Tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Properti Rumah

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah adalah sebuah produk pembiayaan yang berasal dari bank yang diperuntukkan untuk nasabah yang ingin membeli properti rumah. Jumlah pembiayaan yang diberikan oleh bank biasanya berkisar antara 70-80% dari harga rumah tersebut. Secara umum, produk KPR di Indonesia saat ini masih disediakan oleh pihak perbankan walaupun sudah muncul berbagai perusahaan leasing yang menyalurkan pembiayaan rumah dari lembaga sekunder pembiayaan rumah.

KPR Rumah Subsidi :

  • Diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah berdasarkan bukti penghasilan pemohon. Ada maksimum jumlah kredit yang akan diberikan.
  • Ketentuan dan persyaratan ditetapkan oleh Pemerintah, di mana pemohon dapat memilih antara subsidi untuk meringankan kredit atau subsidi untuk penambahan dana pembangunan atau perbaikan rumah

KPR Rumah Non-subsidi :

  • Diperuntukan bagi seluruh kalangan masyarakat.
  • Ketentuan dan persyaratan KPR ditetapkan oleh Bank, termasuk besarnya jumlah kredit dan suku bunga pinjaman.
  • Termasuk di dalamnya adalah KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

Selain regular KPR, Bank juga menawarkan jenis lain dari KPR yang dikenal dengan KPR Multiguna atau KPR Refinancing. Pada jenis pinjaman ini, dengan menggunakan rumah sebagai jaminan kredit, Anda akan memperoleh dana dan memiliki kebebasan untuk menggunakannya sesuai kebutuhan seperti membayar uang sekolah.

Berikut adalah bank-bank yang menyediakan berbagai produk KPR Rumah di Cermati.com

Nama Bank Produk KPR Rumah
ANZ ANZ Home Loan
ANZ Take Over
Bank BJB


BJB KPR Primary
BJB KPR Secondary
BJB KPRuko/Rukan Primary
BJB KPRuko/Rukan Secondary
Bank Bukopin KPR Bukopin
Bank Capital KPR Bank Capital
Bank Danamon KPR Danamon
Bank Dinar KPR Bank Dinar
Bank DKI KPR Griya Monas
Bank Index KPR Bank Index
Bank Jasa Jakarta Bank Jasa Jakarta KPR
Bank Mandiri



Mandiri KPR Duo
Mandiri KPR Flexible
Mandiri KPR Take Over
Mandiri KPR Angsuran Berjenjang
Mandiri KPR Reguler
Bank Mayapada My Home
Bank Mega Mega Griya
Bank Victoria KPR Bank Victoria
Batavia Prosperindo Finance Batavia Prosperindo Finance KPR
BCA



KPR BCA Fix and Cap
KPR BCA Fix Rate
KPA BCA Fix and Cap
KPA BCA Fix Rate
KPR BCA Xtra Fix Rate
BNI BNI Griya
BRI KPR BRI
KPR Solusi Holcim
BRI Agro Kredit BRI Agro Griya
BTN




KPR BTN Sejahtera FLPP
KPR BTN Platinum
KPA BTN
Kredit Ruko BTN
Kredit Bangun Rumah BTN
KPR BTN Take Over
CIMB Niaga


KPR CIMB Niaga X-Tra
KPR CIMB Niaga X-Tra Manfaat
KPR CIMB Niaga Transparan
CIMB Niaga Take Over
CIMB Niaga Syariah KPR CIMB Niaga Syariah
ClipanFinance ClipanFinance Pembiayaan KPR & KPA
Commonwealth Bank KPR Commonwealth Bank
DBS Indonesia DBS Home Loan
HSBC KPR HSBC
J Trust Bank Indonesia

KPR J TRUST Primary
KPR J TRUST Secondary
KPR J TRUST Take Over
Maybank




Maybank Kredit Pemilikan Properti
Maybank KPR Plus
Maybank KPR Bebas Bunga
Maybank KPR Floating Rate Primary
Maybank KPR Floating Rate Secondary
Maybank KPR Take Over
OCBC NISP KPR OCBC NISP
PaninBank KPR Panin
PermataBank

PermataKPR Bijak
PermataKPR Cicilan Tetap
PermataKPR Keluarga
Standard Chartered Home Suite
Home Suite Take Over

Mengajukan KPR Rumah memiliki beberapa keuntungan yang dapat dinikmati oleh pihak pemohon kredit, keuntungan-keuntungan tersebut misalnya :

  • Menghemat Dana Pembelian Rumah :
    Dengan membeli rumah melalui KPR Anda akan melakukan penghematan dalam jumlah besar karena tidak perlu menyiapkan dana yang sangat besar untuk memiliki sebuah rumah. Produk KPR Rumah biasanya memberikan pembiayaan properti sebesar 70-80% dari harga rumah tersebut, sehingga Anda cukup menyediakan dana sebsar 20-30% dari harga rumah yang ingin dibeli. Tentunya dengan pembayaran secara berkala, hal ini akan menghemat biaya Anda dalam jumlah besar terutama bagi Anda yang memiliki kondisi keuangan yang tidak mencukupi.
  • Dapat Menempati Rumah Secara Langsung :
    Dengan disetujuinya aplikasi pengajuran KPR Anda oleh bank, Anda bisa secara langsung menempati rumah yang Anda beli tanpa persyaratan dan proses lainnya yang memberatkan.
  • Mengantisipasi Harga Properti yang Selalu Naik :
    Setiap tahun, harga properti terutama di ibukota seperti Jakarta pasti akan selalu naik. Kenaikkan harga properti ini nilainya cukup besar dan bervariasi jumlahnya tergatung dari lokasi masing-masing daerah. Kenaikan harga properti ini bisa bernilai sebesar 15-40% per tahun dari harga aslinya, sehingga selain membeli rumah dengan KPR untuk tujuan penghematan, Anda juga bisa mengantisipasi kenaikan harga properti di masa depan yang jumlahnya besar.
  • Legalitas Perumahan yang Terjamin :
  • Pembelian rumah melalui KPR tentunya tidak sembarangan, perumahan-perumahan yang bekerja sama dengan bank tempat Anda mengajukan produk KPR tersebut tentunya memiliki legalitas yang terjamin. Legalitas yang terjamin ini mengacu pada kelengkapan surat-surat dan perihal perizinan dari pemerintah yang terkadang tidak dimiliki oleh perumahan-perumahan yang tidak jelas asal-usulnya. Dengan mengajukan produk KPR melalui perumahan yang bekerja sama dengan bank tersebut, Anda tidak perlu khawatir akan hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Dapat Digunakan untuk Investasi Jangka Panjang :
    Berbeda halnya dengan komoditas lainnya, investasi properti terutama rumah bisa dibilang tergolong investasi yang menghasilkan uang di masa depan. Hal ini disebabkan karena harga properti yang kunjung naik setiap tahun karena keterbatasan lahan terutama di daerah perkotaan yang semakin menjadikan harga properti melonjak naik. Dalam kurun waktu 5 sampai dengan 10 tahun mungkin saja harga rumah yang Anda beli dengan KPR saat ini bisa naik sebesar 100%, tentunya ini akan menguntungkan Anda bila memutuskan untuk berinvestasi menggunakan rumah tersebut.

Dalam pengajuan KPR rumah secara online di cermati.com ada beberapa keuntungan yang bisa dinikmati antara lain adalah :

  • Proses pengajuan yang cepat
  • Suku bunga KPR yang kompetitif
  • Syarat pengajuan lebih ringan dibandingkan mengajukan KPR secara langsung
  • Menghemat waktu pengajuan Anda karena bisa dilakukan dimana saja
  • Dapat membandingkan berbagai produk KPR Rumah pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda

Persyaratan-persyaratan umum untuk pengajuan KPR adalah sebagai berikut :

  • WNI dan berdomisili di Indonesia
  • Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Wiraswasta dengan pengalaman usaha minimal 3 tahun
  • Profesional dengan pengalaman praktek minimal 2 tahun
  • Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun, dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional
  • Memiliki pendapatan bersih bulanan minimum sebesar Rp 6-8 juta untuk karyawan, wiraswasta, dan professional (informasi untuk pengajuan wilayah sekitar Jabodetabek)
Dokumen/Jenis Pekerjaan

Karyawan

Wirausaha

Profesional

Form Aplikasi Kredit

     

Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah/Cerai

     

Pas Foto Terbaru Pemohon & Pasangan

     

Fotokopi Slip Gaji Terakhir atau Surat Keterangan Penghasilan

     

Fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap

     

Fotokopi Tabungan/Giro di Bank BJB/Bank Lain min. 3(tiga) Bulan Terakhir

     

Fotokopi SPT Pph Ps.21

     

Fotokopi NPWP

     

Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan Berikut Perubahannya, SIUP, TDP & SITU

     

Fotokopi Izin-izin Praktek

     

Fotokopi SHM/SHGB/ dan IMB

     
  • Memilih Rumah :
    Langkah pertama untuk bisa memiliki rumah secara kredit adalah dengan menentukan rumah yang akan dibeli. Untuk bisa menentukan rumah ini, Anda bisa melakukan dua hal. Pertama, dengan mendatangi bank dan minta informasi lokasi-lokasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR. Kedua, mencari sendiri rumah atau perumahan melalui koran, internet, survey langsung ke beberapa lokasi atau info dari iklan tentang rumah KPR ini. Agar lebih efektif, ada baiknya Anda mencari beberapa pilihan atau alternatif rumah yang akan dibeli untuk nantinya Anda bandingkan dari sisi harga, kemudahan proses kredit KPR rumah, dan lain-lain.
  • Mengumpulkan Informasi :
    Setelah rumah target KPR sudah dipilih, tahap selanjutnya Anda harus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan rumah tersebut. Hal-hal yang perlu Anda tanyakan antara lain adalah seperti harganya, berapa uang mukanya, berapa cicilannya, berapa biaya tanda jadinya. Untuk mengetahui cicilan yang harus dibayar Anda bisa menggunakan kalkulator kpr di Cermati.com. Hal lain yang juga harus ditanyakan yaitu apakah rumah itu sudah dibangun atau baru akan dibangun setelah bayar uang muka. Lihatlah gambar denah dan desain dari rumah tersebut, pastikan lokasinya dengan benar. Jangan lupa juga untuk melakukan cek fasilitas rumah dan perumahan. Jika rumah KPR ini baru akan dibangun, Anda harus bisa memastikan waktu atau lamanya rumah dibangun. Tanyakan pula bagaimana proses kredit KPR rumah nantinya. Untuk mendapat KPR terbaik Anda bisa menggunakan situs perbandingan KPR Cermati.com.
  • Membayar Tanda Jadi :
    Ketika semua informasi sudah Anda dapatkan secara gamblang dan jelas, maka saatnya menuju langkah berikutnya yaitu membayar tanda jadi. Tanda jadi ini seperti tanda booking yang merupakan bukti pemesanan rumah atau kavling supaya rumah yang Anda inginkan tidak lantas dibeli orang lain atau juga supaya harganya tidak naik jika tidak segera dibayar. Umumnya setiap developer memiliki aturan yang berbeda-beda terkait tanda jadi ini. Ada beberapa developer yang membebaskan tanpa batas waktu, ada juga yang mengharuskan bayar uang muka setelah beberapa waktu, namun ada pula developer yang hangus bila tidak jadi.
  • Bayar Uang Muka KPR :
    Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya dari prosedur pembelian rumah secara kredit ini adalah membayar uang muka KPR. Beberapa developer menyatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka. Jadi jika aturannya demikian, maka Anda hanya perlu membayar sisanya saja. Uang muka yang telah Anda bayarkan ini akan dikembalikan jika pengajuan KPR rumah Anda ternyata mengalami penolakan oleh pihak bank.
  • Ajukan KPR ke Pihak Bank :
    Berikutnya setelah uang muka dilunasi, maka Anda harus mengajukan kredit KPR ke Bank yang sesuai dengan pilihan Anda. Pada proses ini umumnya developer akan membantu Anda mengurus pengajuan ini ke bank yang sudah menjadi partnernya. Tapi bila Anda memilih Bank yang bukan partner developer maka Anda akan diminta untuk memproses pengajuan kredit KPR rumah ini sendiri. Beberapa persyaratan KPR yang harus Anda lengkapi untuk pengajuan ini antara lain fotokopi rekening koran semua tabungan, surat keterangan bekerja, slip gaji 3 bulan terakhir, menjadi pegawai tetap minimal 2 tahun, fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dan lain-lain tergantung masing-masing bank. Sedangkan waktu dalam pengajuan KPR rumah ini sendiri umumnya akan memakan waktu yang cukup lama yaitu 1 bulan.

    Dalam waktu satu bulan tersebut, pihak Bank biasanya akan melakukan proses survei. Survei ini akan meliputi pantauan ke tempat dimana Anda bekerja, pengecekan ke BI (Bank Indonesia) untuk memastikan Anda dan istri Anda (jika sudah berkeluarga) tidak termasuk dalam blacklist terkait catatan kredit yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya dan juga proses wawancara terkait kondisi keuangan Anda. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengajuan ini adalah kemampuan finansial Anda di mata bank. Umumnya bank akan mensyaratkan cicilan maksimal adalah 30% gaji, ada juga yang membolehkan 40% gaji, ada yang bisa digabung antara penghasilan Anda dengan istri, ada yang hanya mensyaratkan gaji suami saja.

    Harga rumah, uang muka, besar cicilan, lama angsuran dan besaran gaji memang akan saling mempengaruhi satu dengan lainnya dalam proses pengajuan KPR ini. Maka bila salah satu komponen tadi ada yang dikurangi maka yang lainnya harus lebih tinggi. Seperti misalnya jika cicilan kredit KPR per bulan ingin diturunkan, maka uang muka harus ditambah, atau jika tidak, lama cicilan diperpanjang. Dari sini Anda memang diharuskan berpikir lebih untuk menentukan pembelian rumah secara kredit ini.

Cermati.com menyediakan berbagai jenis produk KPR lain sesuai dengan kebutuhan calon kreditur. Produk=produk yang tersedia antara lain adalah: