7 Trik Jitu Belajar Trading Saham Sampai Mahir

Motivasi terbesar seseorang main saham adalah mencari keuntungan tanpa memikirkan apakah orang tersebut investor atau trader. Keduanya memiliki kepentingan yang sama. Hanya saja, cara bermain, time frame menjual saham, dan tujuan keuangannya berbeda. 

Tertarik untuk menjadi investor atau trader? Jika jawabannya adalah trader, sebaiknya terapkanlah trik jitu trading saham berikut khususnya untuk kamu yang masih pemula.

1. Perbanyak Membaca

loader

Trading bukanlah aktivitas baru lagi, melainkan sudah ada sejak dulu. Tidak sedikit orang sukses di dunia saham membagikan pengalamannya saat bermain saham lewat buku. 

Nah, kamu bisa membeli buku yang menurutmu bagus. Bacalah buku tersebut karena di dalamnya terdapat sejumlah informasi yang akan meningkatkan peluang untuk memperoleh keuntungan saat trading.

Informasi yang didapat dari buku dapat kamu kembangkan dengan informasi di media perambah, seperti Google. Dengan demikian, informasi yang didapatkan semakin lengkap. 

2. Menentukan Anggaran

Jangan lupa untuk menentukan anggaran. Anggaran membantumu mengetahui kesanggupan finansial untuk membeli suatu saham, jadi saham yang dibeli nantinya tidak overrated atau terlalu mahal. 

Anggaran juga memudahkanmu dalam menghitung keuntungan yang akan didapatkan. Dengan modal Rp 1.000.000, misalnya, kamu tahu apakah mungkin untuk memperoleh keuntungan Rp 200.000 jika menjual saham A.

Tentukan anggaran dalam jumlah yang wajar. Artinya tidak menyusahkan finansial kamu di kemudian hari, apalagi sampai menghambatmu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Trading Saham Ala Pemenang Tradefest Ternak Uang

3. Menentukan Broker atau Pialang

Trading tidak bisa dilakukan kalau kamu belum terdaftar sebagai nasabah di broker atau pialang tertentu. Sebaiknya carilah satu nama pialang yang bagus, baik dari segi pelayanan, fitur, dan yang terpenting adalah melihat besarnya fee yang dikenakan saat transaksi saham berhasil.

Untuk mengetahui nama pialang yang bagus, kamu bisa cari di situs BEI, sosial media, atau forum diskusi online. Ada beberapa nama pialang yang akan disebutkan di sana. Tugasmu tinggal memilih satu yang terbaik.

Apakah boleh punya dua pialang? Tentu boleh, tapi pastikan agar saldo di kedua pialang tersebut terisi dan masing-masing pialang memiliki tujuan finansial yang berbeda. Satu untuk tujuan jangka pendek, satu lagi jangka panjang, sehingga kamu semakin mudah untuk mengelola finansial.

4. Bandingkan Kinerja Perusahaan

loader

Setelah mengetahui nama-nama pialang yang bagus, selanjutnya adalah membandingkan kinerjanya. Penting untuk melihat masa depan pialang tersebut, khususnya untuk tujuan investasi jangka panjang. 

Jangan sampai pialang tersebut berisiko tutup dalam 5 tahun kemudian. Kamu sendiri yang nanya kesulitan untuk mengurus proses pemindahan modal. Waktu dan tenaga juga terkuras dua kali karena kamu harus mencari nama pialang baru untuk trading saham.

Tidak hanya pialang, hal yang sama juga perlu dilakukan saat membeli saham. Meskipun suatu emiten berada di sektor yang sama, kinerja dan pergerakan harga masing-masing tentu berbeda. Tentukan secara bijak agar kamu tidak salah memilih.

5. Menentukan Periode Trading

Umumnya ada dua periode dalam trading saham, yaitu jangka pendek dan panjang. Kamu tentukan dulu periode yang diinginkan agar prakteknya menjadi mudah. 

Jika periodenya jangka pendek, artinya kamu tidak perlu hold saham tersebut dalam kurun waktu yang lama. Bila sudah untung, langsung jual agar kamu bisa pakai modalnya untuk membeli saham lain. 

Jika periodenya jangka panjang, maka hold saham antara 1-3 tahun bukanlah masalah besar. Sebab, kamu yang berani hold dalam kurun waktu lama pasti menginginkan hasil maksimal sebagai upah menunggu.

Baca Juga: Trading Saham: Definisi, Cara Kerja, dan Tips Sukses jadi Trader

6. Peka Terhadap Isu Perekonomian

Penting juga untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu perekonomian yang sedang terjadi, Misalnya tentang masalah krisis moneter, kebijakan suku bunga, dan rencana pembangunan sarana prasarana yang dilakukan di Indonesia.

Isu perekonomian sangat erat kaitannya dengan harga saham. Jika isunya negatif, harga saham cenderung menurun dan sebaliknya.

Perbanyaklah untuk membaca berita, lalu coba hubungkan dengan emiten yang kira-kira paling terkena imbas atas isu tersebut. Dengan demikian, kamu tidak salah membeli saham investasi.

7. Jangan Terbawa Emosi 

Kemahiran bermain saham tidak hanya diukur dari kemampuan analisa, tapi juga kemampuan psikologis. Tepatnya saat harga saham menurun, seberapa mampu kamu mengendalikan emosi untuk tidak buru-buru menjual saham yang turun?

Kemampuan mengelola emosi yang baik akan menjauhkanmu dari pengambilan keputusan yang salah. 

Sah-sah saja untuk cut loss asal harga sahamnya sudah menyentuh titik terendah yang ditentukan. Tujuannya untuk mengurangi potensi rugi kalau seandainya terjadi penurunan lebih dalam.

Tingkatkan Jam Terbang Trading Saham

Hasil maksimal akan terlihat jika ilmu yang didapat dari teori langsung dipraktekkan dalam trading saham. Dengan meningkatnya jam terbang, maka pemahaman mengenai cara kerja pasar saham akan meningkat. Hal ini menjadi suatu keuntungan bagi kamu yang ingin mencari cuan lebih banyak dari trading.

Baca Juga: 4 Langkah Mudah Investasi Saham secara Rutin dengan Gaji UMR