Reksadana BNI: Jenis Produk, Keunggulan, hingga Cara Belinya

Sudah menjadi rahasia umum jika banyak investor pemula lebih gemar berinvestasi pada instrumen reksadana ketimbang yang lainnya. Pasalnya, reksadana merupakan instrumen yang bisa dimulai dengan modal terjangkau, serta pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi.

Hal tersebut tentu saja membuat investor pemula yang masih belum begitu memahami dunia investasi secara mendalam mampu menanam modal dengan lebih praktis. Yang terpenting, dalam memilih reksadana, pastikan layanannya legal, terpercaya, dan aman. Salah satu rekomendasi layanan reksadana yang bisa kamu pilih adalah BNI reksadana.

Ya, Bank BNI ternyata tidak hanya menyediakan layanan perbankan yang telah dipercaya oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga layanan investasi dengan produk reksadana. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana Bank BNI ini, kamu tentu harus memahami dulu bagaimana kualitas layanannya, termasuk apa saja keuntungan yang diberikan. Nah, agar mampu mengetahui lebih lanjut tentang apa itu reksadana BNI, keunggulan, hingga cara membelinya, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Reksadana BRI, Begini Cara Beli, Keuntungan, dan Pilihan Produknya

Apa Itu Reksadana BNI?

loader

Reksadana Bank BNI

Reksadana adalah sebuah wadah yang berguna untuk menghimpun modal atau dana dari investor untuk kemudian diinvestasikan pada sejumlah instrumen oleh manajer investasi. Kemudian, informasi terkait modal investasi tersebut akan dicatat dengan bentuk portofolio efek.

Pada reksadana BNI, dana yang telah dihimpun dari investor akan dikelola dan dialokasikan pada sejumlah instrumen pasar saham dan pasar uang. Jenis reksadana yang disediakan oleh BNI tersebut merupakan hasil kerja sama dengan 8 manajer investasi dengan pengalaman dan kemampuan yang terjamin. Jadi, investor bisa lebih aman dan nyaman berinvestasi pada layanan tersebut karena sudah pasti kompeten. 

BNI reksadana ini termasuk pula sebagai produk dari BNI-AM atau BNI Assets Management. Dengan berinvestasi pada layanan tersebut, kamu menjadi lebih mampu untuk melindungi aset dari risiko inflasi. 

Pasalnya, saat ditanam pada instrumen investasi ini, nominal dana atau nilai aset akan terus bertumbuh dan berkembang secara positif. Terlebih, reksadana termasuk sebagai instrumen yang bersifat likuid sehingga mudah dicairkan kapan pun dibutuhkan oleh investor. 

Namun, pemilihan instrumen simpanan harus bisa dilakukan dengan tepat demi imbal hasil investasi pada reksadana lebih tinggi ketimbang inflasi. Barulah dengan begitu nilai aset tidak akan tergerus oleh penurunan mata uang yang bisa menjadi pertanda buruk bagi keuangan di masa mendatang. 

Jenis-jenis Produk Reksadana BNI

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, reksadana BNI menyediakan sejumlah pilihan produk agar lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Tentunya, setiap jenis produk reksadana tersebut mempunyai keunggulan serta kekurangannya masing-masing.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah empat jenis reksadana yang disediakan oleh BNI.

  1. Reksadana Pasar Uang

    Jenis pertama dari reksadana BNI adalah reksadana pasar uang yang menempatkan seluruh modal investasi pada pasar uang. Beberapa contoh instrumen tersebut, antara lain, obligasi dengan waktu jatuh tempo di bawah 1 tahun, deposito, sampai SBI atau Sertifikat Bank Indonesia. 

    Pada jenis produk ini, nasabah bisa melakukan simulasi yang bertujuan untuk memberi gambaran keuntungan yang bisa didapatkan pada produk pasar uang. Bagi kamu yang memiliki profil risiko konservatif dan memiliki tujuan keuangan jangka pendek, jenis reksadana ini bisa menjadi pilihan ideal karena tingkat risikonya terbilang rendah. Namun, peluang keuntungan yang diberikan masih menjanjikan, sekitar 6 sampai 8 persen per tahunnya.

  2. Reksadana Pendapatan Tetap

    Selanjutnya ada reksadana pendapatan tetap, yaitu jenis produk yang mengalokasikan sebagian besar modal pada pendapatan tetap. Beberapa contoh instrumen yang dipilih oleh manajer investasi pada reksadana pendapatan tetap adalah obligasi atau surat utang. 

    Tujuan dari reksadana ini adalah untuk memberi peluang imbal hasil yang menarik, tapi tetap mengutamakan stabilitas modal. Dengan prinsip kerja, perubahan dari suku bunga acuan dari Bank Indonesia. 

    Secara umum, reksadana jenis ini mampu memberikan tingkat keuntungan sebesar 5 sampai 10 persen tiap tahunnya. Dibandingkan dengan reksadana saham maupun campuran, produk ini memiliki tingkat risiko yang lebih rendah selama tingkat suku bunga tak naik serta harga obligasi relatif stabil.

  3. Reksadana Saham

    Sementara untuk reksadana saham mengalokasikan sebagian besar modal, sekitar 80 persen, pada instrumen saham dan sisanya pada produk lain sebagai strategi diversifikasi. Jenis reksadana ini cocok dipilih bagi investor dengan profil risiko agresif dan memiliki jangka waktu investasi panjang atau di atas 5 tahun. 

    Produk ini mampu memberikan tingkat keuntungan paling tinggi jika dibandingkan dengan produk yang lainnya. Hanya saja, karena tingkat risikonya juga terbilang tinggi, reksadana saham lebih ideal dijadikan sebagai sarana investasi jangka panjang. Barulah dengan begitu investor bisa memetik peluang profit yang maksimal dari produk ini, mencapai 10 sampai 20 persen tiap tahun.

  4. Reksadana Campuran

    Jenis produk terakhir yang ada pada layanan reksadana BNI adalah reksadana campuran. Sesuai namanya, produk ini menawarkan gabungan dari beragam instrumen investasi, seperti saham, obligasi, pasar uang, dan lain sebagainya. 

    Tujuannya tidak lain agar bisa mengoptimalkan keuntungan yang didapatkan serta meminimalkan risiko. Meski begitu, jika dibandingkan dengan reksadana saham, tingkat profit dari produk ini tidak akan bisa lebih tinggi, yaitu sekitar 10 sampai 12 persen tiap tahunnya.

    Baca Juga: Reksadana Panin: Cara Beli dan Tips Investasi Reksadana untuk Pemula

Keunggulan Reksadana BNI

Reksadana sebagai instrumen investasi pada dasarnya telah memberikan banyak manfaat bagi investor, seperti modal yang terjangkau dan pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi. Nah, jika kamu memilih layanan reksadana dari BNI ini, ada keunggulan tambahan yang bisa didapatkan, antara lain:

  • Pengelolaan Profesional

    Sebagai perusahaan perbankan ternama dan terkemuka di Indonesia, pengelolaan reksadana Bank BNI dilakukan secara profesional oleh ahlinya. Investor tidak perlu meragukan lagi kemampuan pemilihan instrumen, keputusan investasi, hingga analisis sistematis serta pemantauan portofolionya pada layanan ini. Di samping itu, proses administrasi dari aktivitas investasi reksadana BNI juga dilakukan secara sistematis sehingga nasabah bisa lebih mudah dalam berinvestasi. 

  • Manfaat Skala Ekonomis

    Karena proses akumulasi modal dari investor, layanan ini memiliki kekuatan dalam melakukan penawaran, mendapatkan hasil investasi lebih tinggi, biaya investasi terjangkau, sampai akses terhadap instrumen yang tak terjangkau oleh investor individu. Dengan sederet keuntungan reksadana BNI tersebut, investor bisa mendapatkan kesempatan untuk meraih profit investasi yang relatif optimal jika dibandingkan dengan risikonya. 

  • Pertumbuhan Nilai Investasi

    Melalui BNI reksadana, kamu dapat menjadi pemilik unit penyertaan serta berkesempatan untuk memperoleh hasil investasi yang bersaing. Alasannya karena BNI mempunyai kekuatan modal untuk membeli portofolio investasi sehingga nasabahnya mampu memperoleh keuntungan. 

  • Proses Pencairan Mudah

    Terakhir, nasabah layanan ini tak perlu khawatir akan adanya masalah dalam proses pencairan dana investasinya. Pasalnya, BNI telah menyiapkan fasilitas pencairan modal investasi yang dapat diakses setiap harinya dengan jaminan likuiditas tinggi. 

Cara Membeli Reksadana BNI

  1. Masuk ke aplikasi Mobile Banking BNI dengan memasukkan user ID serta MPIN.
  2. Ketuk menu “Investasi”, dan pilih “Reksadana”.
  3. Pastikan untuk membaca surat pernyataan bagi nasabah, lalu centang opsi persetujuan dan ketuk “Lanjut”.
  4. Setelah itu, lakukan pembelian atau top up pada produk reksadana yang diinginkan beserta nominalnya.
  5. Isi password untuk mengonfirmasi transaksi.
  6. Tunggu notifikasi terkait transaksi tersebut dan pembelian telah selesai dilakukan.

Tentukan Produk Reksadana Sesuai Kebutuhan agar Mampu Raih Untung Maksimal

Itulah penjelasan mengenai reksadana BNI, jenis produk, keunggulan, hingga cara membelinya. Terlepas dari itu semua, kamu harus bisa mengetahui jenis reksadana mana yang pas untuk dipilih sesuai kebutuhan dan tujuan investasi. Dengan begitu, barulah kamu bisa melakukan aktivitas investasi dengan optimal dan meraih untung maksimal. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Reksadana Manulife, Jenis, Keuntungan, Hingga Cara Membelinya