3 Asuransi Terbaik untuk Penyakit Kritis

Suatu penyakit memiliki tahapan. Ada tahap awal, menengah, dan akhir atau biasa disebut kritis. Tahap-tahap ini sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya biaya medis yang dikeluarkan.

Tahap akhir atau kritis tentu membutuhkan biaya yang paling besar. Sebab, usaha penyelamatan yang dibutuhkan lebih besar. Begitu pula dengan obat-obat yang diberikan, sudah pasti yang terbaik agar pasien bisa sembuh.

Mengingat mahalnya biaya medis, alangkah baiknya agar kamu punya asuransi untuk memproteksi kondisi kesehatan. Berikut tiga nama asuransi terbaik, khususnya untuk penyakit kritis.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Asuransi Allianz

loader

Di Allianz sendiri, terdapat beberapa produk untuk proteksi penyakit kritis. Sebut saja CI Plus, CI 100, CI Accelerated, Flexi CI, dan Flexi CI Syariah. Masing-masing memiliki keunggulan dan persyaratan klaim yang berbeda.

Contoh produk yang akan dibahas adalah CI 100. Manfaat dari proteksi ini antara lain :

  • Memberikan perlindungan secara menyeluruh bagi 100 penyakit yang terdaftar dalam polis. Mulai dari tahap awal, menengah, dan akhir
  • Adanya perluasan manfaat, yaitu angioplasty, invasi arteri koroner, dan diabetes
  • Masa pertanggungan sampai polis berusia 100 tahun
  • Usia masuk antara 5-70 tahun
  • Pertanggungan yang diterima untuk mengcover penyakit kritis tidak mengurangi uang pertanggungan dasar
  • Pengajuan klaim berkali-kali, sesuai ketentuan polis

Poin penting yang harus diperhatikan :

  • Terdapat survival period atau masa bertahan hidup selama 7 hari untuk semua penyakit. Jika pasien melewati batas ini, maka perusahaan akan memberikan manfaat sesuai ketentuan
  • Ada masa eliminasi selama 90 hari untuk penyakit kritis, yang dihitung sejak tanggal awal berlakunya polis

Baca Juga: Mengenal Asuransi Penyakit Kritis, Siapa Saja yang Perlu Memilikinya?

2. Asuransi AIA

loader

Asuransi yang tak kalah bagus selanjutnya adalah AIA. Beberapa produk asuransi penyakit kritis yang ditawarkan, seperti Vital Care, AIA Powerpro Life, AIA Proteksi Prima Plus, AIA Prolink Assurance, AIA Priority Plus, AIA Sakinah Assurance, dan lainnya.

Salah satu produk yang dibahas adalah Vital Care. Berikut ini beberapa manfaat yang didapatkan dari produk :

  • Memberikan perlindungan dari tahap awal, menengah, dan akhir
  • Adanya santunan penghasilan untuk penyakit kritis tahap akhir, yaitu kanker, jantung, dan stroke sebesar 1% dari uang pertanggungan selama 100 bulan
  • Manfaat sebesar 50% uang pertanggungan jika tertanggung dirawat di ICU
  • Adanya tambahan uang pertanggungan untuk penyakit kritis tahap awal, minimal 12 bulan setelah diagnosis penyakit kritis yang pertama kalinya
  • Mengcover 77 penyakit kritis umum, 6 penyakit kritis catastrophic, 4 komplikasi diabetes, angioplasty, dan ICU

Poin penting yang harus diperhatikan :

  • Terdapat masa tunggu yang bisa dilihat dalam ketentuan polis
  • Disarankan untuk berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan produk yang tepat, mengingat asuransi penyakit kritis ditujukan untuk jangka panjang

Baca Juga: Asuransi Penyakit Kritis: Pengertian, Untung Rugi, Klaim, dan Cara Memilihnya

3. Asuransi Prudential

loader

Perusahaan asuransi terbaik terakhir adalah Prudential. Beberapa produk yang ditawarkan, seperti Pruearly Stage Crisis Cover Plus, Prucrisis Cover Benefit Plus Syariah 61, Pru Juvenile Crisis Cover Syariah, Prutotal Critical Protection Syariah, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh produk yang dibahas adalah Prucrisis Cover Benefit Plus Syariah 61. Manfaatnya adalah sebagai berikut :

  • Adanya perlindungan komprehensif terhadap 61 penyakit kritis
  • Tersedia manfaat angioplasty sebesar 10% atau maksimal 200 juta tanpa mengurangi uang pertanggungan dasar
  • Santunan asuransi sebesar 110%
  • Proteksi meninggal dunia tanpa menghitung masa bertahan hidup atau survival period
  • Usia masuk antara 6-65 tahun

Poin penting yang harus diperhatikan :

  • Tidak berlaku untuk peserta atau polis yang masih dalam tahap tunggu
  • Pembayaran polis menggunakan mata uang Rupiah (Rp)

Waktu yang Tepat untuk Beli Asuransi

Berbicara mengenai waktu, waktu terbaik untuk beli asuransi adalah sebelum kemunculan suatu penyakit. Kenapa demikian? 

Jika peserta sudah memiliki riwayat penyakit kritis, maka biaya premi semakin mahal. Selain itu, peserta harus memenuhi syarat dan ketentuan pre-existing condition agar permohonan asuransi dikabulkan. 

Tanda-tanda Jika Kamu Butuh Asuransi

1. Penyakit turunan

Kanker merupakan salah satu penyakit turunan. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker, ada kemungkinan keturunannya akan terdiagnosis kanker juga. 

Sebagai upaya jaga-jaga finansial, sebaiknya belilah produk asuransi untuk penyakit kritis. Jika suatu saat ada diagnosis penyakit yang sama, ada pihak asuransi yang akan mengcover biaya medisnya.

2. Peserta menjadi pencari nafkah utama

Selain melindungi peserta, asuransi juga memberi manfaat berupa santunan kepada anggota keluarga jika peserta didiagnosa mengidap penyakit kritis. 

Santunan ini sebagai bentuk pengganti pemasukan keluarga ketika pencari nafkah tidak bisa menghasilkan uang sebagaimana mestinya. 

Asuransi adalah Solusi untuk Penyakit Kritis

Jika selama ini kamu ragu membeli asuransi, coba pertimbangkan kembali mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapatkan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga di sekitar.

Baca Juga: 7 Tips Agar Tidak Menjadi Korban Penipuan Asuransi