Asuransi Jiwa Seumur Hidup, Apa dan Bagaimana?

Kata asuransi jiwa memang sudah tidak asing lagi di telinga. Dan mungkin Anda pun juga tanpa sadar pernah mendengar tentang asuransi jiwa seumur hidup. Lantas, timbul tanda tanya apa yang dimaksud asuransi jiwa seumur hidup itu.

Namun, hal itu berlalu begitu saja karena minimnya informasi yang diperoleh, sehingga Anda masih belum tertarik untuk mencobanya. Bagi Anda yang mengetahui lebih lanjut, berikut ini penjelasan mengenai asuransi jiwa seumur hidup, mulai dari definisi hingga kelebihan dan kekurangannya, serta jenis perlindungan yang diberikan, sehingga bisa menjadi pertimbangan dan bisa memanfaatkannya dengan baik.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Apa itu Asuransi Jiwa Seumur Hidup?

Asuransi Jiwa
Pahami dengan baik apa itu asuransi jiwa seumur hidup

Apakah Anda pernah mendengar whole life insurance? Yup, itu adalah sebutan dari Asuransi Jiwa Seumur Hidup.

Asuransi jiwa seumur hidup adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan kepada pesertanya seumur hidup atau maksimal hingga berusia 100 tahun. Tentu ini bisa jadi pertimbangan perlu tidaknya untuk mengambil asuransi jiwa seumur hidup. Sebab, rata-rata usia seseorang cukup jarang bisa mencapai hingga 100 tahun.

Pun demikian, kita tentunya tidak pernah tahu sampai kapan akan bertahan hidup, bukan? Karena itu adalah di luar kendali manusia. Oleh karena itu, tak ada salahnya mempersiapkan segala hal kemungkinan yang ada ke depannya.

Inti dari asuransi jiwa seumur hidup ini adalah untuk memberikan pertanggungan kepada ahli waris peserta pada saat peserta ini meninggal dunia. Sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak akan mengalami kesusahan dan kerepotan masalah finansial di kemudian hari.

Ini penting, terutama bila masih ada anggota keluarga peserta yang membutuhkan biaya. Tentu asuransi jenis ini cukup bermanfaat untuk diikuti.

Dan asuransi jiwa seumur hidup ini dinilai lebih tepat diikuti oleh peserta yang berusia sekitar 40 tahun ke atas. Mengapa? Karena asuransi ini berfokus memberikan perlindungan apabila terjadi risiko meninggal dunia dan si tertanggung ingin meninggalkan warisan kepada ahli warisnya.

Selain itu, asuransi ini bisa dijadikan sebagai dana Pendidikan, dana pensiun, dan lainnya, dari nilai tunai yang diakumulasikan dan ditetapkan sebagai tujuan di awalnya pada saat mengajukan asuransi jiwa seumur hidup ini.

Baca Juga: Asuransi Umum vs Asuransi Jiwa, Apa Perbedaannya?

2. Jenis Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Polis Asuransi Jiwa
Pilih polis asuransi jiwa sesuai keinginan dan kebutuhan

Asuransi jiwa seumur hidup ini memiliki beberapa jenis polis, diantaranya adalah:

  • Polis jiwa langsung (Straight life policy)

Dalam polis ini, premi tetap dibayarkan sampai tertanggung meninggal dunia atau hingga usia 100 tahun. Sehingga nilai tunai akan terbentuk selama polis berlangsung atau setara dengan jumlah uang pertanggungan dasar ketika peserta mencapai usia 100 tahun. Jika peserta masih hidup hingga batas usia tersebut, maka nilai pertanggungan akan dibayarkan dan proteksi asuransi otomatis terhenti.

  • Polis jiwa seumur hidup pembayaran terbatas (Limited-payment whole life insurance)

Jenis polis ini ditujukan untuk orang yang ingin memiliki proteksi seumur hidup, namun tidak ingin membayar premi seumur hidup. Dengan kata lain, premi dapat dibayar dalam jangka waktu tertentu atau sampai peserta berusia tertentu. Pun demikian, perlindungan asuransi tetap berlanjut seumur hidup. Sehingga pembayaran premi dilakukan dalam tempo yang lebih singkat.

  • Polis tidak berpartisipasi

Pada polis ini, jika pihak tertanggung meninggal dunia, maka ahli waris akan mendapat uang pertanggungan dasar dengan jumlah yang terbatas. Tidak ada unsur bonus dari perusahaan asuransi. Hanya sebatas pada premi yang dibayarkan saja.

  • Polis berpartisipasi

Polis ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk berbagi keuntungan dengan peserta, dengan catatan terdapat tambahan premi. Sehingga peserta akan menerima bonus tambahan setiap tahunnya. Jumlah besarnya bonus tidak bisa dijamin secara pasti, karena tergantung dari keuntungan perusahaan asuransi.

Setelah tahu pengertian asuransi jiwa seumur hidup, selanjutnya adalah kelebihan dan kekurangan dari asuransi ini. Apa saja?

Baca Juga: 6 Tanda Anda Tidak Perlu Beli Asuransi Jiwa

3. Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Premi Asuransi Jiwa
Pahami kelebihan dan kekurangan jenis asuransi jiwa seumur hidup

Saat ini, ada banyak produk asuransi jiwa yang menawarkan pertanggungan seumur hidup atau sesuai usia maksimal. Jika tidak ingin merasa kecewa setelah mengambil keputusan, ada baiknya cek terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya.

Dengan demikian, peserta asuransi dapat memperoleh manfaat secara maksimal dari jenis asuransi yang dipilih. Jangan sampai ternyata keputusan yang telah diambil dirasa memberatkan dan tidak memberi manfaat sesuai tujuan awal.

Berikut ini beberapa kelebihan atau keuntungan asuransi jiwa seumur hidup menurut kategori preminya:

  • Premi tetap

Dengan premi tetap, maka besaran premi yang dibayarkan dari awal hingga akhir masa pertanggungan jumlahnya akan tetap, tidak berubah-ubah. Sehingga peserta tidak perlu khawatir jika di kemudian hari akan ada peningkatan besarnya premi.

Hal ini juga akan membantu peserta menentukan jumlah premi yang kira-kira mampu untuk dibayarkan hingga masa pension nanti. Sehingga tidak ada ketakutan kepesertaan akan berakhir tiba-tiba karena tidak sanggup meneruskan premi.

  • Premi dapat dikembalikan

Apa keuntungan asuransi jiwa seumur hidup yang preminya bisa dikembalikan? Pada jenis asuransi ini, baik terjadi klaim maupun tidak, nilai premi yang sudah dibayarkan itu dapat dikembalikan setelah waktu tertentu. Oleh karena itu, premi yang sudah dibayarkan tersebut tidak hilang begitu saja.

  • Premi yang bisa dibayarkan secara fleksibel

Jenis premi ini keuntungannya yang pasti pembayarannya fleksibel alias bisa dipilih, apakah itu dalam jangka waktu 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun. Meskipun demikian, perlindungan yang diberikan tetap untuk seumur hidup. Sehingga masa pembayaran premi dapat diperkirakan sesuai kemampuan peserta.

Nah, jenis pembayaran premi yang fleksibel tentunya memiliki kekuarangan, yakni biasanya premi cukup mahal, karena premi tersebut hanya dibayarkan pada jangka waktu tertentu namun untuk perlindungan seumur hidup.

Kekurangan lainnya dari jenis asuransi seumur hidup yang pembayarannya bisa fleksibel adalah peserta diwajibkan untuk melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu. Sebab pihak asuransi biasanya tidak mau menanggung peserta dengan riwayat penyakit berat karena bisa merugikan asuransi tersebut.

Lalu, apa jenis manfaat yang diberikan?

Ada beberpa jenis perlindungan yang diberikan oleh asuransi jiwa seumur hidup. Untuk lebih jelasnya, berikut manfaat perlindungan yang akan didapat oleh peserta, yaitu:

Nilai tunai yang dijamin

Salah satu manfaat dari asuransi seumur hidup ini adalah nilai tunai yang dijamin. Nilai tunai yang dijamin ini biasanya tidak terlalu besar. Besarannya tergantung dari akumulasi premi yang diberikan.

Nilai Tunai yang dijamin

Untuk manfaat selanjutnya adalah berupa nilai tambahan. Nilai ini tidak dijamin karena merupakan hasil pengembangan investasi. Sehingga besarannya bergantung pada suku bunga investasi yang sedang berjalan.

Pilih Asuransi Jiwa Seumur Hidup Sesuai Keinginan dan Kebutuhan

Gambaran singkat tentang asuransi jiwa seumur hidup ini tentunya menambah pemahaman kita tentang jenis-jenis asuransi. Sangat penting bagi kita untuk mendapatkan informasi mengenai asuransi jiwa seumur hidup sebelum memutuskan untuk membelinya. Sebab, dengan mengerti dan memahami, maka akan mudah bagi kita untuk memutuskan dan memilih sesuai keinginan dan kebutuhan akan asuransi jiwa seumur hidup.

Baca Juga: Perhatikan 6 Hal Ini Kalau Ingin Membeli Asuransi Jiwa di Bank