Solusi Aktifkan BPJS Kesehatan yang Terblokir dan Menunggak

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memiliki manfaat baik dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan BPJS, terutama bagi mereka yang belum memiliki layanan asuransi kesehatan. 

Penggunaan BPJS kesehatan memberi kemudahan bagi masyarakat umum dalam mengakses jaminan kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau. Tentunya, setiap peserta BPJS Kesehatan wajib membayar iuran setiap bulannya supaya bisa menggunakan fasilitas yang diberikan.

Supaya kartu BPJS Kesehatan bisa terus aktif dan digunakan, pembayaran iuran BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan. Besaran peserta BPJS mandiri di tahun 2021 ini adalah: 

  • Kelas 1 = Rp 150.000 per orang per bulan.
  • Kelas 2 = Rp 100.000 per orang per bulan.
  • Kelas 3 = Rp 42.000 per orang per bulan.
    • Di tahun 2021, peserta iuran kelas 3 hanya dikenai biaya sebesar Rp 35.000 karena mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp7.000.-.

Baca Juga: BPJS Kesehatan, Apa Kelebihan dan kekurangannya?

Denda Telat Bayar Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2021

loader

Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah kondisi telat bayar iuran. Hal ini ternyata sering dialami sebagian besar orang yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sejumlah iuran inilah yang akan menjadi dana dalam layanan kesehatan yang diberikan BPJS. Artinya, jika banyak peserta yang telat membayar iuran keanggotaannya, hal tersebut bisa menjadi kendala bagi BPJS dalam menjamin layanan kesehatan bagi peserta lainnya. 

Di kutip dari situs resmi BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan telah menetapkan aturan terkait masalah denda keterlambatan pembayaran iuran.

Rincian informasi besaran denda telat bayar iuran BPJS Kesehatan sebagai berikut: 

  • Tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran terhitung mulai tanggal 1 Juli 2016.
  • Denda dikenakan apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta yang bersangkutan memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap.
  • Berdasarkan Perpres No. 64 Tahun 2020, besaran denda pelayanan sebesar 5% (lima persen) dari biaya diagnosa awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak dengan ketentuan:
    1. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan.
    2. Besaran denda paling tinggi Rp30 juta. 
    3. Bagi Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja. 

Konsekuensi Telat Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Di tengah situasi pandemi yang belum usai ini, memiliki asuransi kesehatan itu penting, sepertihalnya memiliki BPJS Kesehatan. Meskipun ada berbagai alasan yang bisa membuat peserta telat bayar iuran BPJS Kesehatan, mulai dari lupa hingga kondisi keuangan yang lagi seret. 

Sebaiknya, Anda tidak lupa membayar iuran BPJS  Kesehatan setiap bulannya. Bila perlu aktifkan sistem bayar otomatis autodebet supaya tidak lupa dan BPJS tetap aktif. Tapi apabila memang kondisi keuangan sedang sulit sehingga Anda terpaksa menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan, maka Anda pun perlu mengetahui konsekuensi dan cara mengaktifkan kembali BPJS Anda. 

Apa saja konsekuensinya telat bayar BPJS Kesehatan saat ini? dan apa yang harus Anda lakukan?

Berdasarkan informasi dari Panduan Layanan Bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), di jelaskan apabila Anda telat bayar iuran BPJS Kesehatan maka : 

  • Status peserta menjadi non-aktif sejak tanggal 1 bulan berikutnya dan penjaminan pelayanan kesehatan diberhentikan sementara.

Pada masa terjadi penunggakan dan Anda belum membayarnya, maka BPJS Kesehatan tidak akan bisa digunakan untuk berobat. Artinya, BPJS kesehatan milik Anda terblokir dan ada tunggakan iuran yang harus dilunasi dulu baru bisa aktif lagi.

Pahami bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan bisa aktif kembali bila peserta membayar iuran bulan tertunggak paling banyak 24 bulan serta membayar iuran bulan berjalan.

Bila dalam kurun waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta membutuhkan pelayanan rawat inap, maka dikenakan denda pelayanan.

Telat bayar BPJS Kesehatan akan sangat merepotkan Anda, terutama jika ternyata tiba-tiba Anda harus menggunakan kartu tersebut pada waktu darurat. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila kebingungan mencari sejumlah dana berobat dalam kondisi yang sangat mendesak. Saat seperti inilah, Anda akan ingat bahwa layanan BPJS begitu sangat membantu dan meringankan beban keuangan saat sedang dibutuhkan.

Baca Juga: Cara Berobat Dengan BPJS, Bagaimana Prosedurnya?

Cara Cek Iuran dan Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan yang NonAktif

loader

Aktifkan Kartu BPJS Anda agar Bisa Digunakan Kembali via republika.co.id

Apabila saat ini Anda sudah lupa berapa lama telat bayar BPJS Kesehatan, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah cek dulu BPJS Kesehatan Anda, apakah aktif atau tidak? 

Cara Cek Kepersertaan BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak: 

Melalui Aplikasi Mobile JKN

- Melalui Whatsapp (CHIKA) di nomor 08118750400

- Melalui telepon BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

Baca Juga: Cara Mudah Gunakan Aplikasi Mobil JKN  BPJS Kesehatan 

Setelah itu, cek tunggakan BPJS   kesehatan melalui:

1. Situs resmi BPJS Kesehatan 

Cek tunggakan pembayaran iuran BPJS  Kesehatan melalui situs resmi : https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/. Login dengan ketikkan nomor kartu BPJS Kesehatan, tanggal lahir, dan angka validasi, setelah itu klik 'cek' dan data pembayaran akan keluar.

2. SMS layanan BPJS 08777-5500-400

Cek tunggakan pembayaran iuran BPJS  Kesehatan melalui SMS, ketik 'NIK (spasi) Nomor Kependudukan atau NOKA (spasi) Nomor Kartu BPJS Kesehatan'. Kirim SMS ke nomor layanan BPJS di 08777-5500-400.

3. Aplikasi Mobile JKN

Cek tunggakan pembayaran iuran BPJS  Kesehatan secara online, download aplikasi mobile JKN.
Lalu, registrasi dengan memasukkan nomor kartu BPJS dan alamat email. Login, dan pilih menu 'Tagihan', lalu 'Premi'.Selanjutnya, Anda akan mendapatkan informasi tagihan BPJS Kesehatan secara lengkap di layar HP .

Setelah mengetahui berapa lama Anda menunggak iuran BPJS Kesehatan dan mengetahui besaran tagihan yang perlu dibayar, maka selanjutnya adalah membayarnya langsung.

Berikut cara mudah membayar BPJS Kesehatan: 

- Bayar BPJS Kesehatan melalui ATM , di sini

- Bayar BPJS Kesehatan melalui Cermati.com, di sini

- Bayar BPJS Kesehatan melalui Tokopedia, di sini

Bayar BPJS Kesehatan melalui Shopee, di sini

- Bayar BPJS Kesehatan melalui Bukalapak, di sini

- Bayar BPJS Kesehatan melalui BliBli, di sini.

Aktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan dan Nikmati Manfaatnya

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah memberikan keringanan bagi peserta BPJS yang memiliki tunggakan iuran. 

Syarat pengaktifkan kembali BPJS Kesehatan yang non aktif menjadi lebih ringan, yakni Anda hanya perlu melunasi tunggakan iuran selama enam bulan, dari ketentuan sebelumnya yang mewajibkan melunasi tunggakan 24 bulan. 

Yuk segera lakukan pelunasan BPJS Kesehatan, sehingga layanan dan manfaatnya bisa kembali Anda digunakan. 

Baca Juga: Cara Beli Kacamata yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!