.

1. Reksa Dana Saham

Jenis reksa dana yang satu ini menawarkan keuntungan paling besar dibandingkan jenis lainnya. Itu berarti pula risiko yang mungkin Anda tanggung juga lebih besar dibandingkan reksa dana lainnya. Besarnya keuntungan dan risiko tersebut karena modal dari jenis reksa dana ini  minimal 80 persennya ditempatkan di bursa efek dan bersifat ekuitas. Reksa dana saham cocok untuk Anda ingin berinvestasi jangka panjang atau lebih dari lima tahun.

2. Reksa Dana Pasar Uang

Jika ingin dana Anda aman dan meminimalisasi risiko, sebaiknya Anda memilih reksa dana pasar uang. Pada jenis reksa dana ini, seluruh modal kolektif dari investor ditempatkan di efek bersifat utang yang jatuh temponya kurang dari setahun. Jenis ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek. Namun mesti diingat, karena rentang waktu utang yang sebentar, keuntungan dari reksa dana pasa uang juga tidak terlalu signifikan.

3. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Hampir sama dengan reksa dana pasar uang, sebagian besar modal kolektif di jenis ini dikelola dalam bentuk obligasi. Hanya saja, surat utang yang dipilih berjangka waktu jatuh tempo lebih lama sehingga kupon yang diperoleh bisa lebih besar. Reksa Dana Pendapatan Tetap dapat memenuhi hasrat berinvestasi Anda dalam jangka menengah atau 3-5 tahun.

4. Reksa Dana Campuran

Satu lagi investasi yang cocok untuk Anda yang bersifat moderat dan ingin mendapat hasil dalam 3-5 tahun adalah reksa dana campuran. Modal kolektif reksa dana jenis ini dimasukkan secara merata dalam efek yang bersifat ekuitas maupun utang.

Baca Juga : Investasi Reksa Dana: Manfaat dan Risiko yang Harus Dihindari

Piih Investasi Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Keuntungan dan risiko dari berbagai bentuk investasi ternyata tidak terlalu berbeda satu sama lainnya. Karena itu, pemilihan jenis investasi tergantung dari modal dan keahlian Anda. Jika memang bermodal banyak dan memiliki keahlian melihat pasar keuangan, Anda dapat memilih investasi dalam bentuk saham. Jika bermodal besar dan memperoleh pendapatan pasti, sebaiknya Anda memutuskan obligasi sebagai pilihan. Namun jika ada memiliki keterbatasan dalam soal dana dan keahlian bermain efek, reksa dana menjadi pilihan tepat. 

Baca Juga : Jenis Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang yang Menguntungkan