Menyiapkan Dana Pensiun Dengan Lembaga Keuangan? Cek Ini Dulu

Kesadaran bahwa masa tua Anda masih memerlukan biaya untuk hidup yang tidak sedikit akan membawa Anda kepada keputusan untuk mempersiapkan dana pensiun secara baik dan tepat. Karena dana yang Anda siapkan tersebut akan mengakomodasi kebutuhan Anda selepas tidak lagi bekerja dan memasuki masa tua.

Menyiapkan Dana Pensiun Dengan Menabung

Menabung Untuk Pensiun

Menabung Salah Cara Menyiapkan Dana Pensiun via dailybusinessgroup.co.uk

 

 

Berbicara tentang menyiapkan dana pensiun, menabung adalah salah satu cara paling sederhana untuk menyiapkan dana pensiun. Menyisihkan sebagian uang untuk persiapan masa depan ini juga mengajari Anda untuk hidup secara sederhana, sikap yang diperlukan agar Anda tidak lagi merasa depresi ketika masa pensiun tiba. Dengan memilik tabungan dana pensiun pula, Anda dapat mulai mengatur bagaimana pengaturan keuangan untuk ke depannya, yang bisa Anda terapkan mulai untuk masa tua.

Baca Juga : Tabungan Pensiun, Seberapa Pentingkah Bagi Anda?

Investasi Untuk Dana Pensiun

Inevestasi

Investasi Untuk Dana Pensiun via mariahk.com

 

Selain menabung, dana pensiun bisa diperoleh dari aktivitas berinvestasi. Cara ini lebih mampu mengembangkan uang Anda karena persentase pertumbuhannya lebih signifikan. Sebagai contoh, jika Anda mengikuti tabungan berjangka atau berencana untuk pensiun, bunga yang dapat diberikan pihak bank kepada nasabahnya berkisar 3-5 persen per tahun. Namun ketika melakukan  investasi, Anda dapat memperoleh keuntungan yang tidak terbatas, dengan risiko yang lebih besar dibandingkan Anda hanya menyimpan uang tersebut di rekening.

Jenis Pembayaran Pensiun dan Manfaatnya  

Ada dua tipe pembayaran pensiun dari lembaga yang berkewenangan, secara langsung dan bertahap secara rutin sampai pesertanya meninggal. Kedua tipe ini memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, keduanya tentu saja tetap akan meningkatkan kesejahteraan Anda pada masa pensiun.

Secara Langsung

Pembayaran manfaat pensiun secara langsung akan memberikan Anda modal yang cukup besar untuk menjalankan roda usaha selepas menjadi karyawan. Anda juga dapat mengatur sendiri seberapa banyak dana yang bisa dihabiskan tiap bulannya untuk menunjang kehidupan Anda. Namun untuk itu, diperlukan keterampilan mengatur dana yang tepat agar uang hasil manfaat dana pensiun tidak habis di tengah jalan dan menimbulkan kesulitan keuangan pada Anda setelah beberapa waktu.

Secara Berkala

Sementara itu, pembayaran manfaat pensiun secara berkala dan rutin akan lebih memudahkan Anda untuk mengelola kebutuhan bulanan. Dengan pemberian manfaat secara cicil ini, Anda akan merasa masih memiliki pendapatan tetap yang bisa diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan. Apalagi biasanya, dana tersebut akan terus dialirkan ke rekening sampai Anda meninggal. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan kehabisan manfaat dana pensiun sebelum waktunya.

Akan tetapi, pemberian secara berkala ini nilainya cenderung lebih kecil dibandingkan pendapatan ketika Anda masih bekerja. Untuk itu, biasakan bersikap sederhana dan hemat agar tetap dapat mensyukuri dana tersebut. Dana pensiun yang diberikan secara berkala ini kurang dapat memungkinkan Anda untuk membuat usaha yang membutuhkan modal besar.

Mempersiapkan Dana Pensiun Melalui Lembaga Keuangan

Selain mempersiapkan dana pensiun secara individu, Anda juga dapat mulai menyusunnya bersama lembaga-lembaga yang memiliki otoritas untuk menyiapkan dana pensiun masyarakat. Beberapa lembaga sudah terintegrasi langsung dengan perusahaan ataupun badan tempat Anda bekerja sehingga tidak perlu mendaftarkan diri sendiri secara individual. Sebagian lain baru dapat menjalankan penyiapan dana pensiun jika sudah Anda telah tergabung menjadi pesertanya.

Dengan menjadi peserta di lembaga dana pensiun, Anda dapat memperoleh hak berupa manfaat pensiun yang besarnya bergantung pada besarnya iuran Anda, masa kerja, hasil pengembangkan dana tersebut. Manfaat tersebut bisa Anda pergunakan untuk menyambung hidup dan menghasilkan pendapatan ketika masa tua tiba dan Anda tidak lagi bekerja.

Dana yang Anda titipkan kepada lembaga pengelola dana pensiun akan diputar dan dikembangkan dengan cara investasi untuk memperoleh hasil maksimal. Keuntungan dari investasi tersebutlah yang akan memberikan Anda manfaat lebih dari dana pensiun. Beberapa lembaga menjadikan pesertanya menjadi penanggung risiko dari tindakan investasi yang mereka lakukan, namun beberapa yang lain mengamankan pesertanya dari kerugian investasi karena ada pihak lain yang menjadi penanggung risikonya.

Hal ini menjadi hal yang penting untuk Anda ketahui karena dengan demikian, Anda dapat melihat keunggulan dan kekurangan masing-masing lembaga hingga akhirnya memutuskan lembaga mana yang terbaik untuk Anda masuki sebagai peserta guna menunjang masa tua Anda ke depannya.

1. PT Taspen

PT. Taspen

PT TASPEN via www.blogger.com

 

Tidak sembarangan pihak dapat menjadi peserta dari PT Taspen. Hal tersebut disebabkan karena lembaga pengelola milik pemerintah yang satu ini hanya dikhususkan bagi para pegawai negeri sipil. Dengan menjadi pegawai negeri sipil, secara langsung Anda akan menjadi peserta dari PT Taspen. Akan ada potongan gaji yang telah diatur tiap bulannya sebagai persiapan dana pensiun Anda yang akan dikelola oleh lembaga ini. Namun, pegawai di lembaga pertahanan tidak termasuk menjadi peserta dana pensiun PT Taspen.

Badan Usaha Milik Negara ini dapat mengatur dan mengelola dana pensiun dari para pesertanya dengan dasar hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969. Dalam undang-undang tersebut diatur bahwa PT Taspen wajib mengelola dana pensiun pesertanya yang merupakan pegawai negeri sipil, untuk kemudian memberikan manfaat yang pasti setelah masa pengabdian peserta berakhir.

Besarnya manfaat pensiun telah dihitung berdasarkan rumus yang telah tertuang dan disepakati dalam pengaturan. Anda tidak perlu khawatir dana pensiun Anda lenyap di PT Taspen saat tengah diinvestasikan, sebab pihak yang menjadi penanggung risikonya adalah negara.

2. PT Asabri

Asabri

PT ASABRI via suarababel.com

 

Sama seperti PT Taspen, PT Asabri merupakan Badan Usaha Milik Negara di bidang asuransi yang dapat mengelola dana pensiun pesertanya. Perbedaannya, jika PT Taspen melayani kepesertaan dari pegawai negeri sipil, PT Asabri lebih dikhususkan untuk mengelola dana pensiun milik prajurit TNI, Polri, dan para pegawai di lembaga pertahanan lainnya.

PT Asabri memiliki dasar hukum yang jelas dalam pengelolaan dana pensiun para pesertanya. Itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 ditambah Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1971 dan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1991. Melalui aturan tersebut, semua prajurit TNI dan Polri beserta pegawai lembaga pertahanan wajib menjadi peserta dana pensiun dari PT Asabri.

Pemerintah akan menjadi pihak yang menanggung risiko dari kegiatan investasi lembaga pensiun yang satu ini. Jadi, para peserta memiliki jaminan akan adaya manfaat pensiun yang pasti, yang diberikan secara berkala tiap bulannya sesuai pengaturan yang telah ada.

3. BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan via kepegawaian.undip.ac.id

 

BPJS merupakan singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Ada beberapa lini dari BPJS, salah satunya yang mengatur tentang pengelolaan dana pensiun adalah BPJS Ketenagakerjaan. Lembaga ini menjamin pemberian manfaat pensiun kepada para pesertanya yang merupakan seluruh karyawan yang ada di Indonesia.

Sejak 15 Juli 2015, sifat kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan menjadi wajib bagi seluruh karyawan yang bekerja. Peraturan ini untuk mengakomodasi masalah pengelolaan dana pensiun seperti yang telah tertuang pada dasar hukum pelaksanaan kegiatan BPJS Ketenagakerjaan, yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011.

Negara juga akan menjadi pihak penanggung risiko dari kegiatan pengelolaan dana pensiun yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh manfaat pensiun yang dibayarkan sesuai rumah yang dijanjikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan : Program dan Cara Mendaftarnya

4. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Dana Pensiun Lembaga Keuangan

DPLK - Dana Pensiun Lembaga Keuangan via finansialku.com

 

Lembaga dana pensiun yang satu ini memiliki kepesertaan yang bersifat sukarela. Siapa pun dapat menjadi pesertanya asal mendaftarkan diri dan menyetorkan dana sesuai kesepakatan dengan jangka waktu tertentu. Dasar hukum dari DPLK adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992.

DPLK hanya sifat lembaga, sementara pelaksanaannya bisa beragam, tergantung lembaga keuangan mana yang mau menghadirkan program dana pensiun ini. Contoh DPLK yang ada di Indonesia adalah DPLK Manulife, DPLK Muamalat, maupun DPLK Bumiputera. Dapat dikatakan, pendiri dari DPLK adalah pihak bank atau perusahaan asuransi.

Ketika memutuskan dana Anda dikelola oleh DPLK, Anda akan sekaligus menjadi penanggung risiko dari kegiatan investasi yang dikenakan pada dana pensiun Anda. Jadi jika ada kerugian, hal tersebut dapat mengurangi manfaat dana pensiun yang akan dapatkan nantinya. Sifat manfaat pensiun dari program pensiun di DPLK menjadi tidak pasti sebab bergantung hasil investasi dari besaran dana yang Anda setorkan.

5. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Dana Pensiun Pemberi Kerja

Dana Pensiun Pemberi Kerja via telegraph.co.uk

 

Mungkin Anda pernah mendengar ada pensiunan yang mendapat dana pensiun ganda karena selain memperoleh dari lembaga pengelola wajib, ia juga mendapatkan sejumlah dana manfaat dari perusahaannya yang sifatnya sukarela. Pengelola dana pensiun perusahaan yang tidak wajib tersebut dikenal sebagai DPPK.

Tidak semua perusahaan menyediakan DPKK bagi para pegawainya. Karena berdasarkan ketentuan hukum yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992. Lembaga yang didirikan dan dikelola oleh pendiri perusahaan, tidak semua orang dapat bergabung dalam lembaga dana pensiun yang satu ini. Pihak yang dapat pesertanya hanyalah para karyawan di kantor yang menyediakan DPPK, dapat swasta maupunan Badan Usaha Milik Negara. Contoh DPKK dapat Anda jumpai di Pertamina, Telkom, Astra, maupun Bank Mandiri.

Nilai manfaat yang akan diberikan kepada pegawai yang sudah pensiun bersifat pasti. Itu karena yang menjadi penanggung risiko kegiatan investasi dari pengelolaan dana pensiun tersebut bukanlah peserta, melainkan pendiri perusahaan.

Persiapkan Dana Pensiun Anda Sejak Dini

Mempersiapkan dana pensiun saat masih masa produktif menjadi langkah awal yang bijak, untuk mengantisipasi kesulitan ekonomi Anda dimasa tua nanti. Lembaga-lembaga pengelola dana pensiun dapat menjadi jawaban bagi Anda yang masih kesulitan dalam mengelola sendiri dana untuk diinvestasikan bagi masa pensiun yang lebih cerah. Untuk itu persiapkan dana pensiun Anda sejak dini.

Baca Juga : Dana Pensiun: Bagaimana Menyiapkannya Lewat Investasi?