Dokter Hewan: Tahapan Pendidikan, Pilihan Kampus, dan Kariernya

Profesi dokter hewan menjadi salah satu yang paling diminati di tanah air, jika dibandingkan dengan yang lainnya. Sama seperti jurusan kedokteran lainnya, jurusan yang satu ini memang memiliki prospek kerja yang cerah dan cukup menjanjikan. Jadi wajar saja jika setiap tahun ribuan orang mencoba mendaftar untuk masuk ke jurusan kedokteran hewan. 

Jika tertarik untuk menekuni profesi yang satu ini, maka tidak ada salahnya untuk mencari informasi di kampus-kampus yang memiliki jurusan dokter hewan terdekat. Namun sebagaimana jurusan kedokteran pada umumnya, jurusan yang satu ini memang hanya tersedia di sejumlah universitas ternama saja saja di tanah air, sehingga peminatnya juga sangat banyak.

Baca Juga: Capai Ratusan Juta, Ini Rincian Biaya Sekolah Pilot 2023 dan Tips Kumpulkan Dananya

Lindungi karyawan dengan asuransi kesehatan agar bekerja lebih nyaman.

Beli Asuransi Kesehatan Karyawan Sekarang!  

Tahapan Pendidikan untuk Menjadi Dokter Hewan 

loader

Dokter Hewan

Bagi yang memiliki hewan peliharaan sendiri di rumah, membawa hewan tersebut ke dokter hewan seringkali menjadi kebutuhan tersendiri. Selain untuk perawatan rutin, memeriksakan hewan yang sakit juga kerap menjadi alasan di balik hal tersebut. Di Indonesia sendiri, dokter hewan biasanya bisa ditemui di klinik maupun rumah sakit hewan terdekat. 

Namun kebanyakan rumah sakit hewan ini hanya ada di perkotaan saja, sehingga kebanyakan hewan peliharaan biasanya dibawa oleh pemiliknya dan mendapatkan perawatan di klinik dokter hewan terdekat. Biaya dokter hewan yang cukup tinggi tentu bisa menunjukkan bagaimana profesi yang satu ini sangat menjanjikan dan layak untuk dijadikan sebagai pilihan.

Jurusan kedokteran hewan akan mempelajari banyak hal tentang biologi, terutama yang berkaitan dengan biologi kesehatan itu sendiri. Ada sejumlah mata kuliah yang akan dipelajari dalam prodi kedokteran ini, antara lain: 

  • Fisika.
  • Kimia.
  • Biologi.
  • Mikrobiologi Medis.
  • Ilmu dan Teknologi Reproduksi.
  • Penghayatan Profesi Kedokteran Hewan.
  • Ilmu Kesehatan Masyarakat.
  • Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan.
  • Dan yang lainnya. 

Jika sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah tersebut dengan baik dan lulus S1, maka mahasiswa jurusan kedokteran hewan sudah mendapatkan gelar sarjana kedokteran. Namun sebagaimana jurusan kedokteran lainnya, mahasiswa kedokteran hewan juga harus mengikuti program cooperative-assistant atau yang lazim disingkat dengan co-ass untuk memperoleh gelar dokternya. 

Co-ass merupakan jenjang pendidikan profesi yang wajib dilalui oleh setiap lulusan sarjana kedokteran, agar yang bersangkutan bisa mendapatkan gelar dokternya. Co-ass biasanya berjalan sekitar 1 tahun, di mana seorang sarjana kedokteran mempraktekkan secara langsung berbagai hal yang sudah dipelajarinya selama menjalani pendidikan di jurusan kedokteran hewan. 

Selama menjalani masa co-ass, seorang sarjana kedokteran akan menangani berbagai kasus terkait hewan secara langsung. Semua pengalaman ini akan menjadi bekal yang bersangkutan untuk terjun ke dunia kerja yang sebenarnya setelah memegang gelar dokter hewan nantinya. Kegiatan ini seperti sebuah persiapan bagi seorang dokter untuk terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. 

Jika masa co-ass sudah diselesaikan dengan baik, maka sarjana kedokteran hewan akan mengambil sumpah profesi sebagai dokter hewan. Jika melihat prosesnya yang panjang, maka wajar saja bila pendidikan dan juga biaya dokter hewan begitu tinggi. Namun jika melihat kembali peluang kerjanya, maka hal tersebut tentu akan sebanding dengan prospek penghasilan profesi yang satu ini. 

Baca Juga: Microsoft Team: Fungsi, Keuntungan, dan Cara Menggunakannya

Kampus yang Menyediakan Jurusan Kedokteran Hewan 

Jurusan kedokteran hewan memang hanya terdapat di beberapa universitas ternama saja. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab mengapa jurusan yang satu ini selalu menjadi incaran para calon mahasiswa baru. Namun bukan hanya universitas negeri saja, ada universitas swasta di tanah air yang juga memiliki jurusan kedokteran hewan. 

Penting untuk memilih universitas yang tepat sejak awal, agar proses belajar bisa berjalan dengan baik kedepannya. Biaya kuliah, ketatnya persaingan masuk dan yang lainnya juga tentu harus dipertimbangkan dengan baik sejak awal, agar peluang untuk diterima di jurusan ini juga semakin besar. 

Berikut ini adalah beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan kedokteran hewan: 

  1. Universitas Udayana (Unud), Denpasar (Akreditasi A).

    Program studi: Kedokteran Hewan. 

  2. Universitas Airlangga (Unair), Surabaya (Akreditas A).

    Program studi: Kedokteran Hewan.

  3. Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta (Akreditas A).

    Program studi: Kedokteran Hewan.

  4. Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Aceh (Akreditas A).

    Program studi: Pendidikan Dokter Hewan.

  5. Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor (Akreditas A).

    Program studi: Profesi Dokter Hewan.

  6. Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar (Akreditas B).

    Program studi: Dokter Hewan.

  7. Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang (Akreditas B).

    Program studi: Kedokteran Hewan.

  8. Universitas Padjadjaran, Bandung (Akreditas B).

    Program studi: Kedokteran Hewan.

  9. Universitas Nusa Cendana (Undana) (Akreditasi B).

    Program studi: Kedokteran Hewan. 

Jika melihat minimnya jumlah perguruan tinggi yang menyediakan jurusan kedokteran hewan ini, maka tentu kuota mahasiswa untuk jurusan ini juga sangat terbatas. Sebaliknya, permintaan akan tenaga ahli di bidang ini begitu tinggi, mengingat Indonesia sendiri merupakan wilayah yang sangat luas dan memiliki ratusan jenis hewan yang tersebar di berbagai wilayah. 

Secara keseluruhan prospek kerja untuk seorang dokter hewan memang masih sangat luas di tanah air. Hal ini bisa dilihat dari jumlah lulusannya tidak begitu banyak setiap tahunnya, sebagaimana lulusan dari jurusan kedokteran lainnya yang pada dasarnya memang tersedia di banyak kampus di tanah air. 

Bila tertarik untuk mengemban profesi sebagai dokter hewan, maka satu-satunya cara adalah belajar dan mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di jurusan ini. Hal ini sangat penting, mengingat kuota kursi untuk jurusan ini juga sangat terbatas setiap tahunnya. 

Selain itu, cari tahu juga informasi tentang biaya dokter hewan selama menempuh pendidikan, sebab biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan profesi yang satu ini juga tidak bisa dianggap enteng. Persiapan diri dan persiapan biaya pendidikan yang baik tentu akan sangat membantu kelancaran pendidikan itu sendiri, bukan?

Peluang Karier Dokter Hewan 

Di sejumlah wilayah di tanah air, menemukan dokter hewan terdekat masih merupakan hal yang sulit. Jika membutuhkan layanan dari seorang dokter hewan, seringkali masyarakat harus menempuh perjalanan yang jauh ke wilayah perkotaan. Hal ini tentu akan menyita banyak waktu dan membuat biaya dokter hewan menjadi lebih tinggi. 

Tak jarang hal tersebut di atas bahkan membuat sebagian orang enggan untuk membawa hewan peliharaan mereka ke dokter hewan, meskipun hewan tersebut membutuhkan penanganan seorang dokter profesional. Kondisi seperti tentu sangat patut disayangkan.

Di dalam praktiknya, jumlah dokter hewan di tanah air memang masih jauh dari cukup. Hingga saat ini, hanya terdapat sekitar 20 ribuan dokter hewan yang tersebar di berbagai wilayah. Sementara Indonesia sendiri membutuhkan sekitar 70 ribuan tenaga profesional yang satu ini. 

Kenyataan di atas membuat peluang karier dokter hewan masih sangat luas dan cerah, bahkan untuk tahun-tahun yang akan datang. Ada banyak pilihan karier yang bisa ditekuni oleh seorang dokter hewan sebagai seorang profesional, baik itu bekerja secara mandiri atau bergabung dengan sebuah instansi atau perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa pilihan karier profesional yang bisa ditekuni oleh dokter hewan terdekat: 

  • Membuka praktik dokter hewan secara mandiri.
  • Menjadi peneliti profesional.
  • Menjadi konsultan.
  • Menjadi pengajar, baik itu di instansi pemerintah maupun swasta. 
  • Pegawai Negeri Sipil (PNS) di instansi pemerintah. 
  • Bekerja di perusahaan swasta, misalnya perusahaan yang berkaitan dengan minuman dan makanan.
  • Menjadi wirausaha di bidang agribisnis peternakan.
  • Bekerja di instansi Kepolisian dan TNI.
  • Bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
  • Bekerja di laboratorium.
  • Bekerja di kebun binatang. 
  • Bekerja di industri peternakan dan produk-produk peternakan.
  • Dan yang lainnya. 

Peluang Karier Dokter Hewan Sangat Menjanjikan 

Jurusan kedokteran menjadi yang paling diminati di tanah air, termasuk jurusan kedokteran hewan. Namun pada kenyataannya, jurusan yang satu ini hanya ada di beberapa perguruan tinggi saja, sehingga hanya memiliki jumlah lulusan yang terbatas setiap tahunnya. Secara keseluruhan, dokter hewan memang menjadi jurusan yang menjanjikan, sebab peluang kariernya di Indonesia masih sangat luas dan terbuka lebar. 

Baca Juga: Mengenal Akuntan Publik: Tugas, Jenis, dan Tips Kariernya