Tak Bisa Bayar Cicilan KPR Bulan Ini, Apa yang Harus Dilakukan?

Rumah menjadi salah satu kebutuhan utama setiap orang. Fungsinya sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan.

Andai harga rumah murah meriah, pasti semua orang bisa membeli rumah. Namun faktanya berbeda. Harga rumah sekarang ini mahalnya minta ampun.

Untuk rumah subsidi saja, harus menyiapkan uang paling minim Rp 150 jutaan. Rumah tersebut biasanya terletak di pinggiran kota.

Solusi paling jitu untuk membeli rumah jika tidak bisa tunai, ya dengan mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Setiap bulan kamu dapat mencicil angsuran sesuai kemampuan bayar.

Tetapi terkadang pembayaran cicilan KPR tidak selalu mulus. Ada saja masalah keuangan yang melanda.

Misalnya kena PHK, pemotongan gaji, sehingga tak punya uang untuk membayar cicilan KPR. Atau ada kebutuhan mendesak di tengah jalan sehingga uang pembayaran KPR dipakai guna membiayai keperluan tersebut.

Bagaimana kalau hal ini sampai terjadi padamu? Apa yang harus kamu lakukan? Berikut jawabannya.

Baca Juga: Harga Rumah Subsidi 2021 Gak Naik, Begini Cara Mengajukan KPR FLPP

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

1. Jangan lari dari utang

loader
Jangan lari dari utang

Siapapun pasti pernah mengalami kesulitan keuangan. Tapi, menghindar dari utang bukanlah jalan terbaik. Sikap ini tidak akan membuatmu terbebas dari kewajiban.

Tidak lari dari utang dan menyampaikan kondisi keuangan secara jujur kepada bank berarti ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan. Sebab utang tetap harus dibayar.

2. Katakan sejujurnya kepada pihak bank

loader
Katakan sejujurnya kepada pihak bank tentang kondisi keuanganmu

Kamu harus menyikapi masalah ini dengan bijak. Beritahu pihak bank terkait kondisi keuangan yang sedang kamu alami disertai bukti-bukti konkret.

Bahwa kamu tidak punya uang untuk membayar cicilan KPR bulan ini. Sampaikan juga kamu akan berusaha membayar dobel cicilan pada bulan berikutnya.

Dengan begitu, bank akan berupaya mencarikan solusinya bagi kamu dan tentunya tidak membuat rugi mereka juga. Misalnya saja pengurangan denda. Dari yang tadinya denda 0,5% per hari, diberi keringanan menjadi 0,2% per hari.

Namun catatan kreditmu tetap akan berpengaruh jelek karena ada tunggakan pembayaran meskipun hanya sebulan.  

Baca Juga: Daftar Bunga Kredit Terbaru di 18 Bank Besar, Sudah Single Digit

3. Minta keringanan bila tak sanggup bayar cicilan

loader
Minta keringanan pembayaran KPR

Jika kamu mengalami kesulitan keuangan yang parah sehingga tak mampu membayar cicilan KPR dalam waktu lama, beritahukan kepada pihak bank.

Kemudian minta keringanan ke bank, antara lain:

  • Penjadwalan ulang

Dengan menjelaskan permasalahan keuangan yang dialami, bank dapat maklum dan menyetujui langkah penjadwalan ulang atau reschedulling ini. Bank akan bertanya kapan waktu pembayaran terbaru yang kamu sanggupi untuk membayar.

Atau minta perpanjangan tenor. Misalnya tidak bisa bayar cicilan KPR yang tinggal 7 tahun, diperpanjang jadi 9 tahun. Bila disetujui, sebisa mungkin tepati janji. Bayar sesuai kesepakatan bersama agar terhindar dari pengenaan denda lebih besar bahkan penyitaan rumah.  

Baca Juga: Serba-Serbi KPR Yang Perlu Diketahui

  • Minta diskon

Keringanan lain yang dapat kamu ajukan adalah permohonan diskon. Bukan pengurangan pokok utang, melainkan diskon bunga KPR dan keringanan denda keterlambatan.

Misalnya bunga KPR dipangkas lebih ringan dari 11% menjadi 10%. Denda keterlambatan dikurangi dari 0,5% per hari menjadi 0,2% per hari.

Bank tentu tidak akan langsung mengabulkan permohonan ini karena dapat mengurangi keuntungan bank. Biasanya bank akan mengkaji atau menelusuri ulang tentang kondisi keuanganmu yang sebenarnya.

Jika benar kondisinya demikian seperti yang kamu katakan, pasti bank akan menyetujui permintaan diskonmu. 

  • Lakukan penataan ulang

Solusi terakhir melakukan penataan ulang dengan bank terkait tunggakan dan sisa KPR. Contohnya seperti, mengatur ulang tenor pembayaran, suku bunga, atau denda keterlambatan, hingga nilai kredit.  

Permohonan ini dapat terwujud asal kamu mau membicarakannya dengan pihak bank secara baik. Atur jadwal pertemuan dengan petugas kredit bank melalui telepon, lalu datang ke bank sesuai jadwal yang sudah disepakati. 

Selalu Sisihkan 10% dari Gaji untuk Dana Darurat

Setiap orang pasti tidak mau punya masalah keuangan. Apalagi sampai terbelit tunggakan utang menggunung.

Dalam hal ini, kamu perlu cerdas untuk mengatur keuangan. Selain tabungan, sangat penting untuk menyisihkan 10% dari gaji atau penghasilan setiap bulan untuk dana darurat.

Manfaat dana darurat adalah kamu tetap bisa membayar cicilan utang, termasuk cicilan KPR jika sewaktu-waktu ditimpa masalah keuangan. Tak perlu menarik investasi maupun tabungan karena utang selamat dengan dana darurat.

Baca Juga: Mau Nyicil KPR Tapi Masuk Blacklist BI? Jangan Sedih, Begini Solusinya