Tentang Beli Token Listrik PLN

Token listrik adalah sebuah satuan pembayaran yang dipergunakan untuk mengisi ulang daya listrik pada layanan PLN prabayar. Pada token listrik ini, Anda akan mendapatkan 20 digit angka stroom/kode token yang akan digunakan untuk melakukan pengisian daya listrik pada alat Meter Prabayar (MPB) Anda.

Sama seperti bayar tagihan listrik online, Untuk beli token listrik ada 2 macam cara yang bisa Anda lakukan yaitu lewat website atau aplikasi cermati.

Beli Token Listrik PLN online lewat website cermati:
  • Buka situs cermati.com (https://www.cermati.com).
  • Pilih menu top up dan tagihan (https://www.cermati.com/top-up-dan-tagihan).
  • Pilih menu cek tagihan listrik (https://www.cermati.com/token-listrik-pln).
  • Pilih token pada menu listrik PLN dan masukkan nomor Meter/ID Pelanggan.
  • Kemudian masukkan nominal token listrik yang diinginkan.
  • Pastikan informasi Nama pemilik ID, nomor meter/ID pelanggan, dan jumlah tagihan yang tertera sudah sesuai di halaman checkout lalu klik tombol "beli sekarang".
  • Masukkan kode promo (bila ada).
  • Verfikasikan potongan dari kode promo di halaman checkout (bila ada).
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
  • Lakukan proses pembayaran dan lakukan verifikasi transaksi pembayaran.
Beli Token Listrik PLN online lewat aplikasi cermati:
  • Unduh aplikasi cermati di play store.
  • Pilih menu top up dan tagihan.
  • Pilih menu cek tagihan listrik.
  • Pilih token pada menu listrik PLN dan masukkan nomor Meter/ID Pelanggan.
  • Kemudian masukkan nominal token listrik yang diinginkan.
  • Pastikan informasi Nama pemilik ID, nomor meter/ID pelanggan, dan jumlah tagihan yang tertera sudah sesuai di halaman checkout lalu klik tombol "beli sekarang".
  • Masukkan kode promo (bila ada).
  • Verfikasikan potongan dari kode promo di halaman checkout (bila ada).
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
  • Lakukan proses pembayaran dan lakukan verifikasi transaksi pembayaran.
  • Beli token listrik PLN sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan dapatkan 20 digit angka stroom/kode token untuk melakukan pengisian.
  • Masukkan 20 digit angka stroom/kode token ke alat Meter Prabayar (MPB) Anda lalu tekan tombol ‘ENTER” (↩).
  • Bila terjadi kesalahan saat memasukkan angka stroom/token, Anda bisa menekan tombol “BACKSPACE” (←) untuk menghapus angka yang telah dimasukkan.
  • Apabila angka yang dimasukkan benar, maka pada layar alat Meter Prabayar (MPB) Anda akan muncul tulisan “ACCEPT” atau “BENAR”. Kemudian nilai kWh (daya listrik) akan bertambah sesuai dengan jumlah yang beli.
  • Apabila pada layar alat Meter Prabayar (MPB) Anda muncul tulisan “REJECT” atau “GAGAL”, maka angka stroom/kode token yang Anda masukkan salah. Anda bisa mengecek kembali dan memasukkan ulang angka yang benar.

Dalam perhitungan token listrik, ada beberapa variabel perhitungan yang perlu diperhatikan agar Anda bisa mengetahui nilai token dan daya listrik (kWh) yang didapatkan dengan lebih akurat. Berikut ini adalah Biaya-biaya yang perlu Anda perhatikan:

  • Biaya Administrasi:

    Biaya administrasi adalah jenis biaya yang dibebankan kepada pihak pembeli token listrik yang jumlahnya bervariasi tergantung tempat pembelian token tersebut. Jika Anda membeli token listrik melalui ATM atau Bank, biasanya biaya administrasi ini sudah termasuk dalam harga token tersebut. Namun karena sudah termasuk, nilai token dan kWH yang didapat akan lebih kecil. Akan tetapi apabila belum termasuk biaya administrasi, harga token akan bertambah sesuai dengan jumlah biaya administrasi yang harus dibayarkan, namun nilai token dan kWh yang didapat akan lebih besar. Biaya adaministrasi token ini biasanya berkisar antara Rp 3000,- s.d. Rp 5.000,-.

    Sebagai contoh, Apabila Anda membeli sebuah token listrik seharga Rp 100.000,-, maka Anda akan ditambahkan menjadi Rp 103.000,- saat pembayaran. Bila biaya administrasi sudah termasuk pada harga jual token, maka Anda cukup membayar Rp 100.000,-. Namun saat proses pengisian ulang, daya listrik (kWh) yang bertambah akan lebih kecil.
  • Biaya Materai:

    Biaya tambahan berupa pajak yang dikenakan atas dokumen yang bersifat perdata, penting, atau digunakan di pengadilan. Biasanya biaya materai ini dikenakan apabila Anda membeli token listrik diatas 200 ribu rupiah dengan perhitungan sebagai berikut:

    • Pembelian token listrik seharga Rp 250.000,- s.d. Rp 1.000.000,- akan dikenakan biaya materai sebesar Rp 3.000,-
    • Pembelian token listrik doatas Rp 1.000.000,- akan dikenakan biaya materai sebesar Rp 6.000,-
    Adapun dasar pengenaan biaya materai tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai serta PP Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Materai dan Besarannya Batas Pengenaan Harga Nominal yang dikenakan Bea Materai. Bea materai ini digolongkan sebagai Penerimaan Negara Bukan  Pajak (PNBP) dan melakukan pembelian token ini termasuk dalam gologan tersebut.
  • Pajak Penerangan Jalan (PPJ):

    Pajak Penerangan Jalan (PPJ) adalah jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh pelanggan PLN. Pajak ini termasuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk pembiayaan daerah yang didalamnya mencakup pemasangan, pemeliharaan, dan pembayaran rekening Penerangan Jalan Umum (PJI) sesuai dengan peraturan daerah.

    Besaran PPJ ini nilainya bervariasi tergantung pada kebijakan pemerintah daerah sehingga jumlahnya bervariasi. Sebagai contoh, di DKI Jakarta berdasarkan Peraturan daerah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan tarif Pajak PPJ yang berlaku adalah sebagai berikut:

    • Tarif Pajak Penerangan Jalan yang disediakan oleh PLN atau bukan PLN yang digunakan atau dikonsumsi oleh industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam, sebesar 3% (tiga persen).
    • Tarif Pajak Penerangan Jalan yang bersumber dari PLN atau bukan PLN yang digunakan atau dikonsumsi selain yang dimaksud angka (1), ditetapkan sebesar 2,4% (dua koma empat persen).
    • Penggunaan tenaga listrik yang dihasilkan sendiri, tarif Pajak Penerangan jalan ditetapkan sebesar 1,5% (satu koma lima persen).
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN):

    Pajak pertambahan nilai yang dikenakan pada pembeli yang menggunakan listrik rumah tangga golongan R2.

Perlu diketahui bahwa dalam proses pengisian ulang daya listrik dengan token, nilai token dan jumlah daya listrik (kWh) yang didapat cukup berbeda. Terkadang masih banyak orang yang mempertanyakan daya listrik sesuai dengan yang mereka harapkan. Bisa saja Anda membeli token listrik seharga Rp 100.000,- tetapi saat melakukan pengisian ulang, nilai kWH yang bertambah tidak sesuai dengan jumlah token yang dibeli. Hal ini disebabkan karena nilai token yang daya listrik yang didapatkan sudah dikurangi dengan biaya, pajak, dan, perhitungan tarif dasar. Supaya tidak bingung, berikut ini Kita akan membahas variabel dan cara menghitung token listrik yang benar.

Sebagai contoh apabila Anda diasumsikan membeli token listrik sebesar Rp 200.000,- lewat ATM dengan biaya administrasi sebesar Rp 3.000,-, Batas daya di rumah Anda sebesar 1300 VA dan tinggal di DKI jakarta, dan maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Cara Perhitungan Token Listrik:
Harga Token = Rp 200.000,-
Biaya Administrasi ATM = Rp 3.000,- (termasuk harga token)
Daya Listrik di Rumah = 1.300 VA (non-subsidi)
Tarif Listrik berdasarkan daya listrik = 1467,28
PPJ = 3% (DKI Jakarta)

Maka Nilai Token Listrik Anda Sekarang:
Pemotongan biaya administrasi:
200.000 - 3.000 = 197.000
Pemotongan PPJ (DKI Jakarta):
197.000 - (197.000 x 3%) = 191.090
Nilai Token Anda Sekarang adalah Rp 191.090,-

Jumlah daya listrik (kWh) yang didapat:
Nilai token / tarif dasar listrik = jumlah kWh
191.090 / 1467,28 = 130,23 kWh

Jadi kesimpulannya, apabila Anda diasumsikan membeli token listrik seharga Rp 200.000,- dan tinggal di Jakarta dengan daya listrik 1300 VA, maka nilai token Anda sebesar Rp 191.090,- dan mendapatkan 130,23 kWh ketika melakukan pengisian ulang.

Bagi para pengguna yang menggunakan layanan pembelian token listrik di Cermati.com, kami menganggap bahwa Anda telah menerima, memahami, dan menyetujui seluruh syarat dan ketentuan penggunaan layanan dibawah (syarat dan ketentuan layanan pembelian paket data di cermati.com bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu). Apabila tidak setuju, cermati.com mempersilahkan Anda untuk tidak lagi menggunakan layanan pengisian paket data online.

Syarat dan ketentuan layanan pembelian token listrik PLN di cermati:
  • Pastikan nomor meter/ID Pelanggan yang Anda masukkan benar dan sudah terdaftar sebagai pengguna layanan PLN masih aktif.
  • Pastikan Anda sudah memiliki akun cermati.com. Pembelian token listrik PLN hanya bisa dilakukan oleh pengguna akun cermati.com.
  • Apabila Anda belum memiliki akun cermati.com bisa langsung melakukan proses registasi dan verifikasi agar bisa langsung digunakan.
  • Pastikan sebelum membeli token listrik Anda sudah melakukan verifikasi nomor telepon.
  • Cermati.com tidak akan bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan pengisian nomor meter/ID pelanggan.
  • Pembeli hanya bisa melakukan pembelian token listrik 1 kali dalam 1 transaksi sebelum melakukan proses pembayaran. Apabila ingin melakukannya kembali, Anda harus menyelesaikan transaksi dan pembayaran sampai selesai.
  • Cermati.com tidak pernah meminta informasi e-mail dan password akun Anda. Jangan pernah beritahukan informasi akun Anda ke pihak manapun.
  • Harga token listrik dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.