Cara Mengaktifkan Kembali Kartu Kredit yang Dinonaktifkan Bank

Mungkin awalnya Anda memang tak berniat memiliki kartu kredit. Namun pada akhirnya Anda memutuskan untuk apply juga. Entah karena tergoda oleh pemasarnya, mungkin tergiur oleh privilage yang ditawarkan, atau justru hanya karena hobi mengoleksinya. Artinya, Anda mengajukan kartu kredit tanpa benar-benar membutuhkan atau sama sekali tak berniat ingin menggunakannya.

Sehingga begitu kartu kredit sudah diterbitkan, Anda justru membiarkannya menganggur di dompet tanpa diaktivasi. Tentu bank punya ketentuan dan syarat berlaku yang harus dipatuhi oleh nasabah. Umumnya batas waktu aktivasi kartu kredit yang harus kita lakukan adalah 3 bulan. Meski kartu kredit tersebut belum pernah kita gunakan, asalkan sudah kita aktivasi, maka kita bisa langsung menggunakannya ketika sewaktu-waktu membutuhkan fasilitas dari kartu kredit ini.

Lalu bagaimana bila bank sudah terlanjur menonaktifkan alias menutup kartu kredit Anda? Sementara tiba-tiba Anda memerlukannya. Apakah ada cara untuk mengaktifkan kembali kartu kredit itu?

Data dari alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah kartu kredit hingga Agustus 2017 turun sekitar 212.479 keping, menjadi sebesar 16,89 juta . Berkurangnya kartu kredit yang beredar tersebut menurut Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) dikarenakan penonaktifan kartu oleh bank akibat tidak adanya aktivasi dari pemegang kartu kredit.

Begitu pengajuan kartu kredit disetujui dan dikirim ke Anda, sedangkan dalam batas waktu tertentu Anda tidak melakukan aktivasi agar bisa digunakan untuk bertransaksi, maka bank akan menonatifkan kartu kredit Anda. Artinya kartu kredit Anda tidak pernah aktif (dormant).

Tentu setiap bank memiliki batas waktu aktivasi kartu kredit yang berbeda-beda, mulai dari 3 bulan hingga 6 bulan setelah kartu kredit diterima nasabah. Apabila dalam periode waktu yang ditentukan tersebut Anda belum juga melakukan aktivasi, maka kartu kredit Anda akan dinonakifkan secara otomatis atau terblokir by system oleh bank penerbit.

Kalau sudah begini, apa yang bisa Anda lakuan? Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan bila kartu kredit Anda sudah dinonaktifkan oleh bank:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Mengajukan Kartu Kredit lagi

Apply credit card
Anda bisa mengajukan kembali kartu kredit

Bank penerbit kartu kredit memang tidak menyediakan layanan berupa aplikasi atau sejenisnya untuk mengaktifkan kembali kartu kredit yang sudah dinonaktifkan pihak bank akibat belum dilakukannya aktivasi oleh pemegang kartu. Kalau sudah begitu, mau tidak mau Anda memang harus apply lagi. Anda harus mengisi formulir pengajuan kartu kredit yang baru.

Artinya, Anda harus melalui proses awal pengajuan kartu kredit seperti yang pernah dilakukan. Aplikasi pengajuan kartu kredit yang baru akan diproses pihak bank sebagaimana umumnya, yakni melalui BI checking dan sebagainya hingga bank menilai Anda layak untuk memiliki kartu kredit tersebut.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Kartu Kredit Bagi Pemula

2. Mengajukan/Apply Kartu Kredit Secara Manual

Apply kartu kredit manual
Ilustrasi mengajukan kartu kredit secara manual

Bila Anda memilih mengajukan kartu kredit kembali secara manual, artinya harus ada waktu yang harus disediakan untuk memperoleh formulirnya. Kemudian isi data yang harus dicantumkan dan melampirkan dokumen yang dibutuhkan seperti fotokopi KTP, slip gaji/surat keterangan kerja atau sejenisnya, dan dokumen pendukung lainnya.

Setelah itu, Anda harus mengirimkannya melalui kurir ke alamat yang ditentukan. Dan tunggu ada konfirmasi dari pihak penerbit kartu kredit dan lalui prosesnya hingga tiba saatnya kartu kredit Anda diterbitkan.

3. Apply Secara Online

Kartu kredit online
Mengajukan kartu kredit pun mudah cukup melalui online saja

Untuk mengajukan kembali kartu kredit, Anda pun bisa melakukannya secara online. Tidak perlu repot-repot datang ke kantor cabang bank yang bersangkutan atau mencari gerai-gerai pameran/penawaran kartu kredit yang lokasinya pun tentunya tidak bisa dipastikan keberadaannya.

Anda pun semakin dimudahkan dengan melakukan apply kartu kredit melalui perusahaan-perusahaan Fintech (financial technology) seperti halnya cermati.com. Anda tinggal memilih jenis kartu kredit di kolom yang tersedia di laman ini dan klik ‘Ajukan Sekarang’ untuk masuk pada laman pengisian formulir pengajuan.

Bahkan sebelum mengisi formulir, Anda bisa mengenl lebih dalam fitur dan fasilitas kartu kredit pilihan Anda. Setelah semua data lengkap, Anda tinggal submit, dan aplikasi akan segera diproses oleh pihak bank.

Berapa lama proses pengajuan kartu kredit ulang?

Poses kartu kredit
Jika data Anda lengkap dan tidak berubah dari pengajuan awal maka prosesnya akan cepat

Tentu setiap bank berbeda-beda dalam melakukan pemrosesan pengajuan kartu kredit. Ada tahap-tahap pemrosesan yang harus dilakukan mulai dari proses awal hingga kartu kredit siap diterbitkan. Namun umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Tapi ada juga yang hanya butuh waktu sekitar 2 minggu atau 14 hari saja kartu kredit bisa sampai ke tangan nasabah.

Tahapan proses kartu kredit adalah:

  • Proses awal

Pengajuan kartu kredit secara manual rata-rata proses awal membutuhkan waktu 1 hari – 7 hari atau lebih, tergantung dari kelengkapan dan waktu yang tersedia untuk pengisian formulir. Kalau Anda super sibuk, memang butuh waktu berhari-hari hanya untuk menulis dan melengkapi formulir dan dikirimkan. Kalau secara online tentu lebih cepat dan hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja untuk menulis data-data di aplikasi.

  • Proses memasukkan (input) data

Proses memasukkan atau input data ini dilakukan oleh pihak bank dan biasanya butuh waktu sekitar 1 – 2 hari kerja atau lebih.

  • Proses Pengecekan (checking)

Biasanya proses pengecekan oleh pihak bank umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 – 3 hari kerja atau bisa juga lebih.

  • Proses verifikasi

Lama proses verifikasi yang dilakukan pihak bank biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 – 4 hari kerja atau juga bisa lebih.

  • Proses survey

Bila sudah memasuki tahap survei, artinya secara administratif aplikasi pengajuan kartu kredit Anda sudah lengkap. Ini biasanya butuh waktu sekitar 2 – 3 hari kerja, bisa juga lebih.

  • Proses analisis kredit

Proses ini merupakan tahap penilaian kredit Anda apabila sebelumnya memang pernah memiliki kartu kredit atau bentuk pinjaman-pinjaman lain yang sifatnya resmi. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 – 2 hari kerja.

  • Proses pembuatan kartu kredit

Lama pembuatan kartu kredit bila pengajuan disetujui adalah sekitar 3 hari kerja. Proses ini termasuk pembuatan nomor identitas pribadi (PIN/Inggris personal identification number).

  • Proses pengiriman kartu kredit

Kartu kredit yang sudah selesai diterbitkan akan dikirimkan ke nasabah dengan kisaran waktu 2 – 5 hari atau lebih bila pengiriman dengan surat.

Nah, bagaimana dengan proses pengajuan ulang kartu kredit Anda yang sudah dinonaktifkan?

Secara prosedur tentunya sama seperti pengajuan awal kartu kredit pada umumnya. Tahap-tahapannya juga sama saja. Namun yang membedakan adalah ada kemungkinan kartu kredit yang Anda ajukan ulang ini bisa lebih cepat prosesnya ketimbang sebelumnya.

Tentu bukan tidak ada syaratnya. Asalkan data-data diri masih lengkap dan tidak ada perubahan dari data sebelumnya termasuk data BI dan status pekerjaan, maka tidak menutup kemungkinan proses pengajuan kartu kredit kedua kalinya ini akan lebih cepat dari biasanya. Sebab data-data diri Anda tentunya juga masih tersimpan di sistem bank bersangkutan.

Baca Juga: 10 Keuntungan Utama Memiliki Kartu Kredit

Jangan Lupa Aktivasi Kartu Kredit Anda

Aktivasi kartu kredit
Aktifkan kartu kredit Anda agar bisa menggunakannya sewaktu-waktu

Agar kartu kredit tidak lagi terblokir secara otomatis oleh pihak bank penerbit, baiknya Anda segera melakukan aktivasi sebelum masa waktunya habis. Bagaimana cara aktivasi kartu kredit? Biasanya aktivasi kartu kredit ini dilakukan setelah registrasi PIN. Setiap bank tentunyaa punya ketentuan dan cara yang berbeda untuk registrasi PIN kartu kredit ini. Namun pada dasarnya adalah sama.

Cara registrasi PIN untuk aktivasi kartu kredit adalah:

  • Registrasi dilakukan secara online dengan mengunduh formulir yang tersedia di laman bank penerbit kartu kredit
  • Lengkapi data diri, termasuk nomor telepon dan dokumen yang dibutuhkan ke email yang bersangkutan
  • Anda akan mendapatkan kode otentikasi yang dikirimkan melalui SMS untuk proses yang dibutuhkan
  • Setelah menerima kode otentikasi, Anda bisa segera melakukan aktivasi PIN kartu kredit (biasanya kode hanya digunakan sekali saja dan ada batas waktunya untuk segera digunakan)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk aktivasi kartu kredit tersebut, yaitu:

  • Datang ke ATM sesuai bank penerbit kartu kredit

Caranya, masukkan kartu kredit ke mesin ATM, lalu pilih menu aktivasi kartu kredit. Kemudian masukkan kode otentikasi yang Anda peroleh sebelumnya melalui SMS. Ikuti petunjuk yang ada, dan masukkan (input) 6 digit PIN sesuai keinginan. Tunggu ada konfirmasi pengaktifan PIN melalui SMS, setelah itu kartu kedit Anda sudah bisa digunakan.

  • Melalui website bank penerbit kartu kredit

Anda juga bisa melakukan aktivasi kartu kredit melalui laman resmi (website) bank penerbit. Pilih menu fsilitas aktivasi PIN kartu kredit. Isi data sesuai daftar isian formulir yang disediakan, setelah selesai klik proses. Pada dasarnya sama dengan aktivasi kartu kredit melalui ATM tadi, Anda juga tetap perlu memasukkan kode otentikasi yang dikirim melalu SMS. Masukkan kode otentikasi itu ke kolom yang tersedia di website tersebut. Lalu isi 6 digit PIN sesuai keinginan Anda, dan tunggu proses konfirmasi dari pihak bank.

  • Bisa juga dengan menghubungi call center bank penerbit kartu kredit

Bagi yang lebih suka memilih aktivasi kartu kredit mealui layanan call center bank penerbit kartu krediit, Anda bisa mengubunginya dan menjawab instruksi yang disebutkan mereka. Biasanya Anda diminta menyebutkan 16 nomor kartu kredit yang tertera di bagian depan kartu.

Berikutnya adalah jenis kartu kredit Anda, apakah silver, gold, atau platinum. Kemudian nama yang tertera di kartu kredit bagian depan, jumlah limit kartu kredit (tertera pada surat yang terlampir pada pengiriman nomor PIN aktivasi kartu kredit). Lalu nama ibu kandung, nomor telepon rumah atau kantor Anda, nomor ponsel (sama yang tertera pada formulir pengajuan kartu kredit di awal proses), alamat lengkap (rumah dan kantor), serta 3 digit angka di beakang kartu kredit Anda.

  • Atau aktivasi mealui SMS Banking

Format aktivasi kartu kredit melalui SMS Banking umumnya sama antara bank satu dengan lainnya. Caranya adalah pastikan nomor ponsel Anda sesuai dengan yang didaftarkan pada awal proses pengajuan kartu kredit. Lalu aktivasi dengan mengetik AKT<spasi>16 Digit Nomor Kartu Kredit<spasi>Tanggal Lahir. Ada juga yang format aktivasnya AKT<spasi>KK#Nomor Kartu Kredit#Tanggal Lahir. Terakhir adalah kirim ke nomor yang sudah ditentukan oleh masing-masing bank penerbit kartu kredit.

Pahami dan Manfaatkan Keuntungan Kartu Kredit

Banyak fasilitas yang bisa kita manfaatkan dengan adanya kartu kredit. Segalanya terasa mudah bila memiliki lembar kartu multi fungsi yang berasal dari material PVC (poly vinyl chloride) ini. Meski demikian, penggunaan kartu kredit dengan bijak lebih penting dari sekedar kemudahan yang ditawarkannya.

Sebab selain menguntungkan, penggunaan kartu kredit yang salah juga akan berakibat fatal. Bukannya untung, tapi bisa jadi malah buntung.

Untuk itu memahami dengan baik sebelum apply kartu kredit ini penting. Atau bahkan Anda menjadi khawatir tak beralasan terhadap kartu kredit, sehingga begitu kartu disetujui dan dikirim, Anda justru membiarkannya tanpa melakukan aktivasi dan tidak berniat  menggunakannya untuk transaksi.

Alhasil, ketika suatu saat Anda membutuhkan, tahu-tahu kartu kredit tersebut sudah terblokir alias dinonaktifkan oleh bank by system. Oleh karena itu tak perlu takut untuk punya kartu kredit, karena segudang manfaat dan keuntungan akan Anda peroleh di mana pun Anda berada. Selamat mengajukan kartu kredit dan nikmati benefitnya!

Baca Juga: 10 Cara Benar Menggunakan Kartu Kredit