Haircut Value Saham: Arti, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Haircut value saham adalah nilai risiko suatu saham yang ditentukan perusahaan sekuritas berdasarkan rekomendasi Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Besaran haircut value masing-masing saham berbeda, tergantung risiko saham tersebut.

Istilah investasi saham atau trading saham sangat banyak. Salah satunya mengenai haircut value saham. Ini sangat penting diketahui investor karena bukan sekadar nilai atau persentase biasa tanpa makna.

Baca Juga: ROE Saham: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Arti Haircut Value Saham 

loader
Arti haircut value saham

Pada halaman portofolio kepemilikan saham di aplikasi trading saham online, biasanya akan muncul kolom haircut dan haircut value saham. Contoh saham BBRI. Tertulis persentase haircut 5% dan haircut value Rp 5.735.626.

Berarti terkait contoh di atas, arti haircut value saham:

  • Haircut adalah faktor pengurang nilai pasar wajar saham. Umumnya disajikan dalam persentase (%). Besaran haircut didasarkan pada besar kecilnya risiko saham. Semakin kecil haircut pada suatu saham, semakin kecil pula risikonya
  • Haircut value adalah nominal rupiah yang diberikan berdasarkan nilai masing-masing saham mengacu pada persentase haircut. Tidak ada hubungannya dengan dana pribadi atau cash milik investor.

Intinya, haircut value saham adalah rasio pemangkasan atau penyesuaian nilai pasar dari suatu saham. Setiap saham memiliki persentase haircut yang berbeda-beda sesuai besarnya risiko. Besaran haircut value juga selalu berubah-ubah mengikuti nilai saham tersebut.

Nilai haircut saham ditetapkan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Dibantu Komite Haircut sebagai salah satu organisasi perusahaan yang ikut menetapkan kriteria dan besaran haircut value saham.

Penetapan nilai haircut saham biasanya dirilis ketika penawaran saham perdana atau IPO. Kemudian akan direvisi secara berkala oleh KPEI. Semakin besar persentase haircut saham menandakan semakin besar pula risiko saham tersebut. Pun sebaliknya.

Nilai haircut saham dari KPEI ini menjadi dasar penentuan besaran haircut value dari setiap perusahaan sekuritas. Masing-masing sekuritas mempunyai kebijakan berbeda untuk memberikan besaran haircut value. Jadi, belum tentu saham tertentu memiliki besaran haircut value yang sama di setiap perusahaan sekuritas.

Baca Juga: Pengertian Laba Per Saham EPS dan Cara Menghitungnya

Contoh Haircut Value Saham

loader
Haircut value

Haircut value saham diterapkan bila kamu ingin menggunakan fasilitas margin trading. Bertransaksi pada saham yang masuk daftar saham marjin Bursa Efek Indonesia (BEI).

Fasilitas margin trading adalah fasilitas pinjaman dana dari perusahaan sekuritas agar nasabah dapat membeli lebih banyak saham. Dengan kata lain, transaksi saham dengan cara berutang ke sekuritas.

Dengan kata lain, haircut dipakai sekuritas sebagai perhitungan risiko penurunan nilai pasar saham ketika saham harus dijual. Sebab, menggunakan fasilitas margin trading berarti harus menjaminkan saham yang kamu beli.

Contoh haircut value saham:

Kamu punya dana cash atau portofolio saham di sebuah perusahaan sekuritas Rp 100 juta. Perusahaan sekuritas memberikan fasilitas margin trading atau pinjaman utang sebesar Rp 100 juta agar kamu bisa membeli saham sampai maksimal Rp 200 juta.

Karena fasilitas margin trading digunakan untuk membeli saham, maka kamu tidak dapat memakai seluruh pinjaman Rp 100 juta karena harus dipotong dengan haircut value yang besarannya sesuai kebijakan sekuritas.

Misal, saham ABC ditetapkan haircut value 10%, maka fasilitas margin trading atau pinjaman utang dari sekuritas yang bisa kamu gunakan hanya Rp 90 juta di saham ABC.

Jadi, haircut adalah angka penjaminan, bukan nilai saham yang kamu beli berkurang 10%.

Manfaat Haircut Value Saham

loader
Haircut value adalah...

Manfaat haircut value saham, antara lain:

  • Sebagai upaya relaksasi pasar sehingga transaksi di bursa meningkat dan tetap memperhatikan risiko dari suatu saham
  • Meningkatkan likuiditas pasar
  • Mendukung pasar tetap kondusif dan berjalan secara teratur, wajar, dan efisien
  • Sebagai penanda atau alarm saham gorengan, di mana sekuritas memberikan haircut value besar pada saham tertentu yang terindikasi saham gorengan. Misal haircut 90% atau 100%
  • Sebagai kebijakan manajemen risiko dari sekuritas karena harga saham sangat fluktuatif.

Baca Juga: Cara Melihat Saham Mahal atau Murah, Cukup dengan Satu Cara Mudah Ini

Cara Menghitung Haircut Value Saham

loader
Haircut value saham adalah...

Cara menghitung haircut value saham dapat ditunjukkan dengan contoh berikut ini:

Contoh 1:

  • Sudah punya dana cash di sekuritas = Rp 50.000.000
  • Dapat fasilitas margin trading atau pinjaman utang = Rp 50.000.000
  • Nilai haircut saham X (saham gorengan) = 90%
  • Sisa plafon pinjaman = 10%
  • Perhitungan pinjaman = Rp 50.000.000 x 10% = Rp 5.000.000
  • Maksimal dana yang bisa ditransaksikan untuk membeli saham = Rp 50.000.000 (dana cash) + Rp 5.000.000 (limit pinjaman) = Rp 55.000.000

Contoh 2:

  • Sudah punya dana cash di sekuritas = Rp 10.000.000
  • Dapat fasilitas margin trading atau pinjaman utang = Rp 10.000.000
  • Haircut saham Y (blue chip) = 20%
  • Sisa limit pinjaman = 80%
  • Perhitungan pinjaman = Rp 10.000.000 x 80% = Rp 8.000.000
  • Maksimal dana yang bisa ditransaksikan untuk membeli saham = Rp 10.000.000 + Rp 8.000.000 = Rp 18.000.000.

Hindari Beli Saham dengan Haircut Value Besar

Ketika sekuritas sudah menetapkan haircut value yang tinggi pada suatu saham, itu adalah peringatan bahwa saham tersebut terindikasi digoreng. Menjadi risiko bagi investor jika tetap nekat membelinya.

Dengan manajemen risiko awal yang baik dari sekuritas berdasarkan nilai haircut value saham, dapat menghindarkan investor dari kerugian besar.

Baca Juga: Tips Memilih Saham yang Benar Biar Gak Tekor