Apa Saja Biaya KTA Selain Bunga? Ini Dia Rinciannya!

Ada banyak hal yang menyebabkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) menjadi pilihan banyak orang saat akan mengajukan pinjaman ke bank. Selain persyaratan pengajuannya yang cenderung mudah dan cepat, tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh bank juga menjadi hal yang tak kalah penting untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Banyaknya bank yang menyediakan pinjaman KTA seperti bank BCA di dalam layanan yang mereka tawarkan tentu akan berbanding lurus dengan banyaknya tingkat suku bunga yang dapat Anda jadikan pilihan. Setiap bank pasti akan memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan hal ini, selain mengacu pada aturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia tentunya.

Jumlah suku bunga yang ditetapkan oleh bank akan selalu menjadi sebuah pertimbangan yang sangat penting bagi para calon nasabah untuk menentukan pilihan mereka, saat sebuah bank menentukan bunga yang tinggi, maka dengan sendirinya para calon nasabah akan mencari bank lain sebagai sumber pendanaan dalam pinjaman mereka.

Hal ini akan terjadi secara sistematis, meskipun pada dasarnya ada banyak hal lain yang patut dipertimbangkan di luar jumlah bunga pinjaman yang ditetapkan oleh bank.

Biaya-Biaya KTA

Sebagaimana jenis layanan perbankan lainnya, KTA juga memiliki sejumlah komponen biaya yang akan dikenakan kepada para nasabah pengguna KTA, oleh karena itu sangat penting untuk mencermati semua komponen biaya tersebut sebelum mengajukan pinjaman KTA ke bank.

Bukan sebuah perkara mudah bila ternyata suatu saat Anda akan dikejutkan oleh sejumlah biaya yang muncul di dalam cicilan bulanan yang dimiliki. Hal ini tentu saja sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan dan akan membuat Anda kesal karena tidak mengetahuinya sejak awal.

Ada banyak kasus mengenai biaya-biaya yang luput dari pengamatan nasabah saat pengajuan KTA, di mana hal tersebut kemudian menjadi persengketaan di antara pihak bank dan nasabah yang bersangkutan. Di satu sisi pihak bank merasa telah menuangkan segala kebijakan mereka di dalam aplikasi pengajuan kredit yang mereka terbitkan, sementara pihak nasabah merasa dirugikan karena merasa tidak diberitahu mengenai biaya tersebut sejak awal dan hal seperti ini akan berakhir dengan persengketaan yang menguras banyak tenaga dan pikiran.

Sebagai calon nasabah Anda tentu tidak mau dirugikan bukan, karena itu cermati semua biaya yang dikenakan dalam KTA sebelum Anda melakukan pengajuan pinjaman tersebut ke bank.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai macam biaya yang akan Anda temukan di dalam KTA, berikut beberapa jenis biaya di bawah ini yang sering sekali luput dari pengamatan para calon nasabah KTA:

1. Biaya Provisi

Biaya Provisi

Biaya Provisi via gobankingrates.com

Di dalam praktiknya, biaya provisi lebih dikenal dengan sebutan biaya administrasi yang biasanya akan dikenakan pada saat pencairan pinjaman KTA dilakukan. Biaya ini akan langsung dikenakan atau dipotong dari plafon pinjaman yang Anda dapatkan dan dijadikan sebagai bukti bahwa pencairan KTA Anda diterima langsung oleh Anda selaku peminjam.

Setiap bank memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan besaran biaya provisi yang akan mereka kenakan pada setiap nasabah dan jumlah ini akan bervariasi antara satu bank dengan bank yang lainnya.

Pada umumnya jumlah biaya provisi yang dikenakan antara 1-4% dari jumlah plafon yang Anda dapatkan dari bank, namun ada juga bank yang menetapkannya tanpa menggunakan persentase dan langsung dalam jumlah nominal tertentu, misalnya sejumlah Rp400 ribu untuk berapapun jumlah pinjaman yang Anda dapatkan.

Berikut ini contoh perhitungan biaya provisi:

Plafon: Rp10 juta

Biaya provisi: 2%

Maka jumlah uang yang akan didapatkan oleh nasabah adalah:

Jumlah plafon ­­– (persentase provisi x jumlah plafon)

= Rp10 juta – (2% x Rp10 juta)

= Rp10 juta – Rp200.000,-  

= Rp9.800.000,-

Hal ini merupakan salah satu faktor penting yang harus selalu Anda cermati karena pada dasarnya ada banyak bank yang menawarkan bunga pinjaman KTA yang kecil, namun ternyata pada saat pencairan dana pinjaman mereka mengenakan jumlah provisi yang besar pada pinjaman Anda.

Karena itu jangan gampang tergoda dengan jumlah bunga yang kecil saja, selalu cermati jumlah provisi yang dikenakan bank pada pinjaman yang akan Anda ajukan.

Baca Juga : Layak Dipertimbangkan, 5 Fitur Khusus yang Ditawarkan KTA

2. Biaya Tahunan

Biaya Tahunan

Biaya Tahunan via staticflickr.com 

Biaya tahunan merupakan sejumlah biaya yang akan dikenakan oleh bank dalam periode per tahun dan disesuaikan berdasarkan periode pinjaman yang Anda ajukan. Besarnya biaya tahunan yang dikenakan oleh bank akan bervariasi antara bank yang satu dengan bank yang lainnya, dan bahkan ada juga bank yang tidak menetapkan sejumlah biaya tahunan di dalam pinjaman KTA mereka.

Biasanya jumlah biaya tahunan akan ditetapkan sebesar 1-2% dari jumlah plafon yang Anda dapatkan untuk tahun pertama, dan selanjutnya akan dikenakan dengan nominal tetap kira-kira sebesar Rp50 ribu pada tahun-tahun selanjutnya.

Berikut ini adalah contoh perhitungan biaya tahunan pada KTA:

Plafon: Rp10 juta

Biaya tahunan: 2% pada tahun pertama dan Rp50 ribu untuk tahun kedua dan seterusnya

Periode pembayaran: 2 tahun

Maka pada tahun pertama Anda akan dikenakan biaya sebesar:

2% x Rp10 juta = Rp200.000

yang mana biaya tersebut akan ditambahkan langsung ke dalam cicilan Anda di bulan ke-12.

Lalu pada tahun berikutnya dikenai biaya tahunan yang bersifat tetap, yakni sebesar Rp50 ribu dengan ditambahkan langsung ke dalam cicilan Anda di bulan ke-24. Biaya tahunan tetap ini akan berlangsung terus setiap tahunnya, mengikuti jumlah tahun pengajuan kredit KTA yang Anda miliki.

Meskipun tergolong ringan, namun biaya tahunan ini akan mengejutkan Anda bila ternyata Anda tidak mengetahuinya pada saat awal/sebelum pengajuan pinjaman KTA dilakukan, karena itu pastikan Anda mengetahui dan menghitung jumlah ini pada saat melakukan pertimbangan awal pengajuan KTA Anda.

3. Biaya Percepatan Pelunasan

  Biaya Percepatan Pelunasan

Biaya Percepatan Pelunasan via businessfirstfamily.com

Biaya ini juga sering disebut sebagai biaya penalti, di mana biaya ini akan dikenakan pada saat nasabah melakukan pelunasan sekaligus terhadap pinjaman KTA yang dimilikinya sebelum tiba waktunya. Dalam kondisi seperti ini pihak bank akan menjatuhkan semacam “hukuman” yang jumlahnya lumayan besar, yakni sekitar 5-6% dari sisa tagihan yang akan dibayarkan.

Berikut ini contoh perhitungan biaya penalti yang dikenakan pada KTA:

Plafon: Rp10 juta

Periode pembayaran: 2 tahun

Biaya penalti: 5 %

Sisa utang di bulan ke-13:  Rp5 juta

Dalam bulan yang ke-13 tersebut Anda memiliki sejumlah dana yang bisa digunakan sebagai dana pelunasan pinjaman KTA tersebut, maka Anda berniat untuk melakukan pelunasan sekaligus. Berikut ini adalah jumlah yang harus Anda bayarkan:

Sisa utang + ( sisa utang x biaya pinalti)

= Rp5.000.000,- + (Rp5.000.000,- x 5%)

= Rp5.000.000,- + Rp250.000,-

= Rp5.250.000,-

4. Biaya Denda Keterlambatan

Bayar Denda Keterlambatan

Bayar Denda Keterlambatan via medscape.com 

Biaya ini akan muncul dalam cicilan Anda bila Anda melakukan keterlambatan pembayaran, karena itu pastikan Anda selalu membayar cicilan pinjaman KTA tepat waktu setiap bulannya. Biasanya jumlah denda keterlambatan ini ditetapkan dalam nominal tertentu dan bukan persentase, misalnya sebesar Rp150.000 setiap kali Anda melakukan keterlambatan pembayaran.

Jumlah denda ini lumayan besar dan akan sangat membebani keuangan Anda, untuk itu Anda harus selalu membayar cicilan tepat waktu agar dapat menghindari biaya tidak wajib ini.

5. Biaya Asuransi

Biaya Asuransi

Biaya Asuransi via gainsuranceblog.com 

Biaya ini biasanya bersifat opsional dan bisa tidak diambil, namun biaya asuransi ini ditetapkan untuk melindungi keluarga nasabah dari kewajiban melunasi sisa utang bila sewaktu-waktu terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap nasabah tersebut.

Bila diambil dan peminjam meninggal dunia sebelum utang pinjaman terlunasi, maka ahli warisnya tidak perlu melanjutkan angsuran sisa utang dan pihak asuransi akan menanggung semua biaya pelunasan utang tersebut kepada pihak bank.

Baca Juga : Mau Ajukan Kredit? Perhatikan Istilah-Istilah Ini

Ketahui Dengan Jelas Sebelum Memutuskan

Beberapa poin di atas adalah biaya yang seringkali luput dari perhatian para nasabah KTA, maka sebagai langkah antisipasi awal, Anda dapat meminta penjelasan mengenai biaya-biaya tersebut kepada pihak bank sebelum mengajukan pinjaman KTA.

Biaya-biaya ini juga wajib menjadi faktor pertimbangan untuk Anda memutuskan KTA mana yang akan diambil, hal ini akan mencegah Anda kecolongan sehingga ada kebijakan tertentu dari pihak bank yang luput dari pengetahuan Anda dan mengakibatkan sejumlah kerugian yang sebenarnya bisa dihindarkan sejak awal pengajuan.

Baca Juga : Mau Ajukan KTA? Ini Perbedaan Syarat Karyawan dan Wiraswasta