Tentang Bayar Tagihan Listrik PLN dan Cek Tagihan Listrik PLN

Layanan penyedia listrik di Indonesia diawali pada masa kolonial Belanda. Di akhir abad ke-19, penduduk pada masa kolonial Belanda menciptakan generator tenaga listrik pertama di Indonesia.

Pada awalnya, generator tenaga listrik tersebut hanya difungsikan untuk memberikan listrik pada pabrik teh dan gula. Seiring berjalannya waktu, muncullah perusahaan listrik yang mendistribusikan listrik ke banyak sektor lainnya.

Hingga masuk masa kolonial Jepang dan kekalahannya di Perang Dunia kedua, para pekerja di perusahaan listrik tersebut berupaya untuk menjadikan perusahaan tersebut sebagai miliki Republik Indonesia. Sampai akhirnya tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membuat Jawatan Listrik dan Gas yang mampu memproduksi listrik dan memiliki kapasitas hingga 157.5 MW.

Pada tahun 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi Badan Pemimpin Umum Perusahaan Listrik Negara atau BPU-PLN. Berselang 4 tahun, BPU-PLN dipisah dan menjadi PLN dan Perusahaan Gas Nasional. Hingga saat ini, PLN telah berkembang dan dapat memberikan pasokan listrik yang dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia.

Layanan penyedia listrik di Indonesia diawali pada masa kolonial Belanda. Di akhir abad ke-19, penduduk pada masa kolonial Belanda menciptakan generator tenaga listrik pertama di Indonesia.

Pada awalnya, generator tenaga listrik tersebut hanya difungsikan untuk memberikan listrik pada pabrik teh dan gula. Seiring berjalannya waktu, muncullah perusahaan listrik yang mendistribusikan listrik ke banyak sektor lainnya.

Hingga masuk masa kolonial Jepang dan kekalahannya di Perang Dunia kedua, para pekerja di perusahaan listrik tersebut berupaya untuk menjadikan perusahaan tersebut sebagai miliki Republik Indonesia. Sampai akhirnya tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membuat Jawatan Listrik dan Gas yang mampu memproduksi listrik dan memiliki kapasitas hingga 157.5 MW.

Pada tahun 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi Badan Pemimpin Umum Perusahaan Listrik Negara atau BPU-PLN. Berselang 4 tahun, BPU-PLN dipisah dan menjadi PLN dan Perusahaan Gas Nasional. Hingga saat ini, PLN telah berkembang dan dapat memberikan pasokan listrik yang dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia.

Dengan memiliki gambar petir dengan background kotak warna kuning, logo PLN ternyata memiliki makna yang cukup mendalam. Penggambaran misi serta visi PLN nyatanya telah disimbolkan melalui logo yang dimilikinya.

Memiliki bentuk persegi panjang, logo PLN tersebut menggambarkan sebuah perusahaan yang terorganisir dengan baik. Warna kuning yang cerah menggambarkan misi PLN dalam menyalurkan listrik kepada seluruh masyarakat yang bisa memberikan cahaya. Warna tersebut juga melambangkan semangat perusahaan dalam melakukan tugasnya.

Simbol petir pada logo PLN memiliki makna sebagai perusahaan yang menyediakan pasokan listrik sebagai jasa utamanya. Warna merah pada lambing petir tersebut melambangkan kedewasaan serta kedinamisan perusahaan dalam menghadapi tantangan zaman yang berkembang dengan pesat.

Adanya tiga gelombang dibalik lambang petir memiliki makna sebagai rambatan listrik yang menyalurkan sumber daya tersebut ke masyarakat. Ketiga gelombang tersebut juga menandakan PLN sebagai perusahaan pembangkit serta penyalur listrik. Jadi, dibalik logo PLN tersebut, terdapat makna yang dapat menyiratkan misi serta visi dari perusahaan tersebut.

Token listrik adalah sebuah satuan pembayaran yang dipergunakan untuk mengisi ulang daya listrik pada layanan PLN prabayar. Pada token listrik ini, Anda akan mendapatkan 20 digit angka stroom/kode token yang akan digunakan untuk melakukan pengisian daya listrik pada alat Meter Prabayar (MPB) Anda.

Cara cek tagihan listrik pertama adalah via website cermati.com. Berikut langkah-langkahnya:

  • Cek Tagihan Listrik PLN Lewat Website Cermati.com:
    Cermati.com menyediakan layanan cek tagihan listrik PLN online sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

    Cek Tagihan Listrik PLN lewat website cermati:

    Cek Tagihan Listrik PLN lewat aplikasi cermati:

    • Unduh aplikasi cermati di play store.
    • Pilih menu top up dan tagihan.
    • Pilih menu cek tagihan listrik.
    • Pilih menu tagihan dan masukkan nomor Meter/ID Pelanggan.
    • Informasi Tagihan Listrik Anda akan tampil di layar checkout.

Untuk Pengguna iOS

Cara lain untuk mengecek tagihan listrik adalah lewat ponsel berbasis iOS. Bagi Anda pengguna Apple, ada beberapa aplikasi pada App Store yang tersedia untuk mengecek tagihan listrik. Misalnya, PLN Mobile, Info Cek Tagihan Listrik PLN, dan Tagihan. Semuanya dapat diunduh gratis pada ponsel Anda.

Salah satu aplikasi cek tagihan listrik PLN populer yang banyak digunakan oleh pengguna iOS adalah PLN Mobile. Aplikasi ini merupakan aplikasi resmi dari PT PLN. Sebenarnya aplikasi ini tidak hanya bisa digunakan untuk cek tagihan listrik, tapi bisa juga digunakan untuk cek riwayat pemakaian kwh listrik, transaksi token listrik, info lokasi pembayaran melalui banking, info status listrik, info progress permohonan, dan sebagai sarana pengaduan keluhan pelanggan.

Cara untuk cek tagihan listrik melalui PLN Mobile cukup mudah, lengkapnya adalah sebagai berikut.

  • Unduh aplikasi PLN Online di app Store.
  • Buka aplikasi PLN Online di ponsel Anda.
  • Pilih menu Informasi pada tab menu.
  • Pilih menu Informasi Tagihan dan Token Listrik.
  • Masukan ID Pelanggan atau Nomor Meteran Anda.
  • Klik Cari.
  • Aplikasi akan menampilkan status tagihan listrik Anda beserta besaran nominalnya.
Untuk pengguna Android

Tak perlu khawatir, bukan hanya pengguna iOS saja yang bisa cek tagihan listrik lewat gadget mereka, pengguna Androin juga bisa. Bahkan, aplikasi yang tersedia di Android untuk mengecek tagihan listrik lebih banyak dibandingkan iOS. Namun lebih baik gunakan aplikasi resmi dari PT PLN, PLN Mobile for Android.

Cara untuk cek tagihan listrik melalui PLN Mobile cukup mudah, lengkapnya adalah sebagai berikut.
  • Unduh aplikasi PLN Online di app Store.
  • Buka aplikasi PLN Online di ponsel Anda.
  • Pilih menu Informasi pada tab menu.
  • Pilih menu Informasi Tagihan dan Token Listrik.
  • Masukan ID Pelanggan atau Nomor Meteran Anda.
  • Klik Cari.
  • Aplikasi akan menampilkan status tagihan listrik Anda beserta besaran nominalnya.

Anda juga bisa mendapatkan pemberitahuan mengenai tagihan listrik lewat email. Untuk mendapatkan email berupa e-billing yang berisikan tagihan listrik, Anda terlebih dahulu harus terdaftar di e-billing PLN. Dulu caranya bisa langsung daftar pada website, namun karena ada perubahan antarmuka laman resmi PLN tersebut, Anda bisa menanyakan hal tersebut via email di pln123@pln.co.id atau lewat akun media sosial resmi PLN, Twitter @pln_123, Facebook PLN 123.

Berikutnya cara cek tagihan listrik adalah dengan melakukan panggilan telepon. Cara ini terbilang mudah, Anda tinggal menghubungi customer service PLN dan menanyakan perihal tagihan listrik. Lakukan panggilan ke call centre PLN di 123, jangan lupa juga untuk mencantumkan kode area. Misalnya, Jakarta, berarti telepon ke (021)-123.

Kemudian ikuti petunjuk dari operator. Untuk melakukan panggilan ke call centre PLN, dikenakan tarif telepon normal. Cara ini bisa Anda lakukan kapanpun karena call centre PLN siap sedia 24 jam.

Selain lewat telepon, Anda juga bisa cek tagihan listrik via SMS. Ada dua pilihan yang bisa digunakan untuk cara ini. Pertama cek tagihan pada kurun waktu 1 bulan. Kedua cek tagihan secara continue. Artinya, Anda akan berlangganan setiap bulannya untuk mendapat informasi tagihan listrik. Ringkasnya caranya adalah sebagai berikut.

  • Cara Cek Tagihan Listrik per Bulan:
    Kirim sms dengan format REK (spasi) No ID Pelanggan, kirim ke 8123. Misalnya, REK 8990987689 kirim ke 8123.
  • Cara Berlangganan Pemberitahuan Informasi Tagihan Listrik:
    Kirim sms dengan format PLN (spasi) ON (spasi) 12 digit ID pelanggan, kirim ke 8123. Misalnya, PLN ON 987323847361 kirim ke 8123.
  • Cara Berhenti Berlangganan Pemberitahuan Informasi Tagihan Listrik:
    Selain mendaftar, Anda juga bisa berhenti berlangganan pemberitahuan tagihan listrik. Caranya, kirim sms dengan format PLN (spasi) OFF (spasi) 12 digit ID pelanggan, kirim ke 8123. Misalnya, PLN OFF 987323847361 kirim ke 8123.
Catatan:Untuk menikmati fasilitas cek tagihan listrik lewat sms dikenakan biaya sebesar Rp500 (belum termasuk ppn 10%) per sms.

Untuk bayar tagihan PLN online, ada 2 macam cara yang bisa Anda lakukan yaitu lewat website atau aplikasi cermati.

Bayar PLN online lewat website cermati:
  • Buka situs cermati.com (https://www.cermati.com).
  • Pilih menu top up dan tagihan (https://www.cermati.com/top-up-dan-tagihan).
  • Pilih menu cek tagihan listrik (https://www.cermati.com/cek-tagihan-listrik-pln).
  • Pilih tagihan pada menu listrik PLN dan masukkan nomor Meter/ID Pelanggan.
  • Pastikan informasi Nama pemilik ID, nomor meter/ID pelanggan, dan jumlah tagihan yang tertera sudah sesuai di halaman checkout lalu klik tombol "beli sekarang".
  • Masukkan kode promo (bila ada).
  • Verfikasikan potongan dari kode promo di halaman checkout (bila ada).
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
  • Lakukan proses pembayaran dan lakukan verifikasi transaksi pembayaran.
Bayar PLN online lewat aplikasi cermati:
  • Unduh aplikasi cermati di play store.
  • Pilih menu top up dan tagihan.
  • Pilih menu cek tagihan listrik.
  • Pilih tagihan pada menu listrik PLN dan masukkan nomor Meter/ID Pelanggan.
  • Pastikan informasi Nama pemilik ID, nomor meter/ID pelanggan, dan jumlah tagihan yang tertera sudah sesuai di halaman checkout lalu klik tombol "beli sekarang".
  • Masukkan kode promo (bila ada).
  • Verfikasikan potongan dari kode promo di halaman checkout (bila ada).
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
  • Lakukan proses pembayaran dan lakukan verifikasi transaksi pembayaran.

Untuk bayar tagihan PLN online, ada 2 macam cara yang bisa Anda lakukan yaitu lewat website atau aplikasi cermati.

Beli Token Listrik PLN online lewat website cermati:
  • Buka situs cermati.com (https://www.cermati.com).
  • Pilih menu top up dan tagihan (https://www.cermati.com/top-up-dan-tagihan).
  • Pilih menu cek tagihan listrik (https://www.cermati.com/cek-tagihan-listrik-pln).
  • Pilih token pada menu listrik PLN dan masukkan nomor Meter/ID Pelanggan.
  • Kemudian masukkan nominal token listrik yang diinginkan.
  • Pastikan informasi Nama pemilik ID, nomor meter/ID pelanggan, dan jumlah tagihan yang tertera sudah sesuai di halaman checkout lalu klik tombol "beli sekarang".
  • Masukkan kode promo (bila ada).
  • Verfikasikan potongan dari kode promo di halaman checkout (bila ada).
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
  • Lakukan proses pembayaran dan lakukan verifikasi transaksi pembayaran.
Beli Token Listrik PLN online lewat aplikasi cermati:
  • Unduh aplikasi cermati di play store.
  • Pilih menu top up dan tagihan.
  • Pilih menu cek tagihan listrik.
  • Pilih token pada menu listrik PLN dan masukkan nomor Meter/ID Pelanggan.
  • Kemudian masukkan nominal token listrik yang diinginkan.
  • Pastikan informasi Nama pemilik ID, nomor meter/ID pelanggan, dan jumlah tagihan yang tertera sudah sesuai di halaman checkout lalu klik tombol "beli sekarang".
  • Masukkan kode promo (bila ada).
  • Verfikasikan potongan dari kode promo di halaman checkout (bila ada).
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
  • Lakukan proses pembayaran dan lakukan verifikasi transaksi pembayaran.
  • Beli token listrik PLN sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan dapatkan 20 digit angka stroom/kode token untuk melakukan pengisian.
  • Masukkan 20 digit angka stroom/kode token ke alat Meter Prabayar (MPB) Anda lalu tekan tombol ‘ENTER” (↩).
  • Bila terjadi kesalahan saat memasukkan angka stroom/token, Anda bisa menekan tombol “BACKSPACE” (←) untuk menghapus angka yang telah dimasukkan.
  • Apabila angka yang dimasukkan benar, maka pada layar alat Meter Prabayar (MPB) Anda akan muncul tulisan “ACCEPT” atau “BENAR”. Kemudian nilai kWh (daya listrik) akan bertambah sesuai dengan jumlah yang beli.
  • Apabila pada layar alat Meter Prabayar (MPB) Anda muncul tulisan “REJECT” atau “GAGAL”, maka angka stroom/kode token yang Anda masukkan salah. Anda bisa mengecek kembali dan memasukkan ulang angka yang benar.

Dalam perhitungan token listrik, ada beberapa variabel perhitungan yang perlu diperhatikan agar Anda bisa mengetahui nilai token dan daya listrik (kWh) yang didapatkan dengan lebih akurat. Berikut ini adalah Biaya-biaya yang perlu Anda perhatikan:

  • Biaya Administrasi:

    Biaya administrasi adalah jenis biaya yang dibebankan kepada pihak pembeli token listrik yang jumlahnya bervariasi tergantung tempat pembelian token tersebut. Jika Anda membeli token listrik melalui ATM atau Bank, biasanya biaya administrasi ini sudah termasuk dalam harga token tersebut. Namun karena sudah termasuk, nilai token dan kWH yang didapat akan lebih kecil. Akan tetapi apabila belum termasuk biaya administrasi, harga token akan bertambah sesuai dengan jumlah biaya administrasi yang harus dibayarkan, namun nilai token dan kWh yang didapat akan lebih besar. Biaya adaministrasi token ini biasanya berkisar antara Rp 3000,- s.d. Rp 5.000,-.

    Sebagai contoh, Apabila Anda membeli sebuah token listrik seharga Rp 100.000,-, maka Anda akan ditambahkan menjadi Rp 103.000,- saat pembayaran. Bila biaya administrasi sudah termasuk pada harga jual token, maka Anda cukup membayar Rp 100.000,-. Namun saat proses pengisian ulang, daya listrik (kWh) yang bertambah akan lebih kecil.
  • Biaya Materai:

    Biaya tambahan berupa pajak yang dikenakan atas dokumen yang bersifat perdata, penting, atau digunakan di pengadilan. Biasanya biaya materai ini dikenakan apabila Anda membeli token listrik diatas 200 ribu rupiah dengan perhitungan sebagai berikut:

    • Pembelian token listrik seharga Rp 250.000,- s.d. Rp 1.000.000,- akan dikenakan biaya materai sebesar Rp 3.000,-
    • Pembelian token listrik doatas Rp 1.000.000,- akan dikenakan biaya materai sebesar Rp 6.000,-
    Adapun dasar pengenaan biaya materai tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai serta PP Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Materai dan Besarannya Batas Pengenaan Harga Nominal yang dikenakan Bea Materai. Bea materai ini digolongkan sebagai Penerimaan Negara Bukan  Pajak (PNBP) dan melakukan pembelian token ini termasuk dalam gologan tersebut.
  • Pajak Penerangan Jalan (PPJ):

    Pajak Penerangan Jalan (PPJ) adalah jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh pelanggan PLN. Pajak ini termasuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk pembiayaan daerah yang didalamnya mencakup pemasangan, pemeliharaan, dan pembayaran rekening Penerangan Jalan Umum (PJI) sesuai dengan peraturan daerah.

    Besaran PPJ ini nilainya bervariasi tergantung pada kebijakan pemerintah daerah sehingga jumlahnya bervariasi. Sebagai contoh, di DKI Jakarta berdasarkan Peraturan daerah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan tarif Pajak PPJ yang berlaku adalah sebagai berikut:

    • Tarif Pajak Penerangan Jalan yang disediakan oleh PLN atau bukan PLN yang digunakan atau dikonsumsi oleh industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam, sebesar 3% (tiga persen).
    • Tarif Pajak Penerangan Jalan yang bersumber dari PLN atau bukan PLN yang digunakan atau dikonsumsi selain yang dimaksud angka (1), ditetapkan sebesar 2,4% (dua koma empat persen).
    • Penggunaan tenaga listrik yang dihasilkan sendiri, tarif Pajak Penerangan jalan ditetapkan sebesar 1,5% (satu koma lima persen).
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN):

    Pajak pertambahan nilai yang dikenakan pada pembeli yang menggunakan listrik rumah tangga golongan R2.

Tarif Dasar Listrik (TDL)/Tarif  Tenaga Listrik (TTL) adalah tarif harga jual listrik yang ditetapkan oleh pemerintah untuk para pelanggan PLN. Untuk penggunaanJumlah tarif ini bervariasi sesuai dengan jumlah daya listrik yang dimiliki. Pembagian Tarif Dasar Listrik (TDL) ini digolongkan berdasarkan tarif subsidi dan non subsidi. Berikut adalah rincian tarif daftar listrik subsidi berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 Tahun 2016 tentang TARIF TENAGA LISTRIK YANG DISEDIAKAN OLEH PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PERSERO) dan tarif listrik non-subsidi berdasarkan data Tariff Adjustment April-Juni 2018 dari PLN.

NoGol TarifBatas DayaRegulerPrabayar
(Rp/kWh)
Biaya Beban
(Rp/kVA/bulan)
Biaya Pemakaian
 (Rp/kWh)
1 R-1/TR s.d. 450 VA 11000 Blok I: 0 s.d. 30 kWh: 169
Blok II: di atas 30 kWh s.d. 60 kWh: 360
Blok III: di atas 60 kWh: 495
415
2 R-1/TR 900 VA 20000 Blok I: 0 s.d. 30 kWh: 275
Blok II: di atas 30 kWh s.d. 60 kWh: 445
Blok III: di atas 60 kWh: 495
605
900 VA-RTM *) 1352 1352
3 R-1/TR 1300 VA *) 1467,28 1467,28
4 R-1/TR 2200 VA *) 1467,28 1467,28
5 R-2/TR 3500 s.d. 5500 VA *) 1467,28 1467,28
6 R-3/TR 6600 VA Keatas *) 1467,28 1467,28
*) Diterapkan Rekening Mininum (RM): RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya Tersambung (kVa) x Biaya Pemakaian.

Perlu diketahui bahwa dalam proses pengisian ulang daya listrik dengan token, nilai token dan jumlah daya listrik (kWh) yang didapat cukup berbeda. Terkadang masih banyak orang yang mempertanyakan daya listrik sesuai dengan yang mereka harapkan. Bisa saja Anda membeli token listrik seharga Rp 100.000,- tetapi saat melakukan pengisian ulang, nilai kWH yang bertambah tidak sesuai dengan jumlah token yang dibeli. Hal ini disebabkan karena nilai token yang daya listrik yang didapatkan sudah dikurangi dengan biaya, pajak, dan, perhitungan tarif dasar. Supaya tidak bingung, berikut ini Kita akan membahas variabel dan cara menghitung token listrik yang benar.

Sebagai contoh apabila Anda diasumsikan membeli token listrik sebesar Rp 200.000,- lewat ATM dengan biaya administrasi sebesar Rp 3.000,-, Batas daya di rumah Anda sebesar 1300 VA dan tinggal di DKI jakarta, dan maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Cara Perhitungan Token Listrik:
Harga Token = Rp 200.000,-
Biaya Administrasi ATM = Rp 3.000,- (termasuk harga token)
Daya Listrik di Rumah = 1.300 VA (non-subsidi)
Tarif Listrik berdasarkan daya listrik = 1467,28
PPJ = 3% (DKI Jakarta)

Maka Nilai Token Listrik Anda Sekarang:
Pemotongan biaya administrasi:
200.000 - 3.000 = 197.000
Pemotongan PPJ (DKI Jakarta):
197.000 - (197.000 x 3%) = 191.090
Nilai Token Anda Sekarang adalah Rp 191.090,-

Jumlah daya listrik (kWh) yang didapat:
Nilai token / tarif dasar listrik = jumlah kWh
191.090 / 1467,28 = 130,23 kWh

Jadi kesimpulannya, apabila Anda diasumsikan membeli token listrik seharga Rp 200.000,- dan tinggal di Jakarta dengan daya listrik 1300 VA, maka nilai token Anda sebesar Rp 191.090,- dan mendapatkan 130,23 kWh ketika melakukan pengisian ulang.

Bagi Anda yang belum tahu, PLN memiliki dua jenis langganan layanan listrik yang berbeda. Kedua jenis langganan layanan listrik PLN tersebut adalah pasca bayar dan prabayar. Sesuai dengan namanya, kedua jenis langganan layanan PLN ini memiliki sistem pembayaran yang berbeda.

  • Listrik Pascabayar:
    Listrik pascabayar adalah sistem pembayaran listrik setelah menggunakan fasilitas listrik selama 1 bulan. Sebagai jenis layanan yang lebih dulu ditawarkan oleh PLN, sistem pembayaran pascabayar adalah jenis layanan yang dimiliki oleh mayoritas pelanggan PLN. Istilah simpelnya, pakai dulu baru bayar. Saat memiliki jenis langganan pasca bayar, pelanggan PLN diharuskan untuk membayar tagihan listrik di akhir bulan sesuai dengan penggunaan listrik selama satu bulan tersebut.

    Sistem instalasi listrik ini lebih dulu hadir dibandingkan sistem prabayar. Sistem listrik pascabayar inilah yang bisa dilihat tagihannya, sedangkan prabayar tidak.
  • Listrik Prabayar:
    Listrik prabayar adalah sistem pembayaran listrik dengan pulsa atau token. Mirip seperti isi pulsa pada handphone, setiap nominal pulsa yang tertera pada meteran listrik sudah mau habis, segera isi pulsanya. Berbeda dengan sistem pasca bayar, pengguna PLN dengan sistem prabayar diharuskan untuk membeli token listrik terlebih dahulu sebelum dapat menikmati fasilitas yang diberikan oleh PLN. Karena sifatnya yang lebih praktis dalam menjaga pengeluaran agar tetap terjaga, tak sedikit pelanggan PLN pasca bayar yang beralih ke sistem prabayar. Dengan begitu, pengeluaran bulanan mereka akan lebih mudah terjaga.

    Tanda pulsa listrik sudah menipis adalah terdengarnya bunyi beep-beep pada meteran listrik sebagai pengingat untuk mengisi ulang listrik. Sistem ini terbilang baru, karena baru diperkenalkan oleh PLN di tahun 2010.

Membayar tagihan listrik adalah suatu hal yang bisa jadi terasa menjemukan. Selain harus berkunjung langsung ke kantor PLN, antrean yang panjang seringkali membuat waktu menjadi banyak terbuang.

Namun, pengalaman tersebut kini bisa tidak Anda alami lagi. Hal ini karena Anda dapat melunasi tagihan PLN secara online. Tentunya, membayar tagihan PLN secara online memiliki beragam keunggulan ketimbang membayarnya dengan cara konvensional.

Salah keuntungan yang bisa Anda dapatkan saat membayar tagihan PLN secara online adalah kemudahan dan kepraktisan. Karena dilakukan secara online, Anda tidak perlu lagi harus meluangkan waktu untuk datang ke kantor PLN dan mengantre saat akan membayar tagihan listrik.

Risiko kesalahan input data juga semakin kecil Anda alami karena informasi yang Anda tulis dapat dicek ulang. Dengan begitu, transaksinya pun dapat berjalan dengan lancar tanpa harus takut melakukan kesalahan pembayaran tagihan PLN.

Selain itu, membayar tagihan PLN secara online juga dapat Anda lakukan kapanpun dan dimanapun. Jadi, tidak perlu ribet menyiapkan uang dan membawanya ke kantor PLN karena pembayaran tagihan listrik secara online Anda lakukan dengan cashless atau tanpa uang tunai.

Meski telah mengenalkan sistem pembayaran yang baru yakni berupa token listrik atau sistem prabayar, kebanyakan pelanggan layanan PLN menganut sistem pembayaran pasca bayar. Sesuai dengan namanya, sistem pembayaran pasca bayar mengharuskan pelanggan untuk melunasi tagihan listrik sesuai dengan penggunaannya selama satu bulan.

Tentunya, dalam menghitung tagihan PLN, Anda perlu memahami segala perabotan elektrik yang digunakan di dalam rumah. Dengan mengetahui seluruh daya yang dibutuhkan untuk peralatan elektronik tersebut, barulah Anda dapat memperkirakan tagihan listrik yang harus dibayarkan nantinya.

Golongan listrik yang dipilih juga berpengaruh besar dalam penghitungan tarif listrik yang akan Anda terima. Umumnya, semakin besar daya listrik yang Anda pasang, semakin besar pula biaya per kWH-nya.

Setelah semua informasi perabotan listrik serta daya yang digunakan Anda miliki, barulah Anda dapat menghitung tagihan listrik. Jika seluruh daya listrik yang dikonsumsi di rumah per hari adalah 16.500 watt dengan tarif per kWH 1400, maka tagihan listrik yang harus Anda bayarkan nanti adalah: 16.5 X 1400 X 30 hari = 693.000 Rupiah.

Saat ingin berhenti langganan layanan PLN, Anda perlu membuat surat permohonan untuk pihak PLN. Melalui surat tersebut, Anda menuliskan penyebab Anda berhenti menggunakan layanan PLN, alamat, data pribadi, dan juga fotokopi KTP.

Jangan lupakan juga untuk melampirkan nomor pelanggan serta peta rumah bersamaan dengan surat permohonan tersebut. Setelah surat permohonan tersebut diterima, barulah PLN akan mengulasnya untuk menyetujui permohonan tersebut atau tidak.

Pendaftaran langganan layanan PLN dapat Anda lakukan dengan dua cara, konvensional dan online. Meski memiliki prosedur yang berbeda, kedua cara ini memiliki persyaratan yang tidak jauh berbeda.

Saat ingin mengajukan permohonan langganan layanan PLN, Anda perlu menyiapkan gambar denah dari tempat yang ingin dipasangkan aliran listrik. Selain itu, Anda juga harus membawa fotokopi KTP sebagai bukti identitas pihak pemohon pengajuan langganan layanan PLN.

Setelah kedua dokumen tersebut telah disiapkan, Anda akan diberikan pilihan mengenai daya listrik yang ingin dipasang. Semakin tinggi daya listrik yang dipilih, semakin besar pula biaya pemasangannya. Jadi, pilih daya listrik yang sesuai dengan kebutuhan agar pengeluaran Anda juga tidak semakin tinggi.

Bagi para pengguna yang menggunakan layanan pembelian token listrik di Cermati.com, kami menganggap bahwa Anda telah menerima, memahami, dan menyetujui seluruh syarat dan ketentuan penggunaan layanan dibawah (syarat dan ketentuan layanan pembelian paket data di cermati.com bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu). Apabila tidak setuju, cermati.com mempersilahkan Anda untuk tidak lagi menggunakan layanan pengisian paket data online.

Syarat dan ketentuan layanan pembelian token listrik dan bayar tagihan listrik PLN di cermati:
  • Pastikan nomor meter/ID Pelanggan yang Anda masukkan benar dan sudah terdaftar sebagai pengguna layanan PLN masih aktif.
  • Pastikan Anda sudah memiliki akun cermati.com. Pembelian token listrik atau bayar tagihan PLN hanya bisa dilakukan oleh pengguna akun cermati.com.
  • Apabila Anda belum memiliki akun cermati.com bisa langsung melakukan proses registasi dan verifikasi agar bisa langsung digunakan.
  • Pastikan sebelum membeli token listrik dan membayar tagihan listrik Anda sudah melakukan verifikasi nomor telepon.
  • Cermati.com tidak akan bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan pengisian nomor meter/ID pelanggan.
  • Pembeli hanya bisa melakukan pembelian token listrik atau pembayaran listrik 1 kali dalam 1 transaksi sebelum melakukan proses pembayaran. Apabila ingin melakukannya kembali, Anda harus menyelesaikan transaksi dan pembayaran sampai selesai.
  • Cermati.com tidak pernah meminta informasi e-mail dan password akun Anda. Jangan pernah beritahukan informasi akun Anda ke pihak manapun.
  • Harga token listrik dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.