Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah salah satu produk pinjaman yang memberikan fasilitas kredit tanpa membebankan calon nasabah untuk mempersiapkan suatu aset untuk dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut. Dengan begitu, tidak adanya jaminan yang harus diberikan Anda untuk menjamin pinjaman tersebut. Dalam hal ini bank hanya mengambil keputusan pemberian kredit berdasarkan pada riwayat kredit dari pemohon kredit secara pribadi. Dalam penggunaannya, ada beberapa manfaat yang sering dimanfaatkan dari KTA.

Salah satunya adalah untuk kebutuhan konsumsi. Itu pun masih bersifat luas dan bermacam-macam. Dalam hal ini, kemampuan dari nasabah untuk melaksanakan kewajiban pembayaran kembali atau menlunasi pinjaman adalah pengganti jaminan.

Salah satu keuntungan dari pengajuan KTA adalah pihak bank tidak mengharuskan atau tidak mewajibkan pengaju untuk suatu kebutuhan tertentu. kata lain, pengaju bisa melakukan hal apa saja dari hasil pencairan KTA. Secara garis besar, KTA termasuk ke dalam produk kredit konsumtif, yaitu digunakan untuk salah satu dari kepentingan-kepentingan sebagai berikut:

  • Biaya Merenovasi Rumah
  • Biaya Pernikahan
  • Biaya Pendidikan Anda/anak
  • Biaya Pengobatan
  • Pelunasan/Penutupan Credit Card
  • Modal Usaha/Bisnis
  • Kebutuhan finansial lainnya

Produk KTA ini menjadi solusi instan bagi nasabah yang membutuhkan dana cepat. Selain memiliki proses mudah, produk ini memiliki beberapa kelebihan seperti memiliki cicilan ringan, syarat mudah, dan memiliki bunga rendah. Cukup hanya dengan menyerahkan syarat-syarat yang diperlukan, Anda langsung dapat mengajukan aplikasi untuk pinjaman ini. Berikut beberapa keuntungan dalam mengajukan KTA :

  • Persyaratan pengajuan kredit yang mudah dan proses yang cepat.
  • Pinjaman diajukan tanpa memerlukan agunan atau tanpa jaminan.
  • Penggunaan pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Suku bunga tetap (selama masa kontrak kredit.
  • Periode cicilan kredit disesuaikan dari 12 bulan – 60 bulan.
  • Mendapatkan perlindungan asuransi (untuk beberapa produk KTA dari bank tertentu.
  • Limit pinjaman yang cukup besar, hingga Rp 300 juta.

Dokumen-dokumen berikut perlu dipersiapkan dalam pengajuan KTA Anda :

  • Fotokopi KTP/Paspor
  • Fotokopi NPWP (jika pinjaman di atas Rp 50 juta)
  • Fotokopi ID Card
  • Fotokopi Kartu Kredit dari bank lain, dengan masa keanggotaan minimal 1 tahun
  • Arsir bagian depan kartu kredit
  • Slip gaji terakhir
  • Mutasi Rekening tabungan 3 bulan terakhir
  • Fotokopi cover buku tabungan

Pada umumnya, lembaga-lembaga keuangan di Indonesia yang memberikan pinjaman KTA akan menaksir limit pinjamannya sesuai dengan penghasilan dan pengeluaran finansial calon debitur. Hal tersebut dikarenakan KTA merupakan satu-satunya pinjaman tunai yang tidak menggunakan jaminan. Dengan begitu, pinjaman jenis ini diharapkan dapat memberikan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak antara debitur maupun kreditur. Setelah analis kredit dari pihak kreditur menyetujui pengajuan pinjaman dari debitur, maka selanjutnya adalah mencairkan dana yang akan dipinjamkan. Biasanya bank akan memberikan dari 3 hingga 8 kali dari jumlah gaji per bulan calon debitur tersebut.

Istilah debtratio dalam dunia perbankan memiliki arti yaitu perbandingan antara pendapatan atau gaji per bulan dengan cicilan kredit yang sedang berjalan. Sangat disarankan bagi Anda untuk menjaga rasio total utang dan cicilan per bulan agar tidak melebihi 40% dari penghasilan per bulan Anda. Hal tersebut dikarenakan apabila rasio lebih condong ke utang, maka bisa dipastikan Anda akan kewalahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya, apabila lebih rasio utang lebih kecil, maka akan semakin banyak dana yang bisa digunakan untuk menabung. Pihak bank juga menggunakan rasio tersebut untuk mengukur kemampuan keuangan calon debiturnya. Biasanya mereka akan menetapkan rasio tersebut tidak lebih dari 30% untuk mengantisipasi risiko terjadinya kredit macet.

Cara menghitung debt ratio adalah dengan mengetahui total tanggungan (utang), kemudian membaginya dengan total aset yang Anda miliki. Berikut adalah contoh penghitungannya.

Contoh :
Penghasilan: Rp10.000.000/bulan
Cicilan kartu kredit: Rp1.000.000/bulan
Cicilan kredit mobil: Rp1.000.000/bulan
Cicilan kredit rumah: Rp1.000.000/bulan
Debt Ratio : Jumlah utang : Penghasilan
= Rp3.000.000 : Rp10.000.000
= 30%

Untuk lebih mudah dalam mengetahui cara menghitung cicilan KTA, mari kita perhatikan contoh berikut ini:

Doni mendapatkan pinjaman KTA sebesar Rp24.000.000 dengan bunga yang dikenakan sebesar 12% setiap tahun. Doni memilih untuk melunasinya dalam waktu 24 bulan.

Cicilan Pokok per Bulan :
(Pinjaman pokok : Tenor)
= Rp24.000.000 : 24 bulan
= 1.000.000/bulan
Bunga Pinjaman per Bulan :
(Pinjaman pokok x bunga : 12 bulan)
= Rp24.000.000 x 12% : 12 bulan
= Rp240.000
Cicilan Tetap per Bulan :
(Cicilan pokok + Bunga pinjaman)
= Rp1.000.000 + Rp240.000
= Rp1.240.000
Kesimpulannya, ketika Doni mendapatkan pinjaman KTA sebesar Rp24 juta dengan jangka waktu pinjaman selama 24 bulan dan bunga sebesar 12%, maka Doni akan memiliki beban cicilan sebesar Rp1.240.000 setiap bulan.

Pihak bank telah memberikan kenyamanan dengan menawarkan beragam metode untuk melakukan pembayaran pinjaman KTA. Beberapa metode tersebut antara lain adalah dengan cara layanan transfer antar bank via ATM, melakukan setor langsung ke teller bank, melalui mobile dan internet banking, maupun dengan mendaftar auto-debet dari rekening debitur. Selain itu, beberapa bank juga menawarkan pilihan mengenai pembayaran jumlah tagihannya. Pilihan pertama adalah dengan membayarkan jumlah yang sudah ditetapkan beserta dengan bunga flat. Lalu pilihan kedua adalah membayarkan dengan jumlah sesuai dengan kemampuan debitur, meski ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk pilihan ini.

Dalam KTA, fixed rate merupakan penentuan tingkat bunga yang besarnya tetap untuk masa waktu tertentu. Sebagai contoh, ada bank yang menawarkan program fixed rate 7,5% untuk waktu dua tahun. Berarti, debitur KTA bisa mencicipi bunga 7,5% selama dua tahun.

Ini merupakan penentuan tingkat bunga KTA yang mengacu ke bunga pasar. Dengan demikian, di sini tingkat bunga KTA yang didapat seorang debitur bisa fluktuatif. Bila kondisi pasar tengah apik, yang antara lain bisa dilihat dari tingkat bunga Bank Indonesia, bunga yang dikenakan ke debitur KTA rendah. Bisa di bawah 10%. Sementara, bila kondisi pasar tengah buram seperti sekarang, bunga tersebut bisa naik ke angka melebihi 15%. Bank sering mengombinasikan fixed rate dengan floating rate dalam program promosi mereka. Masing-masing bank mempunyai ketentuan review atau kaji ulang bunga KTA berbeda-beda. Ada yang melakukan review setiap 3 bulan atau 6 bulan tapi jarang sekali yang tahunan.

Secara umum terdapat 3 (tiga) jenis penghitungan bunga untuk produk pinjaman, termasuk untuk produk KTA, yaitu sebagai berikut:

Suku Bunga Flat :
Suku bunga flat adalah perhitungan bunga yang paling mudah. Tiap bulan angsurannya sama, bunganya sama, cicilan pokoknya sama. Biasanya perhitungan bunga ini dipakai pada KTA (Kredit Tanpa Agunan). Dalam kredit bunga flat atau bunga tetap, plafon kredit dan besarnya bunga akan dihitung secara proposional sesuai dengan jangka waktu kredit. Nilai bunga akan tetap sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari prosentasi bunga dikalikan pokok pinjaman awal. Jadi jumlah pembayaran pokok + bunga setiap bulan akan sama besarnya.

Suku Bunga Efektif :
Dalam kredit dengan bunga efektif atau kadang disebut sliding rate, perhitungan bunganya dilakukan pada setiap akhir periode angsuran. Bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya. Bunga dihitung berdasar nilai pokok yang belum dibayar. Jadi bunga per bulan akan berubah-ubah berdasar nilai pokok yang masih terutang. Nilai bunga yang dibayar debitur setiap bulan akan semakin mengecil. Karena bunganya yang dibayar mengecil, maka angsuran per bulan akan semakin menurun dari waktu ke waktu. Angsuran bulan kedua lebih kecil daripada angsuran bulan pertama, begitu seterusnya.

Suku Bunga Anuitas :
Kredit bunga anuitas adalah modifikasi dari perhitungan kredit bunga efektif. Modifikasi ini dilakukan untuk mempermudah nasabah dalam membayar per bulannya, karena angsuran tiap bulannya sama. Dalam kredit dengan bunga anuitas, angsuran bulanannya tetap. Namun komposisi bunga dan pokok angsuran akan berubah tiap periodenya. Nilai bunga per bulan akan mengecil, angsuran pokok per bulannya akan membesar. Jadi angsuran bulanannya tetap, hanya komposisi antara pokok dan bunga berbeda.

Biaya Provisi :
Pada awal pengajuan kredit perorangan, baik KTA maupun KMG, Anda akan dikenakan biaya provisi. Provisi adalah biaya balas jasa ke bank karena disetujuinya pinjaman. Ada yang bilang biaya provisi ini hampir sama juga dengan biaya administrasi.
Biaya provisi dikenakan sebanyak satu kali di awal proses pengambilan kredit dengan memotong langsung dari dana pinjaman yang dicairkan bank. Ada juga bank yang tidak menerapkan biaya provisi pada pemohon kredit, tetapi mengenakan biaya administrasi yang cukup tinggi untuk pengurusan kredit tadi. Besaran biaya provisi untuk KTA tergantung masing-masing bank. Biasanya sekitar 1 – 3,5% dari total kredit yang didapatkan.

Biaya di Muka :
Yang dimaksud biaya di muka ini adalah biaya yang harus dibayarkan di luar cicilan. Jumlahnya tergantung pihak bank. Untuk KTA, biaya yang dibayar di muka adalah antara 1.5 – 5% dari total pinjaman.

Biaya Bunga :
Pihak bank seperti biasa akan menetapkan bunga pada kredit yang Anda minta. Besaran bunganya berbeda-beda, tergantung bank yang mengeluarkan kredit tersebut. Bunga yang dikenakan oleh KTA cukup tinggi yaitu antara 10 – 23% per tahunnya. Tingginya bunga KTA ini dikarenakan KTA tidak meminta jaminan aset atau apapun dari pihak penerima kredit, sehingga risiko kerugian bank lebih besar. Bunga yang berlaku pada KTA bersifat flat. Misalnya Anda meminjam KTA dengan bunga cicilan 23% per tahun, maka hingga cicilan Anda telah sedikit, bunga yang sama tetap berlaku.

Biaya Penalti :
Biaya penalti adalah biaya yang dikenakan bank bila pelunasan KTA atau KMG dipercepat sesuai dengan ketentuan masing-masing bank. Untuk KTA, biaya penalti ini mencapai 5 – 6% dari sisa tagihan KTA Anda.

Biaya Materai :
Beberapa bank meminta pihak pengambil kredit untuk membayar materai dan itu berlaku untuk KTA dan KMG juga. Namun ada juga bank yang murah hati dan membayarkan biaya materai, terutama untuk kredit jenis KMG.

Biaya Asuransi :
KTA atau KMG menerapkan asuransi jiwa yang akan melindungi pihak penerima kredit. Bukan apa-apa secara tenornya cukup lama, ditambah jumlah pinjaman yang besar membuat bank tidak mau mengambil risiko bila yang menerima kredit meninggal dunia. Asuransi yang dipilih juga berdasarkan penunjukkan bank, bukan pilihan Anda yang akan diasuransikan.

Penuhi Syarat Identitas Pribadi :
Secara umum, bank menerapkan syarat yang hampir sama untuk calon nasabahnya yaitu usia minimal 21 tahun, dan maksimal 65 tahun. Usia maksimal tersebut dalam artian batas akhir tenor pinjaman tidak jatuh lebih dari ketika nasabah berusia 65 tahun.

Keaslian dan Kelengkapan Dokumen : Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan antara lain adalah NPWP, Kartu Keluarga, Akta Nikah (jika sudah menikah), Surat Keterangan Penghasilan bagi karyawan, Surat Izin Praktik bagi profesional ataupun SIUP/TDP bagi pengusaha serta fotokopi rekening koran atau tabungan selama 3 bulan terakhir.

Catatan Kartu Kredit : Bank akan memeriksa catatan pemakaian kartu kredit calon nasabahnya. Pastikan catatan kredit Anda dalam keadaan lancar.

Status Profesi :

  • Karyawan: karyawan tetap minimal sudah setahun kerja dengan penghasilan minimal Rp5 juta sebagai gaji pokok
  • Wiraswasta: kepemilikan usaha telah berjalan paling tidak selama dua tahun
  • Profesional: tempat praktik telah memiliki akta secara hukum

Jumlah Debt Ratio : Debt ratio atau rasio utang yang Anda miliki saat pengajuan tidak boleh melebihi 30% dari total penghasilan Anda.

Validitas Nomor Telepon : Nomor telepon yang Anda berikan pada pihak bank haruslah nomor yang masih aktif dan dapat dihubungi. Ketika melakukan pengajuan, Anda akan diminta nomor telepon pribadi, nomor telepon kantor, dan nomor telepon keluarga tidak serumah.

Proses Verifikasi Pastikan proses verifikasi berjalan dengan lancar. Usahakan untuk tidak terdapat data yang tidak sesuai dengan data aplikasi yang telah diberikan sebelumnya ketika pihak bank menghubungi Anda untuk proses verifikasi dan survey nasabah secara langsung.

Istilah-Istilah dalam Kredit Tanpa Agunan:
  • Annual Percentage Rate (APR):
  • Biaya Asuransi:
  • Biaya Keterlambatan Pembayaran:
  • Biaya Lain-Lain:
  • Biaya Materai: Biaya untuk perangko materai yang digunakann untuk mengesahkan dokumen perjanjian kredit.
  • Biaya Pembayaran Awal: Biaya yang dikenakan oleh bank apabila pemohon melunasi pinjamannya sebelum jatuh tempo<./li>
  • Biaya Provisi: Biaya yang dikenakan oleh bank kepada pemohon pinjaman pada saat pinjamannya disetujui.
  • Cicilan per bulan: Jumlah yang harus dibayarkan ke bank setiap bulan.
  • Jumlah Kredit : Jumlah yang ingin dipinjam.
  • Kredit Tanpa Agunan (KTA): Sebuah produk bank, dimana nasabah dapat meminjam sejumlah dana/uang dari bank tanpa harus memberikan jaminan atau agunan seperti sertifikat rumah, BPKB, SK, dll.
  • Limit Kredit : Batas uang yang dapat dipinjam atau digunakan dalam perjanjian kredit pinjaman.
  • Non-Payroll : Gaji nasabah tidak dibayarkan melalui bank tersebut.
  • Payroll : Gaji nasabah dibayarkan melalui bank tersebut.
  • Pencairan Pinjaman: aktu yang dibutuhkan agar dana yang diajukan dapat diterima oleh yang mengajukan.
  • Plafon : Batas tertinggi jumlah kredit yang disediakan.
  • Simulasi Kredit: Prosedur untuk memperkirakan berapa besar jumlah angsuran kredit yang harus dilunasi setiap bulan atau setiap tahunnya dalam jangka waktu tertentu.
  • Suku Bunga : Biaya dari persenan dari pinjaman pokok.
  • Tabel Simulasi Kredit : Tabel yang menunjukkan simulasi kredit.
  • Tenor: Jangka waktu.
  • Total Pembayaran : Jumlah nominal yang akan dibayarkan dari awal hingga akhir kredit.

Saat ini tabel dan simulasi kredit bisa Anda cek melalui masing-masing halaman bank atau institusi non bank yang Anda ingin ajukan. Caranya silahkan pilih bank penyedia pinjaman Anda, lalu masukkan nominal uang muka di kolom uang muka, arahkan panah jumlah kredit dan tenor sesuai harga kendaraan dan tenor yang Anda inginkan. Selanjutnya kalkulator simulasi akan menampilkan perhitungan dari data yang Anda input sebelumnya dan untuk tabel sudah tersedia di halaman tersebut. Untuk nominal yang ditampilkan hanya sebagai ilustrasi, bisa saja berbeda dengan nominal setelah ditetapkan oleh pihak bank atau institusi non bank terkait.